Nadzar orang kafir, jika telah masuk Islam maka harus dipenuhi

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ اَلْمُقَدَّمِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ اِبْنُ سَعِيْدٍ اَلْقَطَّانُ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ قَالَ:

يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ قَالَ فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ

27 – (1656)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami dan Muhammad bin Al Mutsanna dan Zuhair bin Harb sedangkan lafadznya dari Zuhair, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya -yaitu Ibnu Sa’id Al Qatthan- dari ‘Ubaidullah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Nafi’ dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhuma bahwa Umar berkata:

Wahai Rasulullah, sesungguhnya ketika masih Jahiliyyah aku pernah bernadzar untuk beri’tikaf semalam di Masjidil Haram. Beliau bersabda: Tunaikanlah nadzarmu.

(Shahih Muslim : 1656 – 27 )

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ سَعِيْدٍ اَلْأَشَجُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ يَعْنِي الثَّقَفِيَّ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيْعًا عَنْ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ جَبَلَةَ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كُلُّهُمْ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ و قَالَ حَفْصٌ مِنْ بَيْنِهِمْ عَنْ عُمَرَ بِهَذَا الْحَدِيثِ أَمَّا أَبُو أُسَامَةَ وَالثَّقَفِيُّ فَفِي حَدِيْثِهِمَا اِعْتِكَافُ لَيْلَةٍ وَأَمَّا فِي حَدِيثِ شُعْبَةَ فَقَالَ جَعَلَ عَلَيْهِ يَوْمًا يَعْتَكِفُهُ وَلَيْسَ فِي حَدِيْثِ حَفْصٍ ذِكْرُ يَوْمٍ وَلاَ لَيْلَةٍ

(1656)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al Asyaj telah menceritakan kepada kami Abu Usamah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdul Wahb -yaitu At tsaqafi-. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al ‘Ala’ dan Ishaq bin Ibrahim semuanya dari Hafsh bin Ghiyats. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru bin Jabalah bin Abu Rawad telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah semuanya dari ‘Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu Umar. Dan Hafsh berkata; Dan di antaranya dari Umar dengan hadits seperti ini. Adapun dalam hadits Abu Usamah dan Ats Tsaqafi disebutkan, ‘Beri’tikaf satu malam.’ Sedangkan dalam hadits Syu’bah disebutkan, ‘Sehari untuk beri’tikaf.’ Namun dalam hadits Hafsh tidak disebutkan, ‘Semalam atau sehari’.

(Shahih Muslim : 1656  )

وَحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيْرُ بْنُ حَازِمٍ أَنَّ أَيُّوْبَ حَدَّثَهُ أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِالْجِعْرَانَةِ بَعْدَ أَنْ رَجَعَ مِنَ الطَّائِفِ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ يَوْمًا فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ فَكَيْفَ تَرَى قَالَ اِذْهَبْ فَاعْتَكِفْ يَوْمًا قَالَ وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَعْطَاهُ جَارِيَةً مِنَ الْخُمْسِ فَلَمَّا أَعْتَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَايَا النَّاسِ سَمِعَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَصْوَاتَهُمْ يَقُوْلُوْنَ أَعْتَقَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا هَذَا فَقَالُوْا أَعْتَقَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبَايَا النَّاسِ فَقَالَ عُمَرُ يَا عَبْدَ اللهِ اِذْهَبْ إِلَى تِلْكَ الْجَارِيَةِ فَخَلِّ سَبِيْلَهَا

28 – (1656)

Dan telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Wahb telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim bahwa Ayyub telah menceritakan kepadanya bahwa Nafi’ telah menceritakan kepadanya bahwa Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhuma telah menceritakan kepadanya, bahwa :

Umar bin Khattab pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berada di Ji’ranah, sekembalinya dari Tha`if dia berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya ketika masih Jahiliyyah aku pernah bernadzar untuk beri’tikaf sehari di Masjidil Haram, bagaimana pendapatmu? beliau bersabda: Pergilah dan beri’tikaflah sehari. Abdullah bin Umar melanjutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberi seorang sahaya perempuan kepada Umar bin Khattab, yang merupakan bagian seperlima dari harta rampasan perang. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerdekakan para tawanan perang, maka Umar bin Khattab mendengar suara mereka yang menyatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerdekakan kami. Umar akhirnya bertanya-tanya, Ada apa ini? mereka menjawab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerdekakan para tawanan perang. Lalu Umar berkata, Wahai Abdullah, pergi dan temuilah sahaya perempuan itu dan merdekakanlah dia.

(Shahih Muslim : 1656 – 28 )

وَحَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ لَمَّا قَفَلَ النَّبِيُّ مِنْ حُنَيْنٍ سَأَلَ عُمَرُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَذْرٍ كَانَ نَذَرَهُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ اِعْتِكَافِ يَوْمٍ ثُمَّ ذَكَرَ بِمَعْنَى حَدِيْثِ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ

(1656)

وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوْبُ عَنْ نَافِعٍ قَالَ ذُكِرَ عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ عُمْرَةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْجِعْرَانَةِ فَقَالَ لَمْ يَعْتَمِرْ مِنْهَا قَالَ وَكَانَ عُمَرُ نَذَرَ اِعْتِكَافَ لَيْلَةٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ ذَكَرَ نَحْوَ حَدِيْثِ جَرِيْرِ بْنِ حَازِمٍ وَمَعْمَرٍ عَنْ أَيُّوبَ

2 م – (1656)

وَحَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الْمِنْهَالِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ كِلاَهُمَا عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ بِهَذَا الْحَدِيْثِ فِي النَّذْرِ وَفِي حَدِيْثِهِمَا جَمِيْعًا اِعْتِكَافُ يَوْمٍ

3 م – (1656)

Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu Umar dia berkata, Sekembalinya Nabi dari perang Hunain, Umar bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai nadzar yang pernah dia nadzarkan ketika masih Jahiliyah, yaitu untuk beri’tikaf sehari…, kemudian dia menyebutkan seperti makna hadits Jarir bin Hazim.

Dan telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Adl Dhabbi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Nafi’ dia berkata, Suatu ketik, disebutkan di sisi Ibnu Umar perihal ‘Umrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ji’ranah, maka dia berkata, Beliau belum pernah ‘umrah darinya. Dia melanjutkan, Ketika itu Umar pernah bernadzar di waktu Jahiliyah untuk beri’tikaf semalam…, kemudian dia menyebutkan seperti hadits Jarir bin Hazim dan Ma’mar dari Ayyub.

Dan telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Khalaf telah menceritakan kepada kami Abdul A’ladari Muhammad bin Ishaq keduanya dari Nafi’ dari Ibnu Umar dengan hadits ini, yaitu mengenai nadzar. Dan dalam hadits keduanya disebutkan, I’tikaf sehari.

(Shahih Muslim : 1656  )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: