Wakaf

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيْمِيُّ أَخْبَرَنَا سُلَيْمُ بْنُ أَخْضَرَ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:

أَصَابَ عُمَرُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْمِرُهُ فِيْهَا فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّي أَصَبْتُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ لَمْ أُصِبْ مَالاً قَطُّ هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِي مِنْهُ فَمَا تَأْمُرُنِي بِهِ قَالَ إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا قَالَ فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ أَنَّهُ لاَ يُبَاعُ أَصْلُهَا وَلاَ يُبْتَاعُ وَلاَ يُوْرَثُ وَلاَ يُوْهَبُ قَالَ فَتَصَدَّقَ عُمَرُ فِي الْفُقَرَاءِ وَفِي الْقُرْبَى وَفِي الرِّقَابِ وَفِي سَبِيْلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ وَالضَّيْفِ لاَ جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوْفِ أَوْ يُطْعِمَ صَدِيْقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيْهِ قَالَ فَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ مُحَمَّدًا فَلَمَّا بَلَغْتُ هَذَا الْمَكَانَ غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيْهِ قَالَ مُحَمَّدٌ غَيْرَ مُتَأَثِّلٍ مَالاً قَالَ اِبْنُ عَوْنٍ وَأَنْبَأَنِي مَنْ قَرَأَ هَذَا الْكِتَابَ أَنَّ فِيْهِ غَيْرَ مُتَأَثِّلٍ مَالاً

15 – (1632)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya At Tamimi telah mengabarkan kepada kami Sulaim bin Ahdlar dari Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar dia berkata:

Umar mendapatkan bagian tanah perkebunan di Khaibar, lalu dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meminta saran mengenai bagian tersebut, dia berkata: Wahai Rasulullah, saya mendapat bagian tanah perkebunan di Khaibar, dan saya belum pernah mendapatkan harta yang sangat saya banggakan seperti kebun itu, maka apa yang anda perintahkan mengenai kebun tersebut? beliau menjawab: Jika kamu mau, peliharalah pohonnya dan sedekahkanlah hasilnya. Ibnu Umar berkata: Kemudian Umar mensedekahkannya, tidak dijual pohonnya dan hasilnya, tidak diwariskan dan tidak dihibahkan. Ibnu Umar melanjutkan: Umar menyedekahkan hasilnya kepada orang-orang fakir, karib kerabat, pemerdekaan budak, dana perjuangan di jalan Allah, untuk pejuang-pejuang dan untuk menjamu tamu. Dan dia juga membolehkan orang lain untuk mengolah kebun tersebut dan memakan dari hasil tanamannya dengan sepantasnya, atau memberi makan temannya dengan tidak menyimpannya. Ibnu Umar berkata lagi: Dan saya telah menceritakan hadits ini kepada Muhammad, ketika saya sampai kepada perkataan: “Dan tidak menyimpannya”, maka Muhammad mengatakan: Dan tidak mengumpul-ngumpulkan hartanya. Ibnu ‘Aun berkata, Dan telah memberitakan kepadaku orang yang telah membaca kitab ini, bahwa di dalamnya tertulis: “Dan tidak mengumpul-ngumpulkan hartanya.”

(Shahih Muslim : 1632 – 15 )

وَحَدَّثَنَاهُ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي زَائِدَةَ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا أَزْهَرُ السَّمَّانُ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ كُلُّهُمْ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ حَدِيْثَ ابْنِ أَبِي زَائِدَةَ وَأَزْهَرَ اِنْتَهَى عِنْدَ قَوْلِهِ أَوْ يُطْعِمَ صَدِيْقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيْهِ وَلَمْ يُذْكَرْ مَا بَعْدَهُ وَحَدِيْثُ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ فِيْهِ مَا ذَكَرَ سُلَيْمٌ قَوْلُهُ فَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيْثِ مُحَمَّدًا إِلَى آخِرِهِ

(1632)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zaidah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Azhar As Saman. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi semuanya dari Ibnu ‘Aun dengan sanad-sanad ini, hanya saja hadits Ibnu Abu Zaidah dan Azhar selesai pada lafadz, “atau memberi makan kepada temannya tanpa menyimpannya”, dan tidak disebutkan sesuatu setelahnya. Sedangkan hadits Ibnu Abu ‘Adi, di dalamnya seperti yang disebutkan oleh Sulaim, yaitu perkataanya (Ibnu Umar), “Kemudian hadits ini saya sampaikan kepada Muhammad” dan seterusnya.

(Shahih Muslim : 1632 )

وَحَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ حَدَّثَنَا أَبُوْ دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ عُمَرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ قَالَ أَصَبْتُ أَرْضًا مِنْ أَرْضِ خَيْبَرَ فَأَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَصَبْتُ أَرْضًا لَمْ أُصِبْ مَالاً أَحَبَّ إِلَيَّ وَلاَ أَنْفَسَ عِنْدِي مِنْهَا وَسَاقَ الْحَدِيْثَ بِمِثْلِ حَدِيْثِهِمْ وَلَمْ يَذْكُرْ فَحَدَّثْتُ مُحَمَّدًا وَمَا بَعْدَهُ

(1633)

Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al Hafari Umar bin Sa’d dari Sufyan dari Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Umar dia berkata: Saya mendapatkan bagian tanah perkebunan di Khaibar, lantas saya menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, Saya telah mendapatkan tanah perkebunan, dan tidak ada yang lebih saya sukai selain tanah tersebut….kemudian dia melanjutkan hadits sebagaimana hadits mereka semua, namun dia tidak menyebutkan: “Kemudian saya menyampaikan hadits ini kepada Muhammad”, dan juga setelahnya.

(Shahih Muslim : 1633 )

Pahala shadaqah bisa sampai pada orang yang sudah meninggal

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلاَءِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبِي مَاتَ وَتَرَكَ مَالاً وَلَمْ يُوْصِ فَهَلْ يُكَفِّرُ عَنْهُ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهُ قَالَ نَعَمْ

11 – (1630)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa’id dan Ali bin Hujr mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu Ja’far – dari Al ‘Ala’ dari Ayahnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:

Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Ayahku telah meninggal dunia dan meninggalkan harta, namun dia tidak memberi wasiat terhadap harta yang ditinggalkannya, dapatkah harta itu menghapus dosa-dosanya jika harta tersebut saya sedekahkan atas namanya? beliau menjawab: Ya.

(Shahih Muslim : 1630 – 11 )

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ:

أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَإِنِّي أَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَلِي أَجْرٌ أَنْ أَتَصَدَّقَ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

12 – (1004)

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Hisyam bin ‘Urwah telah mengabarkan kepadaku Ayahku dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha :

Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, katanya, Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia, dan saya kira jika dia dapat bicara dia akan bersedekah, apakah saya juga akan mendapatkan pahala jika saya bersedekah atas namanya? beliau menjawab: Ya

(Shahih Muslim : 1004 – 12 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَائِشَةَ:

أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَلَمْ تُوصِ وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

(1004)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Ayahnya dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha :

Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya bertanya, Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan belum berwasiat sesuatupun, saya kira jika dia dapat bicara (ketika masih hidup) dia akan bersedekah, apakah dia mendapatkan pahala jika saya bersedekah atas namanya? beliau bersabda: Ya.

(Shahih Muslim : 1004 )

وَحَدَّثَنَاه أَبُوْ كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ أُسَامَةَ ح و حَدَّثَنِي الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَقَ ح و حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ يَعْنِي اِبْنَ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ اِبْنُ الْقَاسِمِ ح و حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ أَمَّا أَبُوْ أُسَامَةَ وَرَوْحٌ فَفِي حَدِيْثِهِمَا فَهَلْ لِي أَجْرٌ كَمَا قَالَ يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ وَأَمَّا شُعَيْبٌ وَجَعْفَرٌ فَفِي حَدِيْثِهِمَا أَفَلَهَا أَجْرٌ كَرِوَايَةِ ابْنِ بِشْرٍ

13 – (1004)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Usamah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Al Hakam bin Musa telah menceritakan kepada kami Syu’aib bin Ishaq. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Bistham telah menceritakan kepada kami Yazid -yaitu Ibnu Zurai’- telah menceritakan kepada kami Rauh -yaitu Ibnu Al Qasim-. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ja’far bin ‘Aun semuanya dari Hisyam bin ‘Urwah dengan sanad-sanad ini. Adapun dalam hadits Usamah dan Rauh disebutkan, Apakah saya juga akan mendapatkan pahala. Sebagaimana perkataan Yahya bin Sa’id, sedangkan dalam haditsnya Syu’aib dan Ja’far disebutkan, Apakah dia akan mendapatkan pahala. Sebagaimana riwayat Ibnu Bisyr.

(Shahih Muslim : 1004 – 13 )

Tentang penghibahan properti kepada seseorang seumur hidupnya

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

أَيُّمَا رَجُلٍ أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَإِنَّهَا لِلَّذِي أُعْطِيَهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى الَّذِي أَعْطَاهَا  ِلأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيْهِ الْمَوَارِيْثُ

20 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata, saya membacakan hadits di hadapan Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

Lelaki manapun yang diberi suatu pemberian ‘Umra (property) untuknya dan keturunannya, maka pemberian tersebut menjadi milik orang yang diberikan, tidak dapat kembali kepada orang yang memberinya. Sebab dia telah memberikan suatu pemberian yang langsung terkait dengan hukum waris.

(Shahih Muslim : 1625 – 20)

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ قَالاَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ ح وَ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّهُ قَالَ:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ أَعْمَرَ رَجُلاً عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَقَدْ قَطَعَ قَوْلُهُ حَقَّهُ فِيْهَا وَهِيَ لِمَنْ أُعْمِرَ وَلِعَقِبِهِ غَيْرَ أَنَّ يَحْيَى قَالَ فِي أَوَّلِ حَدِيْثِهِ أَيُّمَا رَجُلٍ أُعْمِرَ عُمْرَى فَهِيَ لَهُ وَلِعَقِبِهِ

21 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Muhammad bin Rumh keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Laits. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Jabir bin Abdullah, bahwa dia berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa memberikan pemberian kepada orang lain dengan menegaskan ‘Untuk anda dan keturunan anda selama kalian masih hidup’, maka harta itu tidak dapat diminta kembali oleh si pemberi, karena harta tersebut telah menjadi hak miliknya beserta keturunannya. Hanya saja Yahya menyebutkan di awal haditsnya,Lelaki mana saja yang diberi harta pemberian (untuk dia dan keturunannya selagi masih hidup), maka harta tersebut telah menjadi hak miliknya dan keturunannya.

(Shahih Muslim : 1625 – 21)

حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي اِبْنُ شِهَابٍ عَنِ الْعُمْرَى وَسُنَّتِهَا عَنْ حَدِيْثِ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الْأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

أَيُّمَا رَجُلٍ أَعْمَرَ رَجُلاً عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَقَالَ قَدْ أَعْطَيْتُكَهَا وَعَقِبَكَ مَا بَقِيَ مِنْكُمْ أَحَدٌ فَإِنَّهَا لِمَنْ أُعْطِيَهَا وَإِنَّهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى صَاحِبِهَا مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيْهِ الْمَوَارِيثُ

22 – (1625)

Telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Bisyr Al ‘Abdi telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab mengenai ‘Umra (properti) dan hukumnya, dari hadits Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Jabir bin Abdullah Al Anshari telah mengabarkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siapa saja yang memberi ‘Umra (property) kepada orang lain, maka harta tersebut telah menjadi hak miliknya dan juga keturunannya dengan mengatakan, ‘Pemberian ini telah saya berikan kepadamu dan untuk keturunanmu selama kalian masih hidup’. Sungguh dia telah memberikan harta tersebut dan tidak akan bisa kembali kepada si pemberi, sebab dia telah memberi suatu pemberian yang langsung terkait dengan hukum waris.

(Shahih Muslim : 1625 – 22)

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِعَبْدٍ قَالاَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ:

إِنَّمَا الْعُمْرَى الَّتِي أَجَازَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقُوْلَ هِيَ لَكَ وَلِعَقِبِكَ فَأَمَّا إِذَا قَالَ هِيَ لَكَ مَا عِشْتَ فَإِنَّهَا تَرْجِعُ إِلَى صَاحِبِهَا قَالَ مَعْمَرٌ وَكَانَ الزُّهْرِيُّ يُفْتِي بِهِ

23 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid dan ini adalah lafadznya, keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Jabir dia berkata :

Hanyasanya ‘Umra yang diperbolehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seseorang mengatakan, ‘Ini untuk anda dan keturunan anda.’ Namun jika si pemberi berkata ‘Ini untukmu selagi kamu masih hidup’ Maka harta pemberian itu akan kembali kepada si pemberi. Ma’mar berkata, Zuhri memberi fatwa dengan seperti itu.

(Shahih Muslim : 1625 – 23)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَابِرٍ وَهُوَ اِبْنُ عَبْدِ اللهِ :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِيمَنْ أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَهِيَ لَهُ بَتْلَةً لاَ يَجُوْزُ لِلْمُعْطِي فِيْهَا شَرْطٌ وَلاَ ثُنْيَا قَالَ أَبُوْ سَلَمَةَ لِأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيْهِ الْمَوَارِيْثُ فَقَطَعَتِ الْمَوَارِيْثُ شَرْطَهُ

24 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Ibnu Abu Dzi`b dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Jabir -yaitu Ibnu Abdullah-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memutuskan bahwa orang yang telah memberikan ‘Umra, maka harta tersebut adalah hak milik orang yang diberi dan untuk keturunannya, dan tidak bisa kembali kepada si pemberi. Selain itu si pemberi juga tidak diperbolehkan memberi syarat atau pengecualian. Abu Salamah berkata, Sebab dia telah memberi suatu pemberian yang terkait langsung dengan hukum waris, sedangkan hukum waris mencegah dari syarat-syarat yang ada.

(Shahih Muslim : 1625 – 24)

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيْرِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيْرٍ حَدَّثَنِي أَبُوْ سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ:

سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْعُمْرَى لِمَنْ وُهِبَتْ لَهُ

25 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Hisyam dariYahya bin Abu Katsir telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dia berkata, saya pernah mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Umra itu untuk orang yang telah menerimanya.

(Shahih Muslim : 1625 – 20)

وَحَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بِمِثْلِهِ

(1625)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Yahya bin Abu Katsir telah menceritakan kepada kami Abu Salamah bin Abdurrahman dari Jabir bin Abdullah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda seperti itu

(Shahih Muslim : 1625 )

 حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوْنُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ يَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

2 م – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Az Zubair dari Jabir yang merafa’kan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(Shahih Muslim : 1625 – m – 2)

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا أَبُوْ خَيْثَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَمْسِكُوْا عَلَيْكُمْ أَمْوَالَكُمْ وَلاَ تُفْسِدُوْهَا فَإِنَّهُ مَنْ أَعْمَرَ عُمْرَى فَهِيَ لِلَّذِي أُعْمِرَهَا حَيًّا وَمَيِّتًا وَلِعَقِبِهِ

26 – (1625)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan ini adalah lafadznya, telah mengabarkan kepada kami Abu Khaitsamah dari Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Peliharalah hartamu dan janganlah kamu binasakan. Sesungguhnya barangsiapa memberikan umra kepada orang lain, maka umra tersebut bagi orang yang telah menerimanya, baik ia masih hidup maupun matinya, dan akan dialihkan kepada keturunannya.

(Shahih Muslim : 1625 – 26)

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ ح وَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ وَكِيْعٍ عَنْ سُفْيَانَ ح وَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي عَنْ أَيُّوْبَ كُلُّ هَؤُلاَءِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى حَدِيْثِ أَبِي خَيْثَمَةَ وَفِي حَدِيْثِ أَيُّوْبَ مِنَ الزِّيَادَةِ قَالَ جَعَلَ اْلأَنْصَارُ يُعْمِرُوْنَ الْمُهَاجِرِيْنَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكُوْا عَلَيْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

27 – (1625)

. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Abu Utsman. (dalam jalur lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim dari Waki’ dari Sufyan. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Abdus Shamad telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Kakekku dari Ayyub semuanya dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti makna hadits Abu Khaitsamah. Dan dalam hadits Ayyub ada tambahan yaitu, dia berkata, Kemudian beliau menyuruh orang-orang Anshar untuk memberikan sebagian Propertinya kepada orang-orang Muhajirin, kemudian beliau bersabda: Peliharalah harta pemberian kalian.

(Shahih Muslim : 1625 – 27)

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَإِسْحَقُ بْنُ مَنْصُوْرٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ رَافِعٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُوْ الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ:

أَعْمَرَتْ اِمْرَأَةٌ بِالْمَدِيْنَةِ حَائِطًا لَهَا اِبْنًا لَهَا ثُمَّ تُوُفِّيَ وَتُوُفِّيَتْ بَعْدَهُ وَتَرَكَتْ وَلَدًا وَلَهُ إِخْوَةٌ بَنُوْنَ لِلْمُعْمِرَةِ فَقَالَ وَلَدُ الْمُعْمِرَةِ رَجَعَ الْحَائِطُ إِلَيْنَا وَقَالَ بَنُوْ الْمُعْمَرِ بَلْ كَانَ لِأَبِيْنَا حَيَاتَهُ وَمَوْتَهُ فَاخْتَصَمُوْا إِلَى طَارِقٍ مَوْلَى عُثْمَانَ فَدَعَا جَابِرًا فَشَهِدَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعُمْرَى لِصَاحِبِهَا فَقَضَى بِذَلِكَ طَارِقٌ ثُمَّ كَتَبَ إِلَى عَبْدِ الْمَلِكِ فَأَخْبَرَهُ ذَلِكَ وَأَخْبَرَهُ بِشَهَادَةِ جَابِرٍ فَقَالَ عَبْدُ الْمَلِكِ صَدَقَ جَابِرٌ فَأَمْضَى ذَلِكَ طَارِقٌ فَإِنَّ ذَلِكَ الْحَائِطَ لِبَنِي الْمُعْمَرِ حَتَّى الْيَوْمِ

28 – (1625)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ dan Ishaq bin Manshur dan ini adalah lafadz Ibnu Rafi’, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata:

Seorang wanita di Madinah memberikan sebidang kebun kepada seorang anak laki-lakinya. Kemudian anak tersebut wafat dan disusul oleh ibunya, sedangkan wanita tersebut meninggalkan anak-anak yang lain, yaitu saudaranya anak laki-laki yang meninggal yang diberi kebun oleh ibunya. Anak-anaknya yang masih hidup berkata, Sekarang kebun tersebut harus kembali kepada kami. Anak-anak dari anaknya yang diberi kebun dan yang sudah meninggal berkata, Tidak, itu adalah milik ayah kami semasa dia hidupnya, dan kini menjadi harta warisan kami setelah beliau meninggal. Maka terjadilah persengketaan di antara mereka, lalu mereka mengadu kepada Thariq, bekas budak Utsman. Lalu Thariq memanggil Jabir, lantas Jabir memberi persaksian atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa umra itu untuk si penerima, maka Thariq pun memberi putusan seperti itu. Kemudian ia menulis surat kepada Khalifah Abdul Malik dan mengabarkan putusannya, dan apa yang diputuskan oleh Jabir. Abdul Malik lalu menjawab, Kesaksian Jabir benar! Karena itu Thariq melaksanakan putusan tersebut, yakni bahwa kebun itu hingga sekarang menjadi milik keturunan si penerima umra.

(Shahih Muslim : 1625 – 28)

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ:

أَنَّ طَارِقًا قَضَى بِالْعُمْرَى لِلْوَارِثِ لِقَوْلِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

29 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim dan ini adalah lafadz Abu Bakar, Ishaq berkata, telah mengabarkan kepada kami, sedangkan Abu Bakar berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari ‘Amru dari Sulaiman bin Yasar:

Bahwa Thariq pernah memutuskan perkara mengenai harta ‘umra untuk ahli waris, dia mengambil perkataannya Jabir bin Abdullah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

(Shahih Muslim : 1625 – 29)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

اَلْعُمْرَى جَائِزَةٌ

30 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata, saya pernah mendengar Qatadah menceritakan dari ‘Atha dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Umra itu dibolehkan

(Shahih Muslim : 1625 – 30)

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيْبٍ اَلْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي اِبْنَ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا سَعِيْدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:

اَلْعُمْرَى مِيْرَاثٌ لِأَهْلِهَا

31 – (1625)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi telah menceritakan kepada kami Khalid -yaitu Ibnu Al Harits- telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari ‘Atha dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:

Umra menjadi harta warisan bagi ahli waritsnya.

(Shahih Muslim : 1625 – 31)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيْرِ بْنِ نَهِيْكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

اَلْعُمْرَى جَائِزَةٌ

32 – (1626)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari An Nadlr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Umra itu boleh.

(Shahih Muslim : 1625 – 32)

وَ حَدَّثَنِيْهِ يَحْيَى بْنُ حَبِيْبٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي اِبْنَ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا سَعِيْدٌ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ مِيْرَاثٌ لِأَهْلِهَا أَوْ قَالَ جَائِزَةٌ

(1626)

Dan telah menceritakan kepadaku Yahya bin Habib telah menceritakan kepada kami Khalid -yaitu Ibnu Al Harits- telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dengan sanad ini, hanya saja ia menyebutkan, Menjadi harta waris untuk ahli warisnya. Atau, Diperbolehkan.

(Shahih Muslim : 1626 )

Makruh melebihkan pemberian kepada salah satu anak

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ يُحَدِّثَانِهِ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ أَنَّهُ قَالَ:

إِنَّ أَبَاهُ أَتَى بِهِ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَحَلْتُ اِبْنِي هَذَا غُلاَمًا كَانَ لِي فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكُلَّ وَلَدِكَ نَحَلْتَهُ مِثْلَ هَذَا فَقَالَ لاَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَارْجِعْهُ

9 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; saya membacakannya di hadapan Malik; dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman, dan dari Muhammad bin An Nu’man bin Basyir, kedua-duanya telah menceritakan dari Nu’man bin Basyir dia berkata, Suatu ketika ayahnya membawa dia menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata:

Sesungguhnya saya telah memberi anakku ini seorang budak milikku. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Apakah setiap anakmu kamu beri seorang budak seperti dia? Ayahku menjawab, Tidak. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Kalau begitu, ambillah kembali.

(Shahih Muslim : 1623 – 9)

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ سَعْدٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمُحَمَّدِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ:

أَتَى بِي أَبِي إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَحَلْتُ اِبْنِي هَذَا غُلاَمًا فَقَالَ أَكُلَّ بَنِيْكَ نَحَلْتَ قَالَ لاَ قَالَ فَارْدُدْهُ

10 – (1623)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dan Muhammad bin An Nu’man dari An Nu’man bin Basyir dia berkata:

Ayahku mengajak aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia berkata: Sesungguhnya saya telah memberi anakku ini seorang budak kepunyaanku. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Apakah setiap anakmu kamu beri seorang budak seperti dia? Ayahku menjawab, Tidak. Beliau bersabda: Kalau begitu, mintalah kembali.

(Shahih Muslim : 1623 – 10)

وَ حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ ح وَ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَابْنُ رُمْحٍ عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ ح وَ حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالاَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ كُلُّهُمْ عَنِ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ أَمَّا يُونُسُ وَمَعْمَرٌ فَفِي حَدِيْثِهِمَا أَكُلَّ بَنِيْكَ وَفِي حَدِيْثِ اللَّيْثِ وَابْنِ عُيَيْنَةَ أَكُلَّ وَلَدِكَ وَرِوَايَةُ اللَّيْثِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ النُّعْمَانِ وَحُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ بَشِيْرًا جَاءَ بِالنُّعْمَانِ

11 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim dan Ibnu Abu Umar dari Ibnu Uyainah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Qutaibah dan Ibnu Rumh dari Laits bin Sa’d. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Yunus. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar semuanya dari Az Zuhri dengan sanad ini. Dalam haditsnya Yunus dan Ma’mar disebutkan: Apakah setiap anak-anakmu. Sedangkan dalam hadits Laits dan Ibnu ‘Uyainah disebutkan, Apakah setiap anakmu. Adapun riwayatnya Laits dari Muhammad bin An Nu’man dan Humaid bin Abdurrahman, bahwa Basyir datang dengan Nu’man.

(Shahih Muslim : 1623 – 11)

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ حَدَّثَنَا النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيْرٍ قَالَ:

وَقَدْ أَعْطَاهُ أَبُوْهُ غُلاَمًا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْغُلاَمُ قَالَ أَعْطَانِيْهِ أَبِي قَالَ فَكُلَّ إِخْوَتِهِ أَعْطَيْتَهُ كَمَا أَعْطَيْتَ هَذَا قَالَ لاَ قَالَ فَرُدَّهُ

12 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam bin ‘Urwah dari Ayahnya dia berkata; telah menceritakan kepada kami An Nu’man bin Basyir dia berkata:

Dahulu ayahnya pernah memberinya seorang hamba sahaya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: Siapakah sahaya ini? dia menjawab, Sahaya ini adalah pemberian dari ayahku. Beliau bertanya: Apakah setiap saudaramu mendapatkan hal yang sama sebagaimana yang telah diberikan kepadamu? dia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: Kembalikanlah dia.

(Shahih Muslim : 1623 – 12)

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا أَبُو اْلأَحْوَصِ عَنْ حُصَيْنٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ:

تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي بِبَعْضِ مَالِهِ فَقَالَتْ أُمِّي عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ لاَ أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُشْهِدَهُ عَلَى صَدَقَتِي فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَعَلْتَ هَذَا بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ قَالَ لاَ قَالَ اِتَّقُوا اللهَ وَاعْدِلُوْا فِي أَوْلاَدِكُمْ فَرَجَعَ أَبِي فَرَدَّ تِلْكَ الصَّدَقَةَ

13 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami ‘Ubbad bin ‘Awwam dari Hushain dari Asy Sya’bi dia berkata; saya mendengar An Nu’man bin Basyir. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan ini adalah lafadznya, telah mengabarkan kepada kami Abu Al Ahwash dari Hushain dari As Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir dia berkata:

Ayahku pernah memberikan sebagian hartanya kepadaku, lantas Ummu ‘Amrah binti Rawahah berkata, Saya tidak akan rela akan hal ini sampai kamu meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai saksinya. Setelah itu saya bersama ayahku pergi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memberitahukan pemberian ayahku kepadaku, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: Apakah kamu berbuat demikian kepada anak-anakmu? dia menjawab,Tidak. Beliau bersabda: Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anak-anakmu.Kemudian ayahku pulang dan meminta kembali pemberiannya itu.

(Shahih Muslim : 1623 – 13)

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ أَبِي حَيَّانَ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ عَنْ الشَّعْبِيِّ حَدَّثَنِي النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيْرٍ:

أَنَّ أُمَّهُ بِنْتَ رَوَاحَةَ سَأَلَتْ أَبَاهُ بَعْضَ الْمَوْهِبَةِ مِنْ مَالِهِ لِابْنِهَا فَالْتَوَى بِهَا سَنَةً ثُمَّ بَدَا لَهُ فَقَالَتْ لاَ أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَا وَهَبْتَ لِابْنِي فَأَخَذَ أَبِي بِيَدِي وَأَنَا يَوْمَئِذٍ غُلاَمٌ فَأَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ أُمَّ هَذَا بِنْتَ رَوَاحَةَ أَعْجَبَهَا أَنْ أُشْهِدَكَ عَلَى الَّذِي وَهَبْتُ لِابْنِهَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بَشِيْرُ أَلَكَ وَلَدٌ سِوَى هَذَا قَالَ نَعَمْ فَقَالَ أَكُلَّهُمْ وَهَبْتَ لَهُ مِثْلَ هَذَا قَالَ لاَ قَالَ فَلاَ تُشْهِدْنِي إِذًا فَإِنِّي لاَ أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ

14 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Abu Hayyan dari As Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair dan ini adalah lafadznya, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyir telah menceritakan kepada kami Abu Hayyan At Taimi dari As Sya’bi telah menceritakan kepadaku An Nu’man bin Basyir:

Bahwa ibunya, binti Rawahah, pernah meminta kepada ayahnya sebagian dari hartanya untuk diberikan kepada anaknya, saat itu ayah menangguhkannya sampai setahun, sesudah itu barulah diberikan. Kata ibu, Saya tidak suka sebelum pemberian itu disaksikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu ayah menggandeng tanganku dan mengajakku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan waktu itu saya masih kanak-kanak. Ayah berkata kepada beliau, Ibu anak ini, binti Rawahah, memandang perlu untuk minta persaksian kepada anda atas pemberian yang saya berikan kepada anaknya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Wahai Basyir, apakah kamu memiliki anak selain anak ini? Ayahku menjawab, Ya. Beliau bersabda: Apakah mereka semua kamu beri pemberian seperti itu? Ayahku menjawab, Tidak. Sabda beliau: Kalau begitu, saya tidak mau menjadi saksi atas pemberian yang kurang adil (zhalim) ini.

(Shahih Muslim : 1623 – 14)

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

 أَلَكَ بَنُوْنَ سِوَاهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَكُلَّهُمْ أَعْطَيْتَ مِثْلَ هَذَا قَالَ لاَ قَالَ فَلاَ أَشْهَدُ عَلَى جَوْرٍ

15 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepadaku Ayahku telah menceritakan kepada kami Isma’il dari As Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

Apakah kamu memiliki anak selain dia? Ayahku menjawab, Ya. Beliau bertanya lagi: Apakah kamu telah memberi mereka semua seperti ini? Ayahku menjawab, Tidak. Beliau bersabda: Kalau begitu, saya tidak mau menjadi saksi atas pemberian yang kurang adil (zhalim) ini

(Shahih Muslim : 1623 – 15)

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا جَرِيْرٌ عَنْ عَاصِمٍ اَلْأَحْوَلِ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَبِيْهِ لاَ تُشْهِدْنِي عَلَى جَوْرٍ

16 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Jarir dari ‘Ashim Al Ahwal dari As Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada ayahnya:

Janganlah kamu menjadikanku saksi atas pemberian yang kurang adil (zhalim) ini.

(Shahih Muslim : 1623 – 16)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ وَعَبْدُ اْلأَعْلَى ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَيَعْقُوْبُ الدَّوْرَقِيُّ جَمِيْعًا عَنِ ابْنِ عُلَيَّةَ وَاللَّفْظُ لِيَعْقُوْبَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ:

اِنْطَلَقَ بِي أَبِي يَحْمِلُنِي إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ اِشْهَدْ أَنِّي قَدْ نَحَلْتُ النُّعْمَانَ كَذَا وَكَذَا مِنْ مَالِي فَقَالَ أَكُلَّ بَنِيْكَ قَدْ نَحَلْتَ مِثْلَ مَا نَحَلْتَ النُّعْمَانَ قَالَ لاَ قَالَ فَأَشْهِدْ عَلَى هَذَا غَيْرِي ثُمَّ قَالَ أَيَسُرُّكَ أَنْ يَكُوْنُوْا إِلَيْكَ فِي الْبِرِّ سَوَاءً قَالَ بَلَى قَالَ فَلاَ إِذًا

17 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab dan Abdul A’la. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Ya’qub Ad Dauraqi semuanya dari Ibnu ‘Ulayyah dan ini adalah lafadz Ya’qub, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim dari Daud bin Abu Hind dari As Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir dia berkata:

Ayahku pernah membawaku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ayahku lalu berkata: Wahai Rasulullah, saksikanlah bahwa saya telah memberikan ini dan ini dari hartaku kepada Nu’man.Beliau bertanya: Apakah semua anak-anakmu telah kamu beri sebagaimana pemberianmu kepada Nu’man? Ayahku menjawab, Tidak. Beliau bersabda: Mintalah saksi kepada orang lain selainku. Beliau melanjutkan sabdanya: Apakah kamu tidak ingin mereka berbakti kepadamu dengan kadar yang sama? ayahku menjawab, Tentu. Beliau bersabda: Jika begitu, janganlah lakukan perbuatan itu lagi.

(Shahih Muslim : 1623 – 17)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ النَّوْفَلِيُّ حَدَّثَنَا أَزْهَرُ حَدَّثَنَا اِبْنُ عَوْنٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ:

نَحَلَنِي أَبِي نُحْلاً ثُمَّ أَتَى بِي إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُشْهِدَهُ فَقَالَ أَكُلَّ وَلَدِكَ أَعْطَيْتَهُ هَذَا قَالَ لاَ قَالَ أَلَيْسَ تُرِيْدُ مِنْهُمُ الْبِرَّ مِثْلَ مَا تُرِيْدُ مِنْ ذَا قَالَ بَلَى قَالَ فَإِنِّي لاَ أَشْهَدُ قَالَ اِبْنُ عَوْنٍ فَحَدَّثْتُ بِهِ مُحَمَّدًا فَقَالَ إِنَّمَا تَحَدَّثْنَا أَنَّهُ قَالَ قَارِبُوْا بَيْنَ أَوْلاَدِكُمْ

18 – (1623)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Utsman An Naufali telah menceritakan kepada kami Azhar telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Asy Sya’bi dari An Nu’man bin Basyir dia berkata:

Ayahku pernah memberikan kepadaku suatu pemberian, kemudian dia membawaku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam supaya beliau mau menjadi saksinya. Lalu beliau bersabda: Apakah setiap anakmu kamu memberinya seperti dia? Ayahku menjawab, Tidak. Beliau bersabda: Apakah kamu tidak menginginkan mereka berbakti kepadamu sebagaimana kamu menginginkan dia berbakti kepadamu? Ayahku menjawab, Tentu. Beliau bersabda: Oleh karena itu saya tidak mau menjadi saksi atas ini. Ibnu ‘Aun berkata, Kemudian saya menceritakan hal ini kepada Muhammad, lalu dia berkata, Hanyasannya yang kami riwayatkan adalah, bahwa beliau bersabda: Samakanlah (pembagian) antara anak-anak kalian.

(Shahih Muslim : 1623 – 18)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يُوْنُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُوْ الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ:

قَالَتِ امْرَأَةُ بَشِيْرٍ اِنْحَلْ اِبْنِي غُلاَمَكَ وَأَشْهِدْ لِي رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اِبْنَةَ فُلاَنٍ سَأَلَتْنِي أَنْ أَنْحَلَ اِبْنَهَا غُلاَمِي وَقَالَتْ أَشْهِدْ لِي رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَهُ إِخْوَةٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَفَكُلَّهُمْ أَعْطَيْتَ مِثْلَ مَا أَعْطَيْتَهُ قَالَ لاَ قَالَ فَلَيْسَ يَصْلُحُ هَذَا وَإِنِّي لاَ أَشْهَدُ إِلاَّ عَلَى حَقٍّ

19 – (1624)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdullah bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata:

Isteri Basyir pernah berkata, Berikanlah pemberian budakmu kepada anakku, dan mintalah persaksian kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian suaminya pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, Sesungguhnya isteriku memintaku untuk memberikan sayahaku kepada anaknya sambil berkata, Jadikanlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai saksinya? Maka beliau bersabda: Apakah anakmu punya saudara? dia menjawab, Ya. Beliau bersabda: Apakah kamu juga memberikan kepada mereka seperti halnya kamu memberikan kepada dia? dia menjawab, Tidak. Beliau bersabda: Hal ini tidaklah baik, sesungguhnya saya tidak ingin menjadi saksi kecuali atas kebenaran.

(Shahih Muslim : 1624 – 19)

Haram menarik kembali sedekah dan pemberian kecuali yang diberikan kepada anak-cucunya sendiri

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيْمُ بْنُ مُوْسَى الرَّازِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ قَالاَ أَخْبَرَنَا عِيْسَى بْنُ يُوْنُسَ حَدَّثَنَا اْلأَوْزَاعِيُّ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَثَلُ الَّذِي يَرْجِعُ فِي صَدَقَتِهِ كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُوْدُ فِي قَيْئِهِ فَيَأْكُلُهُ

5 – (1622)

Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Musa Ar Razi dan Ishaq bin Ibrahim keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali dari Ibnu Musayyab dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Permisalan orang yang mengambil kembali sedekahnya, seperti seekor anjing yang muntah kemudian ia menjilat dan memakan kembali muntahannya.

(Shahih Muslim : 1622 – 5)

وَحَدَّثَنَاه أَبُوْ كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ الْمُبَارَكِ عَنِ اْلأَوْزَاعِيِّ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ يَذْكُرُ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ نَحْوَهُ

(1622)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala telah mengabarkan kepada kami Ibnu Mubarak dari Al Auza’i dia berkata, Saya pernah mendengar Muhammad bin Ali bin Husain menyebutkan dengan sanad, seperti hadits tersebut.

(Shahih Muslim : 1622 )

وَحَدَّثَنِيْهِ حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَرْبٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ اِبْنُ أَبِي كَثِيْرٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو أَنَّ مُحَمَّدَ ابْنَ فَاطِمَةَ بِنْتِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ نَحْوَ

2 م – (1622)

Dan telah menceritakan kepadaku Hajjaj bin Sya’ir telah menceritakan kepada kami Abdus Shamad telah menceritakan kepada kami Harb telah menceritakan kepada kami Yahya -yaitu Ibnu Abu Katsir- telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Amru bahwa Muhammad bin Fatimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menceritakan kepadanya dengan sanad ini, seperti hadits mereka

(Shahih Muslim : 1622 – m – 2)

وَ حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيْدِ اْلأَيْلِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيْسَى قَالاَ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ اِبْنُ الْحَارِثِ عَنْ بُكَيْرٍ:

أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيْدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ يَقُوْلُ سَمِعْتُ اِبْنَ عَبَّاسٍ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّمَا مَثَلُ الَّذِي يَتَصَدَّقُ بِصَدَقَةٍ ثُمَّ يَعُوْدُ فِي صَدَقَتِهِ كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَأْكُلُ قَيْئَهُ

6 – (1622)

Telah menceritakan kepadaku Harun bin Sa’id Al ‘Aili dan Ahmad bin Isa keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada kami Amru -yaitu Ibnu Al Harits- dari Bukair :

Bahwa dia pernah mendengar Sa’id bin Musayyab berkata; saya pernah mendengar Ibnu Abbas berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bahwasanya permisalan orang yang menarik kembali sedekahnya seperti seekor anjing yang muntah kemudian ia memakan kembali muntahannya.

(Shahih Muslim : 1622 – 6)

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:

اَلْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْعَائِدِ فِي قَيْئِهِ

7 – (1622)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah , saya pernah mendengar Qatadah menceritakan dari Sa’id bin Musayyab dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Bahwa beliau bersabda: Orang yang menarik kembali pemberiannya, seperti orang yang memakan lagi muntahannya.

(Shahih Muslim : 1622 – 7)

وَحَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيْدٍ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ مِثْلَهُ

(1622)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Sa’id dari Qatadah dengan sanad ini, seperti hadits tersebut.

(Shahih Muslim : 1622 )

وَحَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا الْمَخْزُومِيُّ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

اَلْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُوْدُ فِي قَيْئِهِ

8 – (1622)

Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Al Mahzumi telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Thawus dari Ayahnya dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Orang yang menarik kembali pemberiannya, seperti seekor anjing yang muntah dan memakan kembali muntahannya.

(Shahih Muslim : 1622 – 8)

Makruh membeli sesuatu yang telah disedekahkan kepada orang lain

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ:

حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ عَتِيْقٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَأَضَاعَهُ صَاحِبُهُ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ فَسَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ لاَ تَبْتَعْهُ وَلاَ تَعُدْ فِي صَدَقَتِكَ فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي صَدَقَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُوْدُ فِي قَيْئِهِ

1 – (1620)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab telah menceritakan kepada kami Malik bin Anas dari Zaid bin Aslam dari Ayahnya bahwa Umar bin Khattab Radhiyalllahu’anhu, berkata:

Saya pernah mensedekahkan seekor kuda yang sangat bagus kepada seorang pejuang untuk perang di jalan Allah, akan tetapi pemiliknya menyia-nyiakannya dan saya mengira bahwa dia akan menjualnya dengan harga murah, maka saya menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau lantas bersabda: Janganlah kamu membelinya dan jangan kamu ambil kembali sedekahmu, sesungguhnya orang yang mengambil kembali sedekahnya sama seperti anjing yang menjilat kembali muntahannya.

(Shahih Muslim : 1620 – 1)

وَحَدَّثَنِيْهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي اِبْنَ مَهْدِيٍّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَزَادَ لاَ تَبْتَعْهُ وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ

(1620)

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bi Harb telah menceritakan kepada kami Abdurrahman -yaitu Ibnu Mahdi- dari Malik bin Anas dengan sanad ini, dan dia menambahkan, Janganlah kamu membelinya lagi, walaupun kamu hanya memberinya satu dirham.

(Shahih Muslim : 1620)

حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ يَعْنِي اِبْنَ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ اِبْنُ الْقَاسِمِ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عُمَرَ:

أَنَّهُ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَوَجَدَهُ عِنْدَ صَاحِبِهِ وَقَدْ أَضَاعَهُ وَكَانَ قَلِيْلَ الْمَالِ فَأَرَادَ أَنْ يَشْتَرِيَهُ فَأَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لاَ تَشْتَرِهِ وَإِنْ أُعْطِيْتَهُ بِدِرْهَمٍ فَإِنَّ مَثَلَ الْعَائِدِ فِي صَدَقَتِهِ كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَعُوْدُ فِي قَيْئِهِ

2 – (1620)

Telah menceritakan kepadaku Umayyah bin Bistham telah menceritakan kepada kami Yazid -yaitu Ibnu Zurai’- telah menceritakan kepada kami Rauh – yaitu Ibnu Qasim – dari Zaid bin Aslam dari Ayahnya dari Umar Radiyallahu’anhu:

Bahwa dia mensedekahkan kuda di jalan Allah, tetapi ia mendapati kuda tersebut berada pada seseorang yang menyia-nyiakannya, karena dia orang yang sedikit harta. Lantas Umar hendak membelinya, lalu dia menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan hal itu kepadanya, beliau bersabda:

Janganlah kamu membelinya kembali walaupun kamu memberikannya dengan beberapa dirham, sebab orang yang mengambil kembali pemberiannya seperti seekor anjing yang menjilati muntahannya.

(Shahih Muslim : 1620 – 2)

وَ حَدَّثَنَاهُ ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّ حَدِيْثَ مَالِكٍ وَرَوْحٍ أَتَمُّ وَأَكْثَرُ

(1620)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam dengan sanad ini, namun hadits Malik dan Rauh lebih sempurna dan lebih banyak.

(Shahih Muslim : 1620 )

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَوَجَدَهُ يُبَاعُ فَأَرَادَ أَنْ يَبْتَاعَهُ فَسَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ لاَ تَبْتَعْهُ وَلاَ تَعُدْ فِي صَدَقَتِكَ

3 – (1621)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; saya membacakannya di hadapan Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Umar bin Khaththab pernah memberi kepada seseorang seekor kuda untuk berjuang di jalan Allah, tiba-tiba dia mendapatinya telah dijual. Oleh karena itu dia ingin membelinya kembali, maka ia pun menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Janganlah kamu membelinya kembali, dan jangan kamu ambil kembali barang sedekahmu

(Shahih Muslim : 1621 – 3)

وَحَدَّثَنَاهُ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَابْنُ رُمْحٍ جَمِيْعًا عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ ح وَ حَدَّثَنَا الْمُقَدَّمِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالاَ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ الْقَطَّانُ ح وَ حَدَّثَنَا اِبْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح وَ حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُوْ أُسَامَةَ كُلُّهُمْ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ كِلاَهُمَا عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيْثِ مَالِكٍ

(1621)

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ibnu Rumhin semuanya dari Laits bin Sa’d. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Al Muqaddami dan Muhammad bin Mutsanna keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya -yaitu Al Qatthan-. (dalam jalur lain disebutkan) Telah meriwayatkan kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ayahku. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah semuanya dari ‘Ubaidullah, kedua-duanya dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits Malik.

(Shahih Muslim : 1621)

حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عُمَرَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِعَبْدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ:

أَنَّ عُمَرَ حَمَلَ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ ثُمَّ رَآهَا تُبَاعُ فَأَرَادَ أَنْ يَشْتَرِيَهَا فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَعُدْ فِي صَدَقَتِكَ يَا عُمَرُ

4 – (1621)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar dan Abd bin Humaid dan ini adalah lafadznya ‘Abd, dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Salim dari Ibnu Umar:

Bahwa Umar pernah memberikan seekor kuda kepada seseorang untuk digunakan di jalan Allah, tiba-tiba dia melihatnya telah dijual, oleh karena itu dia hendak membelinya kembali. Maka Umar pun bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Wahai Umar, jangan kamu ambil lagi sedekahmu.

(Shahih Muslim : 1621 – 4)