Barangsiapa menampar atau memukul hamba sahayanya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah memerdekakannya

حَدَّثَنِي أَبُوْ كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ اَلْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ عَنْ فِرَاسٍ عَنْ ذَكْوَانَ أَبِي صَالِحٍ عَنْ زَاذَانَ أَبِي عُمَرَ قَالَ:

أَتَيْتُ اِبْنَ عُمَرَ وَقَدْ أَعْتَقَ مَمْلُوْكًا قَالَ فَأَخَذَ مِنَ اْلأَرْضِ عُوْدًا أَوْ شَيْئًا فَقَالَ مَا فِيْهِ مِنَ اْلأَجْرِ مَا يَسْوَى هَذَا إِلاَّ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ لَطَمَ مَمْلُوْكَهُ أَوْ ضَرَبَهُ فَكَفَّارَتُهُ أَنْ يُعْتِقَهُ

29 – (1657)

Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudlail bin Husain Al Jahdari telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Firas dari Dzakwan Abu Shalih dari Zadzan Abu ‘Umar dia berkata:

Aku pernah menemui Ibnu Umar yang saat itu dia habis memerdekakan seorang budak. Zadzan melanjutkan, Kemudian dia mengambil dahan atau sesuatu dari atas tanah sambil berkata, “Tidaklah aku mendapatkan pahala melainkan seimbang dengan benda ini, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menampar sahayanya atau memukul sahayanya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah memerdekakannya.”

(Shahih Muslim : 1657 – 29 )

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ ِلابْنِ الْمُثَنَّى قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ فِرَاسٍ قَالَ:

سَمِعْتُ ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ زَاذَانَ أَنَّ اِبْنَ عُمَرَ دَعَا بِغُلاَمٍ لَهُ فَرَأَى بِظَهْرِهِ أَثَرًا فَقَالَ لَهُ أَوْجَعْتُكَ قَالَ لاَ قَالَ فَأَنْتَ عَتِيْقٌ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ شَيْئًا مِنَ اْلأَرْضِ فَقَالَ مَا لِي فِيْهِ مِنَ اْلأَجْرِ مَا يَزِنُ هَذَا إِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ ضَرَبَ غُلاَمًا لَهُ حَدًّا لَمْ يَأْتِهِ أَوْ لَطَمَهُ فَإِنَّ كَفَّارَتَهُ أَنْ يُعْتِقَهُ

30 – (1657)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar dan ini adalah lafadz Ibnu Mutsanna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Firas dia berkata:

Aku pernah mendengar Dzakwan menceritakan dari Zadzan bahwa Ibnu Umar pernah memanggil seorang budak miliknya, lalu dia melihat ada bekas pukulan dipunggungnya, lantas dia bertanya kepada budaknya, Apakah aku telah menyakitimu? dia menjawab, Tidak. Ibnu Umar berkata, Sekarang kamu telah merdeka. Zadzan melanjutkan, Kemudian dia mengambil sesuatu dari atas tanah sambil berkata, Dalam hal ini tidaklah aku mendapatkan pahala lebih dari ini, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa memukul budaknya melebihi batas atau menamparnya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah memerdekakannya.

(Shahih Muslim : 1657 – 30 )

وَحَدَّثَنَاهُ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ كِلاَهُمَا عَنْ سُفْيَانَ عَنْ فِرَاسٍ بِإِسْنَادِ شُعْبَةَ وَأَبِي عَوَانَةَ أَمَّا حَدِيثُ ابْنِ مَهْدِيٍّ فَذَكَرَ فِيْهِ حَدًّا لَمْ يَأْتِهِ وَفِي حَدِيْثِ وَكِيْعٍ مَنْ لَطَمَ عَبْدَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ الْحَدَّ

(1657)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdurrahman keduanya dari Sufyan dari Firas dengan sanadnya Syu’bah dan Abu ‘Awanah. Adapun dalam hadits Ibnu Mahdi disebutkan, Ada suatu had yang belum dia tunaikannya. Sedangkan dalam hadits Waki’ disebutkan, Barangsiapa menampar budaknya…., tanpa menyebutkan, Ada hadnya.

(Shahih Muslim : 1657 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ نُمَيْرٍ ح وَحَدَّثَنَا اِبْنُ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ:

لَطَمْتُ مَوْلًى لَنَا فَهَرَبْتُ ثُمَّ جِئْتُ قُبَيْلَ الظُّهْرِ فَصَلَّيْتُ خَلْفَ أَبِي فَدَعَاهُ وَدَعَانِي ثُمَّ قَالَ اِمْتَثِلْ مِنْهُ فَعَفَا ثُمَّ قَالَ كُنَّا بَنِي مُقَرِّنٍ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لَنَا إِلاَّ خَادِمٌ وَاحِدَةٌ فَلَطَمَهَا أَحَدُنَا فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَعْتِقُوْهَا قَالُوْا لَيْسَ لَهُمْ خَادِمٌ غَيْرُهَا قَالَ فَلْيَسْتَخْدِمُوْهَا فَإِذَا اِسْتَغْنَوْا عَنْهَا فَلْيُخَلُّوْا سَبِيْلَهَا

31 – (1658)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan ini adalah lafadz dari dia, telah menceritakan kepadaku Ayahku telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salamah bin Kuhail dari Mu’awiyah bin Suwaid dia berkata:

Aku pernah menampar seorang bekas budak milikku, lalu aku pergi dan kembali pulang menjelang zhuhur, kemudian aku shalat di belakang ayahku. Lantas ayahku memanggilku dan memanggilnya (bekas budakku), lalu dia berkata, Tamparlah dia sebagaiamana dia menamparmu. Namun bekas budakku mema’afkanku hingga ayahku pun berkata, Kami adalah bani Muqarrin yang di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kami tidak memiliki pelayan kecuali hanya satu orang wanita, kemudian salah seorang dari kami menamparnya, ternyata hal itu sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: Merdekakanlah dia. Mereka berkata, Kami tidak memiliki pelayan lain selain dia. Beliau menjawab, Mintalah dia supaya tetap menjadi pelayan kalian sementara waktu, kemudian biarkanlah dia bebas.

(Shahih Muslim : 1658 – 31 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ  ِلأَبِي بَكْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا اِبْنُ إِدْرِيْسَ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ قَالَ:

عَجِلَ شَيْخٌ فَلَطَمَ خَادِمًا لَهُ فَقَالَ لَهُ سُوَيْدُ بْنُ مُقَرِّنٍ عَجَزَ عَلَيْكَ إِلاَّ حُرُّ وَجْهِهَا لَقَدْ رَأَيْتُنِي سَابِعَ سَبْعَةٍ مِنْ بَنِي مُقَرِّنٍ مَا لَنَا خَادِمٌ إِلاَّ وَاحِدَةٌ لَطَمَهَا أَصْغَرُنَا فَأَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُعْتِقَهَا

32 – (1658)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Abdullah bin Numair dan ini adalah lafadz Abu Bakar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris dari Hushain dari Hilal bin Yasaf dia berkata:

Ada seorang tua yang suka cepat naik pitam, kemudian dia menampar budak miliknya, maka Suwaid bin Muqarin berkata kepadanya, Apakah kamu tidak dapat menahan untuk tidak menampar wajahnya? Sungguh, aku adalah anak yang ketujuh dari keturunan Bani Muqarrin, dulunya aku tidak memiliki budak melainkan satu orang saja, kemudian saudara yang paling muda dari kami menamparnya, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya kami memerdekakan dia.

(Shahih Muslim : 1658 – 32 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ قَالَ:

كُنَّا نَبِيْعُ الْبَزَّ فِي دَارِ سُوَيْدِ بْنِ مُقَرِّنٍ أَخِي النُّعْمَانِ بْنِ مُقَرِّنٍ فَخَرَجَتْ جَارِيَةٌ فَقَالَتْ لِرَجُلٍ مِنَّا كَلِمَةً فَلَطَمَهَا فَغَضِبَ سُوَيْدٌ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيْثِ ابْنِ إِدْرِيْسَ

(1658)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘adi dari Syu’bah dari Hushain dari Hilal bin Yasaf dia berkata:

Kami biasa membeli perkakas rumah tangga di rumahnya Suwaid bin Muqarrin, yaitu saudara laki-lakinya An Nu’man bin Muqarrin, tiba-tiba seorang budak perempuan keluar dan mencela seorang laki-laki dari kami hingga ia pun menampar budak tersebut, seketika itu Suwaid pun marah …, kemudian dia menyebutkan hadits seperti riwayatnya Ibnu Idris.

(Shahih Muslim : 1658 )

وَحَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ:

قَالَ لِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ مَا اسْمُكَ قُلْتُ شُعْبَةُ فَقَالَ مُحَمَّدٌ حَدَّثَنِي أَبُو شُعْبَةَ الْعِرَاقِيُّ عَنْ سُوَيْدِ بْنِ مُقَرِّنٍ أَنَّ جَارِيَةً لَهُ لَطَمَهَا إِنْسَانٌ فَقَالَ لَهُ سُوَيْدٌ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الصُّوْرَةَ مُحَرَّمَةٌ فَقَالَ لَقَدْ رَأَيْتُنِي وَإِنِّي لَسَابِعُ إِخْوَةٍ لِي مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا لَنَا خَادِمٌ غَيْرُ وَاحِدٍ فَعَمَدَ أَحَدُنَا فَلَطَمَهُ فَأَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُعْتِقَهُ

33 – (1658)

Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Abdush Shamad telah menceritakan kepadaku Ayahku telah menceritakan kepada kami Syu’bah ia berkata:

Muhammad bin Munkadir bertanya kepadaku, Siapakah namamu? Aku menjawab, Syu’bah. Selanjutnya Muhammad berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Syu’bah Al ‘Iraqi dari Suwaid bin Muqarrin, bahwa seorang budak perempuan miliknya pernah ditampar oleh seseorang, lalu Suwaid berkata kepada orang itu, Tahukah kamu bahwa wajah itu haram untuk ditampar? Suwaid berkata lagi, Sungguh, aku adalah anak yang ke tujuh di antara saudara-saudaraku, dan aku pernah mengalami peristiwa ini pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal saat itu pelayan kami hanya satu orang, lalu salah seorang dari kami ada yang sengaja menampar pelayan perempuan (budak) kami, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun memerintahkan kepada kami supaya memerdekakan dia.

(Shahih Muslim : 1658 – 33 )

وَحَدَّثَنَاه إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ وَهْبِ بْنِ جَرِيْرٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ قَالَ قَالَ لِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ مَا اسْمُكَ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيْثِ عَبْدِ الصَّمَدِ

(1658)

Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Al Mutsanna dari Wahb bin Jarir telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dia berkata; Muhammad bin Al Munkadir pernah bertanya kepadaku, Siapakah namamu? kemudian dia menyebutkan seperti hadits Abdush Shamad.

(Shahih Muslim : 1658 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ يَعْنِي اِبْنَ زِيَادٍ حَدَّثَنَا اْلأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ:

قَالَ أَبُوْ مَسْعُوْدٍ اَلْبَدْرِيُّ كُنْتُ أَضْرِبُ غُلاَمًا لِي بِالسَّوْطِ فَسَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ خَلْفِي اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُوْدٍ فَلَمْ أَفْهَمْ اَلصَّوْتَ مِنَ الْغَضَبِ قَالَ فَلَمَّا دَنَا مِنِّي إِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هُوَ يَقُوْلُ اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُوْدٍ اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُوْدٍ قَالَ فَأَلْقَيْتُ السَّوْطَ مِنْ يَدِي فَقَالَ اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُوْدٍ أَنَّ اللهَ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَى هَذَا الْغُلاَمِ قَالَ فَقُلْتُ لاَ أَضْرِبُ مَمْلُوْكًا بَعْدَهُ أَبَدًا

34 – (1659)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al Jahdari telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid -yaitu Ibnu Ziyad- telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Ibrahim At Taimi dari Ayahnya dia berkata:

Abu Mas’ud Al Badri berkata, Aku pernah memukul pelayan (budak) milikku dengan cemeti, tiba-tiba aku mendengar suara dari belakangku, Ketahuilah wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah wahai Abu Mas’ud! , aku tidak memperhatikan suara tersebut karena terlalu marahnya. Abu Mas’ud berkata, Ketika telah dekat, ternyata itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan beliaulah yang mengatakan, Ketahuilah wahai Abu Mas’ud. Ketahuilah wahai Abu Mas’ud. Abu Mas’ud berkata: Kemudian aku melemparkan cemeti dari tanganku. Lantas beliau bersabda: Ketahuilah wahai Abu Mas’ud, Sesungguhnya Allah lebih kuasa atas dirimu daripada kuasamu atas budak ini. Abu Mas’ud berkata lagi, Kemudian aku berkata, Aku tidak akan memukul seorang budak pun setelah itu.

(Shahih Muslim : 1659 – 34 )

وَحَدَّثَنَاهُ إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا جَرِيْرٌ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَهُوَ الْمَعْمَرِيُّ عَنْ سُفْيَانَ ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ ح وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُوْ عَوَانَةَ كُلُّهُمْ عَنِ اْلأَعْمَشِ بِإِسْنَادِ عَبْدِ الْوَاحِدِ نَحْوَ حَدِيْثِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيْثِ جَرِيْرٍ فَسَقَطَ مِنْ يَدِي السَّوْطُ مِنْ هَيْبَتِهِ

(1659)

Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Jarir. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Humaid -yaitu Al Ma’mari- dari Sufyan. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah semuanya dari Al A’masy dengan sanadnya Abdul Wahid, seperti haditsnya (Al A’masy). Hanya saja dalam hadits Jarir disebutan, Tiba-tiba cemeti tersebut terjatuh dari tanganku karena kagetnya.

(Shahih Muslim : 1659 )

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ حَدَّثَنَا أَبُوْ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا اْلأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ اْلأَنْصَارِيِّ قَالَ:

كُنْتُ أَضْرِبُ غُلاَمًا لِي فَسَمِعْتُ مِنْ خَلْفِي صَوْتًا اِعْلَمْ أَبَا مَسْعُوْدٍ للهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَيْهِ فَالْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ هُوَ حُرٌّ لِوَجْهِ اللهِ فَقَالَ أَمَا لَوْ لَمْ تَفْعَلْ لَلَفَحَتْكَ النَّارُ أَوْ لَمَسَّتْكَ النَّارُ

35 – (1659)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala` telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Ibrahim At Taimi dari Ayahnya dari Abu Mas’ud Al Anshari dia berkata:

Aku pernah memukul seorang budak milikku, lalu aku mendengar suara seseorang menyeru dari belakang, Ketahuilah wahai Abu Mas’ud, sesungguhnya Allah lebih berkuasa atas dirimu daripada kuasamu atas dia. Setelah aku menoleh, ternyata itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Aku pun berkata, Wahai Rasulullah, dia sekarang aku bebaskan karena Allah. Beliau bersabda: Seandainya kamu tidak membebaskanya, maka kamu akan dilahap oleh api neraka.

(Shahih Muslim : 1659 – 35 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ ِلابْنِ الْمُثَنَّى قَالاَ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ:

أَنَّهُ كَانَ يَضْرِبُ غُلاَمَهُ فَجَعَلَ يَقُوْلُ أَعُوْذُ بِاللهِ قَالَ فَجَعَلَ يَضْرِبُهُ فَقَالَ أَعُوْذُ بِرَسُوْلِ اللهِ فَتَرَكَهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللهِ لَلّهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَيْهِ قَالَ فَأَعْتَقَهُ

36 – (1659)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar dan ini adalah lafadz Ibnu Mutsanna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Syu’bah dari Sulaiman dari Ibrahim At Taimi dari Ayahnya dari Abu Mas’ud:

Bahwa dia pernah memukul budak miliknya, kemudian budaknya mengatakan, Aku berlindung kepada Allah. Perawi berkata, Kemudian dia memukulnya lagi, lalu budaknya mengatakan, Aku berlindung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian Abu Mas’ud meninggalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda: Demi Allah, sungguh Allah lebih berkuasa atas dirimu daripada kuasamu atas dia. Perawi berkata, Kemudian ia memerdekakannya.

(Shahih Muslim : 1659 – 36 )

وَحَدَّثَنِيْهِ بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي اِبْنَ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَهُ أَعُوْذُ بِاللهِ أَعُوْذُ بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(1659)

Dan telah menceritakan kepadaku Bisyr bin Khalid telah mengabarkan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Ja’far- dari Syu’bah dengan sanad ini, namun dia tidak menyebutkan perkataannya, Aku berlindung kepada Allah dan aku berlindung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

(Shahih Muslim : 1659  )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: