Jamuan Makan Pernikahan Rasulullah dengan Zainab

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : شَهِدْتُ وَلِيْمَةَ زَيْنَبَ. فَأَشْبَعَ النَّاسُ خُبْزًا وَلَحْمًا. وَكَانَ يَبْعَثُنِي فَأَدْعُوْا النَّاسَ. فَلَمَّا فَرَغَ قَامَ وَتَبَعْتُهُ. فَتَخَلَّفَ رَجُلاَنِ اسْتَأْنَسَ بِهِمَا الْحَدِيْثَ. لَمْ يَخْرُجَا. فَجَعَلَ يَمُرَّ عَلَى نِسَائِهِ. فَيُسَلِّمُ عَلَى كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ “سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ. كَيْفَ أَنْتُمْ يَا أَهْلَ الْبَيْتِ؟” فَيَقُوْلُوْنَ: بِخَيْرٍ. يَا رَسُوْلَ اللهِ ! كَيْفَ وَجَدْتَ أَهْلَكَ ؟ فَيَقُوْلُ “بِخَيْرٍ” فَلَمَّا فَرَغَ رَجَعَ وَرَجَعْتُ مَعَهُ. فَلَمَّا بَلَغَ الْبَابَ إِذًا هُوَ بِالرَّجُلَيْنِ قَدِ اسْتَأْنَسَ بِهِمَا الْحَدِيْثَ. فَلَمَّا رَأَيَاهُ قَدْ رَجَعَ قَامَا فَخَرَجَا. فَوَاللهِ ! مَا أَدْرِي أَنَا أَخْبَرْتُهُ أَمْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ الْوَحْيُ بِأَنَّهُمَا قَدْ خَرَجَا. فَرَجَعَ وَرَجَعْتُ مَعَهُ. فَلَمَّا وَضَعَ رِجْلَهُ فِي أَسْكَفَةِ الْبَابِ أَرْخَى الْحِجَابَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ. وَأَنْزَلَ اللهُ تعالى هٰذِهِ اْلآيَةَ: {لاَ تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ إِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ} [33 /الأحزاب/ الآية 53] الآية. (1428)

Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Aku menghadiri pesta perkawinan Zainab, di mana Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membuat orang-orang merasa kenyang memakan roti dan daging dan beliau juga mengutusku untuk mengundang orang-orang. Setelah acara walimah selesai, beliau berdiri dan beranjak dari tempatnya, dan aku mengikutinya. Pada saat itu masih ada dua orang tamu laki-laki yang belum keluar karena mereka masih asyik berbincang-bincang. Nabi Shallallahu alaihi wassalam lalu melewati beberapa istrinya yang lain. Beliau mengucapkan salam kepada mereka masing-masing lalu bertanya: Bagaimana keadaan kalian semua, wahai anggota keluarga? Mereka menjawab: Baik, wahai Rasulullah. Mereka balik bertanya: Bagaimana dengan keadaan keluargamu? Beliau menjawab: Baik. Setelah selesai beliau kembali dan aku pun ikut kembali. Sesampai di pintu, dua orang tamu laki-laki yang masih asyik berbicara tadi masih ada, namun begitu melihat Nabi Shallallahu alaihi wassalam kembali mereka cepat-cepat berdiri dan terus keluar. Demi Allah, aku tidak tahu apakah aku yang telah memberitahukan beliau bahwa mereka telah keluar atau wahyu telah turun kepadanya. Sementara aku terus saja mengikuti beliau. Namun begitu kakinya menginjak ambang pintu, segera saja beliau menurunkan kain tirai sehingga aku terhalang dari beliau. Lalu Allah menurunkan ayat berikut ini: Janganlah kamu memasuki rumah Nabi kecuali kamu sudah mendapatkan izinnya. (QS: Al Ahzab:53)

(Shahih Muslim No.1528)

عَنْ أَنَسٍ. قَالَ:

لَمَّا تَزَوَّجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم زَيْنَبَ أَهْدَتْ لَهُ أُمُّ سُلَيْمٍ حَيْسًا فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ. فَقَالَ أَنَسُ: فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:

“اِذْهَبْ فَادْعُ لِي مَنْ لَقَيْتَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ” فَدَعَوْتُ لَهُ مَنْ لَقَيْتُ. فَجَعَلُوْا يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِ فَيَأْكُلُوْنَ وَيَخْرُجُوْنَ. وَوَضَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَدَهُ عَلَى الطَّعَامِ فَدَعَا فِيْهِ. وَقَالَ فِيْهَ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ يَقُوْلَ وَلَمْ أَدْعُ أَحَدًا لَقَيْتُهُ إِلاَّ دَعَوْتُهُ. فَأَكَلُوْا حَتَّى شَبَعُوْا. وَخَرَجُوْا. وَبَقَي طَائِفَةٌ مِنْهُمْ فَأَطَالُوْا عَلَيْهِ الْحَدِيْثَ. فَجَعَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَسْتَحْيِ مِنْهُمْ أَنْ يَقُوْلَ لَهُمْ شَيْئًا. فَخَرَجَ وَتَرَكَهُمْ فِي الْبَيْتِ. فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ إِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِيْنَ إِنَاهُ}  (قَالَ قَتَادَةَ: غَيْرَ مُتَحَيِّنِيْنَ طَعَامًا) {وَلَكِنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا}. حَتَّى بَلَغَ: {ذٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ  وَقُلُوْبِهِنَّ}.(1428)

Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Setelah Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengawini Zainab, Ummu Sulaim menghadiahkan kepada Nabi makanan yang diaduk, diletakkan dalam sebuah bejana yang terbuat dari batu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengatakan kepada Anas: Pergilah dan undanglah setiap orang islam yang engkau temui! Lalu saya undang setiap orang yang bertemu dengan saya. Mereka semua datang memenuhi undangan. Mereka masuk kemudian makan dan keluar (setelah makan). Nabi meletakkan tangannya diatas makanan dan mendo’akannya dan beliau membaca apa yang dikehendaki Allah supaya dibacanya. Setiap orang yang saya temui saya undang semuanya dan tidak ada yang ketinggalan. Mereka semuanya makan sampai kenyang dan dan kemudain keluar (sesudah makan). Tetapi ada beberapa orang yang masih tinggal (tidak keluar) dan mereka berbicara panjang lebar dengan Nabi. Nabi Shallallahu alaihi wassalam merasa malu untuk mengatakan sesuatu kepada mereka (menyuruh keluar) lalu Nabi keluar dan meninggalkan mereka tinggal didalam rumah. Lalu Allah menurunkan ayat: “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu masuk kedalam rumah Nabi, kecuali jika kamu diijinkan untuk makan, dengan tidak menanti-nanti makanan masak. Tetapi apabila kamu dipanggil, masuklah dan setelah selesai makan, keluarlah dengan tidak mencari-cari percakapan. Sesungguhnya demikian itu menyusahkan kepada Nabi dan dia malu kepada kamu (menyuruh keluar), tetapi Allah tiada malu tentang kebenaran. Apabila kamu meminta kepada mereka (isteri-isteri Nabi) apa-apa, hendaklah kamu minta dari belakang tabir (hijab). Hal itu lebih membersihkan hati kamu dan hati mereka. Tiada sepatutnya kamu menyusahkan hati Rasul Allah dan tiada pula mengawini janda-jandanya, dibelakangnya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya pekerjaan itu disisi Allah adalah dosa yang besar.

(QS: Al Ahzab:53)

(Shahih Muslim No.1528)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ يَقُوْلُ: مَا أَوْلَمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى امْرَأَةٍ مِنْ نِسَائِهِ أَكْثَرَ أَوْ أَفْضَلَ مِمَّا أَوْلَمَ عَلَى زَيْنَبٍ.

فَقَالَ ثَابِتُ الْبَنَّانِي: بِمَا أَوْلَمَ ؟ قَالَ: أَطْعَمَهُمْ خَبْزًا وَلَحْمًا حَتَّى تَرَكُوْهُ. (1428)

Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tidak pernah mengadakan jamuan perkawinan atas isteri-isterinya lebih banyak dari pada jamuan perkawinannya atas Zainab. Tsabit AlBannani berkata: Dengan apa beliau membuat perjamuan? Anas berkata: Beliau memberi makan mereka dengan roti dan daging sehingga mereka meninggalkannya. (tersisa)

Shahih Muslim No.1528)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: