Orang yang membebaskan hamba sahaya yang dimiliki bersama

ََدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قُلْتُ لِمَالِكٍ حَدَّثَكَ نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَكَانَ لَهُ مَالٌ يَبْلُغُ ثَمَنَ الْعَبْدِ قُوِّمَ عَلَيْهِ قِيْمَةَ الْعَدْلِ فَأَعْطَى شُرَكَاءَهُ حِصَصَهُمْ وَعَتَقَ عَلَيْهِ الْعَبْدُ وَإِلاَّ فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ

47 – (1501)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; aku bertanya kepada Malik, Apakah Nafi’ pernah menceritakan kepadamu dari Ibnu Umar  Radhiyallahu’anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa membebaskan apa yang menjadi bagian miliknya pada diri seorang budak, dan ia masih mempunyai uang yang cukup untuk menebus sisanya, maka hendaklah sisanya tersebut dihargai dan diberikan kepada serikatnya sehingga budak tersebut bebas, jika tidak maka sungguh ia telah membebaskan apa yang menjadi miliknya.

(Shahih Muslim : 1501 – 47   )

حَدَّثَنَا اِبْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ مِنْ مَمْلُوْكٍ فَعَلَيْهِ عِتْقُهُ كُلُّهُ إِنْ كَانَ لَهُ مَالٌ يَبْلُغُ ثَمَنَهُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ

48 – (1501)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa memerdekakan hak kepemilikan dari seorang budak, jika dia memiliki cukup harta, hendaknya dia juga membebaskan kepemilikan semuanya, jika tidak memiliki harta yang cukup untuk memerdekakan semuanya, berarti dia telah memerdekakan sebagiannya.

(Shahih Muslim : 1501 – 48  )

وَحَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ حَدَّثَنَا جَرِيْرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ أَعْتَقَ نَصِيْبًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَكَانَ لَهُ مِنَ الْمَالِ قَدْرُ مَا يَبْلُغُ قِيْمَتَهُ قُوِّمَ عَلَيْهِ قِيْمَةَ عَدْلٍ وَإِلاَّ فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ

49 – (1501)

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Nafi’  bekas budak Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersbda:

Barangsiapa membebaskan bagian kepemilikan dari seorang budak, dan apabila dia memiliki cukup harta untuk membayar sisanya, maka hendaknya ia membebaskan dengan membayar sisa dari harga budak tersebut, jika tidak maka sungguh ia telah membebaskan apa yang menjadi miliknya.

(Shahih Muslim : 1501 – 49  )

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ ح و حَدَّثَنِي أَبُوْ الرَّبِيْعِ وَأَبُوْ كَامِلٍ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ اِبْنُ زَيْدٍ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ يَعْنِي اِبْنَ عُلَيَّةَ كِلاَهُمَا عَنْ أَيُّوْبَ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُوْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي إِسْمَعِيْلُ بْنُ أُمَيَّةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ ح وَ حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ اَلْأَيْلِيُّ أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ يَعْنِي اِبْنَ زَيْدٍ كُلُّ هَؤُلاَءِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيْثِ وَلَيْسَ فِي حَدِيْثِهِمْ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ إِلاَّ فِي حَدِيْثِ أَيُّوْبَ وَيَحْيَى بْنِ سَعِيْدٍ فَإِنَّهُمَا ذَكَرَا هَذَا الْحَرْفَ فِي الْحَدِيْثِ وَقَالاَ لاَ نَدْرِي أَهُوَ شَيْءٌ فِي الْحَدِيْثِ أَوْ قَالَهُ نَافِعٌ مِنْ قِبَلِهِ وَلَيْسَ فِي رِوَايَةِ أَحَدٍ مِنْهُمْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ فِي حَدِيْثِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ

(1501)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Muhammad bin Rumh dari Al Laits bin Sa’d. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab aku telah mendengar Yahya bin Sa’id. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Abu Ar Rabi’ dan Abu Kamil keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad -yaitu Ibnu Zaid-. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu ‘Ulayyah- keduanya dari Ayyub. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadau Isma’il bin Umayah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’  telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu fudaik dari Ibnu Abu Dzi`b. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id Al Aili telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Usamah -yaitu Ibnu Zaid- mereka semua dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits ini, namun dalam hadits mereka tidak disebutkan, Jika dia tidak memiliki harta, maka dia telah membebaskan bagiannya saja. Kecuali dalam hadits Ayyub dan Yahya bin Sa’id, karena keduanya menyebutkan kalimat tersebut dalam hadits. Keduanya berkata, Kami tidak tahu, apakah kalimat tersebut termasuk dalam hadits atau hanya sekedar perkataannya Nafi’. Dan dalam riwayatnya mereka semua juga tidak disebutkan, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam …, kecuali dalam hadits Laits bin Sa’ad.

(Shahih Muslim : 1501 )

وَحَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ كِلاَهُمَا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ اِبْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ أَعْتَقَ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ آخَرَ قُوِّمَ عَلَيْهِ فِي مَالِهِ قِيْمَةَ عَدْلٍ لاَ وَكْسَ وَلاَ شَطَطَ ثُمَّ عَتَقَ عَلَيْهِ فِي مَالِهِ إِنْ كَانَ مُوْسِرًا

50 – (1501)

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru An Naqid dan Ibnu Abu Umar keduanya dari Ibnu ‘UyainahIbnu Abu Umar berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari ‘Amru dari Salim bin Abdullah dari Ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa memerdekakan seorang budak yang dimilikinya bersama orang lain, hendaknya dia membayar bagiannya kepada partnernya secara adil, tidak boleh curang dan tidak boleh berbuat zhalim, kemudian dia memerdekakan dengan hartanya, jika dia mampu.

(Shahih Muslim : 1501 – 50  )

وَ حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ عَتَقَ مَا بَقِيَ فِي مَالِهِ إِذَا كَانَ لَهُ مَالٌ يَبْلُغُ ثَمَنَ الْعَبْدِ

51 – (1501)

Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Salim dari Ibnu Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa memerdekakan bagiannya atas seorang budak, hendaklah ia membebaskan sisa bagian yang lainnya jika ia memiliki uang yang mencukupinya (harganya).

(Shahih Muslim : 1501 – 51  )

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ  ِلابْنِ الْمُثَنَّى قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيْرِ بْنِ نَهِيْكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

فِي الْمَمْلُوْكِ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ فَيُعْتِقُ أَحَدُهُمَا قَالَ يَضْمَنُ

52 – (1502)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basyar dan ini adalah lafadz Ibnu Mutsanna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari An Nadlr bin Anas dari Basyir bin Nuhaik dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Seorang budak yang dimiliki oleh dua orang, lalu salah di antaranya hendak membebaskan budak tersebut, maka hendaknya dia membebaskan bagian sekutunya.

(Shahih Muslim : 1502 – 52  )

وَ حَدَّثَنَاهُ عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ شَقِيْصًا مِنْ مَمْلُوْكٍ فَهُوَ حُرٌّ مِنْ مَالِهِ

53 – (1503)

Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Syu’bah dengan isnad ini, dia berkata:

Barangsiapa membebaskan bagian dari kepemilikan seorang budak, hendaknya dia juga membebaskan bagian yang lain dari hartanya.

(Shahih Muslim : 1503 – 53  )

وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ عَنِ ابْنِ أَبِي عَرُوْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيْرِ بْنِ نَهِيْكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ أَعْتَقَ شَقِيْصًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَخَلاَصُهُ فِي مَالِهِ إِنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ اُسْتُسْعِيَ الْعَبْدُ غَيْرَ مَشْقُوْقٍ عَلَيْهِ

54 – (1503)

Dan telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim dari Abu ‘Arubah dari Qatadah dari An Nadlr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Barangsiapa membebaskan bagian kepemilikanya pada seorang budak, maka dialah yang menanggung biaya pemerdekakan budak tersebut, jika dia memiliki harta, sekiranya dia tidak memiliki harta (untuk dibayarkan kepada hak kepemilikan partnernya), hendaknya budak tersebut diberi kelonggaran untuk menebus pembebasannya dengan tidak diperberat.

(Shahih Muslim : 1503 – 54  )

وَحَدَّثَنَاهُ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالاَ أَخْبَرَنَا عِيْسَى بْنُ يُوْنُسَ جَمِيْعًا عَنِ ابْنِ أَبِي عَرُوْبَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَفِي حَدِيْثِ عِيْسَى:

ثُمَّ يُسْتَسْعَى فِي نَصِيْبِ الَّذِي لَمْ يُعْتِقْ غَيْرَ مَشْقُوْقٍ عَلَيْهِ

55 – (1503)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dan Muhammad bin Bisyr. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Ali bin Khasyram keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus semuanya dari Ibnu Abu ‘Arubah dengan isnad ini. Dan dalam hadits Isa disebutkan:

Kemudian dia diberi kelonggaran untuk menebus pembebasannya dengan tidak diperberat.

(Shahih Muslim : 1503 – 55  )

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ وَأَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ :

أَنَّ رَجُلاً أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوْكِيْنَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرَهُمْ فَدَعَا بِهِمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَزَّأَهُمْ أَثْلاَثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اِثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً وَقَالَ لَهُ قَوْلاً شَدِيْدًا

56 – (1668)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr As Sa’di dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu ‘Ulayah- dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Al Muhallab dari Imran bin Hushain:

Bahwa ada seorang laki-laki yang memerdekakan enam orang budak miliknya ketika dia akan meninggal dunia, sedangkan dia tidak memiliki harta yang lain selain keenam budak tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil keenam budak tersebut, lalu membagi mereka ke dalam tiga kelompok kemudian mengundinya. Setelah itu beliau memerdekakan dua orang, sedangkan empat orang yang lainnya masih tetap menjadi seorang budak. Dan beliau juga menyalahkan pemilik budak tersebut.

(Shahih Muslim : 1668 – 56  )

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ عَنِ الثَّقَفِيِّ كِلاَهُمَا عَنْ أَيُّوْبَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ أَمَّا حَمَّادٌ فَحَدِيْثُهُ كَرِوَايَةِ ابْنِ عُلَيَّةَ وَأَمَّا الثَّقَفِيُّ فَفِي حَدِيْثِهِ أَنَّ رَجُلاً مِنَ اْلأَنْصَارِ أَوْصَى عِنْدَ مَوْتِهِ فَأَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوْكِيْنَ

57 – (1668)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Hammad. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Ibnu Abu Umar dari At Tsaqafi keduanya dari Ayyub dengan isnad ini. Hadits Hamamd mirip seperti riwayat Ibnu ‘Ulayah, sedangkan dalam hadits At Tsaqafi disebutkan, bahwa seorang laki-laki Anshar menjelang kematiannya memberi wasiat untuk memerdekakan enam orang budak miliknya….

(Shahih Muslim : 1668 – 57  )

وَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِنْهَالٍ الضَّرِيْرُ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالاَ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيْرِيْنَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيْثِ ابْنِ عُلَيَّةَ وَحَمَّادٍ

(1668)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Minhal Adl Dlarir dan Ahmad bin ‘Abdah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Hasan dari Muhammad bin Sirin dari ‘Imran bin Hushain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits Ibnu ‘Ulayyah dan Hammad.

(Shahih Muslim : 1668 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: