Makruh Shalat sambil menahan hadats (buang air / buang angin)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا حَاتِمٌ هُوَ اِبْنُ إِسْمَعِيْلَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ أَبِي عَتِيْقٍ قَالَ تَحَدَّثْتُ أَنَا وَالْقَاسِمُ عِنْدَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا حَدِيثًا وَكَانَ الْقَاسِمُ رَجُلاً لَحَّانَةً وَكَانَ  ِلأُمِّ وَلَدٍ فَقَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ:

مَا لَكَ لاَ تَحَدَّثُ كَمَا يَتَحَدَّثُ ابْنُ أَخِي هَذَا أَمَا إِنِّي قَدْ عَلِمْتُ مِنْ أَيْنَ أُتِيْتَ هَذَا أَدَّبَتْهُ أُمُّهُ وَأَنْتَ أَدَّبَتْكَ أُمُّكَ قَالَ فَغَضِبَ الْقَاسِمُ وَأَضَبَّ عَلَيْهَا فَلَمَّا رَأَى مَائِدَةَ عَائِشَةَ قَدْ أُتِيَ بِهَا قَامَ قَالَتْ أَيْنَ قَالَ أُصَلِّي قَالَتْ اِجْلِسْ قَالَ إِنِّي أُصَلِّي قَالَتْ اِجْلِسْ غُدَرُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ صَلاَةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلاَ هُوَ يُدَافِعُهُ اْلأَخْبَثَانِ

67 – (560)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami Hatim, dia adalah Ibnu Ismail dari Ya’qub bin Mujahid dari Ibnu Abi ‘Atiq dia berkata: Pada suatu ketika aku bercakap-cakap dengan al-Qasim di sisi Aisyah Radhiyallahu’anha. Al-Qasim adalah seorang laki-laki yang gagu (kurang tersusun tutur katanya), dan ia anak satu-satunya bagi ibunya. Aisyah bertanya kepadanya:

Mengapa kamu tidak dapat bicara seperti keponakanku ini?   Aku tahu sebabnya dari permasalahan apa. Keponakanku ini dididik oleh ibunya, sedangkan kamu dididik oleh ibumu. Dia berkata: Maka al-Qasim marah dan jengkel kepada Aisyah. Tatkala dia melihat meja Aisyah yang telah dihidangkan makanan, maka dia pergi. Maka Aisyah bertanya: Hendak ke mana kamu?  Jawab al-Qasim: Aku hendak pergi shalat. Kata Aisyah: Duduklah dahulu!  Jawab al-Qasim: Aku hendak pergi shalat. Kata Aisyah: Duduklah dahulu! Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: Tidak sempurna shalat seseorang apabila makanan telah dihidangkan, atau apabila dia menahan buang air besar atau kecil.

(Shahih Muslim 560-67)

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي أَبُوْ حَزْرَةَ الْقَاصُّ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي عَتِيْقٍ عَنْ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِي الْحَدِيْثِ قِصَّةَ الْقَاسِمِ

(560)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub danQutaibah bin Sa’id serta Ibnu Hujr mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail, dan dia adalah Ibnu Ja’far telah mengabarkan kepadaku Abu Hazrah al-Qash dari Abdullah bin Abi ‘Atiq dari Aisyah radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits semisalnya, dan dia tidak menyebutkan kisah al-Qasim dalam hadits tersebut.

(Shahih Muslim 560)

2 Tanggapan

  1. saya kdang jga klo lagi sholat suka nahan hadast kecil
    brarti sholat sya ga sah dong ya ??

  2. Makruh bukan berarti tidak sah.
    Kalau sebelum sholat sudah terasa mau buang hadats lebih baik jangan ditahan. Tetapi kalau terasanya ketika sedang sholat maka tidak boleh tidak harus ditahan karena sengaja membatalkan sholat adalah dosa kecuali kalau memang tidak bisa ditahan lagi.

    Walloohu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: