Menyholatkan jenazah di dalam masjid

وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ اَلسَّعْدِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ الْحَنْظَلِيُّ وَاللَّفْظُ لِإِسْحَقَ قَالَ عَلِيٌّ حَدَّثَنَا وَقَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ:

أَنَّ عَائِشَةَ أَمَرَتْ أَنْ يَمُرَّ بِجَنَازَةِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ فِي الْمَسْجِدِ فَتُصَلِّيَ عَلَيْهِ فَأَنْكَرَ النَّاسُ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَقَالَتْ مَا أَسْرَعَ مَا نَسِيَ النَّاسُ مَا صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ بْنِ الْبَيْضَاءِ إِلاَّ فِي الْمَسْجِدِ

99 – (973)

Dan telah menceritakan kepadaku Ali bin Hujr As Sa’di dan Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali -sedangkan lafazhnya milik Ishaq- Ali berkata, telah menceritakan kepada kami -sementara Ishaq berkata- telah mengabarkan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Abdul Wahid bin Hamzah dari Abbad bin Abdullah bin Zubair :

Bahwa Aisyah menyuruh orang-orang agar membawa jenazah Sa’ad bin Abu Waqash ke Masjid untuk dishalatkan di situ. Tetapi mereka tidak mengindahkan perintah tersebut, maka Aisyah pun berkata, Alangkah cepatnya orang lupa, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menshalatkan Suhail bin Baidla` di Masjid.

(Shahih Muslim : 973 – 99)

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا مُوْسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ:

أَنَّهَا لَمَّا تُوُفِّيَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ أَرْسَلَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمُرُّوْا بِجَنَازَتِهِ فِي الْمَسْجِدِ فَيُصَلِّيْنَ عَلَيْهِ فَفَعَلُوْا فَوُقِفَ بِهِ عَلَى حُجَرِهِنَّ يُصَلِّيْنَ عَلَيْهِ أُخْرِجَ بِهِ مِنْ بَابِ الْجَنَائِزِ الَّذِي كَانَ إِلَى الْمَقَاعِدِ فَبَلَغَهُنَّ أَنَّ النَّاسَ عَابُوْا ذَلِكَ وَقَالُوْا مَا كَانَتِ الْجَنَائِزُ يُدْخَلُ بِهَا الْمَسْجِدَ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَائِشَةَ فَقَالَتْ مَا أَسْرَعَ النَّاسَ إِلَى أَنْ يَعِيبُوْا مَا لاَ عِلْمَ لَهُمْ بِهِ عَابُوْا عَلَيْنَا أَنْ يُمَرَّ بِجَنَازَةٍ فِي الْمَسْجِدِ وَمَا صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ بْنِ بَيْضَاءَ إِلاَّ فِي جَوْفِ الْمَسْجِدِ

100 – (973)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim Telah menceritakan kepada kami Bahz Telah menceritakan kepada kami Wuhaib Telah menceritakan kepada kami Musa bin Uqbah dari Abdul Wahid dari Abbad bin Abdullah bin Zubair ia menceritakan dari Aisyah :

Bahwa ketika Sa’d bin Abi Waqash meninggal dunia, para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan orang-orang agar membawa jenazahnya ke masjid untuk dishalatkan (di situ). Permintaan tersebut mereka penuhi, maka dibawalah jenazah tersebut ke muka kamar para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mereka shalatkan. Kemudian dibawa kembali keluar melalui pintu jenazah yang berhubungan dengan tempat duduk. Tidak berapa lama kemudian sampailah kabar kepada para istri nabi bahwa orang-orang banyak mencela perbuatan mereka itu. Mereka berkata, Jenazah tidak boleh dibawa ke masjid. Ucapan orang banyak itu sampai pula kepada Aisyah. Maka Aisyah pun berkata, Alangkah cepatnya orang-orang mencela apa yang tidak mereka ketahui. Mereka mencela kami membawa jenazah ke masjid. Padahal tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan Suhail bin Baidla` kecuali di dalam masjid.

(Shahih Muslim : 973 – 100)

وَ حَدَّثَنِي هَارُوْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ رَافِعٍ قَالاَ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا الضَّحَّاكُ يَعْنِي اِبْنَ عُثْمَانَ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ :

أَنَّ عَائِشَةَ لَمَّا تُوُفِّيَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَتْ اُدْخُلُوُا بِهِ الْمَسْجِدَ حَتَّى أُصَلِّيَ عَلَيْهِ فَأُنْكِرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَقَالَتْ وَاللهِ لَقَدْ صَلَّى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ابْنَيْ بَيْضَاءَ فِي الْمَسْجِدِ سُهَيْلٍ وَأَخِيْهِ (قَالَ مُسْلِم) سُهَيْلُ بْنُ دَعْدٍ وَهُوَ اِبْنُ الْبَيْضَاءِ أُمُّهُ بَيْضَاءُ

101 – (973)

Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Abdullah dan Muhammad bin Rafi’ -lafazhnya juga milik Ibnu Rafi’- keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik telah mengabarkan kepada kami Adl Dlahak yakni Ibnu Utsman, dari Abu Nadlr dari Abu Salamah bin Abdurrahman :

Bahwa ketika Sa’d bin Abu Waqash meninggal, Aisyah berkata, Masukkanlah ia ke dalam masjid hingga aku bisa menshalatkannya. Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata, Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menshalatkan jenazah dua orang  putra Baidla` di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya. (Imam Muslim berkata); Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla`, dan ibunya adalah Baidla`.

(Shahih Muslim : 973 – 101)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: