Hukum Mengeluarkan Mani (Sperma) di luar Kemaluan Istri (‘azal)

وحدثنا يحيى بن أيوب وقتيبة بن سعيد وعلي بن حجر. قالوا: حدثنا إسماعيل بن جعفر. أخبرني ربيعة عن محمد ابن يحيى بن حبان، عن ابن محيريز ؛ أنه قال:

دَخَلْتُ أَنَا وَأَبُوْ صُرْمَةَ عَلَى أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ. فَسَأَلَهُ أَبُوْ صَرْمَةَ فَقَالَ: يَا أَبَا سَعِيْدٍ ! هَلْ سَمِعْتَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَذْكُرُ الْعَزَلَ ؟ فَقَالَ: نَعَمْ. غَزَوْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم غَزْوَةَ بَنِى مُصْطَلَقٍ. فَسَبَيْنَا كَرَائِمَ الْعَرَبِ. فَطَالَتْ عَلَيْناَ الْعُزْبَةُ وَرَغِبْنَا فِي الْفِدَاءِ. فَأَرَدْنَا أَنْ نَسْتَمْتِعَ وَنَعْزِلَ. فَقُلْنَا: نَفْعَلُ وَرَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ أَظْهَرِنَا لاَ نَسْأَلُهُ ! فَسَأَلْنَا رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: “لاَ عَلَيْكُمْ أَنْ لاَتَفْعَلُوْا. مَا كَتَبَ اللهُ خَلْقَ نَسَمَةٍ هِيَ كَائِنَةٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، إِلاَّ سَتَكُوْنُ”.

125 – (1438)

Hadits riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Kami berperang bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melawan Bani Musthaliq lalu kami berhasil menawan beberapa wanita Arab yang cantik. Kami sudah lama tidak berhubungan dengan istri, maka kami ingin sekali menebus mereka sehingga kami dapat menikahi mereka secara mut`ah dan melakukan `azal (mengeluarkan sperma di luar kemaluan istri untuk menghindari kehamilan). Kami berkata: Kami melakukan demikian sedang Rasulullah berada di tengah-tengah kami tanpa kami tanyakan tentang hal tersebut. Lalu kami tanyakan juga kepada beliau dan beliau bersabda: Tidak apa-apa walaupun tidak kamu lakukan karena tidak ada satu jiwa pun yang telah Allah tentukan untuk tercipta sampai hari kiamat kecuali pasti akan terjadi

(Shahih Muslim No.1438-125)

وحدثنا محمد بن المثنى. حدثنا معاذ بن معاذ. حدثنا ابن عون عن محمد، عن عبدالرحمن بن بشر الأنصاري. قال  فرد الحديث حتى رده إلى أبي سعيد الخدري. قَالَ:

ذُكِرَ الْعَزْلُ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ “وَمَا ذَاكُمْ ؟” قَالُوْا: اَلرَّجُلُ تَكُوْنُ لَهُ الْمَرْأَةُ تَرْضَعُ فَيُصِيْبُ مِنْهَا. وَيَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ مِنْهُ. وَالرَّجُلُ تَكُوْنُ لَهُ اْلأَمَةُ فَيُصِيْبُ مِنْهَا. وَيَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ مِنْهُ. قَالَ: “فَلاَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَفْعَلُوْا ذَا كُمْ. فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدْرُ”.

قَالَ ابْنُ عَوْنٍ: فَحَدَثْتُ بِهِ الْحَسَنَ فَقَالَ: وَاللهِ ! لَكَأَّنَ هٰذَا زَجْرٌ.

131 – (1438)

Hadits riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Disebut orang tentang ‘azal didekat Nabi Shallallahu alaihi wassalam, lalu beliau bertanya: Apakah ‘azal itu? Mereka menjawab: Seorang lelaki mempunyai isteri yang sedang menyusui anaknya lalu dia bersetubuh dengan isterinya itu, sedang dia tidak suka kalau isterinya menjadi hamil karena itu. Dan seorang lelaki yang mempunyai hamba sahaya lalu dia bersetubuh dengan dia sedang dia tidak suka hamba sahayanya itu hamil karena itu. Nabi berkata: Tidak apa-apa walaupun kamu tidak lakukan karena itu menurut qodar (ketentuan) Allah.

(Shahih Muslim No.1438-131)

حدثنا أحمد بن عبدالله بن يونس. حدثنا زهير. أخبرنا أبو الزبير عَنْ جَابِرٍ ؛ أَنَّ رَجُلاً أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: إِنَّ لِي جَارِيَةً هِيَ خَادِمُنَا وَسَانِيَتُنَا. وَأَنَا أَطُوْفُ عَلَيْهَا وَأَنَا أَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ. فَقَالَ:

“اِعْزَلْ عَنْهَا إِنْ شِئْتَ. فَإِنَّهُ سَيَأْتِيْهَا مَا قُدِرَ لَهَا” فَلَبِثَ الرَّجُلُ. ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّ الْجَارِيَةَ قَدْ حَبَلَتْ. فَقَالَ:”قَدْ أَخْبَرْتُكَ أَنَّهُ سَيَأْتِيْهَا مَا قُدِرَ لَهَا”.

134 – (1439)

Hadits riwayat Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Sesungguhnya saya mempunyai seorang hamba sahaya perempuan, dialah yang melayani dan memberi minum ternak kami. Saya ingin tidur dengan dia tetapi saya tidak menyukai kalau dia hamil. Nabi berkata: Engkau boleh ‘azal kalau engkau mau, tetapi sesungguhnya nanti akan terjadi juga apa yang ditakdirkan untuk perepmpuan itu. Tiada lama kemudian laki-laki tadi datang kembali dan mengatakan bahwa perempuan itu telah hamil. Nabi menjawab: Sesungguhnya aku telah menceritakan kepada engkau bahwa nanti akan terjadi juga pada perempuan itu apa yang telah ditakdirkan untukNya.

(Shahih Muslim No.1439-134)

حدثنا سعيد بن عمرو الأشعثي. حدثنا سفيان بن عيينة عن سعيد بن حسان، عن عروة بن عياض، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللهِ، قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: إِنَّ عِنْدِي جَارِيَةً لِي. وَأَنَا أَعْزِلُ عَنْهَا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:

“إِنَّ ذٰلِكَ لَنْ يَمْنَعَ شَيْئًا أَرَادَهُ اللهُ” قَالَ: فَجَاءَ الرَّجُلُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ ! إِنَّ الْجَارِيَةَ الَّتِي كُنْتُ ذَكَرْتُهَا لَكَ حَمَلَتْ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “أَنَا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ”.

135 – (1439)

Hadits riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam katanya : Sesunguhnya saya mempunyai seorang hamba sahaya perempuan dan saya melakukan ‘azal kepadanya. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalammenjawab: Sesungguhnya hal itu tidak akan menghalangi sedikitpun yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian laki-laki tadi datang lagi dan mengatakan : Ya Rasulullah! Sesungguhnya perempuan yang saya sebutkan dahulu kepada Engkau, sekarang telah hamil. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab: Aku hamba Allah dan RasulNya.

(Shahih Muslim No.1439-135)

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وإسحاق بن إبراهيم (قال إسحاق: أخبرنا. وقال أبو بكر: حدثنا سفيان)  عن عمرو، عن عطاء، عَنْ جَابِرٍ. قَالَ: كُنَّا نَعْزِلُ وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ. زَادَ إِسْحَاقُ: قَالَ سُفْيَانُ: لَوْ كَانَ شَيْئًا يَنْهَى عَنْهُ، لَنَهَاناَ عَنْهُ الْقُرْآنُ.

136 – (1440)

Hadits riwayat Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Kami tetap melakukan `azal di saat Alquran masih turun. Ishaq menambahkan: Sufyan berkata: Kalau ada sesuatu yang terlarang pasti Alquran telah melarang hal tersebut

(Shahih Muslim No.1440-136)

About these ads

38 Tanggapan

  1. jika mengelurkan dengan sengaja , namun belum menikah,apakah itu dosa

  2. Mengeluarkan mani dengan sengaja hanya boleh dilakukan oleh istri. Kalau dilakukan sendiri apalagi oleh orang lain, maka hukumnya haram.

    Walloohu a’lam

  3. شكرا يا أخي وأختي على هذا البيان

  4. Jadi kesimpulannya ‘azl boleh (tidak haram) ya tadz? Soalnya istri saya yg meminta pada masa subur aja, dan saya pun ridho.

  5. aku may marya ingin bergabung dan berteman ama sesama siapapun mereka yang jelas teman baik

  6. jika kita masih anak sekolah , kita mengeluarkan air mani dengan sengaja apa kah itu dosa??

    karna saya belum tau apakah itu dosa atau tidak,,

  7. Mengeluarkan mani dengan sengaja, hanya boleh dilakukan oleh istri seorang laki-laki dengan cara apapun.
    Bila dilakukan dengan tangan sendiri , maka hukumnya adalah dosa.

    Walloohu a’lam

    bahan kajian

    QS Al-Mukminun 23:4-7
    والذين هم لفروجهم حافظون . إلا على أزواجهم أو ما ملكت أيمانهم فإنهم غير ملومين . فمن ابتغى وراء ذلك فأولئك هم العادون

    Artinya: .. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

    Hadits riwayat (HR) Bukhari dari Ibnu Mas’ud
    عبد اللَّهِ بن مسعود رضي الله عنه قال : كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَبَابًا لا نَجِدُ شَيْئًا فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءةَ ( تكاليف الزواج والقدرة عليه ) فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ ( حماية من الوقوع في الحرام

    Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: Kami bersama Nabi adalah anak-anak muda yang tidak punya apa-apa (miskin – red). Rasulullah berkata pada kami: Wahai anak muda barang siapa yang mampu untuk menikah, menikahlah. Karena menikah itu dapat lebih menutup mata (dari godaan syahwat), dan lebih memelihara kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu menikah, maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu dapat memelihara diri dari perbuatan haram.

    Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm menafsiri QS 23:4-7 di atas demikian:
    فلا يحل العمل بالذكر إلا في الزوجة أو في ملك اليمين ولا يحل الاستمناء والله أعلم

    Artinya: Maka tidak halal melalukan sesuatu pada dzakar (penis) kecuali pada istri… Juga haram melakukan masturbasi atau onani.

  8. Makasih ats infonya,
    sungguh brmanfaat

  9. terus saya harus bagaimana lagi,,,,
    namanya juga nafsu ,….

    kalaw kita berciuman dngan pacar pakah itu dosa??

  10. Dalam Hadits riwayat (HR) Bukhari dari Ibnu Mas’ud di hadits sebenarnya Rasulullah telah memberikan solusi yang tepat untuk masalah adik..

    Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: Kami bersama Nabi adalah anak-anak muda yang tidak punya apa-apa (miskin – red). Rasulullah berkata pada kami: Wahai anak muda barang siapa yang mampu untuk menikah, menikahlah. Karena menikah itu dapat lebih menutup mata (dari godaan syahwat), dan lebih memelihara kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu menikah, maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu dapat memelihara diri dari perbuatan haram. ”

    Kalau adik sudah siap menikah, maka menikah adalah jalan yang paling sempurna… dan apabila belum siap..maka cobalah untuk berpuasa. karena dengan puasa maka kita akan dapat memelihara diri dari perbuatan haram.

    Mengenai berciuman dengan pacar.
    Berciuman dengan wanita yang bukan muhrim adalah diharamkan. Jangankan berciuman , berpegangan tangan saja termasuk hal yang diharamkan. Karena diharamkan pasti berdosa orang yang melakukannya.

    Walloohu a’lam

  11. sungguh hina diri ku
    ternyata selama ini aku ada di jln yg salah,,,
    bari kan aku solusi yg tepat ustad

  12. Maaf baru dibalas.
    Kebetulan sekali sekarang ini kita berpuasa di bulan ramadhan.
    Puasa sangat hebat untuk memerangi nafsu kita.
    Dengan kemauan diri untuk menjauhi larangan Allah dan tentu saja dibarengi dengan berdo’a memohon ampunan kepada Allah serta memohon dipelihara dari segala amal dan perbuatan yang salah. InsyaAllah kita akan bisa selalu dijalan yang diridhoi Allah SWT.

  13. Semenjak menikah, saya selalu melakukan ‘azl karena istri saya tidak mau punya anak. Padahal saya sendiri sebenarnya sangat ingin mendapat keturunan sebagai buah cinta dengan istri saya. Sudah beberapa kali saya berdebat, namun tetap saja istri saya bersikukuh tidak mau punya anak dengan berbagai alasan.

    Akhirnya hingga saat ini saya tetap harus mengikhaskan diri untuk tidak memiliki anak dengan cara melakukan ‘azl setiap kali berhubungan dengan istri, meskipun hal ini sebenarnya menjadi pertentangan batin terhadap diri saya sendiri. Namun saya juga tidak ingin memaksakan kehendak saya (untuk mendapatkan anak dari istri saya) tanpa persetujuan & keinginan yang sama dari istri saya.

    Apakah hal ini diperbolehkan dari sudut pandang ajaran Islam? Adakah dalil dalam Al-Quran/Hadist yang terkait dengan hal semacam ini atau hal yang bisa membuka hati istri saya agar mau memiliki anak dengan saya?

  14. Cobalah untuk bersabar dan perbanyak berdo’a… karena hanya Allah yang bisa merubah/membuka hati seseorang.
    Salah satu tujuan dari pernikahan ialah untuk mendapatkan keturunan yaitu anak-anak yang sholeh dan sholehah yang akan menjadi pahala yang tidak terputus bagi kita.

    Semoga Allah berkenan membuka hati istri saudaraku sehingga saudaraku ini mempunyai keturunan yang sholeh dan sholihah. Amien ya Mujiibassaailiin

    Ini hadits yang berkaitan dengan keturunan:

    Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah -yaitu Ibnu Sa’id- dan Ibnu Hujr mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu Ja’far- dari Al ‘Ala’ dari Ayahnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:
    Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.
    (Shahih Muslim : 1631 – 14 )
    Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

    Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

  15. maaf ini di luar pembahasan, apakah berpacaran itu dosa?

  16. kata “berpacaran” mempunyai arti yang sangat luas.. jadi sangat sulit untuk memutuskan boleh tidaknya (dosa tidaknya) berpacaran.
    Kalau yang dimaksud adalah berdua-duaan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim maka hal itu haram hukumnya.

    Yang diperbolehkan bagi seorang lelaki pada wanita yang akan dinikahinya adalah melihat telapak tangan dan wajahnya untuk menilai kepribadian dari wanita tersebut.

    Walloohu a’lam bisshowab

  17. ya allah… sungguh berdosa diriku…….

  18. klau lagi tidur terus alat saya di kocok teman saya terus keluar mani itu bagaimana hukumnya…??

  19. Kalau anda menyadari bahwa teman anda sedang meng-onani anda dan anda membiarkan saja perbuatan teman anda tersebut, maka hukumnya sama saja dengan anda melakukan onani sendiri yaitu haram atau dosa.
    Kalau anda sama sekali tidak menyadari perbuatan teman anda karena terlalu pulas tidur dan begitu bangun baru tahu bahwa anda mengeluarkan mani maka hukumnya tidak berdosa hampir sama dengan orang yang bermimpi kemudian keluar mani.
    Walloohu A’lam

  20. mau tanya pak usztad…dalam islam melakukan azel diperbolehkan,padahal waktu itu.semangatnya azel supaya tidak hamil. artinya;waktu itu memang belum ada teknologi kontrasepsi,bagaimana spy tidak hamil…!,dengan semangat yg sama,di jaman modern ini,gimana pak ustztad,klo cara mencegah hamil itu dengan memakai kondom,diperbolehkan ato tidak…soalnya sama sama dikeluarkan diluar. ajzkh

  21. Maaf pak ustadz, ini sdikit di luar pembhasan.
    Bgaimana hkumnya orng nonton film porno pak ustadz ?

  22. itu berbuatan yg membuat allah marah dan benci

  23. Sy pernah tiap hr mengocok penis scr sengaja & keluar mani,krn sy blm tau hukumnya,
    skrg sadar gmana cara bertaubatnya?

  24. Bertobat dengan cara memohon ampunan kepada Allah dan menyesali perbuatan yang telah lalu serta berjanji dengan sepenuh hati untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi

  25. Jd pak ustadz kalau kita mengkocok kemaluan kita sendiri sampai keluar air mani itu apakah haram.bagaimana kalau tak sampai keluar air mani kita apakah itu haram juga

  26. kenapa ada foto bugil di atas?

  27. Mengocok kemaluan sendiri baik sampai keluar mani maupun tidak hukumnya adalah haram.

    Walloohu a’lam bisshowab

  28. Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarrakatuh ustadz

    Saya mau tanya gimana hukumnya kalau suami istri berpisah dalam wkt yang lama misal 2 tahun…untuk mencari nafkah..dan bs dikatakan masih pengantin baru…setiap kali suami minta si istri slalu mau dan pasti mengeluarkan pake tangan cuma via tfn atau sms…
    Apakah hukumnya haram?
    Trimakasih ustadz mohon penjelasanya

  29. assalamualaikum.. alhamdulilah, adanya pak ustad bisa membantu saudara2 yg belum mengerti, mana yg diperbolehkan oleh agama ataupun tidak..
    perkenalkan nama saya suwito,saya santri pondok pesantren manbaul qur’an..
    wassalamualaikum

  30. kenapa semua manusia bisa ska sesama jenis

  31. pak ustaz jika kita di goda olehg teman kita dan akhirnya kita mau mengeluarkan mani kita”….”bagai mana hukumx ustaz?

  32. Kalau hanya digoda..yaa tetap saja berdosa!

  33. Asalamualaikum stadz, ane mau tanya nih sedikit keluar dari pembahasan..
    apa sih yang harus ane lakukan kalo calon istri ane ternyata selingkuh dengan beberapa cowo.. saya sangat sayang dia stadz.. dan insya Allah 2015 ane ada rencana buat nikahin dia… tapi semenjak kejadian ini, ane malah berfikir macem-macem tentang dia, takut kejadian tersebut terulang lagi setelah kami menikah.apa saya harus lanjutkan rencana baik saya ini atau lebih baik saya mencari wanita lain yang lebih baik dari dia??
    mohon pencerahaannya stadz terimakasih.

    wasalamualaikum

  34. Coba cari informasi atau tanyakan langsung padanya apakah dia memang selingkuh atau hanya sekedar berteman.
    Di masa-masa menjelang pernikahan sering kali ada cobaan yang membuat hubungan seolah akan putus.
    Jangan lupa untuk sholat istikhoroh mohon petunjuk kepada Allah supaya ditunjukkan calon istri yang sholehah sehingga bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah.

  35. Kalo masalah itu, mungkin sudah pasti dia berselingkuh stadz.. tidak diragukan lagi.. apa mungkin ini hanya cobaan dari Allah untuk saya yah stadz??

    amin stadz, terimakasih atas jawabannya..

    Barkallah..

  36. Kalau sudah pasti selingkuh….,…
    masih banyak calon istri sholehah yang belum punya pasangan.
    Semoga cepat mendapatkan istri yang sholehah.
    Amien

  37. Pak Ustadz Law Cuma Membca Yg Porn0 APakah Itu Hram Pak Ustadz?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.629 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: