Tenang Dalam Shalat dan Mengatur Shaf (barisan sholat)

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ؛ قَالَ:

خَرَجَ عَلَيْناَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَقاَلَ “مَالِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيْكُمْ كَأَنَّهَا أَذْناَبُ خَيْلٍ شُمُسٍ؟ اُسْكُنُوْا فِي الصَّلاَةِ” قَالَ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْناَ فَرَآناَ حِلَقاً. فَقاَلَ “مَا لِي أَرَاكُمْ عِزِيْنَ؟” قاَلَ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْناَ فَقَالَ “أَلاَ تَصُفُّوْنَ كَماَ تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدِ رَبِّهاَ؟” فَقُلْناَ: ياَ رَسُوْلَ اللهِ! وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهاَ؟ قَالَ “يَتِمُّوْنَ الصُّفُوْفَ اْلأُوَلَ. وَيَتَرَاصُّوْنِ فِي الصَّفِّ”.

Hadits riwayat Jabir bin Samuah Radhiyallaahu’anhu ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang kepada kami, lalu beliau bersabda: “Mengapa kalian aku lihat mengangkat tangan bagai ekor kuda yang bertingkah? Tenanglah kalian di dalam shalat. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang pula kepada kami. Beliau melihat kami berbaris tidak teratur. Lalu beliau bersabda: “Mengapa kalian aku lihat terpisah-pisah?” Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang pula kepada kami, lalu beliau bersabda: “Mengapa kalian tidak berbaris seperti malaikat berbaris disisi Tuhannya?” Kami bertanya: “Ya Rasululla! Bagaimana malaikat itu berbaris disisi Tuhannya?” Nabi menjawab: “Mereka memenuhi barisan yang di muka dan bersusun (rapi) dalam barisan.”

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ؛ قَالَ:

كُنَّا إِذَا صَلَّيْناَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قُلْناَ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ. وَأَشاَرَ بِيَدِهِ إِلٰى الْجَانِبَيْنِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم “عَلاَمَ تُوْمِئُوْنَ بِأَيْدِيْكُمْ كَأَنَّهاَ أَذْناَبُ خَيْلٍ شُمُسٍ؟ إِنَّماَ يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَضِعَ يَدَهُ عَلٰى فَخْذِهِ. ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلٰى أَخِيْهِ مَنْ عَلٰى يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ”.

Hadits riwayat Jabir bin Samuah Radhiyallaahu’anhu ia berkata:

Pernah kami ketika shalat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, mengucapkan “Assalamu’alaikum waraohmatullah, Assalamu’alaikum waraohmatullah” sambil menunjuk dengan tangannya ke dua arah (kanan dan kiri). Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Mengapa kalian menunjuk dengan tangan kamu bagai ekor kuda yang bertingkah? Cukup untuk kalian meletakkan tangan di atas pahanya, kemudian mengucapkan salam kepada saudaranya orang yang dikanan dan orang yang dikirinya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: