Sa’i antara Shafa dan Marwah merupakan rukun yang harus dilakukan dalam ibadah haji

عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيْهِ، عَنْ عَائِشَةَ. قَالَ قُلْتُ لَهَا: إِنِّي َلأَظُنُّ رَجُلاً لَوْلَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ، مَا ضَرَُّهُ. قَالَتْ: لِمَ ؟ قُلْتُ: ِلأَنَّ اللهَ تعالى يَقُوْلُ: إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ [2 /البقرة/ الآية 178]. إلى آخر الآية. فَقَالَتْ: مَا أَتَمَّ اللهُ حَجَّ امْرِئٍ وَلاَ عُمْرَتَهَ لَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ. وَلَوْ كَانَ كَمَا تَقُوْلُ لَكَانَ: فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَطَوَّفَ بِهِمَا. وَهَلْ تَدْرِي فِيْمَا كَانَ ذَاكَ ؟ إِنَّمَا كَانَ ذَاكَ أَنْ اْلأَنْصَارَ كَانُوْا يُهِلُّوْنَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ لِصَنَمَيْنِ عَلَى شَطِّ الْبَحْرِ. يُقَالُ لَهُمَا إِسَافٌ وَنَائِلَةٌ. ثُمَّ يَجِيْئُوْنَ فَيَطُوْفُوْنَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ. ثُمَّ يَحْلِقُوْنَ. فَلَمَّا جَاءَ اْلإِسْلاَمُ كَرَهُوْا أَنْ يَطُوْفُوْا بَيْنَهُمَا. لِلَّذِي كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ. قَالَتْ: فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ. إِلَى آخِرِهَا. قَالَتْ: فَطَافُوْا

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha: Dari Urwah Radhiyallahu’anhu bahwa ia berkata:
Aku berkata kepada Aisyah Radhiyallahu’anha: Aku menyangka bahwa orang seandainya ia tidak sai antara Shafa dan Marwah, apa akibatnya. Ia (Aisyah) bertanya: Kenapa? Aku jawab: Karena Allah Taala berfirman: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syiar Allah, sampai akhir ayat. Ia (Aisyah) berkata: Allah tidak menganggap telah sempurna haji dan umrah seseorang yang tidak sai antara Shafa dan Marwah. Kalau benar yang engkau katakan, niscaya tidak ada dosa bagi orang yang tidak sai antara kedua tempat tersebut. Apakah engkau tahu, sebab turunnya ayat itu? Sesungguhnya pada zaman jahiliyah, orang-orang Ansar niat haji untuk dua berhala yang berada di tepi laut yang bernama Isaf dan Nailah. Kemudian mereka datang dan melakukan sai antara Shafa dan Marwah, lalu mencukur rambut. Ketika Islam datang, mereka enggan melakukan sai antara kedua tempat tersebut karena kebiasaan yang telah mereka lakukan pada masa jahiliyah. Ia (Aisyah) melanjutkan: Maka Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menurunkan ayat: Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu adalah sebahagian dari syiar Allah, sampai akhir ayat. Ia (Aisyah) berkata: Lalu mereka mau melakukan sai


عَنْ أَنَسٍ. قَالَ: كَانَتِ اْلأَنْصَارُ يَكْرَهُوْنَ أَنْ يَطُوْفُوْا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ. حَتَّى نَزَلَتْ: إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا

Hadits riwayat Anas Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Kaum Ansar enggan melakukan sai antara Shafa dan Marwah sampai turun ayat: Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu adalah sebahagian syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tiada berdosa untuk melakukan sai antara keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: