Seorang Janda Harus Dimintai Pendapat dan Seorang Perawan Harus Dimintai Persetujuan Bila Akan Dikawinkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

“لاَ تُنْكَحُ اْلأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ. وَلاَ  تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنُ” قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ ! وَكَيْفَ إِذْنُهَا ؟ قَالَ ” أَنْ تَسْكُتَ”.(1419)

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seorang wanita janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pertimbangan dan seorang gadis perawan tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai persetujuan.Parasahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana tanda setujunya? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab: Bila ia diam.

(Shahih Muslim no:1419)

عَنْ ذَكْوَانَ مَوْلَى عَائِشَةَ: سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُوْلُ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْجَارِيَةِ يُنْكِحُهَا أَهْلُهَا. أَتُسْتَأْمَرُ أَمْ لاَ ؟ فَقَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ” نَعَمْ. تُسْتَأْمَرُ” فَقَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ لَهُ: فَإِنَّهَا تَسْتَحْيِ. فَقَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم:

“فَذٰلِكَ إِذْنُهَا إِذَا هِيَ سَكَتَتْ”.(1420)

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha:

Dari Zakwan ia berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tentang seorang gadis perawan yang dinikahkan oleh keluarganya, apakah ia harus dimintai persetujuan ataukah tidak? Beliau menjawab: Ya, harus dimintai persetujuan! Lalu Aisyah berkata: Aku katakan kepada beliau, perempuan itu merasa malu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Itulah tanda setujunya bila ia diam.

(Shahih Muslim no:1420)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

“اَلأَيِّمُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيْهَا. وَالْبِكْرُ تُسْتَأْذَنُ فِي نَفْسِهَا. وَإِذْنُهَا صُمَاتُهَا ” (1421)

Hadits riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:

Bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seorang wanita janda lebih berhak tentang dirinya dari pada walinya. Dan Seorang perawan diminta izinnya (untuk dikawinkan), dan bentuk izinnya adalah diam. (tidak menjawab)

(Shahih Muslim no:1421)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: