Menggauli Isteri yang sedang haid dengan Kain penutup

عَنْ عَائِشَةَ؛ قَالَتْ:

كَانَ إِحْدَانَا، إِذَا كَانَتْ حَائِضًا، أَمَرَهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَتَأْتَزِرُ بِإِزَارٍ، ثُمَّ يُبَاشِرُهُا

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

Apabila salah seorang di antara kami sedang haid, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam memerintahkan untuk memakai izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah), kemudian beliau menggaulinya (tanpa senggama). 

عَنْ مَيْمُوْنَةَ؛ قَالَتْ:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُبَاشِرُ نِسَاءَهُ فَوْقَ اْلإِزَارِ، وَهُنَّ حَيْضٌ

 Hadits riwayat Maimunah Radhiyallahu’anha, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam biasa menggauli (tanpa senggama) istri-istri beliau yang sedang haid dari luar izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah).

3 Tanggapan

  1. tanpa senggama…maksudnya apa ya…..?

  2. maksud tanpa senggama ialah tanpa melakukan persetubuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: