Memandikan Jenazah

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا يَزِيْدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيْرِيْنَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ:

دَخَلَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ اِبْنَتَهُ فَقَالَ اِغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُوْرًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُوْرٍ فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي فَلَمَّا فَرَغْنَا آذَنَّاهُ فَأَلْقَى إِلَيْنَا حَقْوَهُ فَقَالَ أَشْعِرْنَهَا إِيَّاهُ

36 – (939)

 

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Ayyub dari Muhammad bin Sirin dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemui kami yang sedang memandikan putrinya. Kemudian beliau pun bersabda: Mandikanlah ia sebanyak tiga atau lima kali, atau pun lebih dari itu. Setelah itu, gunakanlah adukan air dan daun bidara. Sedangkan untuk siraman terakhir, gunakanlah kapur barus, atau sejenis kapur barus. Setelah selesai, beritahukanlah padaku. Setelah selesai memandikan, kami pun memberitahukan kepada beliau, dan beliau langsung memberikan kainnya pada kami dan bersabda: Kenakanlah pada bagian bawah badannya.

(Shahih Muslim : 939 – 36 )

 

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا يَزِيْدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيْرِيْنَ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيْرِيْنَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ:

مَشَطْنَاهَا ثَلاَثَةَ قُرُونٍ

37 – (939)

 

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai’ dari Ayyub dari Muhammad bin Sirin dari Hafshah binti Sirin dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata:

Kami memintal rambutnya menjadi tiga.

(Shahih Muslim : 939 – 37 )

 

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ ح وَحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيْعِ الزَّهْرَانِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ ح وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ حَدَّثَنَا اِبْنُ عُلَيَّةَ كُلُّهُمْ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ:

تُوُفِّيَتْ إِحْدَى بَنَاتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي حَدِيْثِ ابْنِ عُلَيَّةَ قَالَتْ أَتَانَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ اِبْنَتَهُ وَفِي حَدِيْثِ مَالِكٍ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تُوُفِّيَتْ اِبْنَتُهُ بِمِثْلِ حَدِيْثِ يَزِيْدَ بْنِ زُرَيْعٍ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ

38 – (939)

 

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -dalam jalur lain- Telah menceritakan kepada kamiAbu Rabi’ Az Zahrani dan Qutaibah bin Sa’id keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah semuanya dari Ayyub dari Muhammad dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata:

Salah seorang putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal.Sementara di dalam hadits Ibnu Ulayyah; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemui kami yang sedang memandikan mayit putrinya. Sedangkan di dalam haditsnya Malik; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemui kami saat anak putrinya meninggal. Serupa dengan hadits Yazid bin Zurai’ dari Ayyub dari Muhamamd dari Ummu ‘Atyiyyah.

(Shahih Muslim : 939 – 38 )

 

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ بِنَحْوِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكِ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكِ فَقَالَتْ حَفْصَةُ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ وَجَعَلْنَا رَأْسَهَا ثَلاَثَةَ قُرُونٍ

39 – (939)

 

Dan menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Hafshah dari Ummu Athiyyah dengan hadits yang semisal, hanyasaja ia mengatakan ‘tiga kali atau lima kali atau tujuh kali atau lebih banyak dari itu. Maka Hafshah berkata dari Ummu ‘Athiyah, Dan kami memintal rambutnya menjadi tiga.

(Shahih Muslim : 939 – 39 )

 

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ حَدَّثَنَا اِبْنُ عُلَيَّةَ وَأَخْبَرَنَا أَيُّوْبُ قَالَ وَقَالَتْ حَفْصَةُ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ:

اِغْسِلْنَهَا وِتْرًا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا قَالَ وَقَالَتْ أُمُّ عَطِيَّةَ مَشَطْنَاهَا ثَلاَثَةَ قُرُوْنٍ

(939)

 

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah dan telah mengabarkan kepada kami Ayyub ia berkata, dan telah berkata Hafshah dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata:

Mandikanlah ia (puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) dengan bilangan ganjil, yakni tiga, lima atau tujuh kali. Ummu ‘Atyhiyyah juga berkata, Dan kami memintal rambutnya menjadi tiga pintalan.

(Shahih Muslim : 939  )

 

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ جَمِيْعًا عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَازِمٍ أَبُوْ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيْرِيْنَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ:

لَمَّا مَاتَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَغْسِلْنَهَا وِتْرًا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا وَاجْعَلْنَ فِي الْخَامِسَةِ كَافُوْرًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُوْرٍ فَإِذَا غَسَلْتُنَّهَا فَأَعْلِمْنَنِي قَالَتْ فَأَعْلَمْنَاهُ فَأَعْطَانَا حَقْوَهُ وَقَالَ أَشْعِرْنَهَا إِيَّاهُ

40 – (939)

 

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Amru An Naqid semuanya dari Abu Mu’awiyah – Amru berkata- Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khazim Abu Mu’awiyah Telah menceritakan kepada kami Ashim Al Ahwal dari Hafshah binti Sirin dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata:

Ketika Zainad binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami, Mandikanlah ia dengan bilangan ganjil, tiga, lima atau tujuh. Dan pada bilangan ke lima, campurkanlah dengan kapur barus atau sesuatu dari jenis kapur barus. Dan jika kalian telah usai memandikannya, maka beritahukanlah padaku. Ummu ‘Athiyyah berkata, Setelah itu, kami memberitahukan kepada beliau, sehingga beliau pun memberikan kainnya dan beliau bersabda: Kenakan padanya.

(Shahih Muslim : 939 – 40 )

 

وَحَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ هَارُوْنَ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيْرِيْنَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَتَانَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ إِحْدَى بَنَاتِهِ فَقَالَ:

اَغْسِلْنَهَا وِتْرًا خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكِ بِنَحْوِ حَدِيْثِ أَيُّوْبَ وَعَاصِمٍ وَقَالَ فِي الْحَدِيْثِ قَالَتْ فَضَفَرْنَا شَعْرَهَا ثَلاَثَةَ أَثْلاَثٍ قَرْنَيْهَا وَنَاصِيَتَهَا

41 – (939)

 

Dan telah menceritakan kepada kami Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Hassan dari Hafshah binti Sirin dari Ummu ‘Athiyyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui kami, sementara kami sedang memandikan salah seorang putrinya. Beliau bersabda:

Mandikanlah ia dengan bilangan yang ganjil, lima atau lebih dari itu. yakni serupa dengan hadits Ayyub dan ‘Ashim. Kemudian di dalam hadits ia mengatakan; Lalu kami memintal rambutnya dengan tiga pintalan, yakni pada kedua tanduknya dan satu pada ubun-ubunnya.

(Shahih Muslim : 939 – 41 )

 

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ خَالِدٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيْرِيْنَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ أَمَرَهَا أَنْ تَغْسِلَ اِبْنَتَهُ قَالَ لَهَا:

اِبْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا وَمَوَاضِعِ الْوُضُوْءِ مِنْهَا

42 – (939)

 

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Husyaim dari Khalid dari Hafshah binti Sirin dari Ummu ‘Athiyyah bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkannya untuk memandikan jenazah putrinya, beliau bersabda:

Mandikanlah mulai dari sebelah kanannya dan (dahulukan) anggota wudlunya.

(Shahih Muslim : 939 – 42 )

 

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَأَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ كُلُّهُمْ عَنِ ابْنِ عُلَيَّةَ قَالَ أَبُوْ بَكْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ خَالِدٍ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لَهُنَّ فِي غَسْلِ اِبْنَتِهِ اِبْدَأْنَ بِمَيَامِنِهَا وَمَوَاضِعِ الْوُضُوْءِ مِنْهَا

43 – (939)

 

 

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Amru An Naqid semuanya dari Ibnu Ulayyah – Abu Bakr berkata- telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ulayyah dari Khalid dari Hafshah dari Ummu ‘Athiyyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada mereka (ketika hendak memandikan jenazah putrinya):

Mulailah dari sebelah kanannya dan (dahulukanlah) anggota wudlunya.

(Shahih Muslim : 939 – 43 )

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: