Makruh mengakhirkan shalat sampai di akhir waktunya

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ ح وَحَدَّثَنِي أَبُوْ الرَّبِيْعِ الزَّهْرَانِيُّ وَأَبُوْ كَامِلٍ اَلْجَحْدَرِيُّ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:

قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا كَانَتْ عَلَيْكَ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُوْنَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا أَوْ يُمِيْتُوْنَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا قَالَ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي قَالَ صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا مَعَهُمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ نَافِلَةٌ وَلَمْ يَذْكُرْ خَلَفٌ عَنْ وَقْتِهَا

238 – (648)

Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin hisyam telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid katanya (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepadaku Abu Rabi’ Az Zahrani dan Abu Kamil Al Jahdari, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abu Imran Al Jauni dari Abdullah bin Shamit dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu, katanya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadaku: Bagaimana pendapatmu jika engkau dipimpin oleh para penguasa yang mengakhirkan shalat dari waktunya, atau meninggalkan shalat dari waktunya? Abu Dzar berkata: aku menjawab: Lantas apa yang anda perintahkan kepadaku? Beliau bersabda: Lakukanlah shalat tepat pada waktunya, jika kamu mendapati bersama mereka, maka lakukanlah lagi, sebab hal itu dihitung pahala shalat sunnah bagimu.

Dan dia tidak menyebutkan kalimat Tertinggal dari waktunya.

(Shahih Muslim 648-238)

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:

قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّهُ سَيَكُوْنُ بَعْدِي أُمَرَاءُ يُمِيْتُوْنَ الصَّلاَةَ فَصَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ صَلَّيْتَ لِوَقْتِهَا كَانَتْ لَكَ نَافِلَةً وَإِلاَّ كُنْتَ قَدْ أَحْرَزْتَ صَلاَتَكَ

239 – (648)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Ja’far bin Sulaiman dari Abu Imran Al Jauni dari Abdulah bin Shamit dari AbuDzar Radhiyallahu’anhu,iaberkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: Wahai Abu Dzar, sepeninggalku nanti, akan muncul para penguasa yang mengakhirkan shalat, maka tunaikanlah shalat tepat pada waktunya, jika kamu  shalat tepat pada waktunya, maka kamu mendapatkan pahala sunnah, kalaupun tidak, berarti kamu telah menjaga shalatmu

(Shahih Muslim 648-239)

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ إِدْرِيْسَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ إِنَّ خَلِيْلِي أَوْصَانِي أَنْ أَسْمَعَ وَأُطِيْعَ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا مُجَدَّعَ اْلأَطْرَافِ وَأَنْ أُصَلِّيَ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَ الْقَوْمَ وَقَدْ صَلَّوْا كُنْتَ قَدْ أَحْرَزْتَ صَلاَتَكَ وَإِلاَّ كَانَتْ لَكَ نَافِلَةً

240 – (648)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris dari Syu’bah dari Abu Imran dari Abdullah bin Shamit dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu,  dia berkata:

Kekasihku mewasiatkanku untuk selalu mendengar dan taat sekalipun kepada seorang budak yang cacat, dan agar aku mendirikan shalat tepat pada waktunya, Jika kamu menemukan suatu kaum yang telah mendirikan shalat, berarti kamu telah menjaga shalatmu, kalaulah tidak, maka kamu akan memperoleh pahala sunnah.

(Shahih Muslim 648-240)

وَحَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَبِيْبٍ اَلْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ بُدَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْعَالِيَةِ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَرَبَ فَخِذِي كَيْفَ أَنْتَ إِذَا بَقَيْتَ فِي قَوْمٍ يُؤَخِّرُوْنَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا قَالَ قَالَ مَا تَأْمُرُ قَالَ صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا ثُمَّ اِذْهَبْ لِحَاجَتِكَ فَإِنْ أُقِيْمَتِ الصَّلاَةُ وَأَنْتَ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلِّ

241 – (648)

Dan telah menceritakan kepadaku Yahya bin Hubaib Al Haritsi, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Budail dia berkata, aku mendengar Abu Aliyah menceritakan dari Abdullah bin Shamit dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu,  dia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda -sambil menepuk pahaku- Bagaimana jika engkau masih hidup ditengah suatu kaum yang suka menunda-nunda shalat dari waktunya? Abu Dzar justeru bertanya:  Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau menjawab: Tunaikanlah shalat tepat pada waktunya, kemudian tunaikan keperluanmu, jika shalat diiqamati sedang kamu masih berada di masjid maka ikutlah shalat bersama.

(Shahih Muslim 648-241)

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الْبَرَّاءِ قَالَ أَخَّرَ اِبْنُ زِيَادٍ اَلصَّلاَةَ فَجَاءَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ الصَّامِتِ فَأَلْقَيْتُ لَهُ كُرْسِيًّا فَجَلَسَ عَلَيْهِ فَذَكَرْتُ لَهُ صَنِيْعَ اِبْنِ زِيَادٍ فَعَضَّ عَلَى شَفَتِهِ وَضَرَبَ فَخِذِي وَقَالَ إِنِّي سَأَلْتُ أَبَا ذَرٍّ كَمَا سَأَلْتَنِي فَضَرَبَ فَخِذِي كَمَا ضَرَبْتُ فَخِذَكَ وَقَالَ إِنِّي سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَضَرَبَ فَخِذِي كَمَا ضَرَبْتُ فَخِذَكَ وَقَالَ صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكَتْكَ الصَّلاَةُ مَعَهُمْ فَصَلِّ وَلاَ تَقُلْ إِنِّي قَدْ صَلَّيْتُ فَلاَ أُصَلِّي

242 – (648)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harab telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Ayyub dari Abu Aliyah Al Barra` dia berkata:

Ibnu Ziyad pernah mengakhirkan shalat, lantas Abdullah bin Shamit datang menemuiku, lalu aku berikan kursi untuknya, setelah duduk, aku menceritakan kepadanya apa yang dilakukan oleh Ibnu Ziyad, Abdullah lalu menggigit bibirnya dan beliau tepuk pahaku sambil berkata, Aku pernah bertanya kepada Abu Dzar sebagaimana engkau bertanya kepadaku, Abu Dzar menepuk pahaku sebagaimana aku menepuk pahamu, lalu dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana engkau bertanya kepadaku, lalu beliau menepuk pahaku sebagaimana aku menepuk pahamu, dan beliau berpesan: Tunaikanlah shalat tepat pada waktunya, jika kamu mendapati shalat bersama mereka, maka shalatlah (bersama mereka), jangan kamu katakan Maaf, aku telah melakukan shalat, maka aku tak akan shalat lagi.

(Shahih Muslim 648-242)

وَحَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي نَعَامَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:

قَالَ كَيْفَ أَنْتُمْ أَوْ قَالَ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا بَقَيْتَ فِي قَوْمٍ يُؤَخِّرُوْنَ الصَّلاَةَ عَنْ وَقْتِهَا فَصَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا ثُمَّ إِنْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَصَلِّ مَعَهُمْ فَإِنَّهَا زِيَادَةُ خَيْرٍ

243 – (648)

Dan telah menceritakan kepada kami ‘Ashim bin Nadhar At Taimi telah menceritakan kepada kami Khalid bin Harits telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Nu’amah dari Abdullah bin Shamit dari AbuDzar Tadhiyallahu’anhu,iaberkata:

Bagaimana kalian? -atau dengan redaksi lain- Bagaimana kamu bila masih hidup ditengah-tengah suatu kaum yang suka menunda-nunda shalat dari waktunya? Tunaikanlah shalat tepat pada waktunya, jika shalat didirikan (diiqamati), (sedangkan kamu telah shalat) maka tunaikanlah shalat bersama mereka, sebab yang demikian adalah tambahan kebaikan (untukmu).”

(Shahih Muslim 648-243)

وَحَدَّثَنِي أَبُوْ غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ وَهُوَ اِبْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ مَطَرٍ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الْبَرَّاءِ قَالَ:

قُلْتُ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ الصَّامِتِ نُصَلِّي يَوْمَ الْجُمُعَةِ خَلْفَ أُمَرَاءَ فَيُؤَخِّرُوْنَ الصَّلاَةَ قَالَ فَضَرَبَ فَخِذِي ضَرْبَةً أَوْجَعَتْنِي وَقَالَ سَأَلْتُ أَبَا ذَرٍّ عَنْ ذَلِكَ فَضَرَبَ فَخِذِي وَقَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ صَلُّوْا الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا وَاجْعَلُوْا صَلاَتَكُمْ مَعَهُمْ نَافِلَةً قَالَ وَ قَالَ عَبْدُ اللهِ ذُكِرَ لِي أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَرَبَ فَخِذَ أَبِي ذَرٍّ

244 – (648)

Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ghassan Al Misma’i telah menceritakan kepada kami Mu’adz yaitu Ibnu Hisyam, telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Mathar dari Abul ‘Aliyah Al Barra` katanya:

Aku berkata kepada Abdullah bin Shamit, Kami pernah shalat Jum’at di belakang para penguasa yang mengakhirkan shalat. Abul Aliyah mengatakan: Maka Abdullah menepuk pahaku dengan tepukan yang menjadikanku lumayan sakit. Abdullah bin Shamit berkata: Aku pernah bertanya kepada Abu Dzar tentang hal itu, dan dia menepuk pahaku, lalu dia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal itu, lalu beliau menjawab: Tunaikanlah shalat tepat pada waktunya, dan jadikanlah shalat kalian bersama mereka sebagai shalat sunnah. Al Barra` mengatakan: Abdullah berkata: Aku pernah mendapatkan cerita bahwa Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menepuk paha Abu Dzarr

(Shahih Muslim 648-244)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: