Persyaratan untuk menikahi kembali bekas isteri yang telah dicerai tiga kali

Seseorang tidak boleh menikahi kembali bekas istrinya yang sudah dicerai tiga, sebelum ia dinikahi dan digauli oleh suami barunya kemudian diceraikannya dan sudah habis masa idahnya

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وعمرو الناقد (واللفظ لعمرو) قالا: حدثنا سفيان عن الزهري، عن عروة، عَنْ عَائِشَةَ. قَالَتْ: جَاءَتْ اِمْرَأَةُ رِفَاعَةَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: كُنْتُ عِنْدَ رِفَاعَةَ. فَطَلَّقَنِي فَبَتَّ طَلاَقِي. فَتَزَوَّجْتُ عَبْدَالرَّحْمٰنِ بْنِ الزُّبَيْرِ. وَإِنَّ مَا مَعَهُ مِثْلُ هِدْبَةِ الثَّوْبِ. فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَقَالَ:

” أَتُرِيْدِيْنَ أَنْ تَرْجِعِي إِلَى رِفَاعَةَ ؟ لاَ. حَتَّى تَذُوْقِي عُسَيْلَتَهُ وَيَذُوْقُ عُسَيْلَتَكِ”. قَالَتْ: وَأَبُوْ بَكْرٍ عِنْدَهَ. وَخَالِدٌ بِالْبَابِ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْذَنَ لَهُ. فَنَادَى: يَا أَبَا بَكْرٍ ! أَلاَ تَسْمَعُ هٰذِهِ مَا تَجْهَرُ بِهِ عِنْدَ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم!

111 – (1433)

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

Suatu hari istri Rifa`ah datang menghadap Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Aku pernah menjadi istri Rifa`ah, tetapi ia telah menceraikan aku tiga kali. Kemudian aku menikah dengan Abdurrahman bin Zubair, namun ia memiliki semacam penyakit lemah syahwat. Mendengar penuturan wanita itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tersenyum. Beliau kemudian bertanya: Jadi kamu ingin kembali kepada Rifa`ah? Itu tidak bisa, sebelum kamu mereguk madu Abdurrahman dan ia mereguk madumu. Aisyah berkata: Pada saat itu, Abu Bakar sedang berada di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sedangkan Khalid berada di depan pintu menunggu untuk diizinkan masuk. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Hai Abu Bakar, tidakkah kamu dengar apa yang ditegaskan oleh wanita tadi di hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam

(Shahih Muslim No.1433-111)

حدثني أبو الطاهر وحرملة بن يحيى (واللفظ لحرملة) (قال أبو الطاهر: حدثنا. وقال حرملة: أخبرنا ابن وهب). أخبرني يونس عن ابن شاب. حدثني عروة بن الزبير ؛ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَتْهُ ؛ أَنَّ رِفَاعَةَ الْقُرَظِىَ طَلَّقَ اِمْرَأَتَهُ فَبَتَّ طَلاَقُهَا. فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَهُ عَبْدَالرَّحْمٰنِ بْنَ الزُّبَيْرِ. فَجَاءَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ ! إِنَّهَا كَانَتْ تَحْتَ رِفَاعَةَ. فَطَلَّقَهَا آخِرَ ثَلاَثِ تَطْلِيْقَاتٍ. فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَهُ عَبْدَالرَّحْمٰنِ بْنَ الزُّبَيْرِ. وَإِنَّهُ، وَاللهِ ! مَا مَعَهُ إِلاَّ مِثْلُ الْهِدْبَةِ. وَأَخَذَتْ بِهِدْبَةٍ مِنْ جِلْبَابِهَا. قَالَ: فَتَبَسَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ضَاحِكاً. فَقَالَ:

“لَعَلَّكِ تُرِيْدِيْنَ أَنْ تَرْجِعِي إِلَى رِفَاعَةَ. لاَ. حَتَّى يَذُوْقُ عُسَيْلَتَكِ وَتَذُوْقِي عُسَيْلَتَهُ”.

112 – (1433)

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

Bahwa Rifa`ah datang Al Quradziy mentalak (menceraikan) isterinya dan cerai itu telah sampai tiga kali. Kemudian bekas isterinya itu kawin dengan Abdurrahman bin Zubair. Dia datang menghadap Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Ya Rasulullah! bahwa dahulu bersuamikan Rifa’ah dan diceraikannya sampai tiga kali. Kemudian saya kawin dengan Abdurrahman bin Zubair dan dia- demi Allah kepunyaannya serupa jumbai baju (sangat lemah) sambil dipegangnya jumbai-jumbai bajunya. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tersenyum ketawa mendengarnnya dan berkata: “Boleh jadi engkau hendak kembali kepada Rifa’ah? Tidak boleh, sebelum dia merasai air madumu dan engkau merasai air madunya (bersetubuh).

(Shahih Muslim No.1433-112)

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة. حدثنا علي بن مسهر عن عبيدالله بن عمر، عن القاسم بن محمد، عَنْ عَائِشَةَ. قَالَتْ: طَلَّقَ رَجُلٌ اِمْرَأَتَهُ ثَلاَثًا. فَتَزَوَّجُهَا رَجُلٌ ثُمَّ طَلَّقَهَا قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بِهَا. فَأَرَادَ زَوْجُهَا اْلأَوَّلُ أَنْ يَتَزَوَّجَهَا. فَسُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ ذٰلِكَ. فَقَالَ:

“لاَ. حَتَّى يَذُوْقُ اْلآخَرُ مِنْ عُسَيْلَتَهَا، مَا ذَاقَ اْلأَوَّلُ”.

115 – (1433)

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

Seorang lelaki menceraikan isterinya sampai tiga kali lalu perempuan itu dikawini oleh laki-laki yang lain, kemudian diceraikannya sebelum dia bersetubuh dengan perempuan itu. Lalu suaminya yang pertama ingin mengawininya kembali. Maka ditanyakanlah hal itu kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan beliau menjawab: Tidak boleh, sebelum suami yang kedua merasai air madu perempuan itu sebagaimana dirasai oleh suaminya yang pertama.

Shahih Muslim No.1433-115)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: