Boleh seseorang memanggil anak orang lain dengan panggilan wahai anakku (ya bunayya) sebagai tanda kasih-sayang

عَنِ الْمُغِيْرَةَ بْنِ شُعْبَةَ. قَالَ:

مَا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَحَدٌ عَنِ الدَّجَّالِ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُهُ عَنْهُ. فَقَالَ لِي (أَيْ بُنَيَّ! وَمَا يَنْصُبُكَ مِنْهُ؟ إِنَّهُ لَنْ يَضُرَّكَ) قَالَ قُلْتُ: إِنَّهُمْ يَزْعُمُوْنَ أَنَّ مَعَهُ أَنْهَارُ الْمَاءِ وَجِبَالُ الْخُبْزِ. قَالَ (هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ ذٰلِكَ). (2152)

Hadits riwayat Mughirah bin Syu`bah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Tak seorang pun bertanya tentang Dajjal kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam lebih banyak dari pertanyaanku kepada beliau dalam persoalan itu. Maka beliau bersabda: Wahai anakku! Apa yang membuatmu berpayah-payah memikirkannya? Sesungguhnya ia (Dajjal) tidak bakal membahayakanmu. Aku (Mughirah) berkata: Orang-orang beranggapan, bahwa ia akan memiliki sungai-sungai air dan gunung-gunung roti. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Yang lebih dari itu, sangat mudah bagi Allah. (HR.Muslim:2152)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: