Do’a shalat istisqo’

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَقَالَ الْآخَرُوْنَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شَرِيْكِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ:

أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ جُمُعَةٍ مِنْ بَابٍ كَانَ نَحْوَ دَارِ الْقَضَاءِ وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ فَاسْتَقْبَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا ثُمَّ قَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلَكَتِ الْأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ فَادْعُ اللهَ يُغِثْنَا قَالَ فَرَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ اَللّهُمَّ أَغِثْنَا اَللّهُمَّ أَغِثْنَا اَللّهُمَّ أَغِثْنَا قَالَ أَنَسٌ وَلَا وَاللهِ مَا نَرَى فِي السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ وَلَا قَزَعَةٍ وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ سَلْعٍ مِنْ بَيْتٍ وَلَا دَارٍ قَالَ فَطَلَعَتْ مِنْ وَرَائِهِ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ فَلَمَّا تَوَسَّطَتِ السَّمَاءَ اِنْتَشَرَتْ ثُمَّ أَمْطَرَتْ قَالَ فَلَا وَاللهِ مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سَبْتًا قَالَ ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ فِي الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلَكَتِ الْأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ فَادْعُ اللهَ يُمْسِكْهَا عَنَّا قَالَ فَرَفَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ اَللّهُمَّ حَوْلَنَا وَلَا عَلَيْنَا اَللّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ فَانْقَلَعَتْ وَخَرَجْنَا نَمْشِي فِي الشَّمْسِ قَالَ شَرِيْكٌ فَسَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ أَهُوَ الرَّجُلُ الْأَوَّلُ قَالَ لَا أَدْرِي

8 – (897)

Dan Telah meceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr -Yahya berkata- telah mengabarkan kepada kami -sementara yang lain berkata- Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Syarik bin Abu Namir dari Anas bin Malik bahwasanya;

Ada seorang laki-laki yang masuk Masjid pada hari Jum’at dari pintu yang menghadap Darul Qadla`, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri sedang menyampaikan khutbah. Kemudian laki-laki itu segera menghadap ke arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan pun telah terputus. Karena itu, berdo’alah kepada Allah agar menurunkan hujan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdo’a: ALLAHUMMA AGHITSNAA ALLAHUMMA AGHITSNAA, ALLAHUMMA AGHITSNAA (Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami). Anas berkata, Tidak, demi Allah, kami tidak melihat mendung maupun gumpalan awan sedikitpun di langit, juga tidak ada di antara kami ataupun di antara celah meski satu rumah maupun tempat tinggal. Ia berkata, Maka datanglah dari arah belakangnya segumpalan awan yang menyerupai sebuah perisai. Setelah memenuhi langit, awan tersebut menyebar lalu turunlah hujan. Ia berkata, Tidak, demi Allah kami tidak dapat melihat matahari kala itu. Ia berkata, Kemudian ada seorang laki-laki yang masuk melalui pintu tersebut pada hari Jum’at selanjutnya, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbah, maka ia menghampiri beliau dengan berdiri dan mengatakan, Wahai Rasulullah, harta benda kami telah lenyap dan jalan-jalan pun sudah buntu, maka berdo’alah kepada Allah supaya Dia menahannya bagi kami. Ia mengatakan, Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya lalu berdo’a, Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan. Maka kami segera berdiri dan keluar berjalan di bawah sinar matahari. Syarik berkata; Lalu aku pun bertanya kepada Anas bin Malik, Apakah laki-laki itu adalah laki-laki yang pertama? Ia menjawab, Saya tidak tahu.

(Shahih Muslim : 897 – 8 )

وَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيْدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ

أَصَابَتِ النَّاسَ سَنَةٌ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ النَّاسَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلَكَ الْمَالُ وَجَاعَ الْعِيَالُ وَسَاقَ الْحَدِيْثَ بِمَعْنَاهُ وَفِيْهِ قَالَ اَللّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا قَالَ فَمَا يُشِيْرُ بِيَدِهِ إِلَى نَاحِيَةٍ إِلَّا تَفَرَّجَتْ حَتَّى رَأَيْتُ الْمَدِيْنَةَ فِي مِثْلِ الْجَوْبَةِ وَسَالَ وَادِي قَنَاةَ شَهْرًا وَلَمْ يَجِئْ أَحَدٌ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلَّا أَخْبَرَ بِجَوْدٍ

9 – (898)

Dan telah meceritakan kepada kami Dawud bin Rusyaidin telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim dari Al Auza’i telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik ia berkata;

Orang-orang tertimpa musim paceklik pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah kepada orang banyak di atas mimbar pada hari Jum’at, tiba-tiba berdirilah seorang Arab pegunungan dan berkata, Wahai Rasulullah, harta telah binasa dan sanak keluarga kami pun kelaparan. Ia pun menuturkan hadits yang semakna dengan hadits di atas. Dan di dalamnya ia menyebutkan do’a: ALLAHUMMA HAWAALAINAA WALAA ‘ALAINAA (Ya Allah, hujanilah sekitar kami dan jangan kepada kami). Dan tidaklah beliau memberi isyarat dengan tangannya, kecuali terlihat (gumpalan awan), hingga aku melihat kota Madinah bagaikan lobang. Dan lembah Qanath mengalirkan airnya selama satu bulan, dan tidaklah seseorang datang dari seberang, kecuali dengan membawa berita terjadinya hujan yang lebat.

(Shahih Muslim : 897 – 9 )

وَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَامَ إِلَيْهِ النَّاسُ فَصَاحُوْا وَقَالُوْا يَا نَبِيَّ اللهِ قَحَطَ الْمَطَرُ وَاحْمَرَّ الشَّجَرُ وَهَلَكَتْ الْبَهَائِمُ وَسَاقَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ مِنْ رِوَايَةِ عَبْدِ الْأَعْلَى فَتَقَشَّعَتْ عَنِ الْمَدِيْنَةِ فَجَعَلَتْ تُمْطِرُ حَوَالَيْهَا وَمَا تُمْطِرُ بِالْمَدِيْنَةِ قَطْرَةً فَنَظَرْتُ إِلَى الْمَدِيْنَةِ وَإِنَّهَا لَفِي مِثْلِ الْإِكْلِيلِ

10 – (897)

Dan telah menceritakan kepadaku Abdul A’la bin Hammad dan Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik ia berkata;

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan khutbah pada hari Jum’at, kemudian orang-orang datang kepada beliau dengan berteriak seraya berkata, Wahai Nabi Allah, hujan tak lagi turun, pepohonan telah memerah dan hewan ternak pun telah binasa. Ia pun menuturkan hadits. Dan di dalamnya -dari riwayatnya Abdul A’la- tercantum; Kemudian (awan itu pun) menyebar dari Madinah, hingga hujan pun turun membasahi sekelilingnya, sementara di kota Madinah tak turun hujan setetes pun. Sesudah itu, aku melihat Madinah, ternyata kota Madinah saat itu benar-benar seperti mahkota (lantaran hujan telah merata membasahinya).

(Shahih Muslim : 897 – 10 )

وَ حَدَّثَنَاهُ أَبُوْ كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُوْ أُسَامَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيْرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ بِنَحْوِهِ وَزَادَ فَأَلَّفَ اللهُ بَيْنَ السَّحَابِ وَمَكَثْنَا حَتَّى رَأَيْتُ الرَّجُلَ الشَّدِيْدَ تَهُمُّهُ نَفْسُهُ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ

11- (897)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Sulaiman bin Al Mughirah dari Tsabit dari Anassemisalnya. Dan ia menambahkan; Maka Allah menyatukan gumpalan-gumpalan awan itu, lalu kami tinggal di situ sejenak hingga aku melihat laki-laki itu tak sanggup lagi menahan keinginannya untuk segera mendatangi keluarganya.

(Shahih Muslim : 897 – 11 )

وَ حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ اَلْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ أَنَّ حَفْصَ بْنَ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُوْلُ:

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَاقْتَصَّ الْحَدِيْثَ وَزَادَ فَرَأَيْتُ السَّحَابَ يَتَمَزَّقُ كَأَنَّهُ الْمُلَاءُ حِيْنَ تُطْوَى

12- (897)

Dan Telah menceritakan kepada kamiHarun bin Sa’id Al Aili Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah menceritakan kepadaku Usamah bahwa Hafsh bin Ubaidullah bin Anas bin Malik telah menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar Anas bin Malik berkata;

Ada seorang A’rabi (Arab pegunungan) datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jum’at saat beliau berada di atas mimbar. Ia pun menuturkan hadits itu, dan ia menambahkan; Maka aku pun melihat awan yang saling memisah bagaikan air saat dituangkan.

(Shahih Muslim : 897 – 12 )

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ ثَابِتٍ اَلْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ أَنَسٌ

أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ قَالَ فَحَسَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا قَالَ لِأَنَّهُ حَدِيْثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

13 – (898)

Dan Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ja’far bin Sulaiman dari Tsabit Al Bunani dari Anas ia berkata;

Kami diguyur hujan ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau membuka pakaiannya sehingga terkena hujan, lalu kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa Anda melakukan hal itu?” beliau menjawab: “Karena hujan ini merupakan rahmat yang diberikan oleh Allah ta’ala.”

(Shahih Muslim : 898 – 13 )

Mengangkat kedua tangan ketika berdoa dalam shalat istisqo

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

5 – (895)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair dari Syu’bah dari Tsabit dari Anas ia berkata;

“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya saat berdo’a hingga terlihat putih ketiaknya.”

(Shahih Muslim : 895 – 5 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ وَعَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ سَعِيْدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ

أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي اْلِاسْتِسْقَاءِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ غَيْرَ أَنَّ عَبْدَ الْأَعْلَى قَالَ يُرَى بَيَاضُ إِبْطِهِ أَوْ بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

7 – (895)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dan Abdul A’la dari Sa’id dari Qatadah dari Anas bahwasanya;

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a kecuali dalam shalat Istisqa`, hingga terlihat putih ketiak beliau. Namun Abdul A’la berkata; terlihat putih ketiak beliau atau kedua ketiak beliau.

(Shahih Muslim : 895 – 7 )

و حَدَّثَنَا اِبْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنِ ابْنِ أَبِي عَرُوْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ

(895)

Dan telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ibnu Abu Arubah dari Qatadah bahwa Anas bin Malik telah menceritakan kepada mereka, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semisalnya.

(Shahih Muslim : 895 )

وَ حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوْسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِسْتَسْقَى فَأَشَارَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ

6 – (896)

Dan telah menceritakan kepada kami Abdu bin Humaid telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat Istisqa, lalu beliau memberi isyarat ke langit dengan punggung kedua telapak tangannya.

(Shahih Muslim : 896 – 6 )

Shalat Istisqo (meminta hujan)

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَبَّادَ بْنَ تَمِيْمٍ يَقُوْلُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ زَيْدٍ الْمَازِنِيَّ يَقُوْلُ

خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ حِينَ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ

1- (894)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Abdullah bin Bakar bahwa ia mendengar ‘Abbad bin Tamim berkata, saya mendengar Abdullah bin Zaid Al Mazani berkata;

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar ke tanah lapang untuk menunaikan shalat Istisqa`, kemudian beliau membalik selendangnya ketika menghadap kiblat

(Shahih Muslim : 894 – 1 )

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيْمٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ

خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَقَلَبَ رِدَاءَهُ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ

2 – (894)

Dan Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Abdullah bin Abu Bakar dari Abbad bin Tamim dari pamannya ia berkata;

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju Mushalla (tanah lapang untuk shalat) hendak menunaikan shalat Istisqa`, maka beliau pun menghadap kiblat dan membalik selendangnya kemudian shalat dua raka’at.

(Shahih Muslim : 894 – 2 )

وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيْدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُوْ بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ عَبَّادَ بْنَ تَمِيْمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ زَيْدٍ اَلْأَنْصَارِيَّ أَخْبَرَهُ

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي وَأَنَّهُ لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ اِسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ

3 – (894)

Dan Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Yahya bin Sa’id ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bahwa Abbad bin Tamim telah mengabarkan kepadanya, bahwa Abdullah bin Zaid Al Anshari telah mengabarkan kepadanya

bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar ke tanah lapang untuk menunaikan shalat Istisqa`. Dan ketika beliau hendak berdo’a, beliau menghadap kiblat dan membalik selendangnya.

(Shahih Muslim : 894 – 3 )

وَ حَدَّثَنِي أَبُوْ الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ قَالَا أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبَّادُ بْنُ تَمِيْمٍ اَلْمَازِنِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَمَّهُ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ

خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي فَجَعَلَ إِلَى النَّاسِ ظَهْرَهُ يَدْعُوْ اللهَ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ

4 – (894)

Dan telah menceritakan kepadaku Abu Thahir dan Harmalah keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Abbad bin Tamim Al Mazini bahwa ia mendengar pamannya yang termasuk salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata;

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk menunaikan shalat Istisqa`, lalu beliau membelakangi para jama’ah seraya berdo’a kepada Allah dengan menghadap kiblat. Kemudian beliau membalik selendangnya lalu shalat dua raka’at.

(Shahih Muslim : 894 – 4 )

Mengumpulkan perbekalan dan saling berbagi ketika perbekalan menipis

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا النَّضْرُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الْيَمَامِيَّ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ وَهُوَ ابْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ فَأَصَابَنَا جَهْدٌ حَتَّى هَمَمْنَا أَنْ نَنْحَرَ بَعْضَ ظَهْرِنَا فَأَمَرَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَمَعْنَا مَزَاوِدَنَا فَبَسَطْنَا لَهُ نِطَعًا فَاجْتَمَعَ زَادُ الْقَوْمِ عَلَى النِّطَعِ قَالَ فَتَطَاوَلْتُ لِأَحْزِرَهُ كَمْ هُوَ فَحَزَرْتُهُ كَرَبْضَةِ الْعَنْزِ وَنَحْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ مِائَةً قَالَ فَأَكَلْنَا حَتَّى شَبِعْنَا جَمِيعًا ثُمَّ حَشَوْنَا جُرُبَنَا فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَلْ مِنْ وَضُوءٍ قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ بِإِدَاوَةٍ لَهُ فِيهَا نُطْفَةٌ فَأَفْرَغَهَا فِي قَدَحٍ فَتَوَضَّأْنَا كُلُّنَا نُدَغْفِقُهُ دَغْفَقَةً أَرْبَعَ عَشْرَةَ مِائَةً قَالَ ثُمَّ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ ثَمَانِيَةٌ فَقَالُوا هَلْ مِنْ طَهُورٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرِغَ الْوَضُوءُ

19 – (1729)

Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Yusuf Al Azdi telah menceritakan kepada kami An Nadlr -yaitu Ibnu Muhamamd Al Yamami- telah menceritakan kepada kami Ikrimah -yaitu Ibnu ‘Ammar- telah menceritakan kepada kami Iyas bin Salamah dari ayahnya dia berkata,

Suatu ketika, kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah peperangan, lalu kami mendapat kesulitan sampai-sampai kami berniat untuk mengorbankan sebagian dari unta tunggangan kami. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami untuk mengumpulkan semua perbekalan kami, lalu kamipun membentangkan sebuah tikar hingga semua perbekalan kami terkumpul di atas tikar tersebut. Salamah berkata,Lalu aku berusaha menghitung jumlah anggota pasukan saat itu, seperti halnya seorang pengembala kambing, dan ternyata kami saat itu berjumlah seratus empat belas. Salamah melanjutkan, Kemudian kami makan hingga kami semua merasa kenyang, lalu kami mengisi kantong kulit kami. Kemudian Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Adakah air untuk berwudlu? Maka datanglah seorang lelaki dengan membawa kantong airnya, lalu beliau menuangkannya ke dalam ember, hingga kami semua yang saat berjumlah seratus empat belas orang dapat berwudlu dengannya. Salamah melanjutkan, Setelah itu ada delapan orang yang datang dan menanyakan, Apakah masih ada air untuk bersuci? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Air wudlu telah habis.

(Shahih Muslim : 1729 – 19 )

Disunnahkan Saling Membantu dalam Perjalanan

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ حَدَّثَنَا أَبُوْ الْأَشْهَبِ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيِّ قَالَ

بَيْنَمَا نَحْنُ فِي سَفَرٍ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ عَلَى رَاحِلَةٍ لَهُ قَالَ فَجَعَلَ يَصْرِفُ بَصَرَهُ يَمِيْنًا وَشِمَالًا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهْرٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا ظَهْرَ لَهُ وَمَنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ مِنْ زَادٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا زَادَ لَهُ قَالَ فَذَكَرَ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ مَا ذَكَرَ حَتَّى رَأَيْنَا أَنَّهُ لَا حَقَّ لِأَحَدٍ مِنَّا فِي فَضْلٍ

18 – (1728)

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh telah menceritakan kepada kami Abu Al Asyhab dari Abu Nashrah dari Sa’id Al Khudri dia berkata,

Ketika kami dalam perjalanan bersama-sama dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan mengendarai kendaraannya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang memiliki kelebihan tempat pada kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki tempat, dan siapa yang memiliki kelebihan perbekalan hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki perbekalan. Abu Sa’id berkata, Lalu beliau menyebutkan golongan yang berhak mendapatkan harta sehingga kami melihat bahwa tidak ada lagi dari kami yang berhak mendapatkan kelebihan harta.

(Shahih Muslim : 1728 – 18 )

Memulyakan Tamu

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ أَبِي سَعِيْدٍ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ اَلْعَدَوِيِّ أَنَّهُ قَالَ:

سَمِعَتْ أُذُنَايَ وَأَبْصَرَتْ عَيْنَايَ حِينَ تَكَلَّمَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ قَالُوْا وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ وَقَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

14 – (48)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits dari Sa’id bin Abu Sa’id dari Abu Syuraih Al ‘Adawi bahwa dia berkata, Aku telah mendengar dengan kedua telingaku dan melihat dengan kedua mataku, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan sabdanya:

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamu dan menjamunya? mereka bertanya, Apa yang dimaksud dengan menjamunya wahai Rasulullah? beliau menjawab: Yaitu pada siang dan malam harinya, bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah bagi tamu tersebut. Dan beliau bersabda: Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik atau diam.

(Shahih Muslim : 48 – 14 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيْدِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ أَبِي سَعِيْدٍ اَلْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ اَلْخُزَاعِيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

اَلضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ وَلَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُقِيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يُؤْثِمُهُ قَالَ يُقِيْمُ عِنْدَهُ وَلَا شَيْءَ لَهُ يَقْرِيْهِ بِهِ

15 – (48)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi dari Abu Syuraih Al Khuza’i dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Bertamu itu selama tiga hari, dan pelayanannya selama siang atau malam hari. Tidak halal bagi seorang muslim bermukim di rumah saudaranya sampai saudaranya berdosa karenanya. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana dia bisa berdosa? beliau menjawab: Dia bermukim di rumah saudaranya hingga saudaranya tidak punya apa-apa lagi untuk menjamunya.

(Shahih Muslim : 48 – 15 )

وَ حَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرٍ يَعْنِي الْحَنَفِيَّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيْدِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيْدٌ اَلْمَقْبُرِيُّ

أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا شُرَيْحٍ اَلْخُزَاعِيَّ يَقُوْلُ سَمِعَتْ أُذُنَايَ وَبَصُرَ عَيْنِي وَوَعَاهُ قَلْبِي حِيْنَ تَكَلَّمَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيْثِ اللَّيْثِ وَذَكَرَ فِيْهِ وَلَا يَحِلُّ لِأَحَدِكُمْ أَنْ يُقِيْمَ عِنْدَ أَخِيْهِ حَتَّى يُؤْثِمَهُ بِمِثْلِ مَا فِي حَدِيْثِ وَكِيْعٍ

16 – (48)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abu Bakar -yaitu Al Hanafi- telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Sa’id Al Maqbury

Bahwa dia mendengar Abu Syuraih Al Khuza’i berkata, Aku mendengar sendiri dengan kedua telingaku, melihat dengan kedua mataku dan hatiku ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan sabdanya…kemudian dia menyebutkan seperti haditsnya Laits, dan dalam hadits tersebut ia menyebutkan, Dan tidak dihalalkan salah seorang dari kalian bermukim di tempat saudaranya hingga saudaranya berdosa karenanya…seperti hadits riwayat Waki’.

(Shahih Muslim : 48 – 16 )

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيْدَ بْنِ أَبِي حَبِيْبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ:

قُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّكَ تَبْعَثُنَا فَنَنْزِلُ بِقَوْمٍ فَلَا يَقْرُوْنَنَا فَمَا تَرَى فَقَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ نَزَلْتُمْ بِقَوْمٍ فَأَمَرُوْا لَكُمْ بِمَا يَنْبَغِي لِلضَّيْفِ فَاقْبَلُوْا فَإِنْ لَمْ يَفْعَلُوْا فَخُذُوْا مِنْهُمْ حَقَّ الضَّيْفِ الَّذِي يَنْبَغِي لَهُمْ

17 – (1727)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh telah mengabarkan kepada kami Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwa dia berkata,

“Kami pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda mengirim kami, lalu kami singgah di suatu kaum sebagai tamu, akan tetapi mereka tidak melayani kami sebagaimana layaknya, bagaimana menurut anda?” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami: “Jika kalian singgah di suatu kaum, lalu mereka melayani kalian sebagaimana layaknya seorang tamu maka terimalah layanan mereka. Jika mereka tidak melayani kalian, maka kalian boleh mengambil dari mereka hak tamu yang pantas mereka berikan.”

(Shahih Muslim : 1727 – 17 )

Haram memerah susu binatang ternak tanpa sepengetahuan pemiliknya

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيْمِيُّ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لَا يَحْلُبَنَّ أَحَدٌ مَاشِيَةَ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِهِ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تُؤْتَى مَشْرُبَتُهُ فَتُكْسَرَ خِزَانَتُهُ فَيُنْتَقَلَ طَعَامُهُ إِنَّمَا تَخْزُنُ لَهُمْ ضُرُوْعُ مَوَاشِيْهِمْ أَطْعِمَتَهُمْ فَلَا يَحْلُبَنَّ أَحَدٌ مَاشِيَةَ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِهِ

13 – (1726)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya At Tamimi dia berkata; aku bacakan di hadapan Malik bin Anas; dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Janganlah salah seorang dari kalian memeras susu ternak orang lain kecuali minta izin darinya, sukakah salah seorang dari kalian jika wadah airnya diberikan namun tempat penyimpanannya dipecahkan serta makanannya dipindahkan? Hanyasanya kantung-kantung susu kambing merekalah yang menjadi tempat penyimpanan makanan mereka, maka jangan sekali-kali salah seorang dari kalian memerah susu ternak orang lain tanpa izin pemiliknya.

(Shahih Muslim : 1726 – 13 )

وَ حَدَّثَنَاه قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ جَمِيْعًا عَنِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ ح وَ حَدَّثَنَاهُ أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ ح و حَدَّثَنَا اِبْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنِي أَبِي كِلَاهُمَا عَنْ عُبَيْدِ اللهِ ح و حَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيْعِ وَأَبُوْ كَامِلٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ يَعْنِي اِبْنَ عُلَيَّةَ جَمِيْعًا عَنْ أَيُّوْبَ ح وَ حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِسْمَعِيْلَ بْنِ أُمَيَّةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ أَيُّوْبَ وَابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ مُوْسَى كُلُّ هَؤُلَاءِ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيْثِ مَالِكٍ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيْثِهِمْ جَمِيْعًا فَيُنْتَثَلَ إِلَّا اللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ فَإِنَّ فِي حَدِيْثِهِ فَيُنْتَقَلَ طَعَامُهُ كَرِوَايَةِ مَالِكٍ

(1726)

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Muhammad bin Rumh semuanya dari Laits bin Sa’d. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepadaku ayahku keduanya dari Ubaidullah. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Abu Ar Rabi’ dan Abu Kamil keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu ‘Ulayyah- semuanya dari Ayyub. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Isma’il bin Umayyah. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ma’mar dari Ayyub dan Ibnu Juraij dari Musa mereka semua dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits Malik, hanya saja hadits mereka semua disebutkan, ‘hendaknya dia memberikan sebagian makanannya’, kecuali riwayat Laits bin Sa’d disebutkan, ‘hendaknya memberikan makanannya’, sebagaimana riwayat Malik.

(Shahih Muslim : 1726 )

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.715 pengikut lainnya.