Larangan Mengumumkan (Mencari) barang yang hilang dimasjid

حَدَّثَنَا أَبُوْ الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ حَيْوَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ مَوْلَى شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَمِعَ رَجُلاً يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لاَ رَدَّهَا اللهُ عَلَيْكَ فَإِنَّ الْمَسَاجِدَ لَمْ تُبْنَ لِهَذَا

وَحَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا اْلأَسْوَدِ يَقُوْلُ حَدَّثَنِي أَبُوْ عَبْدِ اللهِ مَوْلَى شَدَّادٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ بِمِثْلِهِ

79 – (568)

Telah menceritakan kepada kami Abu ath-Thahir Ahmad bin Amru telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari Haiwah dari Muhammad bin Abdurrahman dari Abu Abdullah, maula Syaddad bin al-Had bahwasanya dia mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mendengar seseorang mengumumkan barang hilang di masjid, hendaklah dia mendoakan, Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu, karena masjid bukan dibangun untuk ini.

Dan telah menceritakannya kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami al-Muqri’ telah menceritakan kepada kami Haiwah dia berkata, Saya mendengar Abu al-Aswad berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Abdullah, maula Syaddad bahwasanya dia mendengar Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dengan hadits semisalnya

(Shahih Muslim 568-79)

وَحَدَّثَنِي حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا الثَّوْرِيُّ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ:

أَنَّ رَجُلاً نَشَدَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ مَنْ دَعَا إِلَى الْجَمَلِ اْلأَحْمَرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاََ وَجَدْتَ إِنَّمَا بُنِيَتِ الْمَسَاجِدُ لِمَا بُنِيَتْ لَهُ

80 – (569)

Dan telah menceritakan kepadaku Hajjaj bin asy-Syair telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami ats-Tsauri dari Alqamah bin Martsad dari Sulaiman bin Buraidah dari Bapaknya :

Bahwa seorang laki-laki mengumumkan (barang hilang) di masjid, maka dia berkata:  Siapa yang bisa menunjukkan kepada unta merah (yang hilang)?  Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Semoga kamu tidak mendapatkannya, karena masjid hanya dibangun untuk manfaat yang khusus diperuntukkan baginya

(Shahih Muslim 569-80)

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ عَنْ أَبِي سِنَانٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا صَلَّى قَامَ رَجُلٌ فَقَالَ مَنْ دَعَا إِلَى الْجَمَلِ اْلأَحْمَرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ وَجَدْتَ إِنَّمَا بُنِيَتِ الْمَسَاجِدُ لِمَا بُنِيَتْ لَهُ

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ شَيْبَةَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ:

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ بَعْدَ مَا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الْفَجْرِ فَأَدْخَلَ رَأْسَهُ مِنْ بَابِ الْمَسْجِدِ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيْثِهِمَا قَالَ مُسْلِم هُوَ شَيْبَةُ بْنُ نَعَامَةَ أَبُوْ نَعَامَةَ رَوَى عَنْهُ مِسْعَرٌ وَهُشَيْمٌ وَجَرِيْرٌ وَغَيْرُهُمْ مِنَ الْكُوفِيِّيْنَ

81 – (569)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Abu Sinan dari Alqamah bin Martsad dari Sulaiman bin Buraidah dari Bapaknya:

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika shalat, maka seorang laki-laki berdiri seraya berkata: Siapa yang bisa menunjukkan kepadaku kepada unta merah (yang hilang)?  Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Semoga kamu tidak mendapatkannya, karena masjid hanya dibangun untuk manfaat yang khusus diperuntukkan baginya.

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Jarir dari Muhammad bin Syaibah dari Alqamah bin Martsad dari Ibnu Buraidah dari Bapaknyadia berkata,:

Seorang Badui datang setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam shalat shubuh, lalu dia memasukkan kepalanya dari pintu masjid. Lalu dia menyebutkan hadits seperti hadits keduanya. Muslim berkata, Dia adalah Syaibah bin Na’amah, Abu Na’amah. Mis’ar, Husyaim, Jarir dan selain mereka dari kalangan perawi Kufah meriwayatkan darinya.

(Shahih Muslim 569-81)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: