Keutamaan Nasab (Garis Keturunan) Nabi Shallallahu alaihi wassalam

حدثنا محمد بن مهران الرازي ومحمد بن عبدالرحمن بن سهم. جميعا عن الوليد. قال ابن مهران: حدثنا الوليد بن مسلم. حَدَثَنَا اْلأَوْزَاعِي عَنْ أَبِي عَمَّارٍ، شَدَّادٍ؛ أَنَّهُ سَمِعَ وَاثِلَةَ بْنِ اْلأَسْقَعِ يَقُوْلُ:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ “إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ. وَاصْطَفَى قُرَيْشَا مِنْ كِنَانَةَ. وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ. وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ”.

1-    (2276)

Hadits riwayat Watsilah bin Asqa’ Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah di antara anak-anak Ismail dan memilih Qureisy di antara (anak-anak) Kinanah dan memilih bani (anak-anak) Hasyim diantara anak-anak Qureisy dan memilihku di antara bani (anak-anak) Hasyim.

(Shahih Muslim No 2276-1)

About these ads

18 Tanggapan

  1. Benarkah Habib itu keturunan Nabi SAW? Masih Diragukan !
    Sabtu, 5 Nov 2011 01:53 WIB

    CHICAGO,RIMANEWS- Cendekiawan Muslim dari Paramadina, A.Mun’im Sirry MA, kandidat PhD di University of Chicago, AS mempertanyakan bahwa Apakah mereka yang mengaku sayyid atau habib itu betul-betul keturuan Baginda Nabi?

    Menurutnya, Dalam studi yg dilakukan sejumlah ahli genetika, sebagian besar orang yang mengaku ngaku sayyid itu sebenarnya bukan keturunan Nabi. M.R. Rafiee, A. Sokhansanj, Naghizadeh dan Farazmand melakukan uji DNA di Iran sementara Elise Belle, Saima Shah, Tudor Parfitt dan Mark Thomas di India-Pakistan.

    Hasil penelitian mereka sama: Mereka yang mengaku sayyid atau habib itu bukan keturunan Nabi. Lho, kalau di Iran dan India-Subcontinent saja tidak benar, bagaimana dgn orang-orang mengaku sayyid dan habib di Indonesia? Jelasnya, sayyid dan habib itu adalah konstruk sosial utk tujuan kehormatan dan legitimasi.

    Dalam kesempatan lain, Munim Sirry menyingkapkan bahwa banyak ulama dan intelektual Muslim mengagumi reformasi dalam Kristen, hingga ada yang menyebut mereka itu “Muslim Luther.” Tapi, kekaguman Muhammad ‘Abduh terhadap reformasi Kristen melebihi ulama-ulama lain. ‘Abduh dgn sangat gamblang menuturkan kekagumannya dalam Risala al-tawhid-nya yang sudah menjadi klasik itu. Beliau mengatakan, misalnya, bahwa Kristen-nya para reformer itu sudah sangat dekat dgn Islam.

    Bahkan, katanya dalam facebook lebih lanjut, agama mereka itu tdk ada bedanya dgn agama yang dibawa Nabi Muhammad kecuali beda nama. Termasuk dalam hal ibadah, kata ‘Abduh, hanya beda dalam bentuk, bukan substansi. Saya tdk tahu, apakah ada ulama yang membuat pengakuan lebih gamblang dan tegas dari mufti besar ini, bahkan dari aktivis-aktivis lintas agama sekarang.
    http://rimanews.com/read/20111105/45824/benarkah-habib-itu-keturunan-nabi-saw-masih-diragukan

  2. ANTUM SANGAT GEGABAH MENGATAKAN ITU, PADAHAL PARA HABAIB YG ADA ITU MEMILIKI NASAB YANG JELAS YG SEKARANG MASIH TERSIMPAN DI MAKTAB AD DAIMI, AHSAN ANTUM COBA TELAAH DENGAN SEKSAMA TANYA KEPADA PARA AHLI NASAB YANG KAMI MILIKI, KALAU MASIH BODOH TENTANG ITU JNG SEMBARANGAN BERFATWA. ANTUM NANTI AKAN BERHADAPAN DENGAN DATUNYA PARA HABAIB RASULALLAH SAW. DAN ANTUM BISA DIKATAKAN TELAH MENDUSTAKAN NABI DAN KETURUNANNYA YNG DLM HADIST SHAHIH TIDAK AKAN TERPUTUS SAMPI HARI KIAMAT, KALAU MAU DITELITI JNG YANG ADA DI IRAN DONG, COBA YANG ADA DI YAMAN. HATI2

  3. Sebagai orang awam tentang nasab
    Saya mempunyai sedikit pertanyaan tentang Habaib.
    Sepengetahuan saya (maaf kalau salah), Nabi SAW hanya mempunyai tiga orang putra yaitu Qosim, Abdullah dan Ibrohim yang semuanya wafat ketika belum mempunyai keturunan. (bahkan masih kecil)
    Dan kalau tidak salah, para habaib sekarang ini mempunyai nasab dari Sayyidina Hasan dan Husein yang merupakan putra dari sayyidatina Fatimah dan sayyidina Ali.
    Dari sinilah sebenarnya pertanyaan di hati saya timbul.
    Kenapa nasab para habaib kemudian dinasabkan ke Rasulullah bukannya ke sayyidina Ali. Sedangkan nasab habaib selanjutnya selalu dijaga selalu dari garis laki-laki.
    Maaf atas ketidak tahuan saya dan mohon penjelasan dari yang mengetahui tentang nasab ini.
    Syukron katsiron

  4. nama amtum siapa

  5. Nasab habaib dikaitkan dengan nabi karena Sayyidina Ali sendiri adalah sepupu nabi anak dari Abu Tholib adik laki-laki Abdullah ayah Nabi Muhammad SAW. Secara hukum waris karena Nabi Muhammad SAW tidak memiliki anak laki-laki yang hidup setelah Nabi Wafat maka Ali termasuk kepada Ahli Waris Nabi Muhammad SAW yang secara absolut juga merupakan ahli waris keturunannya ditambah lagi dengan dinikahkannya Sayyidatina Fatimah dengan Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah.

  6. wallhu ‘alamu bissowab…

  7. aslkum
    saya mau tanya, lanjutan dari pertanyaan yg di atas.
    tapi kan nasab habaib kalau ngak salah saya ada Pada Nabi muhammad, sedangkan Sayyidini ali sendiri memang seornag ahlul bait akan tetapi kan bukan Keturunan Nabi, hanya sebagai keluarga,!
    .
    mohon maaf atas ketidak tahuan saya atas semua ini, mohon penjelasanya agar dapat lebih menambah ilmu n pengetahuan saya..

  8. 1.Yang mengatakan keturunan Rasulullah SAW terputus berarti tdk ada bedanya dgn Abu Jahal krn dia dlu tlh mengejek Rasul SAW dgn kata2 “abtar” (terputus keturunannya) lalu Allah SWT membela kekasihnya dgn turunnya surat Alkautsar yg berbunyi “inna syaaniaka huwal abtar” (sesungguhnya yang mengejekmu terputus itulah yg sebenarnya terputus).
    2.Sangkaan orang2 yg Jahil bahwa Rasul SAW tdk mempunyai keturunan lantaran keturunan Rasul tdk dari anak laki2 melainkan dri perempuan yakni Sayyidah Fatimah Azzahra rA adalah doktrin dari kaum salafy wahaby, padahal itu merupakan keistimewaan utk Rasul, semua bernasab kpd laki2 sementara keturunan Rasul SAW dri perempuan, lain dari yang lain.
    3.Hikmah dri hal keturunan Rasul Saw dari jalur perempuan krn meninggalnya anak laki2nya dimasa kecil yg bernama Ibrahim, Abdullah, dan Qasim adalah jika anak2 tsb dewasa pastilah akan menjadi Nabi juga lantaran ayah mrk adalah pimpinan para nabi dan rasul, itu berarti mengurangi kemuliaan Rasul sbg khatamul anbiyaa(penutup para nabi). Sebarkan BC ini agar kaum yg membenci keturunan Rasul SAW lantaran iri,dengki,hasut,banyak penyakit hati,mengetahui permasalahan sesungguhnya, jangan asal bicara tanpa ilmu pengetahuan yg tepat.
    semoga manfaat dan kita dijadikan orang-orang yang mencintai keturunan Rasul SAW.

  9. Syukron Bib atas penjelasannya..
    Semoga bermanfaat

  10. setuju banget,muslim yang tak mengakui itu cuma ktp nya doang yg mulim tp hati nya fir’un yg sombong

  11. kakek saya seorang habib,tp nenek saya bukan sarifah….
    apakah saya masih mempunyai darah keturunan RASULULLAH…mohon mf klo ada salah dlm penulisan

  12. kalo al basyaiban ???sayyid gk???

  13. Saya awam dlm agama tapi ada namanya pelajaran hikmah dari Nabi yang Nabi Muhammad SAW tidak punya keturunan dari laki-laki….Tetapi mengapa umat muslim masih otak-atik soal keturunan…..Sudah jelas bhw yang diperhatikan derajatnya oleh Allah SWT adalah ketaqwaan bukan keturunan…..Mengapa orang sangat mengagungkan keturunan….Sudah jelas semuanya….Tolong jangan diperumit dan diputar-putar dengan permainan dalil-dalil…Sebenarnya Islam itu sederhana dan mudah…Begitu khan…..

  14. APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

    Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

    1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg ‘nabi’ dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

    2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau ‘anak tunggal’ dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan ‘nasab’-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

    Bagaimana tentang pewaris tahta ‘ahlul bait’ dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

    Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

    Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

    Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

  15. ngomong ngalor ngidul tak mempunyai titik temu
    sekrang gini gmn klo sya kasih pertanyaan..?
    siapa yng ngasi nma ALLAH..?

  16. broo,, jangan berebut warisan,

  17. Klu di dunia ini sdh tdk ada lg Ahlul Bait (keterunan Rasulullah) maka berakhirlah zaman alias kiamat…..

  18. kalo tidak mau kalo Rolullah itu itu punya turunan ,hanya terputus pada sayyidah Fatimah ,tolong buang semua hadist yang menjelaskan tentang hadist datangnya imam Mahdi bahwa beliau adalah turunan Rosulullah dan hadist tentang keutamaan sayyidah fatimah yang di pilih oleh Rosulullah untuk menurunkan turunan beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.629 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: