Jangan buang air kecil atau besar sambil menghadap kiblat, kecuali didalam bangunan

حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيْدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي أَيُّوْبَ اَلْأَنْصَارِيِّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ وَلَا يُوَلِّهَا ظَهْرَهُ شَرِّقُوْا أَوْ غَرِّبُوْا
[144]

Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi’b berkata, telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari ‘Atha’ bin Yazid Al Laitsi dari Abu Ayyub Al Anshari, ia berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian hendak buang hajat, maka janganlah menghadap ke arah kiblat dan jangan membelakanginya. Hendaklah ia menghadap ke arah timur atau barat.”
(HR : Imam Bukhori: 144)

nb: Bila arah kiblat bukan di arah timur atau barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: