Tentang Hawwa, Penghianatan wanita pada suami dan Makanan yang basi

حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ مَعْرُوْفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا يُوْنُسَ مَوْلَى أَبِي هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ

62 – (1470)

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf  telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Harits bahwa Abu Yunus budak Abu Hurairah  telah menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

Sekiranya bukan karena (kesalahan) Hawwa`, niscaya seorang wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya.

(Shahih Muslim 1470 – 62)

 

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيْثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

لَوْلاَ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ لَمْ يَخْبُثِ الطَّعَامُ وَلَمْ يَخْنَزِ اللَّحْمُ وَلَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ

63 – (1470)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata; Ini seperti apa yang diceritakan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dia menyebutkan beberapa hadits, di antaranya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Kalau bukan karena (kesalahan) Bani Isra`il, niscaya makanan dan daging kita tidak akan basi, dan sekiranya bukan karena (kesalahan) Hawwa`, niscaya seorang wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya.

(Shahih Muslim 1470 – 63)

 

 

 

2 Tanggapan

  1. ternyata demikian ya. tapi tetep gak bisa dijadikan pembenaran bahwa khianat bermunculan karena ada wanita. ttg bani israil al quran banyak bercerita. dan ini penjelasan yg baru sy tahu

  2. saya pribadi belum jelas benar tentang arti hadits : “….sekiranya bukan karena (kesalahan) Hawwa`, niscaya seorang wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya.”
    Apakah kesalahan ini berhubungan dengan Nenek kita Siti Hawwa’ ketika terbujuk rayuan syetan dan akhirnya beliau membujuk Nabi Adam AS untuk berdua memakan buah khuldi atau kesalahan yang mana …?
    Hal ini hampir sama dengan perkataan “seandainya mereka (Adam dan Hawwa’ tidak makan buah khuldi , maka kita semua akan tetap tinggal disurga sampai sekarang… Kenyataanya adalah sekarang ini kita hidup didunia ini yang memang sudah nash Allah bahwa manusia adalah khalifah dimuka bumi ini.
    Tantang istri yang berkhianat kepada suami dan sebaliknya, mudah-mudahan kita dipelihara oleh Allah supaya bisa menjauhinya. Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: