Tidak diperbolehkan melamar perempuan yang sedang dilamar orang lain dan menawar barang yang sedang ditawar orang lain

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

“لاَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ. وَلاَ  يَسُوْمُ عَلَى سَوْمِ أَخِيْهِ. وَلاَ  تَنْكِحُ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا وَلاَ  عَلَى خَالَتِهَا. وَلاَ  تَسْأَلِ الْمَرْأَةُ طَلاَقَ أُخْتِهَا لِتَكْتَفِئَ صَحْفَتَهَا. وَلْتَنْكِحْ. فَإِنَّمَا لَهَا مَا كَتَبَ اللهُ لَهَا”.38 – (1408)

Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu,:

Dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Tidak boleh seorang laki-laki meminang (melamar) perempuan yang sedang dipinang saudaranya dan tidak boleh menawar barang yang sedang ditawar saudaranya dan tidak boleh dikawini seorang perempuan yang bibi (dari bapaknya atau bibi dari ibunya) telah dikawininya. Dan janganlah seorang isteri menuntut supaya saudaranya (madunya) direraikan karena hendak menelungkupkan piringnya (semuanya untuk dia) dan biarkanlah perkawinan suaminya itu tetap karena yang diperoleh seorang isteri hanyalah yang telah dituliskan Allah untuknya.

(Shahih Muslim no:1408:38)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

“لاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ. وَلاَ  يَخْطُبْ بَعْضُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ بَعْضٍ”.(1412)

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:

Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam beliau bersabda: Janganlah sebagian kamu menjual atas penjualan orang lain dan janganlah sebagian kamu melamar atas lamaran orang yang lain

(Shahih Muslim no:1412)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: