Apabila seseorang mengucapkan amien dan bertepatan dengan ucapan malaikat dilangit maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا مَخْلَدٌ أَخْبَرَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ عَنْ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ أُمَيَّةَ أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ حَدَّثَهُ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ
حَشَوْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِسَادَةً فِيْهَا تَمَاثِيْلُ كَأَنَّهَا نُمْرُقَةٌ فَجَاءَ فَقَامَ بَيْنَ الْبَابَيْنِ وَجَعَلَ يَتَغَيَّرُ وَجْهُهُ فَقُلْتُ مَا لَنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ مَا بَالُ هَذِهِ الْوِسَادَةِ قَالَتْ وِسَادَةٌ جَعَلْتُهَا لَكَ لِتَضْطَجِعَ عَلَيْهَا قَالَ أَمَا عَلِمْتِ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيْهِ صُوْرَةٌ وَأَنَّ مَنْ صَنَعَ الصُّوْرَةَ يُعَذَّبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُوْلُ أَحْيُواْ مَا خَلَقْتُمْ
[3052]

Telah bercerita kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Makhlad telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij dari Isma’il bin Umayyah bahwa Nafi’ bercerita kepadanya bahwa Al Qasim bin Muhammad bercerita kepadanya dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata;
Aku melipat tikar yang ada gambarnya sehingga menjadi seperti bantal kecil untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu Beliau datang namun hanya berdiri di antara dua pintu dengan wajah yang berubah (marah). Aku bertanya; Wahai Rasulullah, apa salah kami?. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Mengapa tikar ini ada disini. Aku berkata; Aku membuatnya untuk tuan agar tuan dapat berbaring. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak tahukah kamu bahwa malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar, dan orang yang membuat gambar akan disiksa pada hari qiyamat, dan akan dikatakan kepada mereka; hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan.
[ HR Bukhori 3052 ]

حَدَّثَنَا اِبْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ سَمِعْتُ أَبَا طَلْحَةَ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ كَلْبٌ وَلَا صُوْرَةُ تَمَاثِيْلَ
[3053]

Telah bercerita kepada kami Muqatil telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhriy dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah dia mendengar Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Abu Thalhah berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung.
[ HR Bukhori 3053 ]

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا عَمْرٌو أَنَّ بُكَيْرَ بْنَ الْأَشَجِّ حَدَّثَهُ أَنَّ بُسْرَ بْنَ سَعِيْدٍ حَدَّثَهُ أَنَّ زَيْدَ بْنَ خَالِدٍ اَلْجُهَنِيَّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ وَمَعَ بُسْرِ بْنِ سَعِيْدٍ عُبَيْدُ اللهِ الْخَوْلَانِيُّ الَّذِي كَانَ فِي حَجْرِ مَيْمُوْنَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَهُمَا زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ صُوْرَةٌ قَالَ بُسْرٌ فَمَرِضَ زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ فَعُدْنَاهُ فَإِذَا نَحْنُ فِي بَيْتِهِ بِسِتْرٍ فِيْهِ تَصَاوِيْرُ فَقُلْتُ لِعُبَيْدِاللهِ الْخَوْلَانِيِّ أَلَمْ يُحَدِّثْنَا فِي التَّصَاوِيْرِ فَقَالَ إِنَّهُ قَالَ إِلَّا رَقْمٌ فِي ثَوْبٍ أَلَا سَمِعْتَهُ قُلْتُ لَا قَالَ بَلَى قَدْ ذَكَرَهُ
[3054]

Telah bercerita kepada kami Ahmad telah bercerita kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepada kami ‘Amru bahwa Bukair bin Al Asyajj bercerita kepadanya bahwa Busr bin Sa’id bercerita kepadanya bahwa Zaid bin Khalid Al Juhaniy radliallahu ‘anhu bercerita kepadanya, saat itu Busr bin Sa’id bersama ‘Ubaidullah Al Khawlaniy berada di rumah Maimunah radliallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Zaid bin Khalid bercerita kepada keduanya bahwa Abu Thalhah bercerita kepadanya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang dalamnya ada gambar. Busr berkata; Kemudian Zaid bin Khalid menderita sakit lalu kami menjenguknya yang ternyata kami berada di dalam rumah yang banyak gambar-gambar. Maka aku berkata kepada ‘Ubaidullah Al Khawlaaniy; Bukankah Beliau pernah bercerita kepada kita tentang masalah gambar?. ‘Ubaidullah berkata; Sungguh Beliau bersabda: Kecuali gambar (corak warna) pada pakaian. Bukankah kamu pernah mendengarnya?. Aku katakan; Belum. Dia berkata; Iya, Beliau pernah mengatakannya.
[ HR Bukhori 3054 ]

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي اِبْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ وَعَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيْلُ فَقَالَ
إِنَّا لَا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيْهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ
[3055]

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Sulaiman berkata telah bercerita kepadaku Ibnu Wahab berkata telah bercerita kepadaku ‘Umar dari Salim dari bapaknya berkata;
Malaikat Jibril berjanji kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, katanya: Kami tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar ataupun anjing.
[ HR Bukhori 3055 ]

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيْلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِذَا قَالَ الْإِمَامُ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُوْلُوْا اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
[3056]

Telah bercerita kepada kami Isma’il berkata telah bercerita kepadaku Malik dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Apabila imam mengucapkan sami’allahu liman hamidah, maka ucapkanlah Allahumma rabbanaa lakal hamdu. Karena siapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan malaikat maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu.
[ HR Bukhori 3056 ]

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِنَّ أَحَدَكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَتِ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ وَالْمَلَائِكَةُ تَقُوْلُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ مَا لَمْ يَقُمْ مِنْ صَلَاتِهِ أَوْ يُحْدِثْ
[3057]

Telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah bercerita kepada kami Muhammad bin Fulaih telah bercerita kepada kami bapakku dari Hilal bin ‘Ali dari ‘Abdur Rahman bin Abu ‘Amrah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Seseorang dari kalian akan selalu dihitung berada di dalam shalat selagi shalat itu mengekangnya (orang tersebut menanti shalat ditegakkan) dan malaikat akan mendo’akan; Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah, selama dia belum berdiri dari tempat shalatnya atau telah berhadats.
[ HR Bukhori 3057 ]

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ
سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَى الْمِنْبَرِ { وَنَادَوْا يَا مَالِكُ } قَالَ سُفْيَانُ فِي قِرَاءَةِ عَبْدِ اللهِ وَنَادَوْا يَا مَالِ
[3058]

Telah bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atha’ dari Shafwan bin Ya’laa dari bapaknya radliallahu ‘anhu berkata:
Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca suatu ayat (QS az-Zukhruf ayat 77) di atas mimbar: Wa naadaw yaa maalik (Mereka berseru; hai maalik). Sufyan berkata; menurut bacaan ‘Abdullah (bin Mas’ud); ‘Wa naadaw yaa maal (tanpa huruf kaaf).
[ HR Bukhori 3058 ]

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يُوْسُفَ أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَتْهُ أَنَّهَا قَالَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
هَلْ أَتَى عَلَيْكَ يَوْمٌ كَانَ أَشَدَّ مِنْ يَوْمِ أُحُدٍ قَالَ لَقَدْ لَقِيْتُ مِنْ قَوْمِكِ مَا لَقِيْتُ وَكَانَ أَشَدَّ مَا لَقِيْتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ إِذْ عَرَضْتُ نَفْسِي عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيْلَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ فَلَمْ يُجِبْنِي إِلَى مَا أَرَدْتُ فَانْطَلَقْتُ وَأَنَا مَهْمُوْمٌ عَلَى وَجْهِي فَلَمْ أَسْتَفِقْ إِلَّا وَأَنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيْهَا جِبْرِيْلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ اللهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوْا عَلَيْكَ وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيْهِمْ فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ ذَلِكَ فِيْمَا شِئْتَ إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُوْ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
[3059]

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb berkata telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab berkata telah bercerita kepadaku ‘Urwah bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercerita kepadanya bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
Apakah baginda pernah mengalami peristiwa yang lebih berat dari kejadian perang Uhud?. Beliau menjawab: Sungguh aku sering mengalami peristiwa dari kaummu. Dan peristiwa yang paling berat yang pernah aku alami dalam menghadapi mereka adalah ketika peristiwa al-‘Aqabah, saat aku menawarkan diriku kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdu Kulal agar membantuku namun dia tidak mau memenuhi keinginanku hingga akhirnya aku pergi dengan wajah gelisah dan aku tidak menjadi tenang kecuali ketika berada di Qarnu ats-Tsa’aalib (Qarnu al-Manazil). Aku mendongakkan kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang memayungiku lalu aku melihat ke arah sana dan ternyata ada malaikat Jibril yang kemudian memanggilku seraya berkata; Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu kepadamu dan apa yang mereka timpakan kepadamu. Dan Allah telah mengirim kepadamu malaikat gunung yang siap diperintah apa saja sesuai kehendakmu. Maka malaikat gunung berseru dan memberi salam kepadaku kemudian berkata; Wahai Muhammad. Maka dia berkata; apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu kehendaki, aku timpakan kepada mereka dua gunung ini. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidak. Bahkan aku berharap Allah akan memunculkan dari anak keturunan mereka orang yang menyembah Allah satu-satunya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
[ HR Bukhori 3059 ]

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ حَدَّثَنَا أَبُوْ إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ
سَأَلْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ عَنْ قَوْلِ اللهِ تَعَالَى { فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى } قَالَ حَدَّثَنَا اِبْنُ مَسْعُوْدٍ أَنَّهُ رَأَى جِبْرِيْلَ لَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ
[3060]

Telah bercerita kepada kami Qutaibah telah bercerita kepada kami Abu ‘Awanah telah bercerita kepada kami Abu Ishaq asy-Syaibaniy berkata:
Aku bertanya kepada Zirra bin Hubaisy tentang firman Allah Ta’ala QS an-Najm ayat 9-10: Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. Fa awhaa ilaa ‘abdihii maa awhaa (Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan). Dia berkata, telah bercerita kepada kami Ibnu Mas’ud bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah melihat Jibril yang memiliki enam ratus sayap.
[ HR Bukhori 3060 ]

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ { لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى } قَالَ رَأَى رَفْرَفًا أَخْضَرَ سَدَّ أُفُقَ السَّمَاءِ
[3061]

Telah bercerita kepada kami Hafsh bin ‘Umar telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Al A’masy dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu tentang firman Allah Ta’ala pada QS an-Najm ayat 18 yang artinya (Sungguh dia (Muhammad) telah melihat sebagian dari tanda-tanda kekuaaan Rabbnya yang paling besar), dia berkata:
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melihat tikar berwarna hijau menutupi ufuk langit. (Maksudnya malaikat Jibril Alaihissalam membuka sayapnya sehingga menutupi ufuk langit).
[ HR Bukhori 3061 ]

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْأَنْصَارِيُّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ أَنْبَأَنَا الْقَاسِمُ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ
مَنْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ أَعْظَمَ وَلَكِنْ قَدْ رَأَى جِبْرِيْلَ فِي صُوْرَتِهِ وَخَلْقُهُ سَادٌّ مَا بَيْنَ الْأُفُقِ
[3062]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin Isma’il telah bercerita kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah Al Anshariy dari Ibnu ‘Aun telah mengabarkan kepada kami Al Qasim dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata:
Barangsiapa yang mengatakan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Rabbnya berarti dia telah masuk pada persoalan (salah) besar. Akan tetapi Beliau melihat Jibril ‘alaihissalam dalam bentuk dan rupa aslinya yang menutupi apa yang ada di antara ufuk langit.
[ HR Bukhori 3062 ]

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يُوْسُفَ حَدَّثَنَا أَبُوْ أُسَامَةَ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنِ ابْنِ الْأَشْوَعِ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ مَسْرُوْقٍ قَالَ
قُلْتُ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا فَأَيْنَ قَوْلُهُ { ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى } قَالَتْ ذَاكَ جِبْرِيْلُ كَانَ يَأْتِيْهِ فِي صُوْرَةِ الرَّجُلِ وَإِنَّهُ أَتَاهُ هَذِهِ الْمَرَّةَ فِي صُوْرَتِهِ الَّتِي هِيَ صُوْرَتُهُ فَسَدَّ الْأُفُقَ
[3063]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Yusuf telah bercerita kepada kami Abu Usamah telah bercerita kepada kami Zakariya’ bin Abu Za’idah dari Ibnu Al Asywa’ dari asy-Sya’biy dari Masruq berkata;
Aku bertanya kepada ‘Aisyah radliallahu ‘anha bagaimana maksud tentang firman Allah Ta’ala QS an-Najm ayat 8-10: Tsumma danaa fa tadallaa. Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. (Kemudian dia mendekat lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi) ). Dia berkata, Itulah Jibril ‘Alaihissalam yang pernah datang kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam rupa seorang laki-laki dan dalam kesempatan ini (seperti dimaksud ayat ini), Jibril Alaihissalam datang dalam bentuk asli, yang raganya tersebut menutup ufuk langit.
[ HR Bukhori 3063 ]

حَدَّثَنَا مُوْسَى حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُوْ رَجَاءٍ عَنْ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالَا الَّذِي يُوْقِدُ النَّارَ مَالِكٌ خَازِنُ النَّارِ وَأَنَا جِبْرِيْلُ وَهَذَا مِيْكَائِيْلُ
[3064]

Telah bercerita kepada kami Musa telah bercerita kepada kami Jarir telah bercerita kepada kami Abu Raja’ dari Samurah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Aku bermimpi pada suatu malam, ada dua laki-laki yang datang kepadaku. Keduanya berkata; Malaikat yang menyalakan api adalah Malik sebagai penunggu neraka sedangkan aku adalah Jibril dan ini Mika’il.
[ HR Bukhori 3064 ]

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ تَابَعَهُ شُعْبَةُ وَأَبُوْ حَمْزَةَ وَابْنُ دَاوُدَ وَأَبُوْ مُعَاوِيَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ
[3065]

Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Abu ‘Awanah dari Al A’masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu istrinya menolaknya sehingga dia melalui malam itu dalam keadaan marah, maka malaikat melaknat istrinya itu hingga shubuh. Hadits ini diikuti pula oleh Syu’bah, Abu Hamzah, Ibnu Daud dan Abu Mu’awiyah dari Al A’masy.
[ HR Bukhori 3065 ]

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يُوْسُفَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
ثُمَّ فَتَرَ عَنِّي الْوَحْيُ فَتْرَةً فَبَيْنَا أَنَا أَمْشِي سَمِعْتُ صَوْتًا مِنَ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي قِبَلَ السَّمَاءِ فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ قَاعِدٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَجُئِثْتُ مِنْهُ حَتَّى هَوَيْتُ إِلَى الْأَرْضِ فَجِئْتُ أَهْلِي فَقُلْتُ زَمِّلُوْنِي زَمِّلُوْنِي فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى { يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ } قَالَ أَبُوْ سَلَمَةَ وَالرِّجْزُ الْأَوْثَانُ
[3066]

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Al Laits berkata telah bercerita kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab berkata aku mendengar Abu Salamah berkata telah mengabarkan kepadaku Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhuma bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Kemudian wahyu berhenti turun kepadaku pada masa tertentu hingga ketika aku sedang berjalan, aku mendengar suara dari langit. Maka aku mengarahkan pandanganku menghadap langit yang ternyata ada malaikat yang pernah datang kepadaku di gua Hira sedang duduk di atas Kursiy antara langit dan bumi. Aku menjadi sangat takut karenanya hingga aku ingin lepas dari bumi. Lalu aku mendatangi keluargaku sambil mengatakan; Selimuti aku, selimuti aku. Maka kemudian Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya (QS al-Mudatstsir ayat 1 – 5) yang artinya (Wahai orang yang berselimut, bangun dan berilah peringatan) hingga frman-Nya (Dan perbuatan dosa jauhilah). Abu Salamah berkata; ar-Rujza artinya berhala-berhala.
[ HR Bukhori 3066 ]

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ ح و قَالَ لِي خَلِيْفَةُ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيْدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ حَدَّثَنَا اِبْنُ عَمِّ نَبِيِّكُمْ يَعْنِي اِبْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي مُوْسَى رَجُلًا آدَمَ طُوَالًا جَعْدًا كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوْءَةَ وَرَأَيْتُ عِيْسَى رَجُلًا مَرْبُوْعًا مَرْبُوْعَ الْخَلْقِ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ سَبِطَ الرَّأْسِ وَرَأَيْتُ مَالِكًا خَازِنَ النَّارِ وَالدَّجَّالَ فِي آيَاتٍ أَرَاهُنَّ اللهُ إِيَّاهُ { فَلَا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ } قَالَ أَنَسٌ وَأَبُو بَكْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْرُسُ الْمَلَائِكَةُ الْمَدِيْنَةَ مِنَ الدَّجَّالِ
[3067]

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Basysyar telah bercerita kepada kami Ghundar telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Qatadah. Dan telah diriwayatkan pula. Dan Khalifah berkata kepadaku, telah bercerita kepada kami Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Abu Al ‘Aliyah telah bercerita kepada kami anak paman Nabi kalian, yaitu Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Pada malam diisra’kan, aku melihat Musa Alaihissalam, seorang yang berkulit sawo matang, berbadan tinggi dan rambutnya keriting bagaikan orang Syanu’ah. Dan aku melihat ‘Isa sebagai seorang yang berdada bidang, posturnya tegap atau kekar, kulitnya merah agak keputih-putihan sedangkan rambutnya ikal. Aku juga melihat Malik, malaikat penunggu neraka dan Dajjal. Semuanya Allah perlihatkan kepadaku sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya, (Maka janganlah kamu (Muhammad) berada dalam keraguan untuk menjumpainya (menerima al-Qur’an) . Firman Allah Ta’ala (QS as-Sajadah ayat 23). Anas dan Abu Bakrah berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Malaikat menjaga kota Madinah dari (dimasuki) ad-Dajjal.
[ HR Bukhori 3067 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: