Berdiri untuk menghormat jenazah (mansukh)

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيْعَةَ قَالَ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمُ الْجَنَازَةَ فَقُوْمُوْا لَهَا حَتَّى تُخَلِّفَكُمْ أَوْ تُوْضَعَ

73 – (958)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Amru An Naqid dan Zuhair bin Harb dan Ibnu Numair mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Salim dari bapaknya dari Amir bin Rabi’ah ia berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika kalian melihat usungan jenazah, maka berdirilah hingga jenazah itu berlalu atau diletakkan.

(Shahih Muslim : 958 – 73 )

وَ حَدَّثَنَاهُ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح وَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ ح و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ جَمِيْعًا عَنِ ابْنِ شِهَابٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَفِي حَدِيْثِ يُوْنُسَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا اِبْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيْعَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الْجَنَازَةَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَاشِيًا مَعَهَا فَلْيَقُمْ حَتَّى تُخَلِّفَهُ أَوْ تُوْضَعَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُخَلِّفَهُ

74 – (958)

Dan telah menceritakannya kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh telah mengabarkan kepada kami Laits -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus semuanya dari Ibnu Syihab dengan isnad ini, dan di dalam hadits Yunus, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Dan Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Laits -dalam jalur lain- Dan Telah menceritakan kepada kami Ibnu Rumh telah mengabarkan kepada kami Laits dari Nafi’ dari Ibnu Umar dari Amir bin Rabi’ah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Jika salah seorang dari kalian melihat usungan jenazah sementara ia tidak ikut berjalan bersamanya, maka hendaklah ia berdiri hingga jenazah itu berlalu, atau jenazah itu diletakkan sebelum berlalu dari pandangannya.

(Shahih Muslim : 958 – 74 )

و حَدَّثَنِي أَبُوْ كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ ح و حَدَّثَنِي يَعْقُوْبُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ جَمِيْعًا عَنْ أَيُّوْبَ ح و حَدَّثَنَا اِبْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ ح و حَدَّثَنَا اِبْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ كُلُّهُمْ عَنْ نَافِعٍ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ نَحْوَ حَدِيْثِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ غَيْرَ أَنَّ حَدِيْثَ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الْجَنَازَةَ فَلْيَقُمْ حِيْنَ يَرَاهَا حَتَّى تُخَلِّفَهُ إِذَا كَانَ غَيْرَ مُتَّبِعِهَا

75 – (958)

Dan telah menceritakannya kepadaku Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Ya’qub bin Ibrahim Telah menceritakan kepada kami Isma’il semuanya dari Ayyub -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ubaidullah -dalam jalur lain- Ibnul Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dari Ibnu Aun -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kamiAbdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij semuanya dari Nafi’ dengan isnad ini, sebagaimana hadits Laits bin Sa’id. Hanya saja dalam haditsnya Ibnu Juraij; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika salah seorang dari kalian melihat jenazah, hendaklah ia berdiri saat ia melihatnya hingga usungan jenazah itu berlalu, demikian kalau sekiranya ia tidak ikut mengantar jenazah tersebut.

(Shahih Muslim : 958 – 75 )

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ قَالَ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اتَّبَعْتُمْ جَنَازَةً فَلاَ تَجْلِسُوْا حَتَّى تُوْضَعَ

76 – (959)

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Sa’id ia berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian mengikuti jenazah, maka janganlah kalian duduk hingga jenazah itu diletakkan.”

(Shahih Muslim : 959 – 76 )

وَ حَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُوْنُسَ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ عُلَيَّةَ عَنْ هِشَامٍ اَلدَّسْتَوَائِيِّ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُوْ سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيِّ :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمُ الْجَنَازَةَ فَقُوْمُوْا فَمَنْ تَبِعَهَا فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى تُوْضَعَ

77 – (959)

Dan telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus dan Ali bin Hajr keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail, yaitu anaknya Ulayyah dari Hisyam Ad Dastawa`i -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna-lafazh juga darinya- Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku bapakku dari Yahya bin Abu Katsir ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah. Dan siapa yang mengikutinya, maka janganlah ia duduk hingga jenazah itu diletakkan.

(Shahih Muslim : 959 – 77 )

وَحَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُوْنُسَ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ وَهُوَ اِبْنُ عُلَيَّةَ عَنْ هِشَامٍ اَلدَّسْتَوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيْرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

مَرَّتْ جَنَازَةٌ فَقَامَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقُمْنَا مَعَهُ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّهَا يَهُودِيَّةٌ فَقَالَ إِنَّ الْمَوْتَ فَزَعٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُ الْجَنَازَةَ فَقُوْمُوْا

78 – (960)

Dan telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus dan Ali bin Hujr keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il, yaitu anak Ulayyah dari Hisyam Ad Dastawa`I dari Yahya bin Abu Katsir dari Ubaidullah bin Miqsam dari Jabir bin Abdullah ia berkata:

Pernah ada jenazah lewat di hadapan kami, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan kami pun ikut berdiri. Kemudian kami berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya jenazah itu adalah seorang wanita Yahudi.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya kematian itu adalah Faza’ (dahsyat), maka jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah.”

(Shahih Muslim : 960 – 78 )

وَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُوْ الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُوْلُ:

قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِجَنَازَةٍ مَرَّتْ بِهِ حَتَّى تَوَارَتْ

79 – (960)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jabir berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri ketika ada jenazah lewat di hadapan beliau hingga jenazah itu berlalu.

(Shahih Muslim : 960 – 79 )

وَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُوْ الزُّبَيْرِ أَيْضًا أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُوْلُ:

قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ لِجَنَازَةِ يَهُودِيٍّ حَتَّى تَوَارَتْ

80 – (960)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ibnu Juraij ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jabir berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya berdiri ketika jenazah orang Yahudi (lewat di hadapan mereka) hingga jenazah itu berlalu.

(Shahih Muslim : 960 – 80 )

حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى :

أَنَّ قَيْسَ بْنَ سَعْدٍ وَسَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ كَانَا بِالْقَادِسِيَّةِ فَمَرَّتْ بِهِمَا جَنَازَةٌ فَقَامَا فَقِيْلَ لَهُمَا إِنَّهَا مِنْ أَهْلِ اْلأَرْضِ فَقَالاَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّتْ بِهِ جَنَازَةٌ فَقَامَ فَقِيْلَ إِنَّهُ يَهُودِيٌّ فَقَالَ أَلَيْسَتْ نَفْسًا

81 – (960)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Amru bin Murrah dari Ibnu Abu Laila :

Bahwa Qais bin Sa’d dan Sahl bin Hunaif bahwa saat berada di Qadisiyyah, tiba-tiba di hadapan mereka berdua lewat jenazah, maka keduanya pun berdiri. Lalu dikatakanlah kepada mereka, Bahwa jenazah itu adalah berasal dari penduduk negeri ini.keduanya menjawab , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri karena ada jenazah yang lewat di hadapannya, lalu dikatakanlah kepada beliau, Bahwa jenazah itu adalah seorang Yahudi. Maka beliau pun menjawab: Bukankah seorang Yahudi juga memiliki nafas?

(Shahih Muslim : 960 – 81 )

وَ حَدَّثَنِيْهِ الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوْسَى عَنْ شَيْبَانَ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَفِيْهِ فَقَالاَ كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّتْ عَلَيْنَا جَنَازَةٌ

(960)

Dan telah menceritakannya kepadaku Al Qasim bin Zakariya Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Syaiban dari Al A’masy dari Amru bin Murrah dengan isnad ini, dan di dalamnya; Maka keduanya menjawab, Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba lewatlah dihadapan kami usungan jenazah.

(Shahih Muslim : 960  )

Sholat diatas kuburan

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيْعِ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ إِدْرِيْسَ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ عَنِ الشَّعْبِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرٍ بَعْدَ مَا دُفِنَ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا قَالَ الشَّيْبَانِيُّ فَقُلْتُ لِلشَّعْبِيِّ مَنْ حَدَّثَكَ بِهَذَا قَالَ اَلثِّقَةُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبَّاسٍ هَذَا لَفْظُ حَدِيْثِ حَسَنٍ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ نُمَيْرٍ قَالَ اِنْتَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى قَبْرٍ رَطْبٍ فَصَلَّى عَلَيْهِ وَصَفُّوْا خَلْفَهُ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا قُلْتُ لِعَامِرٍ مَنْ حَدَّثَكَ قَالَ اَلثِّقَةُ مَنْ شَهِدَهُ اِبْنُ عَبَّاسٍ

68 – (954)

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Rabi’ dan Muhammad bin Abdullah bin Numair keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris dari Asy Syaiban dari Asy Sya’bi :

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menshalatkan jenazah di atas kuburan setelah dikebumikannya mayit. Beliau bertakbir atasnya empat kali. Asy Syaibani berkata; Saya bertanya kepada Asy Sya’bi, Siapa yang menceritakanmu hadits ini? ia menjawab, Yaitu seorang yang tsiqqah (terpercaya), Abdullah bin Abbas. Dan ini adalah lafazh haditsnya Hasan. Dan dalam riwayat Ibnu Numair ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai pada kuburan yang masih lembab, maka beliau pun menshalatinya, kemudian para sahabat berbaris di belakangnya. Lalu beliau bertakbir empat kali. Saya bertanya kepada Amir, Siapa yang menceritakan hadits ini kepadamu? ia menjawab, Dari seorang yang terpercaya yaitu orang yang dipersaksikan oleh Ibnu Abbas.

(Shahih Muslim : 954 – 68 )

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ ح وَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيْعِ وَأَبُوْ كَامِلٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا جَرِيْرٌ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ح وَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كُلُّ هَؤُلاَءِ عَنِ الشَّيْبَانِيِّ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ وَلَيْسَ فِي حَدِيْثِ أَحَدٍ مِنْهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا

(954)

Dan Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Husyaim -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Hasan bin Rabi’ dan Abu Kamil keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad -dalam jalur lain- Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Jarir -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami bapakku -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah semuanya dari Asy Syaibani dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits semisalnya. Dan di antara hadits mereka itu, tidak ada satu pun yang menyatakan; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir atasnya empat kali.

(Shahih Muslim : 954)

وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَهَارُوْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ جَمِيْعًا عَنْ وَهْبِ بْنِ جَرِيْرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ إِسْمَعِيْلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ ح و حَدَّثَنِي أَبُوْ غَسَّانَ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الضُّرَيْسِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ أَبِي حَصِيْنٍ كِلاَهُمَا عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلاَتِهِ عَلَى الْقَبْرِ نَحْوَ حَدِيْثِ الشَّيْبَانِيِّ لَيْسَ فِي حَدِيْثِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

69 – (954)

Dan Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Harun bin Abdullah semuanya dari Wahb bin Jarir dari Syu’bah dari Isma’il bin Abu Khalid -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ghassan Muhammad bin Amr Ar Razi telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adh Dhurais telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Thahman dari Abu Hashin keduanya dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mengenai shalat (jenazah) di kuburan, sebagaimana hadits Asy Syaibani, namun di dalam hadits mereka tidak tercantum; Beliau bertakbir sebanyak empat kali.

(Shahih Muslim : 954 – 69 )

وَحَدَّثَنِي إِبْرَاهِيْمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَرْعَرَةَ السَّامِيُّ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيْبِ بْنِ الشَّهِيْدِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرٍ

70 – (955)

Dan telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Muhammad bin ‘Ar’arah As Samiy telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Habib bin Asy Syahid dari Tsabit dari Anas

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat jenazah di atas kuburan.

(Shahih Muslim : 955 – 70 )

وَحَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيْعِ الزَّهْرَانِيُّ وَأَبُوْ كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ الْجَحْدَرِيُّ وَاللَّفْظُ ِلأَبِي كَامِلٍ قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ اِبْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ:

أَنَّ اِمْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ أَوْ شَابًّا فَفَقَدَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهَا أَوْ عَنْهُ فَقَالُوْا مَاتَ قَالَ أَفَلاَ كُنْتُمْ آذَنْتُمُوْنِي قَالَ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوْا أَمْرَهَا أَوْ أَمْرَهُ فَقَالَ دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ فَدَلُّوْهُ فَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْقُبُوْرَ مَمْلُوْءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلاَتِي عَلَيْهِمْ

71 – (956)

Dan telah menceritakan kepadaku Abu Rabi’ Az Zahrani dan Abu Kamil Fudlail bin Husain Al Jahdari -dan lafazhnya milik Abu Kamil- keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad, yaitu anaknya Zaid dari Tsabit Al Bunani dari Abu Rafi’ dari Abu Hurairah :

Bahwa seorang wanita berkulit hitam atau seorang pemuda biasanya menyapu Masjid. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kehilangan orang itu, sehingga beliau pun menanyakannya. Para sahabat menjawab, “Orang itu telah meninggal.” Beliau bersabda: “Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?” Sepertinya mereka menganggap remeh urusan kematiannya. Beliau pun bersabda: “Tunjukkanlah kepadaku di mana letak kuburannya.” Maka para sahabat pun menunjukkan kuburannya, dan akhirnya beliau menshalatkannya. Setelah itu, beliau bersabda: “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini telah dipenuhi kegelapan bagi penghuninya. Dan Allah benar-benar akan memberikan mereka cahaya karena shalat aku kerjakan atas mereka.”

(Shahih Muslim : 956 – 71 )

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ:

كَانَ زَيْدٌ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَائِزِنَا أَرْبَعًا وَإِنَّهُ كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ خَمْسًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُهَا

72 – (957)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah – Abu Bakar berkata- dari Syu’bah dari Amru bin Murrah dari Abdurrahman bin Abu Laila ia berkata:

Zaid biasa bertakbir empat kali (menshalati) jenazah kami. Namun suatu ketika ia bertakbir sebanyak lima kali, maka saya pun bertanya padanya. Ia menjawab, Sebanyak itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir.

(Shahih Muslim : 957 – 72 )

Shalat jenazah dengan empat takbir

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيْهِ فَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ

62 – (951)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah :

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil kaum muslimin untuk menunaikan (shalat ghaib) untuk raja Najasyi, pada hari wafatnya. Maka beliau pun keluar menuju mushalla (tanah lapang) bersama mereka dan bertakbir sebanyak empat kali takbir.

(Shahih Muslim : 951 – 62 )

وَحَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ:

نَعَى لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجَاشِيَ صَاحِبَ الْحَبَشَةِ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيْهِ فَقَالَ اِسْتَغْفِرُوْا لِأَخِيْكُمْ قَالَ اِبْنُ شِهَابٍ وَحَدَّثَنِي سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَفَّ بِهِمْ بِالْمُصَلَّى فَصَلَّى فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

63 – (951)

Dan telah menceritakan kepadaku Abdul Malik bin Syu’aib bin Laits telah menceritakan kepadaku bapakku dari kakekku ia berkata, telah menceritakan kepadaku Uqail bin Khalid dari Ibnu Syihab dari Sa’id bin Al Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa keduanya telah menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah bahwa ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajak kami untuk menunaikan shalat (ghaib) untuk kematian An Najasyi, raja negeri Habasyah. Beliau bersabda: Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian (An Najasyi).

Ibnu Syihab berkata; Dan telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Al Musayyab, bahwa Abu Hurairah telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatur shaf mereka di Mushalla (tanah lapang), lalu beliau shalat (ghaib) dan bertakbir atasnya sebanyak empat kali takbir.

(Shahih Muslim : 951 – 63 )

وَ حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَحَسَنٌ اَلْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا يَعْقُوْبُ وَهُوَ اِبْنُ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ كَرِوَايَةِ عُقَيْلٍ بِالْإِسْنَادَيْنِ جَمِيْعًا

(951)

Dan telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid dan Hasan Al Hulwani dan Abdu Humaid mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab sebagaimana riwayat Uqail dengan kedua isnad itu.

(Shahih Muslim : 951  )

وَ حَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ هَارُوْنَ عَنْ سَلِيْمِ بْنِ حَيَّانَ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى أَصْحَمَةَ النَّجَاشِيِّ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا

64 – (952)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Salim bin Hayyan ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Mina` dari Jabir bin Abdullah:

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat (ghaib) atas kematian raja An Najasyi, maka beliau pun bertakbir atasnya sebanyak empat kali takbir.

(Shahih Muslim : 952 – 64 )

وَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاتَ الْيَوْمَ عَبْدٌ ِللهِ صَالِحٌ أَصْحَمَةُ فَقَامَ فَأَمَّنَا وَصَلَّى عَلَيْهِ

65 – (952)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ibnu Juraij dari Atha` dari Jabir bin Abdullah ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Pada hari ini, seorang hamba Allah yang shalih Ashhamah meninggal dunia. Kemudian beliau berdiri dan mengimami kami dan shalat (ghaib) atasnya.

(Shahih Muslim : 952 – 65 )

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا اِبْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا أَيُّوْبُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَخًا لَكُمْ قَدْ مَاتَ فَقُوْمُوْا فَصَلُّوْا عَلَيْهِ قَالَ فَقُمْنَا فَصَفَّنَا صَفَّيْنِ

66 – (952)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid Al Ghubari telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Abu Zubair dari Jabir bin Abdullah -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub – dan lafazh juga miliknya- Telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah Telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Zubair dari Jabir bin Abdullah ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya saudara kalian telah meninggal dunia, karena itu berdirilah untuk menunaikan shalat (ghaib) atasnya. Maka kami pun berdiri, dan beliau mengatur shaf kami menjadi dua shaf.

(Shahih Muslim : 952 – 66 )

وَ حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ ح وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوْبَ حَدَّثَنَا اِبْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ إِنَّ أَخًا لَكُمْ قَدْ مَاتَ فَقُوْمُوْا فَصَلُّوْا عَلَيْهِ يَعْنِي اَلنَّجَاشِيَ وَفِي رِوَايَةِ زُهَيْرٍ إِنَّ أَخَاكُمْ

67 – (953)

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Isma’il -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub Telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Al Muhallab dari Imran bin Hushain ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya saudara kalian (raja Najasyi) telah meninggal, karena itu berdirilah kalian (untuk shalat ghaib) atasnya.”

Dan di dalam riwayat Zuhair tercantum; “Sesungguhnya saudara kalian (Inna Akhaakum).”

(Shahih Muslim : 953 – 67 )

Tentang Mustarih dan Mustaroh (istirahat)

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيْمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بْنِ رِبْعِيٍّ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرَّ عَلَيْهِ بِجَنَازَةٍ فَقَالَ مُسْتَرِيْحٌ وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الْمُسْتَرِيْحُ وَالْمُسْتَرَاحُ مِنْهُ فَقَالَ اَلْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيْحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيْحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ

61 – (950)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas -terkait dengan hadits yang telah dibacakan kepadanya- dari Muhammad bin Amru bin Halhalah dari Ma’bad bin Ka’ab bin Malik dari Abu Qatadah bin Rabi’i bahwa ia menceritakan bahwasanya:

Suatu ketika iringan jenazah lewat di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: MUSTARIIHUN dan MUSTAROOHUN. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apakah itu MUSTARIIH dan MUSTARAAH? beliau menjawab, Seorang hamba yang mukmin YASTARIIHU (akan beristirahat) dari kesulitan dunia, sementara seorang hamba yang fajir, seluruh hamba, negeri, pepohonan dan binatang melata akan YASTARIIHU (beristirahat) dari (kezhalimannya)

(Shahih Muslim : 950 – 61 )

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ ح وَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ جَمِيْعًا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَعِيْدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ ابْنٍ لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي حَدِيْثِ يَحْيَى بْنِ سَعِيْدٍ يَسْتَرِيْحُ مِنْ أَذَى الدُّنْيَا وَنَصَبِهَا إِلَى رَحْمَةِ اللهِ

(950)

Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq semuanya dari Abdullah bin Sa’id bin Abu Hind dari Muhammad bin Amru dari Ibnu Ka’ab bin Malik dari Abu Qatadah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan di dalam hadits Yahya bin Sa’id: (Seorang hamba mukmin) akan beristirahat dari kesulitan dan kepenatan dunia menuju rahmat Allah.

(Shahih Muslim : 950 )

Keutamaan Jenazah yang dishalatkan 40 orang atau lebih

حَدَّثَنَا هَارُوْنُ بْنُ مَعْرُوْفٍ وَهَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ اَلْأَيْلِيُّ وَالْوَلِيْدُ بْنُ شُجَاعٍ السَّكُوْنِيُّ قَالَ الْوَلِيْدُ حَدَّثَنِي وَ قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ عَنْ شَرِيْكِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى اِبْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ:

أَنَّهُ مَاتَ اِبْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ أَوْ بِعُسْفَانَ فَقَالَ يَا كُرَيْبُ اُنْظُرْ مَا اِجْتَمَعَ لَهُ مِنَ النَّاسِ قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدْ اِجْتَمَعُوْا لَهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ تَقُوْلُ هُمْ أَرْبَعُوْنَ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَخْرِجُوْهُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ فَيَقُوْمُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيْهِ وَفِي رِوَايَةِ اِبْنِ مَعْرُوْفٍ عَنْ شَرِيْكِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ

59 – (948)

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf dan Harun bin Sa’id Al Aili dan Al Walid bin Syuja’ As Sakuni – Al Walid berkata – telah menceritakan kepadaku – sementara dua orang yang lain berkata – telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahib telah mengabarkan kepadaku Abu Shakhr dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir dari Kuraib Maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas :

Bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau ‘Usfan, maka ia pun berkata, Wahai Kuraib, lihatlah berapa orang yang berkumpul untuk menshalatkannya. Kuraib berkata; Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuk (menshalatkan) -nya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas, dan ia bertanya, Apakah jumlah mereka mencapai empat puluh orang? Kuraib menjawab, Ya. Kemudian Ibnu Abbas berkata,Keluarkanlah mayit itu, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh lebih dari empat puluh orang, yang mana mereka tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’a mereka untuknya.’ Sementara di dalam riwayat Ibnu Ma’ruf adalah dari Syarik bin Abu Namir dari Kuraib dari Ibnu Abbas.

(Shahih Muslim : 948 – 59 )

KeutamaanJenazah yang dishalatkan 100 orang atau lebih

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عِيْسَى حَدَّثَنَا اِبْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا سَلاَّمُ بْنُ أَبِي مُطِيْعٍ عَنْ أَيُّوْبَ عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيْدَ رَضِيْعِ عَائِشَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَبْلُغُوْنَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوْا فِيْهِ

قَالَ فَحَدَّثْتُ بِهِ شُعَيْبَ بْنَ الْحَبْحَابِ فَقَالَ حَدَّثَنِي بِهِ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

58 – (947)

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Isa telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak telah mengabarkan kepada kami Sallam bin Abu Muthi’ dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Abdullah bin Yazid saudara sesusuan Aisyah, dari Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah melebihi seratus orang, dan semuanya mendo’akannya, maka do’a mereka untuknya akan dikabulkan.

Lalu saya menceritakannya kepada Syu’aib bin Habhab, maka ia pun berkata; Anas bin Malik telah menceritakannya kepadaku dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(Shahih Muslim : 947 – 58 )

Keutamaan sholat atas jenazah dan mengiringi jenazah ke kuburan

وَحَدَّثَنِي أَبُوْ الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى وَهَارُوْنُ بْنُ سَعِيْدٍ اَلْأَيْلِيُّ وَاللَّفْظُ لِهَارُوْنَ وَحَرْمَلَةَ قَالَ هَارُوْنُ حَدَّثَنَا وَقَالَ اْلآخَرَانِ أَخْبَرَنَا اِبْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُوْنُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ هُرْمُزَ اْلأَعْرَجُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيْرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيْرَاطَانِ قِيْلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ اِنْتَهَى حَدِيْثُ أَبِي الطَّاهِرِ وَزَادَ اْلآخَرَانِ قَالَ اِبْنُ شِهَابٍ قَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ وَكَانَ اِبْنُ عُمَرَ يُصَلِّي عَلَيْهَا ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَلَمَّا بَلَغَهُ حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَقَدْ ضَيَّعْنَا قَرَارِيْطَ كَثِيرَةً

52 – (945)

Telah menceritakan kepadaku Abu Thahir dan Harmalah bin Yahya dan Harun bin Sa’id Al Aili -dan lafazh milik Harun dan Harmalah, Harun berkata- telah menceritakan kepada kami -sementara dua orang yang lain berkata- telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahib telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab ia berkata, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Hurmuz Al A’raj bahwa Abu Hurairah berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang turut menyaksikan pengurusan jenazah hingga ia mensholatinya, maka baginya pahala sebesar satu qirath. Sedangkan siapa yang turut menyaksikan pengurusannya hingga jenazah itu dimakamkan, maka baginya pahala sebesar dua qirath. Lalu ditanyakanlah, Apakah itu dua qirath? beliau menjawab: Seperti dua gunung yang besar. sampai disinilah haditsnya Abu Thahir. Kemudian dua orang itu menambahkan; Ibnu Syihab berkata, Salim bin Abdullah bin Umar berkata; Ibnu Umar pernah menshalati jenazah lalu ia bubar dan pergi. Dan ketika hadits Abu Hurairah sampai padanya, ia pun berkata, Sungguh, kita telah menyia-nyiakan banyak qirath.

(Shahih Muslim : 945 – 52 )

وَحَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اْلأَعْلَى ح وَ حَدَّثَنَا اِبْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ كِلاَهُمَا عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى قَوْلِهِ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيْمَيْنِ وَلَمْ يَذْكُرَا مَا بَعْدَهُ وَفِي حَدِيثِ عَبْدِ اْلأَعْلَى حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا وَفِي حَدِيْثِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ حَتَّى تُوضَعَ فِي اللَّحْدِ

(945)

Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdul A’la -dalam jalur lain- Dan Telah menceritakan kepada kami Ibnu Rafi’ dan Abdu bin Humaid dari Abdurrazaqkeduanya dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga sampai pada lafadz  “Seperti dua gunung yang besar”. Dan ia tidak menyebutkan sesudahnya. Dan di dalam haditsnya Abdul A’la tercantum; Hingga pengurusan (jenazah itu) selesai. Sementara di dalam riwayat Abdurrazaq tercantum; Hingga (jenazah itu) diletakkan di dalam liang lahad.

(Shahih Muslim : 945 )

وَحَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ حَدَّثَنِي رِجَالٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيْثِ مَعْمَرٍ وَقَالَ وَمَنِ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُدْفَنَ

(945)

Dan telah menceritakan kepadaku Abdul Malik bin Syu’aib bin Laits telah menceritakan kepadaku bapakku dari kakekku ia berkata, telah menceritakan kepadaku Uqail bin Khalid dari Ibnu Syihab ia berkata, telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni seperti haditsnya Ma’mar. dan ia menyebutkan; Hingga (jenazah itu) dikebumikan.

(Shahih Muslim : 945 )

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنِي سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيْرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيْرَاطَانِ قِيْلَ وَمَا الْقِيْرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

53 – (945)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepadaku Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Barangsiapa yang mensholatkan jenazah, namun ia tidak sampai ikut mengantarnya maka baginya pahala satu qirath. Dan jika ia turut mengantarnya, maka baginya pahala dua qirath. Kemudian ditanyakanlah, Seperti apakah dua qirath itu? beliau menjawab: Yang paling kecil di antaranya adalah seperti gunung uhud.

(Shahih Muslim : 945 – 53 )

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ يَزِيْدَ بْنِ كَيْسَانَ حَدَّثَنِي أَبُوْ حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيْرَاطٌ وَمَنِ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُوْضَعَ فِي الْقَبْرِ فَقِيْرَاطَانِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَمَا الْقِيْرَاطُ قَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

  – 54(945)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Yazid bin Kaisan telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

Barangsiapa yang menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath. Saya bertanya, Wahai Abu Hurairah, seperti apakah dua qirath itu? ia menjawab, Yaitu seperti gunung Uhud.

(Shahih Muslim : 945 – 54 )

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ يَعْنِي اِبْنَ حَازِمٍ حَدَّثَنَا نَافِعٌ قَالَ قِيْلَ ِلابْنِ عُمَرَ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ تَبِعَ جَنَازَةً فَلَهُ قِيْرَاطٌ مِنَ اْلأَجْرِ فَقَالَ اِبْنُ عُمَرَ أَكْثَرَ عَلَيْنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ فَبَعَثَ إِلَى عَائِشَةَ فَسَأَلَهَا فَصَدَّقَتْ أَبَا هُرَيْرَةَ فَقَالَ اِبْنُ عُمَرَ لَقَدْ فَرَّطْنَا فِي قَرَارِيْطَ كَثِيْرَةٍ

55 – (945)

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farukh telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim telah menceritakan kepada kami Nafi’ ia berkata; telah dikatakan kepada Ibnu Umar, bahwa Abu Hurairah berkata:

Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa yang mengikuti jenazah, maka baginya satu qirath pahala. Ibnu Umar berkata, Yang paling banyak (menceritakan hadits kepada kita) adalah Abu Hurairah. Lalu ia pun mengutus seseorang kepada Aisyah dan menanyakan hal itu padanya, maka Aisyahpun membenarkan Abu Hurairah. Maka Ibnu Umar pun berkata, Sungguh, kita telah melewatkan qirath yang banyak.

(Shahih Muslim : 945 – 55 )

وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يَزِيْدَ حَدَّثَنِي حَيْوَةُ حَدَّثَنِي أَبُوْ صَخْرٍ عَنْ يَزِيْدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ قُسَيْطٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ دَاوُدَ بْنَ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيْهِ:

أَنَّهُ كَانَ قَاعِدًا عِنْدَ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ إِذْ طَلَعَ خَبَّابٌ صَاحِبُ الْمَقْصُوْرَةِ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ أَلاَ تَسْمَعُ مَا يَقُوْلُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ مِنْ بَيْتِهَا وَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ تَبِعَهَا حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيْرَاطَانِ مِنْ أَجْرٍ كُلُّ قِيْرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُحُدٍ فَأَرْسَلَ اِبْنُ عُمَرَ خَبَّابًا إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا عَنْ قَوْلِ أَبِي هُرَيْرَةَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَيْهِ فَيُخْبِرُهُ مَا قَالَتْ وَأَخَذَ اِبْنُ عُمَرَ قَبْضَةً مِنْ حَصْبَاءِ الْمَسْجِدِ يُقَلِّبُهَا فِي يَدِهِ حَتَّى رَجَعَ إِلَيْهِ الرَّسُوْلُ فَقَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ صَدَقَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ فَضَرَبَ اِبْنُ عُمَرَ بِالْحَصَى الَّذِي كَانَ فِي يَدِهِ اْلأَرْضَ ثُمَّ قَالَ لَقَدْ فَرَّطْنَا فِي قَرَارِيْطَ كَثِيْرَةٍ

56 – (945)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Numair Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepadaku Haiwah telah menceritakan kepadaku Abu Shakhrah dari Yazid bin Abdullah bin Qusaith bahwa ia telah menceritakan kepadanya bahwa Dawud bin Amir bin Sa’d bin Abu Waqash telah menceritakan kepadanya dari bapaknya:

Bahwa suatu ketika ia pernah duduk di sisi Ibnu Umar, tiba-tiba datanglah khabbab pemilik maqshurah seraya berkata, Wahai Abdullah bin Umar, tidakkah Anda mendengar apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barangsiapa yang menghadiri jenazah, lalu ia menshalatkannya dan turut mengantarkannya hingga jenazah itu dikuburkan, maka baginya dua qrath pahala. Setiap qirath adalah seperti gunung Uhud. Dan siapa yang menshalatinya lalu ia langsung pulang, maka baginya adalah pahala seperti gunung Uhud.’ Maka Ibnu Umar pun mengutus Khabbab kepada Aisyah untuk menanyakan ungkapan Abu Hurairah. Setelah itu, ia kembali untuk mengabarkan perihal komentar Aisyah. Setelah melihat ia kembali, Ibnu Umar langsung mengambil segenggam pasir yang terhampar di dalam Masjid, ia membolak-balikkannya di tangan hingga utusannya kembali. Sesampainya di situ, sang utusan pun berkata; Aisyah berkata, Abu Hurairah telah berkata benar. Maka seketika itu, Ibnu Umar pun langsung menghempaskan segenggam tanah di tangannya ke tanah, kemudian ia berkata,Sungguh, kita telah melewatkan qirath yang banyak.

(Shahih Muslim : 945 – 56 )

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي اِبْنَ سَعِيْدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنِي قَتَادَةُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيْرَاطٌ فَإِنْ شَهِدَ دَفْنَهَا فَلَهُ قِيْرَاطَانِ الْقِيْرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ

57 – (946)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Yahya, yaitu anaknya Sa’id telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepadaku Qatadah dari Salim bin Abul Ja’d dari Ma’dan bin Abu Thalhah Al Ya’mari dari Tsauban maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa menshalatkan jenazah, maka baginya satu qirath pahala. Dan bila turut menyaksikan pemakamannya, maka baginya dua qirath pahala. Sedangkan besar satu qirath seperti besarnya gunung Uhud. 

(Shahih Muslim : 946 – 57 )

وَحَدَّثَنِي اِبْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ وَحَدَّثَنَا اِبْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيْدٍ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ كُلُّهُمْ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ مِثْلَهُ وَفِي حَدِيْثِ سَعِيْدٍ وَهِشَامٍ:

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْقِيْرَاطِ فَقَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

(946)

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basysyar Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku bapakku ia berkata, dan telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Sa’id -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Aban semuanya dari Qatadah dengan isnad ini, hadits yang semisal dengannya. Dan di dalam hadits Sa’id dan Hisyam;

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang qirath, maka beliau menjawab: (Yaitu) sebesar gunung Uhud.

(Shahih Muslim : 946)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.699 pengikut lainnya.