Keutamaan memperbanyak langkah menuju masjid

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ بَرَّادٍ اَلْأَشْعَرِيُّ وَأَبُوْ كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُوْ أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوْسَى قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِِِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ اْلإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الَّذِي يُصَلِّيْهَا ثُمَّ يَنَامُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ اْلإِمَامِ فِي جَمَاعَةٍ

277 – (662)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Barrad Al Asy’ari dan Abu Kuraib, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa katanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Manusia yang paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya, dan seseorang yang menunggu shalat hingga ia melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukan shalat kemudian tidur. Dan dalam suatu periwayatan Abu Kuraib disebutkan “hingga ia melakukan shalat bersama imam secara berjama’ah.”

(Shahih Muslim 662-277)

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْثَرٌ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ:

كَانَ رَجُلٌ لاَ أَعْلَمُ رَجُلاً أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَ لاَ تُخْطِئُهُ صَلاَةٌ قَالَ فَقِيْلَ لَهُ أَوْ قُلْتُ لَهُ لَوْ اِشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِي الظَّلْمَاءِ وَفِي الرَّمْضَاءِ قَالَ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَنْزِلِي إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ إِنِّي أُرِيْدُ أَنْ يُكْتَبَ لِي مَمْشَايَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَرُجُوْعِي إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَمَعَ اللهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ

278 – (663)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Abtsar dari Sulaiman At Tamimi dari Abu Usman An Nahdi dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata:

Ada seorang lelaki yang setahuku tak ada lagi yang lebih jauh (rumahnya) dari masjid, dan ia tak pernah ketinggalan dari shalat. Ubay berkata: maka ia diberi saran atau aku beri saran: Bagaimana sekiranya jika kamu membeli keledai untuk kamu kendarai saat gelap atau saat panas terik? laki-laki itu menjawab: Aku tidak ingin rumahku disamping masjid, sebab aku ingin jalanku ke masjid dan kepulanganku ke rumah dicatat. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Telah Allah himpun untukmu semuanya tadi.

(Shahih Muslim 663-278)

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اْلأَعْلَى حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ ح وَحَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ قَالَ أَخْبَرَنَا جَرِيْرٌ كِلاَهُمَا عَنِ التَّيْمِيِّ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ بِنَحْوِهِ

(663)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul A’la telah menceritakan kepada kami Al Mu’tamir (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim katanya, telah mengabarkan kepada kami Jarir, keduanya dari At Taimi dengan sanad seperti ini.

(Shahih Muslim 663)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ اَلْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ:

كَانَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ بَيْتُهُ أَقْصَى بَيْتٍ فِي الْمَدِيْنَةِ فَكَانَ لاَ تُخْطِئُهُ الصَّلاَةُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَتَوَجَّعْنَا لَهُ فَقُلْتُ لَهُ يَا فُلاَنُ لَوْ أَنَّكَ اِشْتَرَيْتَ حِمَارًا يَقِيْكَ مِنَ الرَّمْضَاءِ وَيَقِيْكَ مِنْ هَوَامِّ اْلأَرْضِ قَالَ أَمَ وَاللهِ مَا أُحِبُّ أَنَّ بَيْتِي مُطَنَّبٌ بِبَيْتِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَحَمَلْتُ بِهِ حِمْلاً حَتَّى أَتَيْتُ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ قَالَ فَدَعَاهُ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ وَذَكَرَ لَهُ أَنَّهُ يَرْجُوْ فِي أَثَرِهِ اْلأَجْرَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لَكَ مَا اِحْتَسَبْتَ

(663)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami ‘Ashim dari Abu Utsman dari Ubay bin Ka’Ab, ia berkata:

Seorang laki-laki Anshar memiliki rumah yang paling jauh di Madinah, namun dirinya tidak pernah ketinggalan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ubay melanjutkan, Kami pun merasa iba terhadapnya hingga aku berkata: Alangkah baiknya sekiranya engkau membeli seekor keledai yang menjagamu dari sengatan panas dan serangga-serangga bumi yang membahayakan. laki-laki itu berkata: Demi Allah, aku tidak ingin rumahku diikat dengan rumah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Ubay melanjutkan: Akupun merasa tersinggung dengan kekasaran jawabannya, sehingga aku mendatangi Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku beritahukan kepada beliau. Ubay berkata: Setelah itu beliau memanggilnya dan laki-laki itu memberi jawaban yang sama. Dia mengungkapkan, bahwa dengan langkah kakinya, dirinya sangat berharap memperoleh pahala. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bagimu apa yang engkau harapkan.

(Shahih Muslim 663)

وَحَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ عَمْرٍو اْلأَشْعَثِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ كِلاَهُمَا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ ح و حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ أَزْهَرَ الْوَاسِطِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ حَدَّثَنَا أَبِي كُلُّهُمْ عَنْ عَاصِمٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ نَحْوَهُ

(663)

Dan telah menceritakan kepada kami Said bin ‘Amru Al Asy’ats dan Muhammad bin Umar, keduanya dari Ibnu Uyainah. (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Said bin Azhar Al Wasithi katanya, telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ayahku, semuanya dari ‘Ashim dengan sanad seperti ini.

(Shahih Muslim 663)

وَحَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

كَانَتْ دِيَارُنَا نَائِيَةً عَنِ الْمَسْجِدِ فَأَرَدْنَا أَنْ نَبِيْعَ بُيُوْتَنَا فَنَقْتَرِبَ مِنَ الْمَسْجِدِ فَنَهَانَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ خَطْوَةٍ دَرَجَةً

279 – (664)

Dan telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Sya’ir telah menceritakan kepada kami Rauh bin ‘Ubadah telah menceritakan kepada kami Zakariya bin Ishaq telah menceritakan kepada kami Abu Zubair katanya: aku mendengar Jabir bin Abdullah mengatakan:

Rumah kami terpencil dari masjid, maka kami ingin menjual rumah kami kemudian kami pindah ke dekat masjid, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami seraya berujar: Sesungguhnya dengan setiap langkah kalian, kamu akan memperoleh derajat (pahala).

(Shahih Muslim 664-279)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ قَالَ حَدَّثَنِي الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

خَلَتِ الْبِقَاعُ حَوْلَ الْمَسْجِدِ فَأَرَادَ بَنُوْ سَلَمَةَ أَنْ يَنْتَقِلُوْا إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُمْ إِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّكُمْ تُرِيْدُوْنَ أَنْ تَنْتَقِلُوْا قُرْبَ الْمَسْجِدِ قَالُوْا نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَدْ أَرَدْنَا ذَلِكَ فَقَالَ يَا بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ

280 – (665)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdusshamad bin Abdul Warits katanya, aku mendengar Ayahku menceritakan, katanya, telah menceritakan kepadaku Al Jurairi dari Abu Nadhrah dari Jabir bin Abdullah, ia berkata:

Di sekitar masjid ada beberapa bidang tanah yang masih kosong, maka Bani Salamah berinisiatif untuk pindah kedekat masjid. Ketika berita ini sampai ke telinga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Sesungguhya telah sampai berita kepadaku bahwa kalian ingin pindah kedekat masjid. Mereka menjawab: Benar wahai Rasulullah, kami memang ingin seperti itu. Beliau lalu bersabda: Wahai Bani Salamah, pertahankanlah rumah kalian, sebab langkah kalian akan dicatat, pertahankanlah rumah kalian, sebab langkah kalian akan dicatat.

(Shahih Muslim 665-280)

حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ سَمِعْتُ كَهْمَسًا يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

أَرَادَ بَنُوْ سَلَمَةَ أَنْ يَتَحَوَّلُوْا إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ قَالَ وَالْبِقَاعُ خَالِيَةٌ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا بَنِي سَلَمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ فَقَالُوْا مَا كَانَ يَسُرُّنَا أَنَّا كُنَّا تَحَوَّلْنَا

281 – (665)

Telah menceritakan kepada kami ‘Ashim bin Nadar At Taimi telah menceritakan kepada kami Mu’tamir katanya, Aku mendengar Kahmas menceritakan dari Abu Nadhrah dari Jabir bin Abdullah katanya:

Bani Salamah berkeinginan pindah ke dekat masjid. Jabir melanjutkan; Ketika itu, ada beberapa lahan yang masih kosong. Ketika berita ini sampai ke Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau lalu bersabda: Wahai Bani Salamah, Pertahankanlah rumah kalian, sebab langkah kalian akan dicatat. Selanjutnya mereka berkata: Setelah itu kami tak ingin lagi pindah rumah.

(Shahih Muslim 665-281)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: