Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak)

عَنْ عَبْدِاللهِ يَقُوْلُ:

كُنَّا نَغُزُّو مَعَ رَسُوْلِ اللهِ  صلى الله عليه وسلم. لَيْسَ لَنَا نِسَاءٌ. فَقُلْنَا: أَلاَ نَسْتَخْصِى ؟ فَنَهَانَا عَنْ ذٰلِكَ. ثُمَّ رَخَصَ لَنَا أَنْ نَنْكِحَ الْمَرْأَةَ بِالثَّوْبِ إِلَى أَجَلٍ. ثُمَّ قَرَأَ عَبْدُاللهِ: { يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تُحَرِّمُوْا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ وَلاَ  تَعْتَدُوْا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ}  [5 /المائدة/ الآية 87]. (1404)

Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Kami pergi berperang bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tanpa membawa istri lalu kami bertanya: Bolehkah kami mengebiri diri? Beliau melarang kami melakukan itu kemudian memberikan rukhsah untuk menikahi wanita dengan pakaian sebagai mahar selama tempo waktu tertentu lalu Abdullah membacakan ayat: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

(Shahih Muslim no:1404)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللهِ وَسَلَمَةَ بْنِ اْلأَكْوَعِ، قَالاَ:

خَرَجَ عَلَيْنَا مُنَادِي رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَدْ أَذَنَ لَكُمْ أَنْ تَسْتَمْعُوْا. يَعْنِي مُتْعَةَ النِّسَاءِ. 13- (1405)

Hadits riwayat Jabir bin Abdullah dan Salamah bin Akwa’ Radhiyallahu’anhuma, mereka berkata:

Seorang yang akan memberikan pengumuman dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam keluar menghampiri kami dan berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sudah mengizinkan kamu sekalian untuk menikahi kaum wanita secara mut`ah.

(Shahih Muslim no:1405:13)

عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيْهِ، قَالَ:

رَخَّصَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَامَ أَوْطَاسٍ، فِي الْمُتْعَةِ ثَلاَثًا. ثُمَّ نَهَى عَنْهَا. 18 – (1405)

Hadits riwayat Iyas bin Salamah dari bapaknya Radhiyallahu’anhuma, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam memberi kelonggaran melakukan nikah mut’ah di tahun Authas (waktu menaklukkan Mekah) selama tiga hari kemudian beliau melarangnya.

(Shahih Muslim no:1405:18)

عَنْ سَبْرَةَ الْجُهَنِيِّ، ؛ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ:

“يَا أَيُّهَا النَّاسُ ! إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذَنْتُ لَكُمْ فِي اْلاِسْتِمْتَاعِ مِنَ النِّسَاءِ. وَإِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ ذٰلِكَ إِلَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ. فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيْلَهُ. وَلاَ  تَأْخُذُوْا مِمَّا آتَيْتُمُوْهُنَّ شَيْئًا”.

 (1406)

Hadits riwayat Sabrah Al Juhaniyyi Radhiyallahu’anhu,

Bahwa dia pernah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan beliau bersabda: Hai orang banyak! Sesungguhnya ak upernah mengijinkan kalian melakukan nikah mut’ah dengan perempuan tetapi sekarang sesungguhnya Allah telah melarang itu sampai hari kiamat. Sebab itu siapa diantara kalian yang masih mempunyai perempuan itu, hendaklah disuruhnya pergi dan jangan kalian minta kembali apa yang telah kalian berikan sedikitpun.

(Shahih Muslim no:1405)

عَنْ علي بن أبي طالب قَالَ:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ، يَوْمَ خُيَبْرٍ. وَعَنْ أَكْلِ لُحُوْمِ الْحِمَرِ الإِنْسِيَّةِ. (1407)

Hadits riwayat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melarang untuk menikahi wanita secara mut`ah dan memakan daging keledai piaraan ketika perang Khaibar

(Shahih Muslim no:1407)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: