Waktu Sunnah Untuk Melempar Jumrah

عَنْ جَابِرٍ ؛ قَالَ:
رَمَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اَلْجُمْرَةَ يَوْمَ النَّحْرِ ضُحَى. وَأَمَّا بَعْدُ، فَإِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ

Hadits riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melontar jumroh pada hari nahar (hari raya haji) pada waktu matahari sedang naik (pagi). Adapun sesudahnya (hari tasyrik) ketika matahari telah tergelincir ke barat. (setelah dhuhur)

 

2 Tanggapan

  1. untuk hari tasyrik, lemparnya sebelum fajar atau setelah fajar, mereka berbeda, Indoesia dan Malaisya setelah fajar, namun jutaan orang tersmasuk Indonesia sebagian melempar sebelum fajar… coba kita gali lagi dasar-dasarnya… Buku Panduan Haji Indonesia menjelaskan sesudah fajar…

  2. belum ada penjelasan baru tentang lempar jumrah, kapan waktunya yang benar dan sah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: