Memakai wewangian dan bersiwak (menggosok gigi) ketika hari jum’at

وَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ اَلْعَامِرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ سَعِيْدَ بْنَ أَبِي هِلاَلٍ وَبُكَيْرَ بْنَ اْلأَشَجِّ حَدَّثَاهُ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَسِوَاكٌ وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيْبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ إِلاَّ أَنَّ بُكَيْرًا لَمْ يَذْكُرْ عَبْدَ الرَّحْمَنِ وَقَالَ فِي الطِّيْبِ وَلَوْ مِنْ طِيْبِ الْمَرْأَةِ

7 – (846)

Dan telah menceritakan kepada kami Amru bin Sawwad Al Amiri telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepada kami Amru bin Harits bahwa Sa’id bin Abu Hilal dan Bukair bin Al Asyaj keduanya telah menceritakan kepadanya dari Abu Bakr bin Al Munkadir dari Amru bin Sulaim dari Abdurrahman bin Abu Sa’id  Al  Khudri  dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Mandi pada hari jum’at adalah wajib bagi setiap muslim yang muhtalim (telah dewasa). Begitu pula menggosok gigi, memakai wewangian sekedar yang dapat ia lakukan. Kemudian Bukair tidak menyebutkan Abdurrahman. Dan ia berkata, berkenaan dengan wewangian: Meskipun dengan wewangian wanita.

(Shahih Muslim : 846 – 7 )

حَدَّثَنَا حَسَنُ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيْمُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ طَاوُسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ:

أَنَّهُ ذَكَرَ قَوْلَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْغُسْلِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَالَ طَاوُسٌ فَقُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ وَيَمَسُّ طِيْبًا أَوْ دُهْنًا إِنْ كَانَ عِنْدَ أَهْلِهِ قَالَ لاَ أَعْلَمُهُ

8 – (848)

وَ حَدَّثَنَاه إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ ح و حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ كِلاَهُمَا عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ

(848)

Telah menceritakan kepada kami Hasan Al Hulwani telah menceritakan kepada kami Rauh bin Ubadah telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan  kepadaku Ibrahim bin Maisarah  dari  Thawus  dari Ibnu Abbas:

Bahwa ia menyebutkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai mandi pada hari Jum’at. Thawus berkata; Lalu saya bertanya kepada Ibnu Abbas, Apakah beliau memakai wewangian atau minyak wangi saat berada bersama keluarganya?  Ibnu Abbas menjawab, Saya tidak tahu.

(Shahih Muslim : 848 – 8 )

Dan telah menceritakannya kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Bakar -dalam jalur lain- Dan Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Adl Dhahhak bin Makhlad keduanya dari Ibnu Juraij dengan isnad ini.

(Shahih Muslim : 848 )

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

حَقٌّ  ِللهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ

9 – (849)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Merupakan hak Allah atas setiap muslim untuk mandi di setiap tujuh hari sekali, dengan mencuci kepala dan seluruh badannya.

(Shahih Muslim : 849 – 9 )

وَ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيْمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ اَلسَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ

10 – (850)

Dan Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -sesuai yang telah dibacakan kepadanya- dari Sumayy Maula Abu Bakar, dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang mandi seperti mandi janabah pada hari jum’at, kemudian ia pergi ke masjid pada waktu yang pertama, maka pahalanya seperti pahala berkurban seekor unta. Siapa yang pergi ke masjid pada waktu kedua, maka pahalanya seperti berkorban seekor sapi. Dan siapa yang pergi ke masjid pada waktu yang ketiga, maka pahalanya seperti berkurban seekor kambing. Dan siapa yang pergi ke masjid pada waktu yang keempat, maka pahalanya seperti pahala berkorban dengan seekor ayam. Dan siapa yang tiba di masjid pada waktu yang kelima, maka pahalanya seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar, para malaikat hadir untuk mendengarkan khutbah (dan tidak ada lagi yang mencatat setelah itu).

(Shahih Muslim : 850 – 10 )

font-size: 180%; line-height: 150%; color: #000000;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: