Mengangkat pengganti khalifah atau membiarkannya

عَنِ ابْنِ عُمَرَ. قَالَ:
حَضَرْتُ أَبِي حِيْنَ أُصِيْبَ. فَأثْنَوْا عَلَيْهِ. وَقَالُوْا: جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا. فَقَالَ: رَاغِبٌ وَرَاهِبٌ. قَالُوْا: اِسْتَخْلِفْ. فَقَالَ: أَتَحَمَّلُ أَمْرَكُمْ حَيًّا وَمَيْتًا؟ لَوَدِدْتُ أَنَّ حَظِّي مِنْهَا الْكَفَافُ. لاَ عَلَيَّ وَلاَ لِي. فَإِنْ أَسْتَخْلِفْ فَقَدِ اسْتَخْلَفَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي (يَعْنِي أَبَا بَكْرٍ). وَإِنْ أَتْرُكْكُمْ فَقَدْ تَرَكَكُمْ. مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي، رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم.
قَالَ عَبْدُاللهِ: فَعَرَفْتُ أَنَّهُ، حِيْنَ ذَكَرَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، غَيْرُ مُسْتَخْلِفٍ

Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu, berkata:
Saya berada dekat bapak saya (Umar bin Khattab), ketika beliau mendapat cobaan (ditikamoleh orang Yahudi). Mereka yang hadir memuji beliau dan mengucapkan: Kiranya Allah membalasi engkau dengan balasan yang baik. Umar menjawab: Mempunyai harapan merasa cemas !. Mereka berkata : Tunjuklah orang yang akan menggantikan engkau (menjadi khalifah). Umar menjawab: “Apakah saya akan memikul urusan kamu (pemerintahan) diwaktu hidup dan sesudah mati? Sesungguhnya saya ingin bagianku (tugasku) dalam hal ini sudah cukup, tidak berkurang dan tidak bertambah. Bila aku mengangkat, maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar, telah mengangkat pengganti khalifah. Dan bila aku membiarkan kamu sekalian (untuk memilih), maka orang yang lebih baik dariku, yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, juga telah membiarkan kamu sekalian. Abdullah bin Umar berkata: Sehingga aku pun mengetahui ketika ia menyebut Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bahwa dia tidak akan mengangkat khalifah pengganti.

4 Tanggapan

  1. Beliau (Umar bin Khatthab) lebih suka untuk tidak mengangkat pengganti beliau seperti halnya Rasulullah tidak mengangkat pengganti. Karena kalau beliau mengangkat pengganti dan beliau meninggal, beliau merasa masih harus mempertanggung jawabkan kekhalifahan (khalifah pillhan beliau) ketika beliau telah meninggal. Beliau adalah orang yang sangat berhati-hati. Urusan pengganti khalifah diserahkan pada seluruh umat. (Sangat demokratis)
    Wallahu A’lam

  2. jadi klo sistemnya seperti kerajaan lain lagi???ato memang kita hrs ada ke-khalifah-an namun ditentukan oleh umat???

  3. Wah maaf ..
    kalau tentang itu, saya benar-benar ga tahu…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: