Penafsiran tentang kebajikan/kebaikan dan dosa

حدثني محمد بن حاتم بن ميمون. حدثنا ابن مهدي عن معاوية بن صالح، عن عبدالرحمن بن جبير بن نفير، عن أبيه، عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانِ اْلأَنْصَارِي. قَالَ:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْبِرِّ وَاْلإِثْمِ؟ فَقَالَ “اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ. وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرَهْتَ أَنْ يَطْلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ”.

14 – (2553)

Hadits riwayat Nawas bin Sam’an Al Anshari Radhiyallahu anhu, ia berkata:

Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam tentang kebajikan dan dosa?  Maka beliau bersabda: “Kebajikan itu keluhuran akhlaq sedangkan dosa adalah sesuatu yang membuat keraguan dalam dadamu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya”.

(Hadits Shahih Muslim no 2553-14)

حدثني هارون بن سعيد الأيلي. حدثنا عبدالله بن وهب. حدثني معاوية (يعني ابن صالح) عن عبدالرحمن بن جبير بن نفير، عن أبيه، عَنْ نَوَّاسِ بْنِ سَمْعَانِ. قَالَ:

أَقَمْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِالْمَدِيْنَةِ سَنَةَ. مَا يَمْنَعَنِي مِنَ الْهِجْرَةِ إِلاَّ الْمَسْأَلَةُ. كَانَ أَحَدُنَا إِذَا هَاجَرَ لَمْ يَسْأَلْ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ شَيْءٍ. قَالَ فَسَأَلْتُهُ عَنِ الْبِرِّ وَاْلإِثْمِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم “اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ. وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ، وَكَرَهْتَ أَنْ يَطْلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ”.

15 – (2553)

Hadits riwayat Nawas bin Sam’an Al Anshari Radhiyallahu anhu, ia berkata:

Saya bermukim di Madinah bersama kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam selama setahun. Tiada sesuatupun yang mencegahku dari berhijrah kecuali satu pertanyaan. Tiada seorangpun dari kami yang menanyakan sesuatu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam selama.  Kemudian saya bertanya kepada beliau tentang kebaikan dan dosa.  Maka beliau bersabda: “Kebajikan itu keluhuran akhlaq sedangkan dosa adalah sesuatu yang membuat keraguan dalam dirimu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya”.

(Hadits Shahih Muslim no 2553-15)

Satu Tanggapan

  1. maaf tolong jawab ke e-maiL saya aJa. keluarga memaksa seorang gadis nikah, tapi dia tidak maU, karena dia punya cita-cita yang kuat tapi karena keluarganya memaksa. tapi dia ingin melakukan mf (santet) agar orang yg mau nikahnya lemah sahwat. gmn itu hukumnya. dan Lelaki yang di jodohkannya memaksa mengancam. terimakasih. tolong kasih soLusi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: