Haram mematuhi perintah untuk melakukan kekufuran dan kemaksiatan

عَنِ ابْنِ عُمَرَ

عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم؛ أَنَّهُ قَالَ :عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ اَلسَّمْعُ وَالطَّاعَةُ. فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرَهَ. إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرُ بِمَعْصِيَةٍ. فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلاَ سَمْعَ وَلاَ  طَاعَةَ

Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:

Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam beliau bersabda: Kewajiban seorang muslim adalah mendengar dan taat dalam melakukan perintah yang disukai atau pun tidak disukai, kecuali bila diperintahkan melakukan maksiat. Bila dia diperintah melakukan maksiat, maka tidak ada kewajiban untuk mendengar serta taat

 

عَنْ عَلِي؛

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ جَيْشًا وَأَمَرَ عَلَيْهِمْ رَجُلاً. فَأَوْقَدَ نَارًا. وَقَالَ: اُدْخُلُوْهَا. فَأَرَادَ النَّاسُ أَنْ يَدْخُلُوْهَا. وَقَالَ اْلآخَرُوْنَ: إِنَّا قَدْ فَرَرْنَا مِنْهَا. فَذَكَرَ ذٰلِكَ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ، لِلَّذِيْنَ أَرَادُوْا أَنْ يَدْخُلُوْهَا (لَوْ دَخَلْتُمُوْهَا لَمْ تَزَالُوْا فِيْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ) وَقَالَ لِلآخَرِيْنِ قَوْلاً حَسَنًا. وَقَالَ : لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ. إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ

Hadis riwayat Ali Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah mengirim sepasukan tentara serta mengangkat seorang lelaki untuk memimpin mereka. Lalu pemimpin itu menyalakan api dan berkata: Masuklah kamu sekalian! Beberapa orang telah hendak memasuki api itu, namun yang lainnya berkata: Kami telah berhasil melarikan diri dari api itu. Lalu kejadian itu disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Kemudian kepada orang-orang yang ingin memasukinya beliau berkata: Jika kalian memasukinya, maka kalian akan tetap berada di dalamnya sampai hari kiamat. Kepada yang lain, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda dengan ucapan yang baik dan beliau bersabda: Tidak ada kewajiban taat dalam berbuat maksiat kepada Allah. Sesungguhnya taat itu hanya untuk kebajikan

عَنْ جُنَادَةَ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ قَالَ

دَخَلْنَا عَلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ وَهُوَ مَرِيْضٌ. فَقُلْنَا: حَدِّثْنَا، أَصْلَحَكَ اللهُ، بِحَدِيْثٍ يَنْفَعُ اللهُ بِهِ، سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم فَقَالَ

دَعَانَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَبَايَعْنَاهُ. فَكَانَ فِيْمَا أَخَذَ عَلَيْنَا، أَنْ بَايَعْنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثْرَةٍ عَلَيْنَا. وَأَنْ لاَ نُنَازِعُ اْلأَمْرَ أَهْلَهُ. قَالَ إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللهِ فِيْهِ بُرْهَانً

Hadis riwayat Junadah bin Abu Umayyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Kami datang ke rumah ‘Ubadah bin Shamit – ketika itu dia sedang sakit – lalu kami mengatakan kepadanya: “Ceritakanlah – mudah-mudahan Allah memberikan yang baik kepada engkau – sebuah hadits yang diberi manfaat oleh Allah yang engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.”

Ubadah menjawab: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam memanggil kami berkumpul lalu kami berjanji setia akan mendengarkan dan mematuhi perintah dalam hal yang kami senangi atau kurang kami senangi, dimasa sulit atau lapang dan dalam hal tidak mendahulukan kepentingan kami. Dan kami tidak menentang perintah dari seorang yang pantas memegang jabatannya. Nabi berkata:  kecuali kalau kamu melihat dalam perintah itu ada kekufuran (kejahatan) yang jelas dalam pandanganmu berdasarkan keterangan dari Allah.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: