Larangan bernadzar dan bahwa nadzar itu tidak dapat menangkal sesuatu apa pun

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُوْرٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ:

أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَنْهَانَا عَنِ النَّذْرِ وَيَقُوْلُ إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الشَّحِيْحِ

2 – (1639)

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim dan Ishaq berkata ; telah mengabarkan kepada kami, dan Zuhair berkata; telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abdullah bin Murrah dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu , dia berkata:

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami bernadzar, beliau bersabda: Sesungguhnya (nadzar) tidak dapat menolak sesuatu, hanyasanya ia untuk mengeluarkan sesuatu dari orang yang pelit (tidak mau beramal).

(Shahih Muslim : 1639 – 2 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ أَبِي حَكِيْمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِيْنَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:

اَلنَّذْرُ لاَ يُقَدِّمُ شَيْئًا وَلاَ يُؤَخِّرُهُ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

3 – (1639)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Hakim dari Sufyan dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:

Nadzar itu tidak dapat mempercepat datangnya sesuatu dan tidak pula melambatkannya, hanyasanya ia untuk mengeluarkan sesuatu dari orang bakhil.

(Shahih Muslim : 1639 – 3 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ ح وَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ ِلابْنِ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُوْرٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُرَّةَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَنَّهُ نَهَى عَنِ النَّذْرِ وَقَالَ إِنَّهُ لاَ يَأْتِي بِخَيْرٍ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيْلِ

4 – (1639)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basysyar dan ini adalah lafadz Ibnu Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Manshur dari Abdullah bin Murrah dari Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Bahwa beliau melarang seseorang untuk bernadzar, beliau bersabda: Sesungguhnya (nadzar) tidak akan menghasilkan suatu kebaikan, hanyasannya ia untuk mengeluarkan (harta) dari orang yang bakhil.

(Shahih Muslim : 1639 – 4 )

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا مُفَضَّلٌ ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ كِلاَهُمَا عَنْ مَنْصُوْرٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ نَحْوَ حَدِيْثِ جَرِيْرٍ

(1639)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Mufadlal. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan keduanya dari Manshur dengan sanad-sanad ini seperti haditsnya Jarir.

(Shahih Muslim : 1639 )

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنِ الْعَلاَءِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لاَ تَنْذِرُوْا فَإِنَّ النَّذْرَ لاَ يُغْنِي مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيْلِ

5 – (1640)

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz -yaitu Ad Darawardi- dari Al ‘Ala’ dari Ayahnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah kalian bernadzar, karena nadzar sedikitpun tidak akan merubah takdir, hanyasanya nadzar itu untuk mengeluarkan sesuatu dari orang bakhil.

(Shahih Muslim : 1640 – 5 )

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ الْعَلاَءَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَنَّهُ نَهَى عَنِ النَّذْرِ وَقَالَ إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ مِنَ الْقَدَرِ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيْلِ

6 – (1640)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata, saya mendengar Al ‘Ala’ menceritakan dari Ayahnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Bahwa beliau melarang seseorang untuk bernadzar, beliau bersabda: Hal itu tidak bisa mengubah takdir, hanyasanya nadzar itu untuk mengeluarkan sesuatu dari orang bakhil.

(Shahih Muslim : 1640 – 5 )

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَمْرٍو وَهُوَ اِبْنُ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ اْلأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِنَّ النَّذْرَ لاَ يُقَرِّبُ مِنْ اِبْنِ آدَمَ شَيْئًا لَمْ يَكُنِ اللهُ قَدَّرَهُ لَهُ وَلَكِنِ النَّذْرُ يُوَافِقُ الْقَدَرَ فَيُخْرَجُ بِذَلِكَ مِنَ الْبَخِيْلِ مَا لَمْ يَكُنِ الْبَخِيْلُ يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَ

7 – (1640)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa’id serta Ali bin Hujr mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il – yaitu Ibnu Ja’far – dari Amru – yaitu Ibnu Abu Amru – dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu  bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya nadzar itu tidak dapat mendekatkan anak Adam dengan sesuatu yang Allah belum takdirkan, tetapi nadzar (akan) sesuai dengan takdir, maka dengannya (nadzar) sesuatu yang tadinya tidak mungkin dikeluarkan oleh seorang bakhil, akan dikeluarkan.

(Shahih Muslim : 1640 – 7 )

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوْبُ يَعْنِي اِبْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيَّ وَعَبْدُ الْعَزِيْزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ كِلاَهُمَا عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو بِهَذَا اْلإِسْنَادِ مِثْلَهُ

(1640)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Ya’qub yaitu Ibnu Abdurrahman Al Qari dan Abdul Aziz -yaitu Ad Darawardi- keduanya dari Amru bin Abu Amru dengan sanad-sanad seperti ini.

(Shahih Muslim : 1640 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: