Hukum menggunakan lafal “budak lelaki”, “budak perempuan”, “baginda” dan “tuan”

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلاَءِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

لاَ يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي وَأَمَتِي كُلُّكُمْ عَبِيْدُ اللهِ وَكُلُّ نِسَائِكُمْ إِمَاءُ اللهِ وَلَكِنْ لِيَقُلْ غُلاَمِي وَجَارِيَتِي وَفَتَايَ وَفَتَاتِي

13- (2249)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ja’far dari Al’Ala dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu berkata; ‘Abdi (hai budakku) atau Amati (hai budak perempuanku/sahayaku), karena kamu semua adalah ‘Abiidullah (budak atau hamba Allah) dan kaum wanita adalah Imaaullah (hamba sahaya Allah). Tetapi katakanlah; Ghulaami (pelayanku) dan Jariyati (pelayan perempuanku) atau Faataya (pemudaku) dan Fataati (pemudiku).

(Shahih Muslim : 2249 – 13 )

 

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

لاَ يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي فَكُلُّكُمْ عَبِيْدُ اللهِ وَلَكِنْ لِيَقُلْ فَتَايَ وَلاَ يَقُلِ اَلْعَبْدُ رَبِّي وَلَكِنْ لِيَقُلْ سَيِّدِي

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُوْ كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُوْ مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُوْ سَعِيْدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ كِلاَهُمَا عَنِ اْلأَعْمَشِ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَفِي حَدِيْثِهِمَا وَلاَ يَقُلِ الْعَبْدُ لِسَيِّدِهِ مَوْلاَيَ وَزَادَ فِي حَدِيْثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ فَإِنَّ مَوْلاَكُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

14- (2249)

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu berkata; ‘Abdi (hai budakku) karena kamu semua adalah ‘Abiidullah (budak atau hamba Allah)  Tetapi katakanlah: Faataya (pemudaku). Dan jangan pula seorang pelayan memanggil majikannya: Robbi (Tuhanku), tetapi ucapkanlah: Sayyidi (majikanku atau tuanku).

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al Asyaj; Telah menceritakan kepada kami Waki’ keduanya dari Al A’masy melalui jalur ini. Dan di dalam Hadits keduanya disebutkan:

‘Dan janganlah seorang pelayan memanggil tuannya dengan kalimat ‘Maulaaya’ karena di dalam Hadits Abu Mu’awiyah di sebutkan; ‘Sesungguhnya ‘Maulaakum’ (pelindungmu) adalah Allah Azza wa Jalla.

(Shahih Muslim : 2249 – 14 )

 

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيْثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

لاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ اِسْقِ رَبَّكَ أَطْعِمْ رَبَّكَ وَضِّئْ رَبَّكَ وَلاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ رَبِّي وَلْيَقُلْ سَيِّدِي مَوْلاَيَ وَلاَ يَقُلْ أَحَدُكُمْ عَبْدِي أَمَتِي وَلْيَقُلْ فَتَايَ فَتَاتِي غُلاَمِي

15- (2248)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq; Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabih dia berkata; Inilah yang telah diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dia menyebutkan beberapa Hadits di antaranya; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah salah seorang dari kalian berkata; Beri minum robmuu, beri makan robmu, wudlukan robmu,  dan janganlah salah seorang dari kalian berkata; Robby akan tetapi hendaklah ia berkata; Tuanku, majikanku,  dan janganlah salah seorang dari kalian berkata; Hamba laki-lakiku dan hamba perempuanku, akan tetapi katakanlah, Anak mudaku, dan anak mudiku serta anak laki-lakiku.

(Shahih Muslim : 2248 – 15 )

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: