Fadhilah Keutamaan Shalat Subuh dan Shalat Ashar

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ اْلأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يَتَعَاقَبُوْنَ فِيْكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُوْنَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِيْنَ بَاتُوْا فِيْكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُوْلُوْنَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالْمَلاَئِكَةُ يَتَعَاقَبُوْنَ فِيْكُمْ بِمِثْلِ حَدِيْثِ أَبِي الزِّنَادِ

210 – (632)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya katanya, aku menyetorkan hapalan kepada Malik dari Abu Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Di antara kalian ada malaikat yang bergantian di waktu malam dan siang, mereka berkumpul ketika shalat fajar dan shalat ashar, malaikat yang bermalam dengan kalian kemudian naik dan Tuhan mereka menanyai mereka -sekalipun Dia paling tahu daripada mereka- bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Jawab mereka: Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan shalat. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Di antara kalian ada malaikat yang bergantian… seperti hadits Abu Zinad.

(Shahih Muslim 632-210)

وَحَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ اَلْفَزَارِيُّ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيْلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ أَبِي حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ جَرِيْرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ وَهُوَ يَقُوْلُ:

كُنَّا جُلُوْسًا عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ نَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ أَمَا إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّوْنَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوْا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا يَعْنِي الْعَصْرَ وَالْفَجْرَ ثُمَّ قَرَأَ جَرِيْرٌ { وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا } [20/طه/ الآية-13].

211 – (633)

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Marwan bin Muawiyah Al Fizari telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Abu Khalid telah menceritakan kepada kami Qais bin Abu Hazim katanya, aku mendengar Jarir bin Abdullah berkata, Kami pernah duduk-duduk disisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau melihat bulan di malam purnama dan bekata:

Ketahuilah, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak kesulitan melihatnya, sekiranya kalian mampu untuk tidak keberatan mendirikan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya , maksudnya shalat ashar dan shubuh (fajar).

Kemudian Jarir membacakan ayat “Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya”  (QS.Toha 130)

(Shahih Muslim 633-211)

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُوْ أُسَامَةَ وَوَكِيْعٌ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَقَالَ أَمَا إِنَّكُمْ سَتُعْرَضُوْنَ عَلَى رَبِّكُمْ فَتَرَوْنَهُ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ وَقَالَ ثُمَّ قَرَأَ وَلَمْ يَقُلْ جَرِيْرٌ

212 – (633)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dan Abu Usamah dan Waki’ dengan sanad seperti ini, dan beliau juga bersabda:

Kalian akan dihadapkan kepada Rabb kalian sehingga kalian melihat-Nya sebagaimana kalian melihat bulan ini, Qais mengatakan, Kemudian Beliau membaca (ayat tersebut), dan tidak mengatakan Jarir.

(Shahih Muslim 633-212)

وَحَدَّثَنَا أَبُوْ بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُوْ كُرَيْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ جَمِيْعًا عَنْ وَكِيْعٍ قَالَ أَبُوْ كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ عَنِ ابْنِ أَبِي خَالِدٍ وَمِسْعَرٍ وَالْبَخْتَرِيِّ بْنِ الْمُخْتَارِ سَمِعُوْهُ مِنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَارَةَ بْنِ رُؤَيْبَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا يَعْنِي الْفَجْرَ وَالْعَصْرَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ آنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ قَالَ الرَّجُلُ وَأَنَا أَشْهَدُ أَنِّي سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي

213 – (634)

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib dan Ishaq bin Ibrahim semuanya dari Waki’, Abu Kuraib mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ibnu Abu Khalid dan Mis’ar dan Bakhtari Ibnul Mukhtar, mereka mendengarnya dari Abu Bakar bin Imarah bin Ru’aibah dari Ayahnya dia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya. maksudnya shalat fajar (subuh) dan ashar, kemudian seseorang dari penduduk Bashrah berkata: Apakah engkau mendengar hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Jawabnya: Benar. Laki-laki itu berkata, Dan saya bersaksi bahwa saya mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kedua telingaku mendengarnya, dan hatiku menghafalnya.

(Shahih Muslim 634-213)

وَحَدَّثَنِي يَعْقُوْبُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَارَةَ بْنِ رُؤَيْبَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

لاَ يَلِجُ النَّارَ مَنْ صَلَّى قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا وَعِنْدَهُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ فَقَالَ آنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ أَشْهَدُ بِهِ عَلَيْهِ قَالَ وَأَنَا أَشْهَدُ لَقَدْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُهُ بِالْمَكَانِ الَّذِي سَمِعْتَهُ مِنْهُ

214 – (634)

Dan telah menceritakan kepadaku Ya’kub bin Ibrahim Ad Dauraqi telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Abdul Malik bin Umair dari Ibnu ‘Umarah bin Ru’aibah dari Ayahnya dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya. Ketika itu disisinya ada seorang laki-laki penduduk Bashrah , dia bertanya: Apakah engkau mendengarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? Ayah Ibnu Umairah menjawab: Benar, dan aku bersaksi atasnya , dia melanjutkan: Sungguh aku telah mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda di tempat yang engkau juga mendengar (hadits ini).

(Shahih Muslim 634-214)

وَحَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ َاْلأَزْدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنِي أَبُوْ جَمْرَةَ الضُّبَعِيُّ عَنْ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِيْهِ:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

215 – (635)

Dan telah menceritakan kepada kami Haddab bin Khalid Al Azadi telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya telah menceritakan kepadaku Abu Jamrah Ad-Dhuba’i dari Abu Bakar dari Ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barang siapa shalat pada kedua waktu dingin (ashar dan subuh), maka ia akan masuk surga.

(Shahih Muslim 635-215)

حَدَّثَنَا اِبْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ قَالَ ح وَحَدَّثَنَا اِبْنُ خِرَاشٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالاَ جَمِيْعًا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَنَسَبَا أَبَا بَكْرٍ فَقَالَ اِبْنُ أَبِي مُوسَى

(635)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Bisyr bin As-Syari katanya (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Ibnu Khirasy telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Ashim, keduanya mendengar Hammam dengan isnad seperti ini, beliau menisbatkan kepada Abu Bakar, keduanya mengatakan, maksudnya Abu Bakar bin Abu Musa.

(Shahih Muslim 635)

About these ads

Satu Tanggapan

  1. maturnuwun doakan istiqomah jamah sholat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.632 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: