Keutamaan Puasa Arafah

arafah

Sadar Diri

bbby2

Laelatul Qodar Akan Segera Datang
Romadhon sudah memasuki babak kedua, rasa gembira dan sedih bercampur didalam dada. Gembira karena malam kemuliaan itu sudah semakin dekat. Laelatul Qodar , malam yang lebih bagus dari pada seribu bulan.
Sedih karena sadar bahwa selama Romadhon ini belum maksimal dalam beribadah. Emang puasanya full tapi hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja. Mata masih jelalatan, kuping masih suka dengerin yang sia-sia, tangan masih suka bikin status provokatif, kaki masih berat jalan ketempat ibadah, otak masih cari-cari kesempatan untuk memojokkan orang apalagi dimasa penghitungan suara pemilu ini.
Di dalam babak kedua Romadhon ini, ibadah seharusnya sudah mulai pindah ke gigi tertinggi tapi sekali lagi sedih rasanya melihat diri ini.
Tadarus Alquran masih bisa dihitung jari, taraweh sudah berapa kali bolong, tengah malam hanya sebatas bangun makan sahur sedang sholat malamnya ketinggalan, sedekah masih mencari recehan terkecil, kalau ga ada receh kotak amalpun terlewat.
Malu rasanya babak pertama Romadhon terlewat begitu saja.
Laelatul qodar semakin dekat.
Malu juga sebenarnya berharap bertemu dengan malam istimewa tersebut sedang diri ini masih seperti ini.
Apakah malam istimewa tersebut bisa ku temui dengan amalan yang sama sekali tidak istimewa.
Apakah malam istimewa tersebut bisa ku temui tanpa usaha apa-apa.
Apakah malaikat-malaikat yang nanti turun ke muka bumi mau untuk sekedar melirik ku saja.
Pengen rasanya untuk segera memperbaiki diri.
Tapi kenapa berat banget untuk memulai.
Mungkin dosa-dosa ku yang kelewat banyak yang membebani atau hawa nafsu yang kelewat liar yang menghalangi.
Astaghfirullohal ‘azhiem.. ampunilah segala dosaku ya Allah.
Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan-Mu ya Allah .. berilah kekuatan kepada hamba-Mu yang lemah ini sehingga menjadi pantas untuk bertemu dengan malam kemuliaan-Mu yang akan segera datang.

Kisah Seorang Penda’i yang masuk Neraka

 

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قِيْلَ لِأُسَامَةَ
لَوْ أَتَيْتَ فُلَانًا فَكَلَّمْتَهُ قَالَ إِنَّكُمْ لَتُرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ إِنِّي أُكَلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لَا أَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ وَلَا أَقُوْلُ لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَيَّ أَمِيْرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُوْلُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُوْرُ كَمَا يَدُوْرُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُوْنَ أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَا آتِيْهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
[3094]

Telah bercerita kepada kami ‘Ali telah bercerita kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Wa’il berkata; Dikatakan kepada Usamah;
Seandainya kamu temui fulan (‘Utsman bin ‘Affan radliallahu ‘anhu) lalu kamu berbicara dengannya. Usamah berkata; Sungguh jika kalian memandang aku tidak berbicara dengannya, selain bahkan kuperdengarkannya kepada kalian semua. Sungguh aku sudah berbicara kepadanya secara rahasia, dan aku tidak membuka suatu pembicaraan yang aku menjadi orang pertama yang membukanya. Aku juga tidak akan mengatakan kepada seseorang yang seandainya dia menjadi pemimpinklu, bahwa dia sebagai manusia yang lebih baik, setelah kudengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka bertanya; Apa yang kamu dengar dari sabda Beliau Shallallahu’alaihiwasallam . Usamah berkata; Aku mendengar Beliau bersabda: Pada hari qiyamat akan dihadirkan seseorang yang kemudian dia dilempar ke dalam neraka, isi perutnya keluar dan terburai hingga dia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang berputar-putar menarik mesin gilingnya. Maka penduduk neraka berkumpul mengelilinginya seraya berkata; Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu?. Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat ma’ruf dan melarang kami berbuat munkar?. Orang itu berkata; Aku memang memerintahkan kalian agar berbuat ma’ruf tapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian berbuat munkar, namun malah aku mengerjakannya. Ghundar meriwayatkannya dari Syu’bah dari Al A’masy.
[ HR Bukhori 3094 ]

Mengintip Kesengsaraan Ahli Neraka beserta Makanan dan Minumannya

Ngapain ngintip makanan ahli neraka…?
Pasti aja nggak enak. Buang-buang waktu aja…
“Hehehe…, kalau buang-buang waktu yaa udah jangan ngintip!, tapii..
Yang namanya ngintip itu tetep aja lebih nikmat….., nggak percaya..?”

Makanya ayo kita ngintip dulu… ,ntar baru komentar…!

Ahli neraka digiring masuk kedalam neraka denagn wajah yang hitam legam, mata melotot dan mulut terkunci. Diam seribu bahasa mereka melangkah diiringi suara deru api neraka yang berkobar-kobar. Sesampai dipintu neraka, mereka disambut oleh Malaikat Zabaniyah dengan wajah yang garang lengkap dengan senjata penyiksanya. Ditangannya terlihat rantai-rantai yang merah membara, palu godam yang sangat besar dan tidak ketinggalan borgol yang sangat berat. Semuanya berwarna merah membara , merah kebiru-biruan menggambarkanbetapa panasnya.
Rantai tersebut bakal dimasukkan pada mulut orang-orang kafir dan ditariknya dari lubang  kamaluannya. Entah… bagaimana rasanya, yang jelas kedengaran hanyalah suara jeritan kesakitan yang memilukan.
Ooooaaaaaahhh…. Raungan kesakitan keluar dari mulut mereka.
Seakan tak mendengar… malaikat Zabaniyah menarik tangan kiri mereka dengan sangat kasar, dipelintirnya ke atas tengkuk dan dipasanglah  borgol  yang merah membara. Tangan kanan mereka dengan paksa dimasukkan kedalam dada dan ditarik keluar dari tulang belikatnya. Sungguh pemandangan sadis yang menggiriskan hati.
Raungan kesakitan semakin menyayat hati…..
Tampak sebagian dari mereka satu persatu diseret dengan wajah menyapu tanah sambil dipukuli dengan palu godam yang besar dan panas tiada terkira…Wajah mereka hancur, kulit muka mengelupas memperlihatkan tulang-tulang tengkorak yang remuk redam. Badan merekapun tidak lebih baik dari pada wajahnya. Sekujur badan memar membengkak , kulit pecah-pecah mengucurkan darah dan sekuat tenaga mereka berusaha untuk lari menghindar, tapi apa daya… setiap mereka berusaha lari,  mereka ditarik dan dilempar kembali kedalam api neraka..Sungguh suatu pemandangan yang tiada duanya didunia ini. Tapi apa mau dikata ? Itulah balasan bagi kesombongan mereka yang tidak mau beriman.
Disisi yang lain kelihatan orang-orang muslim yang berdosa. Wajah mereka tidak selegam kafirin dan mereka tidak dirantai bersama setan pendampingnya.
Para wanita dimasukkan kedalam neraka dengan ditarik  rambutnya yang panjang. Rambut yang pada waktu didunia dibangga-banggakannya, seolah tiada rambut  seindah rambutnya.  Sekarang apakah dia masih bisa berbangga ketika malaikat Zabaniyah menariknya dengan paksa. Yang tersisa hanyalah penyesalan dan rasa sakit yang takterhingga. Orang-orang tua  ditarik paksa dengan ubannya. Uban yang pada waktu didunia tidak bisa mengingatkannya akan kematian dan api neraka. Para pemuda ditarik dengan jenggotnya yang menjadi simbol ketampanan dan kegagahan didunia.
Mereka menangis pilu dan baru menyadari bahwa kecantikan, ketampanan dan kegagahan yang tidak dibarengi dengan ketaqwaan dan keimanan hanya akan menyeretnya kedalam api neraka.
Mereka menangis sampai air matanya mengering dan keluarlah air mata darah.
Tapi sayang … , sungguh sayang …..
tangisan dan penyesalan mereka datang dengan sangat…sangat terlambat. Kenapa tangisan tersebut baru datang setelah pintu tobat tertutup rapat, kenapa baru datang setelah api neraka berkobar-kobar dihadapannya bukan pada waktu didunia… dimana kesempatan masih terbuka lebar untuk bertaubat dan beramal baik.
Sayang sekali memang..….
Demikian mereka mengalami siksaan malaikat Zabaniyah selama beribu-ribu tahun. Hari-hari mereka penuh dengan tangisan , ratapan dan penyesalan yang tiada henti-hentinya. Hari-hari penuh derita dan berjalan dengan sangat lambat, apa lagi satu hari disana adalah sama dengan setahun didunia.
Mereka merasakan kesakitan, kepanasan, kelaparan dan kehausan yang tak tertahankan. Setiap hari selama bertahun-tahun mereka mohon diturunkan hujan, tapi sayang…. Hujan yang mereka nanti-nantikan itu tidak kunjung datang. Suatu hari, disaat mereka memohon hujan, langit mendadak gelap gulita dipenuhi dengan mendung.
Ahli neraka dengan harap-harap cemas menanti hujan itu turun.
“Lihat, Itu adalah hujan yang bakal diturunkan oleh Allah Yang Maha Pengasih” kata sebagian dari mereka.
Kemudian hujan turun dengan dahsyatnya…. Air hujan yang mereka nantikan tapi yang turun adalah hujan batu berapi. Ketika batu jatuh di atas kepala mereka maka ia akan langsung menembus ke badan dan keluar melalui dubur mereka. Bukan kesegaran air hujan yang mereka dapatkan melainkan batu panas yang membakar tenggorokan dan menyisakan kepedihan yang mereka rasakan.
Tidak kapok-kapoknya mereka memohon hujan kepada Allah. Dan baru setelah seribu tahun, permohonan mereka dikabulkan. Maka kembali mendung yang gelap menyelimuti langit diikuti dengan petir yang menyambar-nyambar.
Mereka pada berkata: “Itu…barulah hujan yang sebenarnya”
Maka turunlah hujan yang diharap-harapkan tersebut. Sayang sekali, lagi-lagi bukan air yang turun melainkan ular-ular sebesar leher onta. Sekali menggigit, maka rasa sakitnya tidak akan hilang selama seribu tahun. Maka Allah tambahkan siksaan demi siksaan diatas siksaan mereka.
Setelah hampir putus asa, mereka teringat bahwa penjaga neraka adalah malaikat Malik. Maka mereka memanggil-manggil malaikat Malik memohon belas kasihan. Selama tujuh puluh ribu tahun mereka memanggil, suara mereka sudah hampir habis, tenggorokan sudah kering tapi tiada jawaban dari malaikat Malik. Baru kemudian Allah menyuruh malaikat Malik untuk menjawab panggilan mereka.
“Hei Ahli neraka, Kamu mau apa hei orang-orang yang dimurkai Allah?” kata malaikat Malik
“Hai malaikat Malik, berilah kami seteguk air untuk melepaskan dahaga kami” pinta mereka dengan suara yang sangat menghiba.
“Api telah memakan daging dan tulang-tulang kami, kulit kami sudah pecah-pecah dan terkelupas dan tulang-tulang kami telah hancur lebur menyisakan kesakitan yang tiada terkila, maka berilah kami seteguk air biar kami merasa sedikit segar” kata mereka memilukan.
Berbahagialah mereka karena malaikat Malik berkenan memberikan minuman kepada mereka.
Dengan segera dituangkannya air panas diatas kepala mereka…. dan dengan penuh suka cita mereka menerima air tersebut dengan menengadahkan kedua tangannya. Begitu  air sampai ditangan, maka rontoklah jari-jemarinya karena kepanasan. Walau begitu , mereka masih juga meminum air panas tersebut bagai unta yang kehausan. Ketika air mengenai wajah dan masuk keperut mereka, mata mereka  menjadi buta seketika , kulit wajah mengelupas dan putuslah usus-usus dalam perut mereka. Air yang mereka harapkan kesegarannya, ternyata justru menambah haus dahaga dan penderitaan.
Mereka pun merasa lapar yang sangat luar biasa. Kelaparan yang mampu menghabiskan berbakul-bakul makanan. Maka mereka memohon diberi makanan..
Dengan segera malaikat Malik memberi  zaqqumkepada mereka.
Suatu makanan yang berduri dan panas luar biasa, mereka makan  dengan sangat lahapnya. Ketika mereka memakannya,  perut  serasa  mendidih sampai  otakpun ikut mendidih,  api menjilat-jilat keluar dari mulutnya  dan  satu persatu rontoklah setiap anggota badannya.

Itulah balasan ahli neraka.
Lain orang didunia lain pula ahli neraka.
Bila orang didunia sakit, maka kesembuhanlah yang dimintanya. Bila telanjang maka pakaianlah yang dicarinya. Bila haus maka minumlah yang diinginkannya dan bila lapar maka makanlah yang diharapkannya. Tetapi ahli neraka Bila mereka telanjang karena pakaiannya habis terbakar, bukan pakaian yang ia minta karena pakaian mereka terbuat dari lelehan aspal. Nggak make pakaian, tubuhnya langsung terbakar api neraka, make pakaian justru panasnya tak terkirakan. Bila mereka lapar, bukan makanan yang mereka harapkan karena makanan mereka adalah zaqqum yang berduri dan panas membara mendidihkan perutnya. Bila mereka haus bukan juga minuman yang mereka inginkan karena sekalinya mereka dikasih minuman yang panasnya tak tertahankan, merontokkan usus-usus dalam perut mereka.
Mereka hidup kesakitan tetapi bukan kesembuhan yang mereka harapkan melainkan kematian yang diidamkannya. Tetapi sayang kematian takkan bisa diharapkannya karena mereka bakal hidup selama-lamanya tanpa kematian.

Bahan Kajian:

QS Al Waaqi’ah 41:56
41. dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
42. dalam (siksaan) angin yang Amat panas, dan air panas yang mendidih,
43. dan dalam naungan asap yang hitam.
44. tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.
46. dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
47. dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila Kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, Apakah Sesungguhnya Kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?
48. Apakah bapak-bapak Kami yang terdahulu (juga)?”
49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
50. benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
51. kemudian Sesungguhnya kamu Hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
53. dan akan memenuhi perutmu dengannya.
54. sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan”.

Kita Memang Buta atau Dibutakan

Kok judulnya begitu sih? Ya memang begitu, karena saya belum nemu judul yang sesuai untuk tulisan yang satu ini. Kalau enggak dikasih judul kayak nulis status facebook kayaknya kurang punya taste , jadi ya inilah judul yang muncul. Tapi jangan bersedih, karena siapapun nantinya diperbolehkan ngasih judul sesuai dengan seleranya masing-masing.
Saya menulis judul dengan kata “kita” , bukan berarti saya menyama-ratakan semuanya. Tetapi ini dikarenakan saya sendiri dan beberapa orang yang pernah saya kenal pernah termasuk dalam kategori ini (mudah-mudahan antum tidak.) , maka saya pakai kata “kita” dari pada pakai kata “saya dan beberapa orang teman”, ntar judulnya terlalu panjang lagi…
Udara cukup menusuk tulang dengan hawa dinginnya, dengan sedikit terpaksa kita bangun pagi-pagi untuk melaksanakan sholat subuh.
Sholat kok terpaksa…?
Emang begitu sih, maunya sih narik selimut kemudian tidur lagi.. seperti lagunya mbah surip (almarhum) bangun tidur, tidur lagi .. bangun lagi, tidur lagi….bangunnnn, tidur lagi.
Tapi karena kita pernah ngaji, maka yaa itu tadi terpaksa bangun untuk sholat subuh. Bagi yang nggak pernah ngaji (nggak/belum tahu kalau sholat itu wajib), enggak perlu merasa terpaksa bangun. Tinggal ikutin aja syair mbah surip tadi.
Enakk thooo…?
Digandulin segunung rasa malas dan diselimutin rasa dingin, kita kekamar mandi dengan sedikit tergesa-gesa karena agak kesiangan. Segayung demi segayung air mengguyur keseluruh penjuru tubuh. Ambil air wudhu-pun dilakukan dengan secepat kilat. Dan… akhirnya jadi juga kita sholat Subuh…wushhh dengan kecepatan 100km/jam selesailah sholat kita dalam 2 menit lebih 5 detik. Nah inilah yang menjadi kebiasaan kita (saya). Selesai sholat langsung aja badan direbahin disajadah daaan … tiduuuur lagi…
Sedikit ilustrasi untuk menjelaskan judul “Buta atau Dibutakan”.
Apa hubungan sholat subuh dengan buta?
Nggak ada thooo… ?
Kok dihubung-hubungkan sih… Biarin aja namanya juga usaha… (jangan nanya usaha apa ya…? )
Hubungan yang paling riil mungkin hanya satu…  , yaitu bahwa sholat subuh harus dijalankan pada saat pagi-pagi buta. Hehehe … (maksain)
kalau kesiangan namanya sholat dhuha bertanduk alias sholat dhuha make qunut.
Kembali ke laptop.. (minjem istilah kang Tukul)
Buta yang saya maksudkan disini bukan buta mata dikepala kita, tetapi lebih tepat buta hati kita. Coba kita putar ulang ilustrasi diatas dengan sedikit modifikasi.
Jam tepat menunjukkan pukul 3.00, udara cukup dingin merayu tangan untuk menarik selimut. Alhamdulillah, Allah masih berkenan mengembalikan ruhku kedalam jasadku ini dan tidak membiarkan jasadku tanpa ruh lagi untuk selamanya. Tidur pulas telah menghapus keletihan sehari kemaren.
Waktupun masih belum kesiangan untuk melaksanakan sholat tahajud. Disaat sebagian besar manusia terlelap dengan dengkurnya, kita dikasih kenikmatan oleh Allah untuk berdua-dua an denganNya. Berdua-an dengan kekasih adalah saat-saat yang paling nikmat bagi kita, apalagi kekasih tersebut adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Subhanallah)
Selain nikmat berdua-an denganNya, Si Dia juga menjanjikan suatu tempat yang terpuji bagi kita yang mau menjalankan sholat tahajud.
Lagi-lagi janji Sang Kekasih adalah seindah-indahnya janji untuk kita kenangkan. Apalagi janji Kekasih yang tidak pernah mengingkari janjiNya.
Tak terasa sang waktu merayap dengan cepatnya sehingga adzan subuh bersahut-sahutan berkumandang bagai panggilan Sang Kekasih yang telah menunggu untuk dikunjungi. Lagi-lagi Si Dia memberikan harapan karunia yang melebihi dunia dan seisinya dengan hanya mengerjakan dua rekaat sholat sunah sebelum Subuh.
Coba Bayangkan berapa kira-kira nilai dunia dan isinya ini. Mulai dari berjuta-juta ton emas di berbagai belahan bumi, belum lagi bermacam-macam batu permata ada intan yang bergemerlapan, batu shafir yang biru mempesona, batu giok dan jamrud yang hijau menyejukkan dan berwarna warni batu merah delima, merah rubin, thopas yang yang kuning menggairahkan. Disana masih ada hamparan padang rumput bagai permadani, debur ombak dipantai-pantai bagaikan alunan musik yang tiada henti, tanah, gunung, sungai, lautan dengan segala kakayaan alam yang dikandungnya. Sungguh tak terhitung nilainya. Tapi semua itu masih kalah nilainya dibanding dengan dua rekaat sholat sunah fajar.
Subhanallah…
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang engkau dustakan?”


Karena Allah sudah memanggil, maka kita berangkat ke masjid untuk berjamaah sholat Subuh yang keutamaannya sama dengan sholat semalam suntuk.
Selepas Sholat kita gunakan untuk berdo’a dan berdzikir sampai terbit matahari. Lagi-lagi Sang Kekasih memberikan harapan balasan pahala umroh dan berhaji mambur bagi yang bersedia mengingatNya (dzikir) sampai terbit matahari. Bayangkan kita bisa memperoleh pahala haji mabrur tanpa capai-capai datang ke Mekah dan itu bisa kita dapatkan setiap hari.
Seiring terbitnya sang surya kita bangkit dari dzikir kita. Hangat sinar matahari pagi mengiringi langkah kita kembali kerumah. Hembusan angin pagi yang bersih sejuk terhirup masuk paru-paru, menyegarkan seluruh badan. Wangi embun dipucuk-pucuk pepohonan bergemerlapan tertimpa sinar mentari, tidak ketinggalan burung-burung menambah indahnya pagi hari dengan nyanyiannya. Sungguh suatu karunia Sang Pencipta Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang engkau dustakan?”
Kalau hati ini tidak buta, maka cukuplah karunia Sang Khaliq diatas membuka hati kita untuk mengucapkan rasa syukur atas rahmatNya. Sungguh berapa banyak Rahmat dan Nikmat yang Dia berikan sedari kita bangun tidur sampai terbit matahari. Apalagi kalau sampai sehari semalam, seminggu, setahun atau seumur hidup kita….
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..”
(QS. An Nahl:18)

Sayang sekali hati ini sering terbutakan oleh ego kita, oleh nafsu kita, oleh ketamakan kita, dan yang paling parah ialah oleh kebodohan kita sehingga kita lupa dan lalai untuk mensyukuri nikmatNya yang tak terhitung tadi. Padahal kalau kita mensyukuri nikmatNya maka Dia akan menambah lagi dan menambah lagi nikmat tersebut.
..”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrohim:7)

Sekarang kembali kediri kita, kita sekarang termasuk yang mana…?
Yang Buta, Yang Dibutakan atau Yang Udah Melek….

Sesuai janji saya. Sekarang juga silakan anda memberi judul sesuai dengan selera anda.

Siapakah anda?

Siapakah orang yang paling sibuk?

Orang yang paling sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia harus mengurus kerajaan sebesar kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Inna lillahi wainna illaihi rajiuun.” Lalu sambil berkata,”Ya Rabb, Aku ridha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

BALASAN MENINGGALKAN SOLAT

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?”
Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”
Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.s. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam.”

Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.
Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?”

Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat.” Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”
Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu.

Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, menagapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat.”
Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?”
Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :”

1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang berjamaah.
1. Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.
1. Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.

Maka inilah balasannya.

%d blogger menyukai ini: