Tentang sikap berhati-hati dalam menerima hadits dan hukum mencatat ilmu

حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ مَعْرُوْفٍ حَدَّثَنَا بِهِ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ:

كَانَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ وَيَقُوْلُ اِسْمَعِي يَا رَبَّةَ الْحُجْرَةِ اِسْمَعِي يَا رَبَّةَ الْحُجْرَةِ وَعَائِشَةُ تُصَلِّي فَلَمَّا قَضَتْ صَلاَتَهَا قَالَتْ لِعُرْوَةَ أَلاَ تَسْمَعُ إِلَى هَذَا وَمَقَالَتِهِ آنِفًا إِنَّمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ حَدِيْثًا لَوْ عَدَّهُ الْعَادُّ َلأَحْصَاهُ

71 – (2493)

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf telah menceritakannya kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Hisyam dari ayahnya berkata:

Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu menceritakan hadits, ia berkata:

Dengarkanlah wahai penghuni kamar, dengarlah wahai penghuni kamar. SementaraAisyah tengah shalat. Setelah shalat, Aisyah berkata kepada Urwah: Apa kau tidak mendengar ucapan orang tadi? Karena sesungguhnya  Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam jika menyampaikan suatu hadits, bila ada yang menghitungnya, maka ia pasti dapat menghitungnya

(Shahih Muslim 2493-71)

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ اَلْأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لاَ تَكْتُبُوْا عَنِّي وَمَنْ كَتَبَ عَنِّي غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ وَحَدِّثُوْا عَنِّي وَلاَ حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ قَالَ هَمَّامٌ أَحْسِبُهُ قَالَ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

72 – (3004)

Telah menceritakan kepada kami Haddab bin Khalid Al Azdi telah menceritakan kepada kami Hammam dari Zaid bin Aslam dari Atho` bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Janganlah kalian menulis dariku, barangsiapa menulis dariku selain al-Qur’an hendaklah dihapus, dan ceritakanlah dariku dan tidak ada dosa. Barangsiapa berdusta atas (nama) ku -Hammam berkata: Aku kira ia (Zaid) berkata: dengan sengaja, maka henkdaklah menyiapkan tempatnya dari neraka.

(Shahih Muslim 3004-72)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: