Sunah Mengangkat Tangan Ketika Takbirotul Ihrom, Akan Ruku’ dan Bangun Dari Ruku’

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذاَ قَامَ لِلصَّلاَةِ، رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُوْناَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ. ثُمَّ كَبَرَ. فَإِذاَ أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ. وَإِذاَ رَفَعَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ. وَلاَ يَفْعَلُهُ حِيْنَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُوْدِ.

 Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika berdiri untuk sholat beliau mengangkat kedua tangan hingga sejajar pundak kemudian beliau membaca takbir. Ketika akan melakukan ruku’ beliau melakukan hal yang serupa itu  dan ketika bangun dari ruku’ beliau melakukan hal yang serupa itu. Dan beliau tidak melakukannya ketika mengangkatnya kepalanya dari keadaan sujud.

 

عَنْ أَبِي قَلاَبَةَ؛ أَنَّهُ رَأَى مَالِكَ بْنَ الْحُوَيْرِثِ، إِذاَ صَلَّى كَبَرَ. ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ. وَإِذاَ أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ. وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوْعِ رَفَعَ يَدَيْهِ. وَحَدَثَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَفْعَلُ هَكَذَا.

 Hadits riwayat Abu Qilaabah Radhiyallahu’anhu:

Bahwa ia melihat Malik bin Huwairits ketika ia salat, ia bertakbir lalu mengangkat kedua tangannya. Ketika ingin ruku’, ia mengangkat kedua tangannya. Ketika mengangkat kepala dari ruku’, ia mengangkat kedua tangannya. Ia bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dahulu berbuat seperti itu

 عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم:

كَانَ إِذَا كَبَرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتىَّ يُحَاذِي بِهِمَا أُذُنَيْهِ. وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِي بِهِمَا أُذُنَيْهِ. وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوْعِ، فَقَالَ “سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ”، فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ.

 Hadits riwayat Malik bin Huwairits Radhiyallahu’anhu:

Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika takbir beliau mengangkat kedua tangannya sehingga sejajar dengan kedua telinganya, ketika ruku’ beliau mengangkat kedua tangannya sehingga sejajar dengan kedua telinganya dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku’ beliau membaca “Sami’allahu liman hamidahu” (Allah mendengar orang yang memujiNya) sambil mengerjakan seumpama yang demikian (mengangkat kedua tangannya sehingga sejajar dengan kedua telinganya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: