Sifat-Sifat Neraka dan Neraka Adalah Sebagian Dari Makhluk Allah

 

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيْدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُهَاجِرٍ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يَقُوْلُ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ أَبْرِدْ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدْ حَتَّى فَاءَ الْفَيْءُ يَعْنِي لِلتُّلُوْلِ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدُوْا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
[3085]

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Muhajir Abu Al Hasan berkata aku mendengar Zaid bin Wahb berkata aku mendengar Abu Dzarr radliallahu ‘anhu berkata;
Pernah dalam suatu perjalanan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: Tundalah (shalat) ( sampai cuaca agak dingin ) . Kemudian Beliau berkata lagi: Tundalah, hingga kita melihat bayang-bayang bukit. Kemudian Beliau bersabda: Tundalah shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam.
[ HR Bukhori 3085 ]

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوْسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَكْوَانَ عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَبْرِدُوْا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
[3086]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Dzakwan dari Abu Sa’id radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tundalah shalat (sampai cuaca agak dingin), karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam.
[ HR Bukhori 3086 ]

حَدَّثَنَا أَبُوْ الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُوْ سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اِشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ
[3087]

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata; Wahai Tuhanku, sebagianku (api) saling memakan satu sama lain. Maka neraka diizinkan untuk berhembus dua kali. Satu kali pada saat musim dingin dan satu kali lagi pada saat musim panas. Maka hawa panas yang kamu rasakan merupakan hawa panas dari hembusan api neraka dan hawa dingin yang kamu rasakan merupakan hawa dingin dari zamharir (hawa dingin) jahannam.
[ HR Bukhori 3087 ]

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَامِرٍ هُوَ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ أَبِي جَمْرَةَ الضُّبَعِيِّ قَالَ
كُنْتُ أُجَالِسُ ابْنَ عَبَّاسٍ بِمَكَّةَ فَأَخَذَتْنِي الْحُمَّى فَقَالَ أَبْرِدْهَا عَنْكَ بِمَاءِ زَمْزَمَ فَإِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا بِالْمَاءِ أَوْ قَالَ بِمَاءِ زَمْزَمَ شَكَّ هَمَّامٌ
[3088]

Telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Abu ‘Amir, dia adalah Al-‘Aqadiy telah bercerita kepada kami Hammam dari Abu Jamrah adl-Dluba’iy berkata:
Aku pernah duduk bersama dengan Ibnu ‘Abbas di Makkah kemudian aku terkena penyakit panas, maka dia berkata; Dinginkanlah penyakit itu dari kamu dengan mengunakan air zamzam karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: Penyakit panas (demam) berasal dari hembusan api jahannam maka itu redakanlah dengan air, atau Beliau bersabda: Dengan air zamzam. Dalam hal ini Hammam ragu.
[ HR Bukhori 3088 ]

حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي رَافِعُ بْنُ خَدِيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
اَلْحُمَّى مِنْ فَوْرِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا عَنْكُمْ بِالْمَاءِ
[3089]

Telah bercerita kepadaku ‘Amru bin ‘Abbas telah bercerita kepada kami ‘Abdur Rahman telah bercerita kepada kami Sufyan dari bapaknya dari ‘Abayah bin Rifa’ah berkata telah mengabarkan kepadaku Rafi’ bin Khadij berkata, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka itu redakanlah panas dari kalian dengan air.
[ HR Bukhori 3089 ]

حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
اَلْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا بِالْمَاءِ
[3090]

Telah bercerita kepada kami Malik bin Ibrahim telah bercerita kepada kami Zuhair telah bercerita kepada kami Hisyam dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka redakanlah dengan air.
[ HR Bukhori 3090 ]

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
اَلْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا بِالْمَاءِ
[3091]

Telah bercerita kepada kami Musaddad dari Yahya dari ‘Ubaidillah berkata, telah bercerita kepadaku Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka redakanlah dengan air.
[ HR Bukhori 3091 ]

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيْلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً قَالَ فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا
[3092]

Telah bercerita kepada kami Isma’il bin Abi Uwais berkata telah bercerita kepadaku Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian dari tujuh puluh bagian api neraka jahannam. Ditanyakan kepada Beliau; Wahai Rasulullah, satu bagian itu saja sudah cukup (untuk menyiksa pelaku maksiat)? Beliau bersabda: Ditambahkan atasnya dengan enam puluh sembilan kali lipat yang sama panasnya.
[ HR Bukhori 3092 ]

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ عَطَاءً يُخْبِرُ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيْهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَى الْمِنْبَرِ { وَنَادَوْا يَا مَالِكُ }
[3093]

Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah bercerita kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atha’ dia mengabarkan dari Shafwan bin Ya’laa dari bapaknya bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca suatu ayat (QS az-Zukhruf ayat 77) di atas mimbar:
Wa naadaw yaa maalik (Mereka berseru; hai maalik. )
[ HR Bukhori 3093 ]

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيْلَ لِأُسَامَةَ
لَوْ أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لَا أَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُوْلُ لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيْرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُوْلُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُوْرُ كَمَا يَدُوْرُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُوْنَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَا آتِيْهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
[3094]

Telah bercerita kepada kami ‘Ali telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Wa’il berkata; Dikatakan kepada Usamah;
Seandainya kamu temui fulan (‘Utsman bin ‘Affan radliallahu ‘anhu) lalu kamu berbicara dengannya. Usamah berkata; Sungguh jika kalian memandang aku tidak berbicara dengannya, selain bahkan kuperdengarkannya kepada kalian semua. Sungguh aku sudah berbicara kepadanya secara rahasia, dan aku tidak membuka suatu pembicaraan yang aku menjadi orang pertama yang membukanya. Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang seandainya dia menjadi pemimpinklu, bahwa dia sebagai manusia yang lebih baik, setelah kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka bertanya; Apa yang kamu dengar dari sabda Beliau Shallallahu’alaihiwasallam . Usamah berkata; Aku mendengar Beliau bersabda: Pada hari qiyamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma’ruf dan melarang kami berbuat munkar?. Orang itu berkata; Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma’ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya. Ghundar meriwayatkannya dari Syu’bah dari Al A’masy.
[ HR Bukhori 3094 ]

Kisah Seorang Penda’i yang masuk Neraka

 

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيْلَ لِأُسَامَةَ
لَوْ أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لَا أَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُوْلُ لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيْرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُوْلُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُوْرُ كَمَا يَدُوْرُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُوْنَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَا آتِيْهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
[3094]

Telah bercerita kepada kami ‘Ali telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Wa’il berkata; Dikatakan kepada Usamah;
Seandainya kamu temui fulan (‘Utsman bin ‘Affan radliallahu ‘anhu) lalu kamu berbicara dengannya. Usamah berkata; Sungguh jika kalian memandang aku tidak berbicara dengannya, selain bahkan kuperdengarkannya kepada kalian semua. Sungguh aku sudah berbicara kepadanya secara rahasia, dan aku tidak membuka suatu pembicaraan yang aku menjadi orang pertama yang membukanya. Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang seandainya dia menjadi pemimpinklu, bahwa dia sebagai manusia yang lebih baik, setelah kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka bertanya; Apa yang kamu dengar dari sabda Beliau Shallallahu’alaihiwasallam . Usamah berkata; Aku mendengar Beliau bersabda: Pada hari qiyamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma’ruf dan melarang kami berbuat munkar?. Orang itu berkata; Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma’ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya. Ghundar meriwayatkannya dari Syu’bah dari Al A’masy.
[ HR Bukhori 3094 ]

Dosa orang yang berdusta atas nama nabi Shallallahu alaihi wassalam

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْصُوْرٌ قَالَ سَمِعْتُ رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ يَقُوْلُ سَمِعْتُ عَلِيًّا يَقُوْلُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَا تَكْذِبُوْا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ
[106]

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Al Ja’d berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Manshur berkata, aku mendengar Rib’i bin Jirasy berkata, aku mendengar ‘Ali berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berduasta terhadapku dia akan masuk neraka.
(HR Imam Bukhori: 106)

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيْدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ
قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ إِنِّي لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ فُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
[107]

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jami’ bin Syaddad dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair dari Bapaknya berkata:
Aku berkata kepada Az Zubair, “Aku belum pernah mendengar kamu membicarakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana orang-orang lain membicarakannya?” Az Zubair menjawab, “Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, aku mendengar beliau mengatakan: Barangsiapa berdusta atas aku, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.
(HR Imam Bukhori: 107)

حَدَّثَنَا أَبُوْ مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيْزِ قَالَ أَنَسٌ
إِنَّهُ لَيَمْنَعُنِي أَنْ أُحَدِّثَكُمْ حَدِيْثًا كَثِيْرًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
[108]

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits dari ‘Abdul ‘Aziz berkata, Anas berkata:
Beliau melarangku untuk banyak menceritakan hadits kepada kalian karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa sengaja berdusta terhadapku (atas namaku), maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.
(HR Imam Bukhori: 108)

حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
[109]

Telah menceritakan kepada kami Makki bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu ‘Ubaid dari Salamah berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa berkata atas aku yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”
(HR Imam Bukhori: 109)

حَدَّثَنَا مُوْسَى قَالَ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ عَنْ أَبِي حَصِيْنٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكْتَنُوْا بِكُنْيَتِي وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُوْرَتِي وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
[110]

Telah menceritakan kepada kami Musa telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abu Hushain dari Abu Shalih dari Abu Hurairah RA ia berkata, Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Berilah nama dengan namaku dan jangan memberi julukan dengan julukanku. Barang siapa melihatku dalam mimpinya sungguh dia benar-benar telah melihatku, karena setan tidak sanggup menyerupai bentukku. Dan barangsiapa berdusta terhadapku, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya dalam neraka.
(HR Imam Bukhori: 110)

Bersuara dengan keras (berseru) ketika menyampaikan ilmu

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ يُوْسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا
[60]

Telah menceritakan kepada kami Abu An Nu’man ‘Arim bin Al Fadlal berkata, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abu Bisyir dari Yusuf bin Mahak dari Abdullah bin ‘Amru berkata:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan hingga Beliau mendapatkan kami sementara waktu shalat sudah hampir habis, kami berwudlu’ dengan hanya mengusap kaki kami. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berseru dengan suara yang keras: celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka. Beliau serukan hingga dua atau tiga kali
(HR Imam Bukhori: 60 )

Download Materi Blog

Bila anda menginginkan materi blog ini dalam bentuk eBook, silakan pilih dan download.  Materi kami sediakan dalam dua format yaitu pdf dan doc.  Materi ini boleh disebar-luaskan, boleh dicopy, boleh diedit sesuai kebutuhan anda. Bahkan kalau anda berniat menjualnya atau  mengkomersialkan dalam bentuk apapun  kami persilakan.  😀

Materi blog yang bisa didownload  :

I.

II. Hadits Shohih Muslim

1. Kumpulan Hadits Tentang Keimanan

2. Kumpulan Hadits Tentang Taqdir

3. Kumpulan Hadits Tentang Budi Pekerti

4. Kumpulan Hadits Tentang Puasa dan I’tikaf

5. Kumpulan Hadits Tentang Sholat Sunnah

6. Kumpulan Hadits Tentang Zakat dan Sodaqoh

7. Kumpulan Hadits Tentang Kiamat, Surga dan Neraka

8. Kumpulan Hadits Fitnah dan Tanda-tanda Kiamat

9. Kumpulan Hadits Keselamatan

10. Kumpulan Hadits Haji dan Umroh

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

21. Menyusul – Insya Allah

bagi sahabat yang menginginkan versi Ms Word silakan request.

Terimakasih atas partisipasi anda. Semoga bermanfaat.

%d blogger menyukai ini: