Sholat Sunnah Lebih Baik dikerjakan di Rumah

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
اِجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ. وَلاَ تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا

Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Laksanakanlah salat sunat di rumah kalian dan janganlah engkau jadikan rumah kalian itu seperti kuburan.

عَنْ أَبِي مُوْسَى، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ فِيْهِ، وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Perumpamaan rumah yang tempat mengingat Allah dan rumah yang bukan tempat mengingat Allah adalah seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati.

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ. قَالَ:
اِحْتَجَرَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم حُجَيْرَةً بِخَصَفَةٍ أَوْ حَصِيْرٍ. فَخَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي فِيْهَا. قَالَ فَتَتَّبِعُ إِلَيْهِ رِجَالٌ وَجَاءُوْا يُصَلُّوْنَ بِصَلاَتِهِ. قَالَ ثُمَّ جَاءُوْا لَيْلَةً فَحَضَرُوْا. وَأَبْطَأَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم عَنْهُمْ. قَالَ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ. فَرَفَعُوْا أَصْوَاتَهُمْ وَحَصَبُوْا الْبَابَ. فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مُغْضَباً. فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَازَالَ بِكُمْ صَنِيْعُكُمْ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُكْتَبُ عَلَيْكُمْ. فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاَةِ فِي بُيُوْتِكُمْ. فَإِنَّ خَيْرَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِيْ بَيْتِهِ. إِلاَّ الصَّلاَةُ الْمَكْتُوْبَةِ

Hadis riwayat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membatasi suatu tempat dengan alas atau tikar. Lalu beliau keluar untuk salat di situ. Beberapa orang sahabat mengamati tempat tersebut dan lain waktu mereka datang untuk melakukan salat di tempat beliau itu. Pada suatu malam mereka datang dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tidak mau keluar menemui mereka. Lantas mereka berteriak mamanggilnya bahkan ada yang melempari pintu dengan batu-batu kecil. Dengan marah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam keluar menemui mereka dan bersabda: Kalian masih saja melakukan apa yang kalian buat sampai aku menyangka bahwa hal itu (salat sunat) akan diwajibkan kepada kalian. Kalian harus salat sunat di rumah kalian, karena sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib

Iklan

2 Tanggapan

  1. apakah semua jenis shalat sunnah termasuk tarawih, dhuha, fajar dll,.,.,mhn penjelasannya karena ada teman yang tdk melaksanakan shalat tarawih di masjid sebab mendengar hadist tersebut,..,.mhn penjelasannya,..,???????????????????????

  2. Untuk sholat sunnah yang sunnah dikerjakan berjamaah tentu saja labih baik bila dikerjakan dimasjid dari pada dirumah. Misalnya untuk sholat Tarawih, Sholat ‘Idul Fitri, Sholat ‘Idul Adha, Sholat Istisqo’ dan Sholat Gerhana (bulan atau matahari). Sedang untuk sholat lainnya seperti tahajud, dhuha, fajar dll lebih baik dikerjakan dirumah karena akan lebih jauh dari sifat riya’ dan akan menjadikan rumah kita penuh cahaya ibadah dan dzikir kepada Allah.

    Wallohu A’lam bisshowab.
    Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan
    Salam Ukhuwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: