Hal-hal yang berhubungan dengan qiroat (bacaan)

حدثنا أحمد بن عبدالله بن يونس. حدثنا زهير. حَدَثَنَا أَبُوْ إِسْحَاقَ. قَالَ:

رَأَيْتُ رَجُلاً سَأَلَ اْلأَسْوَدَ بْنَ يَزِيْدٍ، وَهُوَ يُعَلِّمُ الْقُرْآنَ فِي الْمَسْجِدِ. فَقَالَ: كَيْفَ تَقْرَأُ هٰذِهِ اْلآيَةِ؟ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرْ؟ أَدَالاً أَمْ ذَالاً؟ قَالَ: بَلْ دَالاً. سَمِعْتُ عَبْدَاللهِ بْنَ مَسْعُوْدٍ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ “مُدَّكِرْ” دَالاً.

280 – (823)

Hadits riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu:

Abu Ishak telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku melihat seseorang bertanya kepada Aswad bin Yazid, ketika ia sedang mengajarkan Alquran di mesjid. Orang itu berkata: Bagaimana engkau membaca ayat berikut ini: “Fahal min muddakir”, apakah pakai huruf “dal” atau huruf “dzal”? Ia menjawab: Pakai huruf “dal”, aku mendengar Abdullah bin Masud berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membaca “muddakir” pakai huruf “dal”.

(Shahih Muslim No.823-280)

وحدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وأبو كريب. (واللفظ لأبي بكر) قالا: حدثنا أبو معاوية عن الأعمش، عن إبراهيم، عَنْ عَلْقَمَةَ. قَالَ:

قَدِمْنَا الشَّامَ. فَأَتَانَا أَبُوْ الدَّرْدَاءِ فَقَالَ: أَفِيْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ عَلَى قِرَاءَةِ عَبْدِاللهِ؟ فَقُلْتُ: نَعَمْ. أَنَا. قَالَ: فَكَيْفَ سَمِعْتَ عَبْدَاللهِ يَقْرَأُ هٰذِهِ اْلآيَةِ؟ {وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى}. قَالَ: سَمِعْتُهُ يَقْرَأُ: وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالذَّكَرِ وَاْلأُنْثَى قَالَ: وَأَناَ وَاللهِ! هَكَذَا سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقْرَؤُهَا. وَلَكِنْ هٰؤُلاَءِ يُرِيْدُوْنَ أَنْ أَقْرَأَ: وَمَا خَلَقَ. فَلاَ أُتَابِعُهُمْ.

282 – (824)

Hadits riwayat Abu Darda Radhiyallahu’anhu:

Dari Alqamah,iaberkata: Kami tiba di Syam kemudian Abu Darda datang menemui kami dan bertanya: Apakah ada salah seorang dari kalian yang membaca seperti bacaan Abdullah? Aku menjawab: Ya, ada, aku sendiri. Ia bertanya lagi: Bagaimana engkau mendengar Abdullah membaca ayat berikut ini wal laili idzza yaghsyaa. Aku jawab: Aku mendengar Abdullah membaca, “wallaili idzza yaghsyaa”, setelah itu, “wadz dzakari wal untsaa”. Ia berkata: Demi Allah, begitulah aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membacanya, tetapi mereka menginginkan aku membaca: “wa maa khalaqa”, namun aku tidak memperhatikan mereka

(Shahih Muslim No.824-282)

Satu Tanggapan

  1. Sah Amiiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: