Merajam orang Yahudi yang tinggal di negara Islam bila berzina

حَدَّثَنِي الْحَكَمُ بْنُ مُوْسَى أَبُوْ صَالِحٍ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَقَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللهِ عَنْ نَافِعٍ:

أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِيَهُودِيٍّ وَيَهُودِيَّةٍ قَدْ زَنَيَا فَانْطَلَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى جَاءَ يَهُوْدَ فَقَالَ مَا تَجِدُوْنَ فِي التَّوْرَاةِ عَلَى مَنْ زَنَى قَالُوْا نُسَوِّدُ وُجُوهَهُمَا وَنُحَمِّلُهُمَا وَنُخَالِفُ بَيْنَ وُجُوْهِهِمَا وَيُطَافُ بِهِمَا قَالَ فَأْتُوْا بِالتَّوْرَاةِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ فَجَاءُوْا بِهَا فَقَرَءُوْهَا حَتَّى إِذَا مَرُّوْا بِآيَةِ الرَّجْمِ وَضَعَ الْفَتَى الَّذِي يَقْرَأُ يَدَهُ عَلَى آيَةِ الرَّجْمِ وَقَرَأَ مَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا وَرَاءَهَا فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ سَلَامٍ وَهُوَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْهُ فَلْيَرْفَعْ يَدَهُ فَرَفَعَهَا فَإِذَا تَحْتَهَا آيَةُ الرَّجْمِ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَا قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ كُنْتُ فِيمَنْ رَجَمَهُمَا فَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَقِيْهَا مِنَ الْحِجَارَةِ بِنَفْسِهِ

26 – (1699)

Telah menceritakan kepadaku Al Hakam bin Musa Abu Shalih telah menceritakan kepada kami Syua’ib bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami ‘Ubaidullah dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar telah mengabarkan kepadanya:

Bahwa seorang laki-laki yahudi dan seorang wanita yahudi dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena keduanya dituduh telah berbuat zina. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas pergi hingga menemui orang-orang Yahudi, beliau kemudian bertanya: Apa yang kalian ketahui dalam Taurat tentang hukuman bagi orang yang telah berzina? mereka menjawab: Kami lumuri muka mereka dengan arang, kemudian kami naikkan kedua orang tersebut ke atas kendaraan dengan posisi berbelakang-belakangan lalu diarak keliling kota. Beliau bersabda: Jika kalian benar, coba perlihatkan kitab Tauratmu. Lalu mereka bawa kitab Taurat dan mereka membacanya di hadapan beliau. Ketika bacaannya sampai kepada ayat rajam, pemuda yang membacanya meletakkan tangannya agar bisa menutupi ayat tersebut hingga lewat sampai ayat berikutnya. Tetapi Abdullah bin Salam, yang ketika itu mendampingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, Wahai Rasulullah, suruhlah dia mengangkat tangannya. Ketika pemuda itu mengangkat tangannya, ternyata di bawah tangannya terdapat ayat rajam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya keduanya dihukum rajam, akhirnya keduanya dihukum rajam. Abdullah bin Umar berkata, Aku ikut serta merajam keduanya, aku lihat yang laki-laki berusaha melindungi wanitanya dengan tubuhnya dari lemparan-lemparan batu.

(Shahih Muslim : 1696 – 26 )

وَ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ يَعْنِي اِبْنَ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوْبَ ح و َحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي رِجَالٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْهُمْ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ أَنَّ نَافِعًا أَخْبَرَهُمْ عَنِ ابْنِ عُمَرَ

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَمَ فِي الزِّنَى يَهُودِيَّيْنِ رَجُلًا وَامْرَأَةً زَنَيَا فَأَتَتِ الْيَهُودُ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِمَا وَسَاقُوْا الْحَدِيْثَ بِنَحْوِهِ

27 – (1699)

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu ‘Ulayyah- dari Ayyub. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepadaku tokoh laki-laki dari alim ulama, di antaranya adalah Malik bin Anas, bahwa Nafi’ telah mengabarkan kepada mereka dari Ibnu Umar:

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah merajam laki-laki dan wanita Yahudi yang ketahuan berzina, lalu orang-orang Yahudi menyerahkan keduanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam …lalu mereka melanjutkan hadits seperti hadits di atas.

(Shahih Muslim : 1696 – 27 )

وَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوْنُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا مُوْسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ :

أَنَّ الْيَهُوْدَ جَاءُوْا إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ مِنْهُمْ وَامْرَأَةٍ قَدْ زَنَيَا وَسَاقَ الْحَدِيْثَ بِنَحْوِ حَدِيْثِ عُبَيْدِ اللهِ عَنْ نَافِعٍ

(1699)

Dan telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu Umar,

bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa seorang laki-laki dan seorang wanita yang telah berzina…lalu dia menyebutkan sebagaimana hadits Ubaidullah dari Nafi’.

(Shahih Muslim : 1696  )

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ كِلَاهُمَا عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُوْ مُعَاوِيَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ:

مُرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَهُودِيٍّ مُحَمَّمًا مَجْلُوْدًا فَدَعَاهُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَكَذَا تَجِدُوْنَ حَدَّ الزَّانِي فِي كِتَابِكُمْ قَالُوْا نَعَمْ فَدَعَا رَجُلًا مِنْ عُلَمَائِهِمْ فَقَالَ أَنْشُدُكَ بِاللهِ الَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوْسَى أَهَكَذَا تَجِدُوْنَ حَدَّ الزَّانِي فِي كِتَابِكُمْ قَالَ لَا وَلَوْلَا أَنَّكَ نَشَدْتَنِي بِهَذَا لَمْ أُخْبِرْكَ نَجِدُهُ الرَّجْمَ وَلَكِنَّهُ كَثُرَ فِي أَشْرَافِنَا فَكُنَّا إِذَا أَخَذْنَا الشَّرِيْفَ تَرَكْنَاهُ وَإِذَا أَخَذْنَا الضَّعِيْفَ أَقَمْنَا عَلَيْهِ الْحَدَّ قُلْنَا تَعَالَوْا فَلْنَجْتَمِعْ عَلَى شَيْءٍ نُقِيْمُهُ عَلَى الشَّرِيْفِ وَالْوَضِيْعِ فَجَعَلْنَا التَّحْمِيْمَ وَالْجَلْدَ مَكَانَ الرَّجْمِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللّهُمَّ إِنِّي أَوَّلُ مَنْ أَحْيَا أَمْرَكَ إِذْ أَمَاتُوْهُ فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ { يَا أَيُّهَا الرَّسُوْلُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَارِعُوْنَ فِي الْكُفْرِ } إِلَى قَوْلِهِ { إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوْهُ } يَقُوْلُ اُئْتُوْا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنْ أَمَرَكُمْ بِالتَّحْمِيْمِ وَالْجَلْدِ فَخُذُوْهُ وَإِنْ أَفْتَاكُمْ بِالرَّجْمِ فَاحْذَرُوْا فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى { وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُوْنَ } { وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ } { وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ } فِي الْكُفَّارِ كُلُّهَا

28 – (1700)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Abu Bakar bin Abu Syaibah keduanya dari Abu Mu’awiyah, Yahya berkata; telah mengabarkan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abdullah bin Murrah dari Al Barra` bin ‘Azib dia berkata:

Suatu ketika seorang Yahudi yang dicat hitam dan didera lewat di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau memanggil mereka seraya bersabda: Beginikah hukuman zina yang kalian dapati dalam kitab Taurat kalian? mereka menjawab, Ya benar. Lalu beliau memanggil seorang laki-laki yang tergolong dari ulama mereka, beliau bertanya: Aku mengharap kamu mau bersumpah dengan nama Allah yang telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa, betulkah begini caranya hukuman zina yang kalian dapati dalam kitab tauratmu? dia menjawab, Tidak, seandainya anda tidak menyumpahku dengan nama Allah, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada anda. Dan yang kami ketahui dalam kitab Taurat, hukumannya adalah rajam, akan tetapi biasanya hukuman itu tidak berlaku bagi pembesar-pembesar kami, jika yang tertangkap itu dari pembesar, maka kami biarkan begitu saja, akan tetapi jika yang tertangkap rakyat kecil maka kami tegakkan hukum sesuai Taurat. Akhirnya kami bermusyawarah, membicarakan hukum yang dapat kami tegakkan bagi pembesar dan rakyat biasa. Lalu kami putuskan untuk membuat hitam tubuh dan mendera pelaku zina sebagai pengganti hukum rajam. Setelah laki-laki itu selesai bicara, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ya Allah, sesungguhnya akulah orang yang pertama-tama menghidupkan kembali sunnah-Mu setelah mereka hapus perintah tersebut. Setelah itu, beliau memerintahkan supaya Yahudi yang berzina itu dihukum rajam, lalu Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat: ‘(Wahai rasul, janganlah kamu merasa sedih, karena orang-orang yang bersegera menuju kekafiran -hingga firman-Nya- Jika diberikan ini kepadamu, maka terimalah) ‘ (Qs. Al Maidah: 41).  Orang-orang Yahudi berkata, Datanglah kalian kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, jika beliau memutuskan hukuman kepadamu dengan menghitamkan tubuh dan didera, maka terimalah, namun jika dia berfatwa kepadamu dengan hukuman rajam, maka waspadalah. Maka Allah Ta’ala menurunkan ayat: ‘(Barangsiapa tidak berhukum dengan sesuatu yang telah di turunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Dan barangsiapa tidak berhukum dengan sesuatu yang telah diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang Zhalim. Dan barangsiapa tidak berhukum dengan sesuatu yang telah di turunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik’ (Qs. Al Maidah: 44- 47). Hal ini juga berlaku kepada orang-orang kafir semuanya.

(Shahih Muslim : 1700 – 28 )

حَدَّثَنَا اِبْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُوْ سَعِيْدٍ الْأَشَجُّ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ إِلَى قَوْلِهِ فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُجِمَ وَلَمْ يَذْكُرْ مَا بَعْدَهُ مِنْ نُزُوْلِ الْآيَةِ

(1700)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Abu Sa’id Al Asyaj keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’masy dengan isnad seperti ini sampai kepada perkataannya, Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk merajamnya, akhirnya dia pun dirajam. Dan tidak menyebutkan sesuatu setelahnya seperti turunnya ayat.

(Shahih Muslim : 1700 )

وَ حَدَّثَنِي هَارُوْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ اِبْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُوْلُ :

رَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ وَرَجُلًا مِنَ الْيَهُوْدِ وَامْرَأَتَهُ

28 م – (1701)

Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad dia berkata; Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah merajam seorang laki-laki dan wanita Yahudi yang berzina.

(Shahih Muslim : 1701 – m 28 )

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَامْرَأَةً

(1701)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Rauh bin ‘Ubadah telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dengan isnad seperti ini, namun dia menyebutkan, Dan seorang wanita.

(Shahih Muslim : 1701 )

وَ حَدَّثَنَا أَبُوْ كَامِلٍ اَلْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الشَّيْبَانِيِّ قَالَ:

سَأَلْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى هَلْ رَجَمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ قَالَ قُلْتُ بَعْدَ مَا أُنْزِلَتْ سُورَةُ النُّورِ أَمْ قَبْلَهَا قَالَ لَا أَدْرِي

29 – (1702)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al Jahdari telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Sulaiman Asy Syaibani dia berkata, aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa. (dalam jalur lain disebutkan)  Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah sedangkan lafadznya dari dia, telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Abu Ishaq Asy Syaibani dia berkata:

Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Abu Aufa, Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melaksanakan hukuman rajam? dia menjawab, Ya, benar. Aku bertanya, Apakah beliau melakukan hal itu setelah turunnya surat An Nuur atau sebelumnya? dia menjawab, Aku tidak tahu.

(Shahih Muslim : 1702 – 29 )

وَ حَدَّثَنِي عِيْسَى بْنُ حَمَّادٍ الْمِصْرِيُّ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ أَبِي سَعِيْدٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:

إِذَا زَنَتْ أَمَةُ أَحَدِكُمْ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَجْلِدْهَا الْحَدَّ وَلَا يُثَرِّبْ عَلَيْهَا ثُمَّ إِنْ زَنَتْ فَلْيَجْلِدْهَا الْحَدَّ وَلَا يُثَرِّبْ عَلَيْهَا ثُمَّ إِنْ زَنَتِ الثَّالِثَةَ فَتَبَيَّنَ زِنَاهَا فَلْيَبِعْهَا وَلَوْ بِحَبْلٍ مِنْ شَعَرٍ

30 – (1703)

Dan telah menceritakan kepadaku Isa bin Hammad Al Mishir telah mengabarkan kepada kami Laits dari Sa’id bin Abu Abu Sa’id dari ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa dia mendengarnya berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

Apabila salah seorang dari sahaya perempuan kalian jelas-jelas berzina, maka hukumlah dia dengan hukuman dera, dan jangan sekali-kali kamu memakinya. Kemudian jika dia melakukan zina lagi, maka deralah dia, dan jangan sekali-kali kamu memakinya. Dan jika dia masih melakukan zina pada kali ketiganya, sedangkan tuduhan zina memang terbukti padanya, maka juallah dia walaupun seharga seutas tali rambut.

(Shahih Muslim : 1703 – 30 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: