Seorang mayit akan disiksa karena keluarga menangisinya

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ جَمِيْعًا عَنِ ابْنِ بِشْرٍ قَالَ أَبُوْ بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ اَلْعَبْدِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ

حَدَّثَنَا نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ أَنَّ حَفْصَةَ بَكَتْ عَلَى عُمَرَ فَقَالَ مَهْلاً يَا بُنَيَّةُ أَلَمْ تَعْلَمِي أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

16 – (927)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Abdullah bin Numair semuanya dari Ibnu Bisyr – Abu Bakr berkata- Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr Al Abdi dari Ubaidullah bin Umar ia berkata:

Telah menceritakan kepada kami Nafi’ dari Abdullah bahwa Hafshah menangisi ayahya yaitu Umar bin Khaththab, maka Umar pun berkata, “Sabarlah anakku, apakah kamu tidak tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ‘Sesungguhnya mayit itu akan disiksa lantaran tangisan keluarganya atasnya.'”

(Shahih Muslim : 927 – 16 )

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

اَلْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيْحَ عَلَيْهِ

17 – (927)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah ia berkata, saya mendengar Qatadah menceritakan dari Sa’id bin Al Musayyab dari Ibnu Umar dari Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Mayit itu akan disiksa di dalam kuburnya, lantara ratapan yang ditujukan atasnya.”

(Shahih Muslim : 927 – 17 )

 

وَحَدَّثَنَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيْدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

اَلْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيْحَ عَلَيْهِ

(927)

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Sa’id dari Qatadah dari Sa’id bin Al Musayyab dari Ibnu Umar dari Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Mayit itu akan disiksa di dalam kuburnya, lantara ratapan yang ditujukan atasnya.”

(Shahih Muslim : 927 )

 

وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:

لَمَّا طُعِنَ عُمَرُ أُغْمِيَ عَلَيْهِ فَصِيْحَ عَلَيْهِ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ أَمَا عَلِمْتُمْ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ

18 – (927)

 

Telah menceritakan kepadaku Ali bin Hujr As Sa’di telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Ibnu Umar ia berkata:

Ketika khalifah Umar ditikam orang, beliau jatuh pingsan dan orang-orang pun meratapinya. Setelah siuman, Umar berkata, Tidakkah kalian tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya mayit itu benar-benar akan disiksa lantara tangisan mereka yang hidup.’

(Shahih Muslim : 927 – 18 )

 

حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ:

لَمَّا أُصِيْبَ عُمَرُ جَعَلَ صُهَيْبٌ يَقُوْلُ وَا أَخَاهْ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا صُهَيْبُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ

19 – (927)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Asy Syaibani dari Abu Burdah dari bapaknya ia berkata:

Ketika Umar ditikam, Shuhaib berkata (sambil meratap), “Duhai sahabatku.” Maka Umar pun berkata kepadanya, “Wahai Shuhaib, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya mayit itu benar-benar akan disiksa lantaran tangisan orang yang masih hidup.'”

(Shahih Muslim : 927 – 19 )

 

وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ صَفْوَانَ أَبُو يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوْسَى عَنْ أَبِي مُوْسَى قَالَ :

لَمَّا أُصِيْبَ عُمَرُ أَقْبَلَ صُهَيْبٌ مِنْ مَنْزِلِهِ حَتَّى دَخَلَ عَلَى عُمَرَ فَقَامَ بِحِيَالِهِ يَبْكِي فَقَالَ عُمَرُ عَلاَمَ تَبْكِي أَعَلَيَّ تَبْكِي قَالَ إِي وَاللهِ لَعَلَيْكَ أَبْكِي يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ وَاللهِ لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يُبْكَى عَلَيْهِ يُعَذَّبُ قَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِمُوسَى بْنِ طَلْحَةَ فَقَالَ كَانَتْ عَائِشَةُ تَقُوْلُ إِنَّمَا كَانَ أُولَئِكَ الْيَهُودَ

20 – (927)

Telah menceritakan kepadaku Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Syu’aib bin Shafwan Abu Yahya dari Abdul Malik bin Umair dari Abu Burdah Abu Musa dari Abu Musa ia berkata:

Ketika khalifah Umar dapat musibah (ditikam orang) Shuhaib datang ke rumahnya. Sesampainya disana, ia berdiri di dekat Umar sambil menangis. Maka Umar pun bertanya, Kenapa kamu menangis, apakah kamu menangisiku? Shuhaib menjawab, Ya, demi Allah, aku menangisi Anda wahai Amirul mukminin. Umar berkata, Demi Allah, aku ingat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ‘Siapa yang ditangisi, maka ia akan disiksa.’

Maka saya pun menuturkan hal itu kepada Musa bin Thalhah, ia pun berkata, Aisyah berkata; Bahwa hal itu hanya akan terjadi pada orang-orang Yahudi.

(Shahih Muslim : 927 – 20 )

 

وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ :

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ لَمَّا طُعِنَ عَوَّلَتْ عَلَيْهِ حَفْصَةُ فَقَالَ يَا حَفْصَةُ أَمَا سَمِعْتِ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ اَلْمُعَوَّلُ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ وَعَوَّلَ عَلَيْهِ صُهَيْبٌ فَقَالَ عُمَرُ يَا صُهَيْبُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْمُعَوَّلَ عَلَيْهِ يُعَذَّبُ

21 – (927)

Dan telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami ‘Affan bin Muslim telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dariAnas :

Bahwa ketika Umar ditikam, maka Hafshah pun menangisinya dengan suara yang keras, maka seketika itu Umar berkata, Wahai Hafshah, tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Orang yang ditangisi, akan disiksa.’ Kemudian Shuhaib pun ikut menangis dengan mengangkat suara, maka Umar berkata, Wahai Shuhaib, tidakkah kamu tahu bahwa orang yang ditangisi akan diadzab?

(Shahih Muslim : 927 – 21 )

وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ

 

حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا أَيُّوْبُ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ:

كُنْتُ جَالِسًا إِلَى جَنْبِ اِبْنِ عُمَرَ وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ جَنَازَةَ أُمِّ أَبَانَ بِنْتِ عُثْمَانَ وَعِنْدَهُ عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ فَجَاءَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُوْدُهُ قَائِدٌ فَأُرَاهُ أَخْبَرَهُ بِمَكَانِ ابْنِ عُمَرَ فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ إِلَى جَنْبِي فَكُنْتُ بَيْنَهُمَا فَإِذَا صَوْتٌ مِنَ الدَّارِ فَقَالَ اِبْنُ عُمَرَ كَأَنَّهُ يَعْرِضُ عَلَى عَمْرٍو أَنْ يَقُوْمَ فَيَنْهَاهُمْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ قَالَ فَأَرْسَلَهَا عَبْدُ اللهِ مُرْسَلَةً

22 – (928)

Telah menceritakan kepada kami Dawud bin Rusyaid telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ulayyah telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abdullah bin Abu Mulaikah ia berkata;

Aku pernah duduk di sisi Ibnu Umar dalam rangka menunggu jenazah Ummu Aban binti Utsman, sedangkan di sisinya juga ada Amru bin Utsman. Kemudian datanglah Ibnu Abbas dengan dituntun oleh seseorang yang memberitahukan kepadanya tempat Ibnu Umar. Lalu datanglah Ibnu Abbas dan duduk di sampingku. Sedangkan aku berada di antara keduanya. Tiba-tiba terdengarlah suara dari dalam rumah, maka Ibnu Umar berkata seolah menunjuk kepada Amru agar berdiri dan melarang mereka. ia berkata; Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya mayit itu benar-benar akan disiksa lantaran tangisan keluarganya.’ Lalu Abdullah pun mengirimkan utusan.

(Shahih Muslim : 928 – 22 )

فَقَالَ اِبْنُ عَبَّاسٍ كُنَّا مَعَ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْبَيْدَاءِ إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ نَازِلٍ فِي ظِلِّ شَجَرَةٍ فَقَالَ لِي اِذْهَبْ فَاعْلَمْ لِي مَنْ ذَاكَ الرَّجُلُ فَذَهَبْتُ فَإِذَا هُوَ صُهَيْبٌ فَرَجَعْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ إِنَّكَ أَمَرْتَنِي أَنْ أَعْلَمَ لَكَ مَنْ ذَاكَ وَإِنَّهُ صُهَيْبٌ قَالَ مُرْهُ فَلْيَلْحَقْ بِنَا فَقُلْتُ إِنَّ مَعَهُ أَهْلَهُ قَالَ وَإِنْ كَانَ مَعَهُ أَهْلُهُ وَرُبَّمَا قَالَ أَيُّوْبُ مُرْهُ فَلْيَلْحَقْ بِنَا فَلَمَّا قَدِمْنَا لَمْ يَلْبَثْ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِينَ أَنْ أُصِيْبَ فَجَاءَ صُهَيْبٌ يَقُوْلُ وَا أَخَاهْ وَا صَاحِبَاهْ فَقَالَ عُمَرُ أَلَمْ تَعْلَمْ أَوَ لَمْ تَسْمَعْ قَالَ أَيُّوْبُ أَوْ قَالَ أَوَ لَمْ تَعْلَمْ أَوَ لَمْ تَسْمَعْ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبَعْضِ بُكَاءِ أَهْلِهِ قَالَ فَأَمَّا عَبْدُ اللهِ فَأَرْسَلَهَا مُرْسَلَةً وَأَمَّا عُمَرُ فَقَالَ بِبَعْضِ

(927)

Ibnu Abbas berkata; Kami pernah bersama Amirul Mukminin Umar bin Al Khaththab. Ketika kami tiba di Al Baida`, tiba-tiba ia melihat seorang laki-laki yang sedang singgah di bahwa naungan pohon, maka ia pun berkata padaku, Pergi dan beritahukanlah aku, siapa sebenarnya laki-laki itu. Aku pun pergi, dan ternyata laki-laki itu adalah Shuhaib. Kemudian aku kembali dan berkata, Anda telah memerintahkanku untuk mencari tahu siapakah lelaki itu, ia adalah Shuhaib. Umar berkata, Perintahkanlah padanya agar ia mau pergi bersama kita. Aku berkata,Sesungguhnya ia bersama keluarganya. Umar berkata, Meskipun ia bersama keluarganya. Sepertinya Ayyub berkata; Perintahkanlah padanya, agar ia mau pergi bersama kita. Ketika kami sampai dan Amirul Mukminin belum lama tinggal, datanglah Shuhaib dan berkata, Wahai saudaraku, wahai temanku..! Umar pun berkata, Tidakkah kamu mendengar -Ayyub berkata- tidakkah kamu mengetahui -atau- tidakkah kamu dengar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ‘Sesungguhnya mayit itu benar-benar akan disiksa lantaran tangisan keluarganya.’ Abdullah mengutus utusan, sedangkan Umar maka ia berkata:

Dengan sebagian.

(Shahih Muslim : 927 )

 

 فَقُمْتُ فَدَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَحَدَّثْتُهَا بِمَا قَالَ اِبْنُ عُمَرَ فَقَالَتْ لاَ وَاللهِ مَا قَالَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطُّ إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَحَدٍ وَلَكِنَّهُ قَالَ إِنَّ الْكَافِرَ يَزِيْدُهُ اللهُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَذَابًا وَإِنَّ اللهَ لَهُوَ { أَضْحَكَ وَأَبْكَى } { وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى } قَالَ أَيُّوْبُ قَالَ اِبْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ لَمَّا بَلَغَ عَائِشَةَ قَوْلُ عُمَرَ وَابْنِ عُمَرَ قَالَتْ إِنَّكُمْ لَتُحَدِّثُونِّي عَنْ غَيْرِ كَاذِبَيْنِ وَلاَ مُكَذَّبَيْنِ وَلَكِنَّ السَّمْعَ يُخْطِئُ

(929)

Lalu aku pun berdiri dan menemui Aisyah. Kemudian kuceritakan kepadanya apa yang telah diungkapkan Ibnu Umar. Aisyah berkata; Tidak, demi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak pernah bersabda: ‘Sesungguhnya mayit itu benar-benar akan disiksa lantaran tangisan seseorang.’ Akan tetapi yang beliau sabdakan adalah: ‘Sesungguhnya bagi orang kafir, maka Allah akan menambahkan (siksaan padanya) karena tangisan keluarganya. Dan sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain.’ Ayyub berkata;Ibnu Abu Mulaikah berkata; telah menceritakan kepadaku Al Qasim bin Muhammad ia berkata; Ketika ungkapan Umar dan Ibnu sampai pada Aisyah, ia pun berkata, Kalian telah menceritakan (hadits) kepadaku dari seorang yang bukan termasuk golongan para pendusta. Akan tetapi telingalah yang salah mendengar.

(Shahih Muslim : 929 )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: