Boleh mengggauli istri pada kemaluannya (vagina) dari depan atau belakang

حدثنا قتيبة بن سعيد، وأبو بكر بن أبي شيبة، وعمرو الناقد. (واللفظ لأبي بكر) قالوا: حدثنا سفيان عن ابن المنكدر. سَمِعَ جَابِرًا يَقُوْلُ: كَانَتِ الْيَهُوْدُ تَقُوْلُ: إِذَا أَتَى الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ، مِنْ دُبُرِهَا، فِي قُبُلِهَا، كَانَ الْوَلَدُ أَحْوَلَ. فَنَزَلَتْ: {نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ أَنّٰى شِئْتُمْ}. [2 /البقرة/ 223].

117 – (1435)

Hadits riwayat Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Orang-orang Yahudi biasa mengatakan bila seorang lelaki menggauli istrinya pada kubulnya (liang kemaluan/vagina) dari belakang, maka anak yang terlahir akan juling matanya. Lalu turunlah ayat: Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS:Al Baqoroh:223)

Shahih Muslim No.1435-117)

12 Tanggapan

  1. Setau Ane gak boleh. Sebab dubur merupakan sarang penyakit..

    Menyetubuhi wanita sedang haid ataupun lewat dubur dilarang…

    Tidak boleh (haram) menyetubuhi perempuan pada duburnya atau ketika dia sedang haid atau nifas. Hal itu termasuk dosa besar, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَآءَ فِي الْمَحِيضِ وَلاَتَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ {222} نِسَآؤُكُمْ حَرْثُ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ {223}

    “Dan mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran (najis).” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Qs. Al-Baqarah: 222-223)

    Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan wajibnya menjauhi perempuan yang sedang haid, sampai mereka bersih dari haidnya. Hal ini menunjukkan bahwa menyetubuhi mereka yang sedang haid atau nifas adalah haram. Jika mereka telah suci dengan cara mandi, maka dibolehkan bagi suaminya untuk mendatanginya sesuai dengan cara yang telah Allah subhanahu wa ta’ala tetapkan, yaitu menyetubuhinya pada kemaluan yang merupakan tempat bercocok tanam. Adapun dubur, adalah bukan tempat bercocok tanam tapi tempat membuang kotoran. Oleh karena itu, tidak boleh menyetubuhi istri pada duburnya, karena hal itu merupakan dosa besar dan maksiat yang terang-terangan dalam syariat yang suci ini. Imam Abu Dawud dan An-Nasaa’i meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berkata:

    مَلْعُوْنٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِيْ دُبُوْرِهَا

    “Dilaknat, orang yang mendatangi perempuan pada duburnya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasaa’i)

    Imam At-Turmudzi dan An-Nasaa’i meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ امْرَأَةً فِيْ الدُبُرِ

    “Allah tidak akan melihat orang laki-laki yang bersetubuh dengan sesama laki-laki atau orang laki-laki yang menyetubuhi perempuan di duburnya.” (Sanad kedua hadits tersebut shahih).

    Mendatangi perempuan pada duburnya adalah perbuatan liwath yang diharamkan bagi laki-laki dan perempuan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengisahkan tentang kaum nabi Luth ‘alaihi wa sallam:

    إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَاسَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ

    “Sesungguhnya kalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh satu orangpun sebelum kalian di alam ini.” (Qs. Al-‘Ankabut: 28)

    Dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    “Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

    Oleh karena itu, seluruh kaum muslimin wajib menghindari hal itu dan menjauhi segala sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Para suami harus menjauhi perbuatan mungkar ini, begitu juga para istri harus menjauhinya serta tidak memberikan jalan kepada suami mereka untuk melakukan kemungkaran yang besar ini, yaitu bersetubuh ketika haid dan nifas atau bersetubuh pada dubur. Kita mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala keselamatan bagi kaum muslimin dari segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat-Nya yang suci ini. Sesungguhnya Dia adalah Zat yang paling pantas diminta.

    Sumber: Fatawa Syaikh Bin Baaz Jilid 2, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Pustaka at-Tibyan

  2. Maaf maksud mengggauli istri pada kemaluannya dari belakang bukan berarti menggauli istri pada duburnya melainkan tetap pada liang kemaluan depan atau dalam haditsnya disebut qubul yang artinya = vagina. Arah menyetubuhinya saja yang dari belakang badan isteri (adduhh susah amat nyari kalimat yang jelas tapi masih tetet sopan 😀 )
    Kalau menggauli dubur isteri (liwath) sudah jelas hukumnya adalah HARAM.

    mungkin judul tulisan ini yang menimbulkan salah tafsir tetapi sebenarnya isi dalam haditsnya sudah jelas yaitu menggauli isteri pada qubulnya atau vaginanya (maaf)

    terima kasih atas perhatiannya..
    salam ukhuwah

  3. judul dan bunyi hadist diatas jelas kok,,.!bahwa boleh menggauli istri dari depan / belakang ,yang penting pada tempat yang telah ditentukan yaitu vaginanya,makanya jangan terburu-buru menanggapi sebelum benar-benar di baca.

  4. sunguh pelajaran yg baik buat saya

  5. tambah ilmu lagi..sukron..

  6. assalamualaikum,
    pk ustad mohon penjelasanya yang jelas sekali dosakah seorang suami yang mendatangi istrinya dari duburya walaupun tidak sampek mengeluarkan mani hanya memasuk kanya saja alat kelaminya mohon penjelasanya karena belum tau hukumnya dandosa apa yang didapatnya masih bisa bertaubat kah terimakasih sebelumnya,
    wassalla mualaikumwarohmatulohi wabarokatuh

  7. Wa’alaikumussalam wr.wb.
    Mendatangi istri dari duburnya adalah haram hukumnya dan tidak ada bedanya antara mengeluarkan mani atau tidak.
    Setiap perbuatan dosa solusinya hanya satu yaitu bertaubat kepada Allah SWT. Segeralah meminta ampunan kepada Allah dengan menyesali perbuatan yang telah lalu dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. InsyaAllah Allah akan mengampuni dosa-dosa kita.

    Wallaahu a’lam

  8. assalamu a’laikum…… Pak ustad apakah hukumnya seorang suami yang suka menjilat vagina istri sampai orgasme dan sebaliknya juga istrinya.terimakasih sebelumnya atas penjelasanya. Assalamu a’laikum

  9. Maaf saya masih ragu mengenai hal itu.
    Saya akan coba mengulas sedikit dari segi hukum fiqih .
    Bila alat kelamin pria maupun wanita terangsang , maka akan mengeluarkan sejenis cairan yang didalam ilmu fiqih disebut Madzi. Madzi ini hukumnya najis, maka kalau kena pakaian atau lainnya wajib di cuci. Setiap barang yang najis haram untuk dimakan atau diminum (ditelan). Kalau madzi dijilat tentu saja akan bercampur dengan air liur dan untuk menjaga supaya tidak tertelan saya rasa akan sangat sulit.
    Hal lain yang masih meragukan saya adalah kalau dilihat dari ilmu kesehatan. Saya ga tahu seberapa bahayanya menjilati alat kelamin ? Yang saya ketahui hanya alat kelamin adalah tempat keluarnya air kencing.

    Sebagai tambahan bahan kajian, coba baca Artikel berikut http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/03/06/18049/untuk-menggelorakan-syahwat-bolehkah-suami-menjilati-farji-istrinya/

  10. Askum pak ustd,
    Bila menyetubuhi istri dari belakang itu anaknya matanya akan juling pak
    Dan apa juling itu pak mhon pnjlasanya?
    Wasalam

  11. Strabismus (mata juling) adalah suatu kondisi dimana kedua mata tidak tertuju pada satu obyek yang menjadi pusat perhatian secara bersamaan. Keadaan ini bisa menetap (selalu tampak) atau dapat pula hilang timbul yang muncul dalam keadaan tertentu saja seperti saat sakit atau stress. Mata yang tampak juling dapat terlihat lurus dan yang tadinya tampak lurus dapat terlihat juling.

    Keterangan lengkap di http://mikarrinthiky05z.blogspot.com/2012/03/seputar-kesehatan-strabismus-mata.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: