Sunah shalat Ashar tepat pada waktunya (diawal waktu)

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ قَالَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي فَيَأْتِي الْعَوَالِيَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ وَلَمْ يَذْكُرْ قُتَيْبَةُ فَيَأْتِي الْعَوَالِيَ

192 – (621)

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said telah menceritakan kepada kami Laits katanya, (dan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumhin telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, dia mengabarkan kepadanya :

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat ashar ketika matahari tengah naik, panas dan warnanya belum berubah, kemudian seseorang pergi ke ‘Awali dan ia sampai ke Awali ketika matahari juga masih meninggi.

Namun Qutaibah tidak menyebutkan, kemudian ia datang ke ‘Awali.

(Shahih Muslim 621-192)

وَحَدَّثَنِي هَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدِ اْلأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسٍ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ بِمِثْلِهِ سَوَاءً

(621)

Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Said Al Ailiy telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahib telah mengabarkan kepadaku ‘Amru dari Ibnu Syihab dari Anas Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat ashar seperti hadits di atas.

(Shahih Muslim 621)

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ:

كُنَّا نُصَلِّي الْعَصْرَ ثُمَّ يَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى قُبَاءٍ فَيَأْتِيْهِمْ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ

193 – (621)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya katanya, aku bacakan di hadapan Malik dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu , katanya:

Kami mengerjakan shalat Ashar, kemudian seseorang pergi ke Quba’ dan menemui mereka sementara matahari masih meninggi

(Shahih Muslim 621-193)

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنَّا نُصَلِّي الْعَصْرَ ثُمَّ يَخْرُجُ اْلإِنْسَانُ إِلَى بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ فَيَجِدُهُمْ يُصَلُّوْنَ الْعَصْرَ

194 – (621)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya katanya, Aku membacakan hadits kepada Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas binMalik Radhiyallahu’anhu,iaberkata:

Kami shalat Ashar, kemudian seseorang pergi ke Bani ‘Amru bin ‘Auf dan ia mendapati mereka baru melakukan shalat Ashar

(Shahih Muslim 621-194)

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فِي دَارِهِ بِالْبَصْرَةِ حِينَ اِنْصَرَفَ مِنْ الظُّهْرِ وَدَارُهُ بِجَنْبِ الْمَسْجِدِ فَلَمَّا دَخَلْنَا عَلَيْهِ قَالَ أَصَلَّيْتُمُ الْعَصْرَ فَقُلْنَا لَهُ إِنَّمَا اِنْصَرَفْنَا السَّاعَةَ مِنَ الظُّهْرِ قَالَ فَصَلُّوْا الْعَصْرَ فَقُمْنَا فَصَلَّيْنَا فَلَمَّا اِنْصَرَفْنَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيْلاً

195 – (622)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Muhammad bin Shabah dan Qutaibah dan Ibnu Hujrin,  mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ja’far dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman bahwa ia pernah menemui Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu di rumahnya di Bashrah,  ketika selesai shalat dhuhur, sementara rumah Anas berada disamping masjid.

Ketika kami menemuinya, dia bertanya: Apakah kalian sudah shalat ashar? Kami jawab: Baru saja kami melaksanakan shalat dhuhur. Kata Anas: Lakukanlah shalat ‘Ashar. Maka kami pun melakukan shalat ashar. Ketika kami selesai mengerjaan shalat Ashar, aku mendengar dia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ashar itulah shalat (yang biasanya ditelantarkan) orang munafik, ia duduk mengamat-amati matahari, jika matahari telah berada diantara dua tanduk setan, ia melakukannya dan ia mematuk empat kali (Rasul pergunakan istilah mematuk, untuk menyatakan sedemikian cepat shalat dulakukan) ia tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.

(Shahih Muslim 622-195)

وَحَدَّثَنَا مَنْصُوْرُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُثْمَانِ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلٍ يَقُوْلُ:

صَلَّيْنَا مَعَ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيْزِ الظُّهْرَ ثُمَّ خَرَجْنَا حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَوَجَدْنَاهُ يُصَلِّي الْعَصْرَ فَقُلْتُ يَا عَمِّ مَا هَذِهِ الصَّلاَةُ الَّتِي صَلَّيْتَ قَالَ الْعَصْرُ وَهَذِهِ صَلاَةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّتِي كُنَّا نُصَلِّي مَعَهُ

196 – (623)

Dan telah menceritakan kepada kami Manshur bin Abu Muzahim telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mubarak dari Abu Bakar bin Utsman bin Sahal bin Hunaif katanya, Aku mendengar Abu Umamah bin Sahal mengatakan:

Kami shalat dhuhur bersama Umar bin Abdul Aziz, kemudian kami keluar hingga kami menemui Anas bin Malik, kami mendapati dia tengah melakukan shalat Ashar. Lalu aku bertanya: Wahai paman, shalat apa yang anda lakukan ini? Dia menjawab: Shalat Ashar, dan inilah shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dahulu kami pernah shalat bersamanya.

(Shahih Muslim 623-196)

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ اَلْعَامِرِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيْسَى وَأَلْفَاظُهُمْ مُتَقَارِبَةٌ قَالَ عَمْرٌو أَخْبَرَنَا وَقَالَ اْلآخَرَانِ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ يَزِيْدَ بْنِ أَبِي حَبِيْبٍ أَنَّ مُوْسَى بْنَ سَعْدٍ اْلأَنْصَارِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ حَفْصِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ:

صَلَّى لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَصْرَ فَلَمَّا اِنْصَرَفَ أَتَاهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا نُرِيْدُ أَنْ نَنْحَرَ جَزُوْرًا لَنَا وَنَحْنُ نُحِبُّ أَنْ تَحْضُرَهَا قَالَ نَعَمْ فَانْطَلَقَ وَانْطَلَقْنَا مَعَهُ فَوَجَدْنَا الْجَزُوْرَ لَمْ تُنْحَرْ فَنُحِرَتْ ثُمَّ قُطِّعَتْ ثُمَّ طُبِخَ مِنْهَا ثُمَّ أَكَلْنَا قَبْلَ أَنْ تَغِيْبَ الشَّمْسُ وَقَالَ الْمُرَادِيُّ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ عَنِ ابْنِ لَهِيْعَةَ وَعَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ فِي هَذَا الْحَدِيْثِ

197 – (624)

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Sawwad Al ‘Amiri dan Muhammad bin Salamah Al Murodi dan Ahmad bin Isa sedangkan lafadznya hampir berdekatan, ‘Amru mengatakan, telah mengabarkan kepada kami, sedang keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Al Harits dari Yazid bin Abu Hubaib bahwa Musa bin Sa’id Al Anshari menceritakan kepadanya dari Hafas bin Abdullah dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat Ashar mengimami kami, ketika beliau selesai shalat, salah seorang Bani Salamah menemui beliau dan berkata: Wahai Rasulullah, kami ingin menyembelih untuk sembelihan kami dan sangat berharap agar anda menghadirinya. Beliau menjawab: Baiklah . Beliau pun berangkat bersama kami, ternyata kami mendapati unta sembelihan belum disembelih, setelah itu unta tersebut disembelih, kemudian dipotong-potong dagingnya dan dimasak, setelah itu kami menyantapnya sebelum matahari menghilang.

Al Murodi berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab dari Ibnu Lahi’ah dan ‘Amru bin Harits tentang hadis ini.

(Shahih Muslim 624-197)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيْدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا اْلأَوْزَاعِيُّ عَنْ أَبِي النَّجَاشِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَافِعَ بْنَ خَدِيْجٍ يَقُولُ:

كُنَّا نُصَلِّي الْعَصْرَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تُنْحَرُ الْجَزُوْرُ فَتُقْسَمُ عَشَرَ قِسَمٍ ثُمَّ تُطْبَخُ فَنَأْكُلُ لَحْمًا نَضِيْجًا قَبْلَ مَغِيْبِ الشَّمْسِ

198 – (625)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran Ar Razi telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Al Awza’i dari Abu Najasy katanya, Aku pernah mendengar Rafi’ bin Khadij mengatakan:

Kami pernah shalat Ashar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian sembelihan disembelih dan dibagi menjadi sepuluh bagian, kemudian (dagingnya) dimasak, dan kami memakannya sebelum matahari terbenam.

(Shahih Muslim 625-198)

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُوْنُسَ وَشُعَيْبُ بْنُ إِسْحَقَ الدِّمَشْقِيُّ قَالاَ حَدَّثَنَا اْلأَوْزَاعِيُّ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ كُنَّا نَنْحَرُ الْجَزُوْرَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْعَصْرِ وَلَمْ يَقُلْ كُنَّا نُصَلِّي مَعَهُ

199 – (625)

Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus dan Syu’aib bin Ishaq Ad Dimasyqi keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Al Awza’i dengan sanad seperti ini, hanya saja dia mengatakan:

Setelah Ashar kami menyembelih unta sembelihan di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Hanya dia tidak mengatakan: Kami shalat bersama beliau.

(Shahih Muslim 625-199)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: