Sunnah bagi seorang pemimpin untuk membaiat pasukan perangnya yang akan berperang

عَنْ جَابِرٍ. قَالَ:
كُنَّا يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةَ أَلْفًا وَأَرْبَعَمِائَةٍ. فَبَايَعْنَاهُ وَعُمَرُ آخِذٌ بِيَدِهِ تَحْتَ الشَّجَرَةِ. وَهِيَ سَمُرَةُ.
وَقَالَ: وَبَايَعْنَاهُ عَلَى أَنْ لاَ نَفِرَّ. وَلَمْ نُبَايِعْهُ عَلَى الْمَوْتِ

Hadits riwayat Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Pada hari Hudaibiah, kami berjumlah seribu empat ratus orang, lalu kami berbaiat (berjanji setia) kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sementara Umar memegang tangan beliau di bawah pohon yaitu sejenis pohon Samurah. Umar berkata: Kami berjanji kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam untuk tidak melarikan diri dan bukan janji bersedia untuk mati.

عَنْ يَزِيْدِ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى سَلَمَةَ بْنِ اْلأَكْوَعَ. قَالَ:
قُلْتُ لِسَلَمَةَ: عَلَى أَيِّ شَيْءٍ بَايَعْتُمْ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ الْحُدَيْبِيَّةِ؟ قَالَ: عَلَى الْمَوْتِ

Hadits Yazid bin Ubaid Radhiyallahu’anhu (hamba sahaya yang dimerdekakan Salamah bin Akwa’) ia berkata:
Aku bertanya kepada Salamah: Untuk apakah kalian berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pada hari Hudaibiah? Salamah menjawab: Untuk (berperang sampai) mati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: