Sifat-Sifat Neraka dan Neraka Adalah Sebagian Dari Makhluk Allah

 

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيْدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُهَاجِرٍ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يَقُوْلُ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ أَبْرِدْ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدْ حَتَّى فَاءَ الْفَيْءُ يَعْنِي لِلتُّلُوْلِ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدُوْا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
[3085]

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Muhajir Abu Al Hasan berkata aku mendengar Zaid bin Wahb berkata aku mendengar Abu Dzarr radliallahu ‘anhu berkata;
Pernah dalam suatu perjalanan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: Tundalah (shalat) ( sampai cuaca agak dingin ) . Kemudian Beliau berkata lagi: Tundalah, hingga kita melihat bayang-bayang bukit. Kemudian Beliau bersabda: Tundalah shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam.
[ HR Bukhori 3085 ]

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوْسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَكْوَانَ عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَبْرِدُوْا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
[3086]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Dzakwan dari Abu Sa’id radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tundalah shalat (sampai cuaca agak dingin), karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam.
[ HR Bukhori 3086 ]

حَدَّثَنَا أَبُوْ الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُوْ سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
اِشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ
[3087]

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata; Wahai Tuhanku, sebagianku (api) saling memakan satu sama lain. Maka neraka diizinkan untuk berhembus dua kali. Satu kali pada saat musim dingin dan satu kali lagi pada saat musim panas. Maka hawa panas yang kamu rasakan merupakan hawa panas dari hembusan api neraka dan hawa dingin yang kamu rasakan merupakan hawa dingin dari zamharir (hawa dingin) jahannam.
[ HR Bukhori 3087 ]

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَامِرٍ هُوَ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ أَبِي جَمْرَةَ الضُّبَعِيِّ قَالَ
كُنْتُ أُجَالِسُ ابْنَ عَبَّاسٍ بِمَكَّةَ فَأَخَذَتْنِي الْحُمَّى فَقَالَ أَبْرِدْهَا عَنْكَ بِمَاءِ زَمْزَمَ فَإِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا بِالْمَاءِ أَوْ قَالَ بِمَاءِ زَمْزَمَ شَكَّ هَمَّامٌ
[3088]

Telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Abu ‘Amir, dia adalah Al-‘Aqadiy telah bercerita kepada kami Hammam dari Abu Jamrah adl-Dluba’iy berkata:
Aku pernah duduk bersama dengan Ibnu ‘Abbas di Makkah kemudian aku terkena penyakit panas, maka dia berkata; Dinginkanlah penyakit itu dari kamu dengan mengunakan air zamzam karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: Penyakit panas (demam) berasal dari hembusan api jahannam maka itu redakanlah dengan air, atau Beliau bersabda: Dengan air zamzam. Dalam hal ini Hammam ragu.
[ HR Bukhori 3088 ]

حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَبَّاسٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي رَافِعُ بْنُ خَدِيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
اَلْحُمَّى مِنْ فَوْرِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا عَنْكُمْ بِالْمَاءِ
[3089]

Telah bercerita kepadaku ‘Amru bin ‘Abbas telah bercerita kepada kami ‘Abdur Rahman telah bercerita kepada kami Sufyan dari bapaknya dari ‘Abayah bin Rifa’ah berkata telah mengabarkan kepadaku Rafi’ bin Khadij berkata, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka itu redakanlah panas dari kalian dengan air.
[ HR Bukhori 3089 ]

حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
اَلْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا بِالْمَاءِ
[3090]

Telah bercerita kepada kami Malik bin Ibrahim telah bercerita kepada kami Zuhair telah bercerita kepada kami Hisyam dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka redakanlah dengan air.
[ HR Bukhori 3090 ]

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
اَلْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْهَا بِالْمَاءِ
[3091]

Telah bercerita kepada kami Musaddad dari Yahya dari ‘Ubaidillah berkata, telah bercerita kepadaku Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Penyakit panas (demam) berasal dari didihan api jahannam maka redakanlah dengan air.
[ HR Bukhori 3091 ]

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيْلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً قَالَ فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا
[3092]

Telah bercerita kepada kami Isma’il bin Abi Uwais berkata telah bercerita kepadaku Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian dari tujuh puluh bagian api neraka jahannam. Ditanyakan kepada Beliau; Wahai Rasulullah, satu bagian itu saja sudah cukup (untuk menyiksa pelaku maksiat)? Beliau bersabda: Ditambahkan atasnya dengan enam puluh sembilan kali lipat yang sama panasnya.
[ HR Bukhori 3092 ]

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ عَطَاءً يُخْبِرُ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيْهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَى الْمِنْبَرِ { وَنَادَوْا يَا مَالِكُ }
[3093]

Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah bercerita kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atha’ dia mengabarkan dari Shafwan bin Ya’laa dari bapaknya bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca suatu ayat (QS az-Zukhruf ayat 77) di atas mimbar:
Wa naadaw yaa maalik (Mereka berseru; hai maalik. )
[ HR Bukhori 3093 ]

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيْلَ لِأُسَامَةَ
لَوْ أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لَا أَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُوْلُ لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيْرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُوْلُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُوْرُ كَمَا يَدُوْرُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُوْنَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَا آتِيْهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
[3094]

Telah bercerita kepada kami ‘Ali telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Wa’il berkata; Dikatakan kepada Usamah;
Seandainya kamu temui fulan (‘Utsman bin ‘Affan radliallahu ‘anhu) lalu kamu berbicara dengannya. Usamah berkata; Sungguh jika kalian memandang aku tidak berbicara dengannya, selain bahkan kuperdengarkannya kepada kalian semua. Sungguh aku sudah berbicara kepadanya secara rahasia, dan aku tidak membuka suatu pembicaraan yang aku menjadi orang pertama yang membukanya. Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang seandainya dia menjadi pemimpinklu, bahwa dia sebagai manusia yang lebih baik, setelah kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka bertanya; Apa yang kamu dengar dari sabda Beliau Shallallahu’alaihiwasallam . Usamah berkata; Aku mendengar Beliau bersabda: Pada hari qiyamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma’ruf dan melarang kami berbuat munkar?. Orang itu berkata; Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma’ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya. Ghundar meriwayatkannya dari Syu’bah dari Al A’masy.
[ HR Bukhori 3094 ]

Sunnah berdoa mohon perlindungan dari siksa jahannam, adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian dan fitnah dajjal di dalam shalat

حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَ هَارُوْنُ حَدَّثَنَا وَقَالَ حَرْمَلَةُ أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ بْنُ يَزِيْدَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ:

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي اِمْرَأَةٌ مِنَ الْيَهُوْدِ وَهِيَ تَقُوْلُ هَلْ شَعَرْتِ أَنَّكُمْ تُفْتَنُوْنَ فِي الْقُبُوْرِ قَالَتْ فَارْتَاعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِنَّمَا تُفْتَنُ يَهُوْدُ قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَبِثْنَا لَيَالِيَ ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ شَعَرْتِ أَنَّهُ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُوْنَ فِي الْقُبُوْرِ قَالَتْ عَائِشَةُ فَسَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ يَسْتَعِيْذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

123-(584)

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Said dan Harmalah bin Yahya. Harun mengatakan; telah menceritakan kepada kami, sedangkan Harmalah mengatakan telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus bin Yazid dari Ibn Syihab dia berkata; telah menceritakan kepadaku ‘Urwah bin Zubair bahwa ‘Aisyah Radhiyallaahu’anha mengatakan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menemuiku, sementara disisiku ada seorang wanita Yahudi yang mengatakan: Sadarkah kamu bahwa kalian akan diuji (fitnah) dalam kubur?  ‘Aisyah berkata:  Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung tersentak kaget dan bersabda: Sesungguhnya orang-orang Yahudilah yang akan diuji. ‘Aisyah berkata; Kemudian kami bermukim beberapa malam, setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sadarkah (tahukah) kamu, sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan diuji (disiksa) dalam kubur?  Kata ‘Aisyah: Setelah itu aku mendengar Rasulullah meminta perlindungan dari siksa kubur.

(Shahih Muslim 584-123)

وَحَدَّثَنِي هَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَ حَرْمَلَةُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ اْلآخَرَانِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ يَسْتَعِيْذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

124-(585)

Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Said dan Harmalah bin Yahya dan ‘Amru bin Sawwad. Harmalah mengatakan; telah mengabarkan kepada kami, sedang dua orang yang lain mengatakan; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahbin, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah Radhiyallaahu’anhu , dia berkata:

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah itu meminta perlindungan dari siksa kubur

(Shahih Muslim 585-124)

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ كِلاَهُمَا عَنْ جَرِيْرٍ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ مَنْصُوْرٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ:

دَخَلَتْ عَلَيَّ عَجُوْزَانِ مِنْ عُجُزِ يَهُوْدِ الْمَدِيْنَةِ فَقَالَتَا إِنَّ أَهْلَ الْقُبُوْرِ يُعَذَّبُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ قَالَتْ فَكَذَّبْتُهُمَا وَلَمْ أُنْعِمْ أَنْ أُصَدِّقَهُمَا فَخَرَجَتَا وَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ عَجُوْزَيْنِ مِنْ عُجُزِ يَهُوْدِ الْمَدِيْنَةِ دَخَلَتَا عَلَيَّ فَزَعَمَتَا أَنَّ أَهْلَ الْقُبُوْرِ يُعَذَّبُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ فَقَالَ صَدَقَتَا إِنَّهُمْ يُعَذَّبُوْنَ عَذَابًا تَسْمَعُهُ الْبَهَائِمُ قَالَتْ فَمَا رَأَيْتُهُ بَعْدُ فِي صَلاَةٍ إِلاَّ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

125 – (586)

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim keduanya dari Jarir kata Zuhair telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari AbuWa`il dari Masruq dari ‘Aisyah Radhiyallaahu’anha , dia berkata:

Dua wanita tua Yahudi Madinah pernah menemuiku seraya berkata: Sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa di kuburan mereka. ‘Aisyah berkata: Maka aku mendustakan keduanya dan tidak mempercayainya, lalu keduanya pergi. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemuiku, maka aku beritahukan kepada beliau: Wahai Rasulullah, dua wanita tua Yahudi Madinah telah menemuiku, keduanya beranggapan bahwa penghuni kubur akan disiksa di kuburan mereka. Beliau bersabda: Keduanya benar, sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa dengan siksaan yang dapat didengar oleh semua binatang melata. Kata ‘Aisyah: Setelah itu tidaklah aku melihat kecuali beliau selalu meminta perlindungan dari sika kubur dalam shalatnya.

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو اْلأَحْوَصِ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ مَسْرُوْقٍ عَنْ عَائِشَةَ بِهَذَا الْحَدِيْثِ وَفِيْهِ قَالَتْ وَمَا صَلَّى صَلاَةً بَعْدَ ذَلِكَ إِلاَّ سَمِعْتُهُ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

126 – (586)

Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sarri telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash dari Asy’ats dari Ayahnya dari Masruq dari ‘Aisyah Radhiyallaahu’anha dengan hadis ini, dan didalamnya terdapat redaksi, ‘Aisyah berkata: Tidaklah beliau melaksanakan shalat setelah itu, kecuali aku selalu mendengar beliau meminta perlindungan dari siksa kubur.

(Shahih Muslim 586-126)

حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا يَعْقُوْبُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ:

أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَعِيْذُ فِي صَلاَتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

127 – (587)

Telah menceritakan kepadaku ‘Amru An Naqid dan Zuhair bin Harb dia berkata telah menceritakan kepada kami Ya’kub bin Ibrahim bin Sa’d dia berkata telah menceritakan kepada kami Ayahku dari Shalih dari Ibnu Syihab dia berkata telah mengabarkan kepadaku ‘Urwah bin Zubair

Bahwasanya  ‘Aisyah Radhiyallaahu’anha mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu meminta perlindungan fitnah Dajjal dalam shalatnya

(Shahih Muslim 587-127)

وَحَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيِّ الْجَهْضَمِيُّ وَابْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُوْ كُرَيْبٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ جَمِيْعًا عَنْ وَكِيْعٍ قَالَ أَبُوْ كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ حَدَّثَنَا اْلأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيْرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

128 – (588)

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdlami dan Ibnu Numair dan Abu Kuraib dan Zuhair bin Harb, semuanya dari Waki’. Abu Kuraib mengatakan telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Hasan bin ‘Athiyyah dari Muhammad bin Abu ‘Aisyah dari Abu Hurairah dan dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu , dia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  Jika salah seorang diantara kalian membaca tasyahud, maka hendaklah dia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI WAMIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Masihid Dajjal).

(Shahih Muslim 588-128)

حَدَّثَنِي أَبُوْ بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ أَخْبَرَنَا أَبُوْ الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُوْ فِي الصَّلاَةِ اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ قَالَتْ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيْذُ مِنَ الْمَغْرَمِ يَا رَسُوْلَ اللهِ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ

129 – (589)

Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syuaib dari Az Zuhri dia berkata telah menceritakan kepadaku ‘Urwah bin Zubair bahwa ‘Aisyah Radhiyallaahu’anha isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarinya:

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa dalam shalatnya dengan ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABIL QABRI WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL WA A’UUDZUBIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHRAMI (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, saya berlindung kepada-Mu dari fitnah masih ad dajjal, saya berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, saya berlindung kepada-Mu dari dosa dan pengaruh hutang).


Kata ‘Aisyah, lantas ada seseorang berujar: Betapa banyak engkau meminta perlindungan dari pengaruh berhutang wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Jika seseorang telanjur hutang, maka ia akan suka berdusta dan menyelisihi janji.

(Shahih Muslim 589-129)

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيْدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنِي اْلأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَائِشَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ اْلآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

وَحَدَّثَنِيْهِ الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا هِقْلُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ ح و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيْسَى يَعْنِي اِبْنَ يُوْنُسَ جَمِيْعًا عَنِ اْلأَوْزَاعِيِّ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَقَالَ إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ وَلَمْ يَذْكُرِ الآخِرِ

130 – (588)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepadaku Auza’i telah menceritakan kepada kami Hasan bin ‘Athiyyah telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu ‘Aisyah, ia mendengar Abu Hurairah Radhiyallaahu’anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika salah seorang diantara kalian telah selesai dari membaca tasyahhud akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu: siksa jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan Al Masih Ad Dajjal.

Dan telah menceritakan kepadaku Al Hakam bin Musa telah menceritakan kepada kami Hiql bin Ziyad dia berkata, (Dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram telah mengabarkan kepada kami Isa yaitu Ibnu Yunus semuanya dari Auza’i dengan isnad ini, dia berkata: Jika salah seorang diantara kalian selesai tasyahhud. Dan Auza’i tidak mnyebutkan (tasyahhud) akhir.

(Shahih Muslim 588-130)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ هِشَامٍ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ:

قَالَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

131 – (588)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Hisyam dari Yahya dari Abu Salamah bahwa ia mendengarAbu Hurairah Radhiyallaahu’anhu berkata:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berdo’a ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABIL QABRI WA’ADZAABIN NAARI WAFITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI WA SYARRIL MASIIHID DAJJAAL (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan siksa neraka dan fitnah kehidupan dan kematian dan keburukan Masih Dajjal).

(Shahih Muslim 588-131)

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُوْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ اللهِ عُوْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ عُوْذُوْا بِاللهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ عُوْذُوْا بِاللهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

132 – (588)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَأَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ اْلأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

(588)

Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Thawus dia berkata Aku mendengar Abu Hurairah Radhiyallaahu’anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa Allah, berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur, berlindunglah kalian kepada Allah dari fitnah Al Masih Dajjal, dan berlindunglah kalian kepada Allah dari fitnah kehidupan dan kematian.

(Shahih Muslim 588-131)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Thawus dari Ayahnya dari Abu Hurairah Radhiyalaahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits diatas. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abbad Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb mereka semuanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana hadits di atas.

(Shahih Muslim 588)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ بُدَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيْقٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَنَّهُ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ جَهَنَّمَ وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

133 – (588)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Budail dari Abdullah bin Syaqiq dari Abu Hurairah Radhiyallaahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

Bahwa beliau selalu meminta pelindungan dari siksa kubur dan siksa Jahannam dan fitnah Dajjal.

(Shahih Muslim 588-133)

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيْمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَلِّمُهُمْ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يُعَلِّمُهُمْ السُّوْرَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُوْلُ قُوْلُوْا اَللّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ قَالَ مُسْلِمُ بْن الْحَجَّاج بَلَغَنِي أَنَّ طَاوُسًا قَالَ  ِلابْنِهِ أَدَعَوْتَ بِهَا فِي صَلاَتِكَ فَقَالَ لاَ قَالَ أَعِدْ صَلاَتَكَ  ِلأَنَّ طَاوُسًا رَوَاهُ عَنْ ثَلاَثَةٍ أَوْ أَرْبَعَةٍ أَوْ كَمَا قَالَ

134 – (590)

Dan Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas, dari apa yang telah dibacakan dihadapannya dari Abu Zubair dari Thawus dari Ibn Abbas Radhiyallaahu’anhu:

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari para sahabat doa ini sebagaimana mengajari mereka salah satu surat dalam Al Qur`an. Beliau bersabda: Ucapkanlah : ALLAAHUMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WA A’UUDZU BIKA MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA A’UUDZUBIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI (Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahnanam, dan saya berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan saya berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Dajjal, dan saya berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian).

Muslim bin Hajjaj mengatakan Telah sampai berita kepadaku bahwa Thawus bertanya kepada anaknya Apakah kamu berdoa dengan do’a tersebut dalam shalatmu? Jawabnya; Tidak. Thawus berkata; Ulangi shalatmu, sebab Thawus (maksudnya dirinya) telah meriwayatkan dari tiga atau empat orang, atau sebagaimana yang ia katakan.

(Shahih Muslim 590-134)

%d blogger menyukai ini: