Anjuran bagi hakim untuk mendamaikan dua orang yang bersengketa

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيْثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اِشْتَرَى رَجُلٌ مِنْ رَجُلٍ عَقَارًا لَهُ فَوَجَدَ الرَّجُلُ الَّذِي اشْتَرَى الْعَقَارَ فِي عَقَارِهِ جَرَّةً فِيْهَا ذَهَبٌ فَقَالَ لَهُ الَّذِي اشْتَرَى الْعَقَارَ خُذْ ذَهَبَكَ مِنِّي إِنَّمَا اشْتَرَيْتُ مِنْكَ الْأَرْضَ وَلَمْ أَبْتَعْ مِنْكَ الذَّهَبَ فَقَالَ الَّذِي شَرَى الْأَرْضَ إِنَّمَا بِعْتُكَ الْأَرْضَ وَمَا فِيْهَا قَالَ فَتَحَاكَمَا إِلَى رَجُلٍ فَقَالَ الَّذِي تَحَاكَمَا إِلَيْهِ أَلَكُمَا وَلَدٌ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِي غُلَامٌ وَقَالَ الْآخَرُ لِي جَارِيَةٌ قَالَ أَنْكِحُوْا الْغُلَامَ الْجَارِيَةَ وَأَنْفِقُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمَا مِنْهُ وَتَصَدَّقَا

21 – (1721)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata; ini adalah sesuatu yang pernah diceritakan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dia menyebutkan beberapa hadits yang di antaranya adalah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada seseorang yang membeli tanah dari orang lain, lalu orang yang membeli tanah itu menemukan guci berisi emas dari dalam tanah yang telah dibelinya. Orang yang membeli tanah itu berkata kepada yang menjualnya, ‘Ambillah emasmu dari tanah yang aku beli ini, sebab aku hanya membeli tanah darimu, dan tidak membeli emasmu.’  Sedangkan orang yang menjual tanah berkata, ‘Yang aku jual kepadamu adalah tanah berikut isinya, oleh karena itu, jika kamu mendapati emas, maka itu sudah menjadi hakmu.’ Akhirnya kedua orang tersebut pergi menemui seseorang untuk meminta keputusan antara mereka berdua. Lalu orang yang dimintai keputusan bertanya kepada keduanya, ‘Apakah kalian berdua memiliki anak? ‘ seorang di antara mereka menjawab, ‘Ya, aku memiliki anak laki-laki’, dan yang satunya menjawab, ‘Ya, aku juga memiliki anak perempuan’. Kemudian orang yang dimintai keputusan itu berkata, ‘Sebaiknya nikahkan saja anak laki-laki dan anak perempuan kalian berdua. Setelah itu, belanjakanlah emas tersebut untuk kepentingan kalian, dan bersedekahlah untuk diri kalian berdua.”

(Shahih Muslim : 1721 -21 )

Tentang perbedaan pendapat antar para mujtahid

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنِي شَبَابَةُ حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

بَيْنَمَا اِمْرَأَتَانِ مَعَهُمَا اِبْنَاهُمَا جَاءَ الذِّئْبُ فَذَهَبَ بِابْنِ إِحْدَاهُمَا فَقَالَتْ هَذِهِ لِصَاحِبَتِهَا إِنَّمَا ذَهَبَ بِابْنِكِ أَنْتِ وَقَالَتِ الْأُخْرَى إِنَّمَا ذَهَبَ بِابْنِكِ فَتَحَاكَمَتَا إِلَى دَاوُدَ فَقَضَى بِهِ لِلْكُبْرَى فَخَرَجَتَا عَلَى سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَام فَأَخْبَرَتَاهُ فَقَالَ اُئْتُوْنِي بِالسِّكِّيْنِ أَشُقُّهُ بَيْنَكُمَا فَقَالَتْ الصُّغْرَى لَا يَرْحَمُكَ اللهُ هُوَ اِبْنُهَا فَقَضَى بِهِ لِلصُّغْرَى قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاللهِ إِنْ سَمِعْتُ بِالسِّكِّيْنِ قَطُّ إِلَّا يَوْمَئِذٍ مَا كُنَّا نَقُوْلُ إِلَّا الْمُدْيَةَ

20 – (1720)

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku Syababah telah menceritakan kepadaku Warqa` dari Abu Az Zinnad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Dahulu ada dua orang wanita yang sedang bermain bersama anak mereka masing-masing. Tiba-tiba datang seekor serigala yang menerkam dan membawa anak salah seorang dari mereka berdua. Seorang dari mereka berkata kepada yang lain, ‘sebenarnya yang dimangsa serigala tadi adalah anakmu’.  Rupanya wanita yang satunya menyangkal seraya berkata, ‘Tidak, yang dimangsa oleh serigala tersebut adalah anakmu’. Akhirnya kedua wanita meminta keputusan dari Daud, namun Daud menetapkan bahwa anak yang masih hidup itu milik wanita yang usianya lebih tua. Kemudian keduanya pergi menemui Sulaiman bin Daud ‘alaihima salam, lantas kedua wanita tersebut menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, setelah mendengar ceritanya, Sulaiman berkata, ‘Baiklah, sekarang tolong ambilkan aku pisau, aku akan membelah dan membagi dua anak ini untuk kalian berdua’. Tiba-tiba wanita yang lebih muda berkata, ‘Tidak, semoga Allah merahmati anda, berikanlah anak tersebut untuknya’. Maka Sulaiman pun menetapkan anak itu untuk wanita yang lebih muda umurnya. Al A’raj melanjutkan, Lalu Abu Hurairah memberi komentar terhadap hadits ini, ‘Sungguh, baru kali ini aku mendengar kata sikkin (pisau) dari cerita hadits ini, karena biasanya kami menyebutnya dengan mudyah (pisau).

(Shahih Muslim : 1720 – 20 )

وَ حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنِي حَفْصٌ يَعْنِي اِبْنَ مَيْسَرَةَ الصَّنْعَانِيَّ عَنْ مُوْسَى بْنِ عُقْبَةَ ح و حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ اِبْنُ الْقَاسِمِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ جَمِيْعًا عَنْ أَبِي الزِّنَادِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ مَعْنَى حَدِيْثِ وَرْقَاءَ

(1720)

Dan telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa’id telah menceritakan kepadaku Hafsh – yaitu Ibnu Maisarah Ash Shan’ani- dari Musa bin ‘Uqbah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Bistham telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Rauh -yaitu Ibnu Al Qasim- dari Muhammad bin ‘Ajlan semuanya dari Abu Zinnad dengan isnad ini, dan semakna dengan haditsnya Warqa`.

Anjuran bagi hakim untuk menyelesaikan perkara orang yang bersengketa

(Shahih Muslim : 1720 )

Hadits tentang Saksi yang baik

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ عَنِ ابْنِ أَبِي عَمْرَةَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ الشُّهَدَاءِ الَّذِي يَأْتِي بِشَهَادَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا

19 – (1719)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata;  aku bacakan di hadapan Malik  dari Abdullah bin Abu Bakar dari ayahnya dari Abdullah bin Amru bin Utsman dari Ibnu Abu ‘Amrah Al Anshari dari Zaid bin Khalid Al Juhani, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai saksi yang paling baik?  Yaitu orang yang datang memberi kesaksian sebelum diminta (untuk bersaksi).”

(Shahih Muslim : 1719 – 19 )

Membatalkan hukum yang salah dan menolak perkara bidah

حَدَّثَنَا أَبُوْ جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَعَبْدُ اللهِ بْنُ عَوْنٍ اَلْهِلَالِيُّ جَمِيْعًا عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ اِبْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

17 – (1718)

Telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Muhammad bin Shabah dan Abdullah bin ‘Aun Al Hilali semuanya dari Ibrahim bin Sa’d. Ibnu Shabah berkata; telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf telah menceritakan kepada kami ayahku dari Al Qasim bin Muhammad dari ‘Aisyah dia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengada-ngada sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami, padahal kami tidak perintahkan, maka hal itu tertolak.”

(Shahih Muslim : 1718 – 17 )

وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ جَمِيْعًا عَنْ أَبِي عَامِرٍ قَالَ عَبْدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ جَعْفَرٍ اَلزُّهْرِيُّ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ قَالَ:

سَأَلْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ رَجُلٍ لَهُ ثَلَاثَةُ مَسَاكِنَ فَأَوْصَى بِثُلُثِ كُلِّ مَسْكَنٍ مِنْهَا قَالَ يُجْمَعُ ذَلِكَ كُلُّهُ فِي مَسْكَنٍ وَاحِدٍ ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

18 – (1718)

Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid semuanya dari Abu Amir. Abd berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Amru telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja’far Az Zuhri dari Sa’d bin Ibrahim dia berkata:

Aku bertanya kepada Al Qasim bin Muhammad tentang seseorang yang memilki tiga tempat tinggal, lalu dia mewasiatkan sepertiga dari setiap satu tempat tinggal. ” Sa’d melanjutkan, “Kemudian dia mengumpulkannya menjadi satu.” Al Qasim menjawab, ” Aisyah telah mengabarkan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengamalkan suaru perkara yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.”

(Shahih Muslim : 1718 – 18 )

Jangan memutuskan hukuman dalam keadaan marah

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ :

قَالَ كَتَبَ أَبِي وَكَتَبْتُ لَهُ إِلَى عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ وَهُوَ قَاضٍ بِسِجِسْتَانَ أَنْ لَا تَحْكُمَ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَأَنْتَ غَضْبَانُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَا يَحْكُمْ أَحَدٌ بَيْنَ اِثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ

16 – (1717)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul Malik bin Umair dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dia berkata,

Suatu hari ayahku menulis surat – dan sebenarnya akulah yang menuliskannya –  kepada Ubaidullah bin Abu Bakrah yang sedang menjabat sebagai hakim di negeri Sajastan, di antara isinya adalah, ‘Wahai Ubaidullah, janganlah kamu menetapkan suatu hukum di antara dua orang sedangkan kamu dalam keadaan marah, sebab aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:  ‘Janganlah seseorang menetapkan hukum di antara dua orang yang bersengketa, sedangkan dia dalam keadaan marah’.

(Shahih Muslim : 1717 – 16 )

وَ حَدَّثَنَاهُ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ ح و حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ح وَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي كِلَاهُمَا عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ كُلُّ هَؤُلَاءِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيْثِ أَبِي عَوَانَةَ

(1717)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Husyaim. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhamamd bin Ja’far. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami ayahkukeduanya dari Syu’bah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Husain bin ‘Ali dari Zaidah mereka semua dari Abdul Malik bin Umair dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits riwayat Abu ‘Awanah.

(Shahih Muslim : 1717 )

Pahala hakim berijtihad, baik benar atau salah ijtihadnya

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيْمِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ يَزِيْدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيْدٍ عَنْ أَبِي قَيْسٍ مَوْلَى عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ

15 – (1716)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya At Tamimi telah mengabarkan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Yazid bin Abdullah bin Usamah bin Hadi dari Muhammad bin Ibrahim dari Busr bin Sa’id dari Abu Qais bekas budak  ‘Amru bin ‘Ash, dari ‘Amru bin ‘Ash bahwa dia pernah mendengar  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika seorang hakim berijtihad dalam menetapkan suatu hukum, ternyata hukumnya benar, maka hakim tersebut akan mendapatkan dua pahala, dan apabila dia berijtihad dalam menetapkan suatu hukum, namun dia salah, maka dia akan mendapatkan satu pahala.

(Shahih Muslim : 1716 – 15 )

وَ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيْزِ بْنِ مُحَمَّدٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ وَزَادَ فِي عَقِبِ الْحَدِيْثِ قَالَ يَزِيْدُ فَحَدَّثْتُ هَذَا الْحَدِيْثَ أَبَا بَكْرِ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ فَقَالَ هَكَذَا حَدَّثَنِي أَبُوْ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

(1716)

Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Abu Umar keduanya dari Abdul Aziz bin Muhammad dengan isnad seperti ini, namun ada sedikit tambahan dalam akhir haditsnya. Yazid berkata, Aku telah menceritakan hadits ini kepada Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amru bin Hazm lalu dia berkata, Seperti inilah Abu Salamah menceritakan kepadaku dari Abu Hurairah.

(Shahih Muslim : 1716 )

وَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي اِبْنَ مُحَمَّدٍ اَلدِّمَشْقِيَّ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي يَزِيْدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ اللَّيْثِيُّ بِهَذَا الْحَدِيْثِ مِثْلَ رِوَايَةِ عَبْدِ الْعَزِيْزِ بْنِ مُحَمَّدٍ بِالْإِسْنَادَيْنِ

2 م – (1716)

Dan telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan kepada kami Marwan – yaitu Ibnu Muhammad Ad Damasyqi – telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa’d telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abdullah bin Usamah bin Hadi Al Laitsi dengan hadits ini seperti riwayat Abdul Aziz bin Muhammad dengan kedua isnad tersebut.

(Shahih Muslim : 1716 –  m 2 )

Larangan banyak bertanya yang tidak perlu , menahan hak orang lain yang harus ditunaikan dan meminta yang bukan haknya

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
10 – (1715)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian supaya beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.
(Shahih Muslim : 1715 – 10 )

وَحَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ أَخْبَرَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلَاثًا وَلَمْ يَذْكُرْ وَلَا تَفَرَّقُوْا

11 – (1715)
Dan telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Awanah dari Suhail dengan isnad seperti ini, namun dia berkata,
Dan dia murka terhadap tiga perkara dari kalian’, dan tidak menyebutkan, ‘dan janganlah kalian berpecah belah’.
(Shahih Muslim : 1715 – 11 )

وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا جَرِيْرٌ عَنْ مَنْصُوْرٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ الْأُمَّهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

12 – (593)
Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Handlali telah mengabarkan kepada kami Jarir dari Manshur dari Asy Sya’bi dari Warrad bekas budak Al Mughirah bin Syu’bah, dari Mughirah bin Syu’bah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla mengharamkan kalian mendurhakai ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, dan tidak suka memberi dan suka meminta-minta. Dan membenci atasmu tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.
(Shahih Muslim : 593 – 12 )

وَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوْسَى عَنْ شَيْبَانَ عَنْ مَنْصُوْرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَقُلْ إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ

(593)
Dan telah menceritakan kepadaku Al Qasim bin Zakaria telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Musa dari Syaiban dariManshur dengan isnad seperti ini, hanya saja ia menyebutkan, ‘Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengharamkan atas kalian’, tidak menyebutkan, ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian’.
(Shahih Muslim : 593 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ خَالِدٍ اَلْحَذَّاءِ حَدَّثَنِي اِبْنُ أَشْوَعَ عَنِ الشَّعْبِيِّ حَدَّثَنِي كَاتِبُ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ:
كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْمُغِيْرَةِ اُكْتُبْ إِلَيَّ بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَتَبَ إِلَيْهِ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ اللهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيْلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

13 – (593)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ulayyah dari Khalid Al Khaddza` telah menceritakan kepadaku Ibnu Asywa’ dari As Sya’bi telah menceritakan kepadaku Sekretaris Mughirah bin Syu’bah dia berkata,
“Mu’awiyah pernah mengirim surat kepada Mughirah, ‘Tulislah untukku sesuatu yang pernah kamu dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! ‘ Lantas dia membalas suratnya, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah membenci atas kalian tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya.”
(Shahih Muslim : 593 – 13 )

حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ الثَّقَفِيُّ عَنْ وَرَّادٍ قَالَ:
كَتَبَ الْمُغِيْرَةُ إِلَى مُعَاوِيَةَ سَلَامٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ اللهَ حَرَّمَ ثَلَاثًا وَنَهَى عَنْ ثَلَاثٍ حَرَّمَ عُقُوْقَ الْوَالِدِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَلَا وَهَاتِ وَنَهَى عَنْ ثَلَاثٍ قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَةِ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
14 – (593)

Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari dari Muhammad bin Suqah telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaidullah At Tsaqafi dari Warrad dia berkata

“Mughirah pernah berkirim surat kepada Mu’wiyah, “Semoga engkau mendapat keselamatan. Amma ba’du, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan tiga perkara dan melarang dari tiga perkara; Allah mengharamkan durhaka terhadap orang tua, mengubur anak perempuan hidup-hidup dan tidak mau memberi. Dan Allah melarang dari tiga perkara; mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.”
(Shahih Muslim : 593 – 14 )