Sunah menangguhkan shalat (berjamah) dzuhur ketika hari sangat panas

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اِشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا بِالصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

180 – (615)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said telah menceritakan kepada kami Laits (Dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumhin telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu , ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika panas menyengat, maka tangguhkanlah shalat hingga (cuaca) agak dingin, sebab sengatan panas berasal dari uap neraka jahannam.

(Shahih Muslim 615-180)

وَحَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ أَنَّ اِبْنَ شِهَابٍ أَخْبَرَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُوْ سَلَمَةَ وَسَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ سَوَاءً

(615)

Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahib telah mengabarkan kepadaku Yunus, bahwa Ibn Syihab telah mengabarinya, katanya, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dan Said bin Al Musayyab keduanya mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, seperti hadits di atas.

(Shahih Muslim 615)

وَحَدَّثَنِي هَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ اْلأَيْلِيُّ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيْسَى قَالَ عَمْرٌو أَخْبَرَنَا وَقَالَ اْلآخَرَانِ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ بُكَيْرًا حَدَّثَهُ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيْدٍ وَسَلْمَانَ اْلأَغَرِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا كَانَ الْيَوْمُ الْحَارُّ فَأَبْرِدُوْا بِالصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

قَالَ عَمْرٌو وَحَدَّثَنِي أَبُوْ يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ قَالَ عَمْرٌو وَحَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ ذَلِكَ

181 – (615)

Dan telah menceritakan kepadaku Harun bin Said Al Aili dan ‘Amru bin Sawad dan Ahmad bin Isa. ‘Amru mengatakan, telah mengabarkan kepada kami, sedangkan yang lainnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahib dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Amru, bahwa Bukair menceritakan kepadanya dari Busr bin Said dan Salman Al Agharr dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika hari sangat panas, maka tangguhkanlah shalat hingga suhu agak dingin, sebab panas yang menyengat berasal dari uap Jahannam.

‘Amru mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Yunus dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tangguhkanlah shalat hingga suhu agak dingin, sebab panas yang menyengat berasal dari uap Jahannam.

‘Amru mengatakan; telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits seperti ini.

(Shahih Muslim 615-181)

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ عَنِ الْعَلاَءِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِنَّ هَذَا الْحَرَّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوْا بِالصَّلاَةِ

182 – (615)

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz dari Al ‘Ala` dari bapaknya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya panas ini berasal dari uap jahannam, maka tangguhkanlah shalat hingga suhu agak dingin.

(Shahih Muslim 615-182)

حَدَّثَنَا اِبْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيْثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَبْرِدُوْا عَنِ الْحَرِّ فِي الصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

183 – (615)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata, inilah yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, -lalu Abu Hurairah menyebutkan beberapa hadis diantaranya- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tangguhkankanlah shalat sampai suhu agak dingin, sebab panas yang menyengat berasal dari uap neraka jahannam.

(Shahih Muslim 615-183)

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ مُهَاجِرًا أَبَا الْحَسَنِ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:

أَذَّنَ مُؤَذِّنُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالظُّهْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْرِدْ أَبْرِدْ أَوْ قَالَ اِنْتَظِرْ اِنْتَظِرْ وَقَالَ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَإِذَا اِشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلاَةِ قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ حَتَّى رَأَيْنَا فَيْءَ التُّلُوْلِ

184-(616)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata, aku mendengar Muhajir Abu Al Hasan menceritakan bahwa ia mendengar Zaid bin Wahib menceritakan dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu dia berkata:

Mu’adzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengumandangkan adzan dhuhur, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tangguhkanlah hingga suhu agak dingin, tangguhkanlah hingga suhu agak dingin. -atau dengan redaksi- Tunggu dulu, tunggu dulu. Lalu beliau melanjutkan sabdanya: Panas yang menyengat berasal dari uap jahannam, jika panas menyengat, maka tangguhkanlah shalat hingga suhu agak dingin.

Abu Dzar mengatakan, Hingga kami lihat bayangan benda yang telentang (maksudnya beliau akhirkan sekian lama, dan benda yang telentang baru kelihatan bayangannya setelah matahari sudah begitu condong)

(Shahih Muslim 616-184)

و حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى وَاللَّفْظُ لِحَرْمَلَةَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُوْ سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

اِشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا فَقَالَتْ يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُوْنَ مِنَ الزَّمْهَرِيْرِ

185 – (617)

Dan telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Sawwad dan Harmalah bin Yahya sedangkan lafadznya dari Harmalah, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahib telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa dia mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu mengatakan:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Neraka menyampaikan keluh kesahnya kepada Rabb-nya dan berkata: Wahai Rabb, mengapa kami satu sama lain saling memakan?. Allah pun mengijinkan neraka untuk bernapas dua kali, bernapas ketika musim dingin dan bernapas ketika musim panas, kedua napas itulah yang kalian dapatkan ketika panas menyengat dan dingin membeku.

(Shahih Muslim 617-185)

وَحَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى اْلأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيْدَ مَوْلَى اْلأَسْوَدِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا كَانَ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ وَذَكَرَ أَنَّ النَّارَ اِشْتَكَتْ إِلَى رَبِّهَا فَأَذِنَ لَهَا فِي كُلِّ عَامٍ بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ

186 – (617)

Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Musa Al Anshari telah menceritakan kepada kami Ma’an telah menceritakan kepada kami Malik dari Abdullah bin Yazid mantan budak Aswad bin Sufyan dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika panas menyengat, tangguhkanlah shalat hingga suhu agak dingin, sebab panas yang menyengat berasal dari uap neraka jahannam, -dan beliau juga menyebutkan bahwa : Neraka berkeluh kesah kepada Rabbnya, lalu Allah mengijinkannya untuk bernapas dua kali dalam setahun, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas

(Shahih Muslim 617-186)

وَحَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيْدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

قَالَتِ النَّارُ رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأْذَنْ لِي أَتَنَفَّسُ فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَمَا وَجَدْتُمْ مِنْ بَرْدٍ أَوْ زَمْهَرِيْرٍ فَمِنْ نَفَسِ جَهَنَّمَ وَمَا وَجَدْتُمْ مِنْ حَرٍّ أَوْ حَرُوْرٍ فَمِنْ نَفَسِ جَهَنَّمَ

187 – (617)

Dan telah menceritakan kepada kami Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahab telah mengabarkan kepada kami Haiwah, dia berkata, telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abdullah bin Usamah bin Hadi dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Neraka berkata: Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, maka ijinkanlah kami untuk bernapas!  maka Allah mengijinkannya untuk bernapas dua kali, sekali napas ketika musim dingin dan sekali napas ketika musim panas, maka dingin atau dingin membeku yang kalian rasakan adalah dari napas jahannam, dan panas atau panas menyengat yang kalian rasakan adalah dari napas jahannam

(Shahih Muslim 617-187)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: