Keutamaan – Keutamaan Nabi Musa ‘Alaihissalam

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيلَ يَغْتَسِلُوْنَ عُرَاةً يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى سَوْأَةِ بَعْضٍ وَكَانَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَغْتَسِلُ وَحْدَهُ فَقَالُوْا وَاللهِ مَا يَمْنَعُ مُوسَى أَنْ يَغْتَسِلَ مَعَنَا إِلاَّ أَنَّهُ آدَرُ قَالَ فَذَهَبَ مَرَّةً يَغْتَسِلُ فَوَضَعَ ثَوْبَهُ عَلَى حَجَرٍ فَفَرَّ الْحَجَرُ بِثَوْبِهِ قَالَ فَجَمَحَ مُوسَى بِأَثَرِهِ يَقُوْلُ ثَوْبِي حَجَرُ ثَوْبِي حَجَرُ حَتَّى نَظَرَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيلَ إِلَى سَوْأَةِ مُوسَى فَقَالُوْا وَاللهِ مَا بِمُوسَى مِنْ بَأْسٍ فَقَامَ الْحَجَرُ بَعْدُ حَتَّى نُظِرَ إِلَيْهِ قَالَ فَأَخَذَ ثَوْبَهُ فَطَفِقَ بِالْحَجَرِ ضَرْبًا قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ وَاللهِ إِنَّهُ بِالْحَجَرِ نَدَبٌ سِتَّةٌ أَوْ سَبْعَةٌ ضَرْبُ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَم بِالْحَجَرِ

155 – (339)

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ Telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabih dia berkata; ‘Inilah yang telah di ceritakan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, -kemudian dia menyebutkan beberapa Hadits yang di antaranya-; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Dahulu orang-orang bani Isra`il mandi dengan telanjang sehingga sebagian dapat melihat aurat sebagaian yang lain, sedangkan Musa ‘Alaihis Salam selalu mandi sendirian, lalu orang-orang berkata; ‘Demi Allah tidaklah ada yang menghalangi Musa untuk mandi bersama kita kecuali karena dia memiliki cacat pada auratnya.’ Rasulullah Bersabda: Suatu kali Musa pergi untuk mandi, lalu ia meletakkan pakaiannya di atas sebuah batu, namun batu tersebut hanyut membawa pakaiannya, Rasulullah Bersabda lagi: Lalu Musa segera mengejar batu tersebut untuk mengambilnya, ia berkata; ‘Wahai batu kembalikanlah pakaianku, wahai batu kembalikanlah pakaianku.’ Sehingga orang-orang bani Isra`il bisa melihat aurat Musa, lalu mereka berkata; ‘Demi Allah, ternyata pada aurat Musa tidak ada kejanggalan, ‘ kemudian setelah itu batu tersebut bangun sehingga bisa terlihat oleh Musa. Lalu Musa mengambil pakaiannya dan memukul batu tersebut.

Abu Hurairah berkata; Demi Allah, pada batu tersebut masih ada bekas pukulan Musa enam atau tujuh tempat.

(Shahih Muslim 339-155)

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ اَلْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ اَلْحَذَّاءُ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ شَقِيْقٍ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ قَالَ:

كَانَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَم رَجُلاً حَيِيًّا قَالَ فَكَانَ لاَ يُرَى مُتَجَرِّدًا قَالَ فَقَالَ بَنُوْ إِسْرَائِيلَ إِنَّهُ آدَرُ قَالَ فَاغْتَسَلَ عِنْدَ مُوَيْهٍ فَوَضَعَ ثَوْبَهُ عَلَى حَجَرٍ فَانْطَلَقَ الْحَجَرُ يَسْعَى وَاتَّبَعَهُ بِعَصَاهُ يَضْرِبُهُ ثَوْبِي حَجَرُ ثَوْبِي حَجَرُ حَتَّى وَقَفَ عَلَى مَلَإٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ وَنَزَلَتْ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَكُونُوْا كَالَّذِيْنَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللهُ مِمَّا قَالُوْا وَكَانَ عِنْدَ اللهِ وَجِيْهًا  {[33/ الأحزاب/ 69]

156 – (339)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Harits; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zura’i; Telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hadzdza’ dari ‘Abdillah bin Syaqiq dia berkata; Telah memberitakan kepada kami Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dia berkata:

Nabi Musa adalah orang yang pemalu dan tidak pernah terlihat auratnya. Orang-orang bani Israil menuduhnya bahwa terdapat cacat pada auratnya. Abu Hurairah berkata; Pada suatu ketika, Nabi Musa mandi di sebuah sungai. Ia letakkan pakaiannya di atas sebuah batu. Tetapi batu itu hanyut dibawa air. Lalu Musa mengejarnya untuk menggapainya dengan menggunakan tongkat seraya berkata; Pakaianku hanyut terbawa batu! Pakaianku hanyut terbawa batu! Hingga akhirnya dia berhenti di sekelompok orang-orang Bani Israil. Lalu turunlah ayat Al Qur’an yang berbunyi: Hai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Sesungguhnya Musa adalah orang yang mempunyai kedudukan yang terhormat dan mulia di sisi Allah. (QS Al Ahzab: 69).

(Shahih Muslim 339-156)

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا وَقَالَ اِبْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

أُرْسِلَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَم فَلَمَّا جَاءَهُ صَكَّهُ فَفَقَأَ عَيْنَهُ فَرَجَعَ إِلَى رَبِّهِ فَقَالَ أَرْسَلْتَنِي إِلَى عَبْدٍ لاَ يُرِيْدُ الْمَوْتَ قَالَ فَرَدَّ اللهُ إِلَيْهِ عَيْنَهُ وَقَالَ اِرْجِعْ إِلَيْهِ فَقُلْ لَهُ يَضَعُ يَدَهُ عَلَى مَتْنِ ثَوْرٍ فَلَهُ بِمَا غَطَّتْ يَدُهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ سَنَةٌ قَالَ أَيْ رَبِّ ثُمَّ مَهْ قَالَ ثُمَّ الْمَوْتُ قَالَ فَالْآنَ فَسَأَلَ اللهَ أَنْ يُدْنِيَهُ مِنَ اْلأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَوْ كُنْتُ ثَمَّ لَأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَانِبِ الطَّرِيقِ تَحْتَ الْكَثِيبِ اْلأَحْمَرِ

157 – (2372)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ dan Abad bin Humaid.Abad berkata; Telah mengabarkan kepada kami sedangkan Ibnu Rafi’ berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari Bapaknya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata:

Malaikat maut diutus (oleh Allah Azza Wa Jalla) kepada Musa, maka ketika ia tiba dihadapannya, Musa langsung memukulnya dan mencongkel matanya, lalu ia kembali kepada Tuhannya Allah Azza Wa Jalla seraya berkata: Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang tidak menginginkan (disegerakan) kematiannya. Abu Hurairah berkata: “Maka Allah Azza Wa Jalla mengembalikan matanya dan berfirman: ‘Kembalilah dan katakan padanya agar ia meletakkan tangannya di atas punggung sapi, maka pada setiap bulu yang ia sentuh dengan tangannya akan ditangguhkan satu tahun dari umurnya, ‘ maka Musa berkata; ‘Wahai Tuhanku kemudian apa lagi setelah itu? ‘ Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kemudian akan datang kematian.’ Musa berkata; ‘Kalau begitu sekarang saja.’ Lalu iapun memohon kepada Allah agar (kuburnya) didekatkan dengan bumi Qudus dengan jarak sejauh lemparan batu.” Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika saya ada disananiscaya akan saya beritahukan kepada kalian letak kuburannya, yaitu pada sisi jalan di bawah pasir yang merah.”

(Shahih Muslim 2372-157)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

جَاءَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَم فَقَالَ لَهُ أَجِبْ رَبَّكَ قَالَ فَلَطَمَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَيْنَ مَلَكِ الْمَوْتِ فَفَقَأَهَا قَالَ فَرَجَعَ الْمَلَكُ إِلَى اللهِ تَعَالَى فَقَالَ إِنَّكَ أَرْسَلْتَنِي إِلَى عَبْدٍ لَكَ لاَ يُرِيدُ الْمَوْتَ وَقَدْ فَقَأَ عَيْنِي قَالَ فَرَدَّ اللهُ إِلَيْهِ عَيْنَهُ وَقَالَ اِرْجِعْ إِلَى عَبْدِي فَقُلِ الْحَيَاةَ تُرِيْدُ فَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْحَيَاةَ فَضَعْ يَدَكَ عَلَى مَتْنِ ثَوْرٍ فَمَا تَوَارَتْ يَدُكَ مِنْ شَعْرَةٍ فَإِنَّكَ تَعِيْشُ بِهَا سَنَةً قَالَ ثُمَّ مَهْ قَالَ ثُمَّ تَمُوْتُ قَالَ فَالْآنَ مِنْ قَرِيْبٍ رَبِّ أَمِتْنِي مِنَ اْلأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللهِ لَوْ أَنِّي عِنْدَهُ لَأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَانِبِ الطَّرِيقِ عِنْدَ الْكَثِيبِ اْلأَحْمَرِ قَالَ أَبُو إِسْحَقَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ بِمِثْلِ هَذَا الْحَدِيثِ

158 – (2372)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq; Telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hamam bin Munabbih dia berkata; ‘Inilah yang telah di ceritakan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu  kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, -kemudian dia menyebutkan beberapa Hadits yang di antaranya-; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Malaikat maut datang menemui Musa ‘Alaihis Salam, lalu ia berkata kepadanya; ‘Penuhilah panggilan Rabbmu, ‘ Rasulullah Bersabda: Lalu Musa menampar mata malaikat maut dan mencukilnya, Rasulullah Bersabda: Lalu malaikat maut pulang menemui Allah ‘azza wajalla seraya berkata; ‘Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba-Mu yang tidak memenginginkan kematian, dan sungguh ia telah mencukil mataku.’ Rasulullah Bersabda: Lalu Allah mengembalikan matanya, dan Allah berfirman: ‘Kembalilah kepada hamba-Ku dan katakan kepadanya; ‘Apakah kehidupan yang engkau inginkan? Jika engkau menginginkan kehidupan maka letakkanlah tanganmu di atas bulu sapi, maka setiap bulu yang tertutup oleh tanganmu, dengannya engkau akan mendapatkan tambahan satu tahun.’ Musa berkata; ‘Lalu apa setelah itu? ‘ malaikat maut berkata; ‘Kematian.’ Musa berkata; ‘Maka segerakanlah, ‘ lalu ia berdoa; ‘Ya Allah, dekatkanlah kuburku dengan tanah suci sejauh lemparan batu.’ Abu Hurairah berkata; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: Jika aku ada disanasungguh akan aku tunjukkan kepada kalian, yaitu di sisi jalan dekat pasir merah.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq; Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa.

(Shahih Muslim 2372-158)

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حُجَيْنُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ اَلْهَاشِمِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ اْلأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

بَيْنَمَا يَهُودِيٌّ يَعْرِضُ سِلْعَةً لَهُ أُعْطِيَ بِهَا شَيْئًا كَرِهَهُ أَوْ لَمْ يَرْضَهُ شَكَّ عَبْدُ الْعَزِيزِ قَالَ لاَ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَلَى الْبَشَرِ قَالَ فَسَمِعَهُ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ فَلَطَمَ وَجْهَهُ قَالَ تَقُوْلُ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَلَى الْبَشَرِ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا قَالَ فَذَهَبَ الْيَهُودِيُّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَبَا الْقَاسِمِ إِنَّ لِي ذِمَّةً وَعَهْدًا وَقَالَ فُلاَنٌ لَطَمَ وَجْهِي فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ لَطَمْتَ وَجْهَهُ قَالَ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَلَى الْبَشَرِ وَأَنْتَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا قَالَ فَغَضِبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى عُرِفَ الْغَضَبُ فِي وَجْهِهِ ثُمَّ قَالَ لاَ تُفَضِّلُوْا بَيْنَ أَنْبِيَاءِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَيَصْعَقُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللهُ قَالَ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيْهِ أُخْرَى فَأَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ بُعِثَ أَوْ فِي أَوَّلِ مَنْ بُعِثَ فَإِذَا مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ آخِذٌ بِالْعَرْشِ فَلاَ أَدْرِي أَحُوْسِبَ بِصَعْقَتِهِ يَوْمَ الطُّورِ أَوْ بُعِثَ قَبْلِي وَلاَ أَقُوْلُ إِنَّ أَحَدًا أَفْضَلُ مِنْ يُونُسَ بْنِ مَتَّى عَلَيْهِ السَّلاَم

وَحَدَّثَنِيْهِ مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ سَوَاءً

159 – (2373)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kamiHujain bin Al Mutsanna; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Abi Salamh dari ‘Abdullah bin Al Fadhl Al Hasyimi dari ‘Abdur Rahman Al A’raj dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu  dia berkata:

Pada suatu ketika ada seorang Yahudi yang menawarkan barang dagangannya, tetapi ia mendapat penawaran yang tidak disepakatinya (‘Abdul ‘Aziz merasa ragu; atau ada yang tidak disukainya), hingga dia berkata; Demi Dzat yang telah mengutamakan Musa dari semua manusia, tidak boleh kalau penawarannya seperti itu. Abu Hurairah berkata: Ternyata ucapan orang Yahudi itu didengar oleh seorang sahabat Anshar. Maka tanpa banyak komentar, ditamparnya muka orang Yahudi tersebut. Mengapa kamu berani berkata, (hujat sahabat Anshar itu) “Demi Dzat yang telah mengutamakan Musa dari semua manusia, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih berada di antara kami?” Abu Hurairah berkata; ‘Akhirnya orang Yahudi itu datang menemui Rasulullah dan berkata; ‘Wahai Abu Qasim, saya ini adalah orang kafir dzimmi yang dilindungi dan mempunyai hak, sebagaimana kaum muslimin lainnya. Ketahuilah bahwasanya si fulan telah menampar muka saya.’ Lalu Rasulullah memanggil sahabat Anshar itu dan bertanya; ‘Hai sahabat Anshar, mengapa kamu tampar muka orang Yahudi ini? ‘ Sahabat Anshar pun menjawab; ‘Ya, Rasulullah, saya menampar muka orang Yahudi ini lantaran dia berkata; ‘Demi Dzat yang telah mengutamakan Musa dari semua manusia.’ Mendengar penjelasan sahabat Anshar itu, maka marahlah Rasulullah dan kemarahannya itu tampak raut muka hingga beliau bersabda: ‘Janganlah kamu mengutamakan seorang nabi daripada nabi yang lain. Sesungguhnya, ketika sangkakala mulai ditiup, maka pada saat itu pula semua makhluk yang ada di langit dan di muka bumi akan mati, terlebih dahulu. Setelah itu, sangkakala pun ditiup kembali. Maka aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan atau: aku termasuk salah seorang makhluk Allah yang pertama kali dibangkitkan dan ternyata Musa telah tiba di ‘Arsy. Sebenarnya saya juga tidak tahu apakah pingsannya Musa pada peristiwa Thur itu sudah dianggap sebagai kematiannya ataukah dibangkitkan lebih dariku. Aku sendiri tidak berani mengatakan bahwa ada seorang manusia yang lebih utama dan mulia dari pada Yunus bin Matta Alaihis Salam.

Dan telah menceritakannya kepadaku Muhammad bin Hatim; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Salamah melalui jalur ini.

(Shahih Muslim 2373-159)

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَأَبُوْ بَكْرِ بْنُ النَّضْرِ قَالاَ حَدَّثَنَا يَعْقُوْبُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ اْلأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

اِسْتَبَّ رَجُلاَنِ رَجُلٌ مِنَ الْيَهُوْدِ وَرَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فَقَالَ الْمُسْلِمُ وَالَّذِي اصْطَفَى مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْعَالَمِيْنَ وَقَالَ الْيَهُودِيُّ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلاَم عَلَى الْعَالَمِيْنَ قَالَ فَرَفَعَ الْمُسْلِمُ يَدَهُ عِنْدَ ذَلِكَ فَلَطَمَ وَجْهَ الْيَهُودِيِّ فَذَهَبَ الْيَهُودِيُّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ بِمَا كَانَ مِنْ أَمْرِهِ وَأَمْرِ الْمُسْلِمِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تُخَيِّرُوْنِي عَلَى مُوسَى فَإِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُوْنَ فَأَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ يُفِيْقُ فَإِذَا مُوسَى بَاطِشٌ بِجَانِبِ الْعَرْشِ فَلاَ أَدْرِي أَكَانَ فِيمَنْ صَعِقَ فَأَفَاقَ قَبْلِي أَمْ كَانَ مِمَّنِ اسْتَثْنَى اللهُ

160 – (2373)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Abu Bakr bin An Nadhrkeduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim; Telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman dan ‘Abdur Rahman Al A’raj dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dia berkata:

Dua orang laki-laki saling mencela, satu orang dari muslim dan satu orang lagi dari yahudi. Laki-laki muslim berkata; Dan demi Dzat yang telah memilih Muhammad di atas penduduk alam. Dan laki-laki dari yahudi berkata; dan demi Dzat yang telah memilih Musa di atas penduduk alam. Maka marahlah laki-laki muslim tersebut seraya memukul wajahnya, lalu laki-laki yahudi tersebut mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan mengabarkan dengan apa yang telah terjadi di antara keduanya, Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: Janganlah engkau mengutamakan aku atas Musa, sesungguhnya pada hari kiamat kelak manusia akan pingsan dan akulah orang yang pertama kali tersadar, tetapi aku dapati Musa tengah berdiri di dekat `Arsy, hingga aku tidak tahu apakah ia termasuk orang yang pingsan kemudian ia tersadar sebelum aku, atau memang ia termasuk yang Allah Azza Wa Jalla kecualikan untuk tidak pingsan.

(Shahih Muslim 2373-160)

وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ وَأَبُوْ بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ قَالاَ أَخْبَرَنَا أَبُوْ الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَسَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:

اِسْتَبَّ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَرَجُلٌ مِنَ الْيَهُوْدِ بِمِثْلِ حَدِيثِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدِ الْخُدْرِيِّ قَالَ:

جَاءَ يَهُوْدِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ لُطِمَ وَجْهُهُ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَلاَ أَدْرِي أَكَانَ مِمَّنْ صَعِقَ فَأَفَاقَ قَبْلِي أَوْ اِكْتَفَى بِصَعْقَةِ الطُّورِ

161 – (2373)

Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Abdur Rahman Ad Darimi danAbu Bakr bin Ishaq keduanya berkata; Telah mengabarkan kepada kami Abu Al Yaman; Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri; Telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman dan Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dia berkata:

Dua orang laki-laki saling mencela, satu orang dari muslim dan satu orang lagi dari yahudi. -sebagaimana Hadits Ibrahim bin Sa’ad dari Ibnu Syihab Dan telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az Zubaidi Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru bin Yahya dari Bapaknya dari Abu Sa’id Al Khudri dia berkata; seorang Yahudi yang telah dipukul wajahnya datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam -dan seterusnya yang semakna dengan Hadits Az Zuhri, hanya saja dia berkata dengan kalimat; ‘hingga aku tidak tahu apakah ia termasuk orang yang pingsan kemudian ia tersadar sebelum aku, atau memang ia sudah cukup dengan pingsannya ketika di bukit Thur hingga tidak pingsan lagi.’

(Shahih Muslim 2373-161)

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح وَحَدَّثَنَا اِبْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي سَعِيدِ الْخُدْرِيِّ قَالَ:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تُخَيِّرُوْا بَيْنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ نُمَيْرٍ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى حَدَّثَنِي أَبِي

162 – (2374)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku; Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru bin Yahya dari Bapaknya dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu’anhu dia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah kalian lebih mengunggulkan antara para nabi. Dan di dalam Hadits Ibnu Numair Amru bin Yahya disebutkan; Telah menceritakan kepadaku Bapakku.

(Shahih Muslim 2374-162)

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتِ الْبُنَانِيِّ وَسُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَيْتُ وَفِي رِوَايَةِ هَدَّابٍ مَرَرْتُ عَلَى مُوسَى لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عِنْدَ الْكَثِيْبِ اْلأَحْمَرِ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ

164 – (2375)

Telah menceritakan kepada kami Haddab bin Khalid dan Syaiban bin Farrukhkeduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit Al Bunani dan Sulaiman At Taimi dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku mendatangi -dan pada riwayat Haddab- Aku melewati Musa pada malam aku di isra’kan, yaitu di samping bukit merah sedang shalat di dalam kuburannya.”

(Shahih Muslim 2375-164)

وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيْسَى يَعْنِي اِبْنَ يُونُسَ ح وَحَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ كِلاَهُمَا عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَنَسٍ ح وَحَدَّثَنَاه أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ:

سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ عَلَى مُوسَى وَهُوَ يُصَلِّي فِي قَبْرِهِ وَزَادَ فِي حَدِيثِ عِيْسَى مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي

165 – (2375)

Dan telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Khasyram; Telah mengabarkan kepada kami ‘Isa yaitu Ibnu Yunus; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Jarirseluruhnya dari Sulaiman At Taimi dari Anas; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin Sulaiman dari Sufyan dari Sulaiman At Taimi Aku mendengar Anas Radhiyallahu’anhu  berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melawati Musa yang sedang shalat di dalam kuburannya. Sedangkan di dalam Hadits ‘Isa dengan lafazh; ‘Pada malam aku diisra’kan aku melewati..’

(Shahih Muslim 2375-165)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: